Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : BERKALA SAINSTEK

KARAKTERISASI PARSIAL FAKTOR IMUNOMODULATOR KELENJAR SALIVA Aedes aegypti (DIPTERA: CULICIDAE) SEBAGAI KANDIDAT Transmission Blocking Vaccine (TBV) DEMAM BERDARAH DENGUE Wathon, Syubbanul; Senjarini, Kartika; Widajati, Sri Mumpuni Wahyu; Oktarianti, Rike
BERKALA SAINSTEK Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : My Home

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh infeksi virus dengue yang dibawa Aedes aegypti (Ae. aegypti) sebagai vektor primernya. Pengendalian vektor pada penyakit DBD masih belum maksimal. Selain itu vaksin yang belisensi untuk penyakit DBD masih belum dilaporkan. Melalui pengembangan TBV salah satunya dengan memanfaatkan komponen saliva vektor. aliva vektor memiliki potensi dalam meningkatkan transmisi patogen ke tubuh inang, maka perlu adanya karakterisasi molekul dalam saliva nyamuk termasuk faktor imunomodulator. Karakterisasi faktor imunomodulator saliva Ae. aegypti dilakukan melalui uji reaksi silang antara protein kelenjar saliva Ae. aegypti dengan beberapa plasma darah manusia. Hasil penelitian menunjukkan adanya protein spesifik yang dikenali antibodi dalam plasma darah orang endemik dengan berat molekul ~ 37 kDa. Hal ini megindikasikan bahwa di dalam tubuh penduduk endemik telah mengembangkan antibodi anti-saliva Ae. aegypti yang diduga berperan penting dalam resistensi terhadap infeksi virus dengue. Kata Kunci: Ae. aegypti, DBD, faktor imunomodulator, kelenjar saliva, TBV
Genetic Study of Phenylthiocarbamide (PTC) Taste Sensitivity In Population of The Osing in Kemiren Village-Banyuwangi Indriani, Fenny; Oktarianti, Rike; Wathon, Syubbanul
BERKALA SAINSTEK Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v9i1.19844

Abstract

The ability to taste phenylthiocarbamide (PTC), is autosomal trait inherited in a simple Mendelian recessive pattern. The frequency of Taster and non-Taster allele is varies in different populations. The purpose of the research is to investigate the prevalence, gene frequency and genotype frequency of taster (T) and non taster (ts of Osing population in Kemiren-Banyuwangi. PTC serial dilution method was used to assess the PTC Taster and non-Taster phenotypes. The Hardy–Weinberg method was used to determine allele frequencies. The total of samples were 227 people, male were 117 and female were 110 with age range of 15–30 years were randomly selected. The result showed that the Osing population as Taster were 210 (92,52%) and non Taster were 17samples (7,48%) . The allele frecuency of Taster (T) was 0,73 and non Taster (t) was 0,27 respectively. The genotype frequency of dominant Taster (TT) was 0,54, heterozygosity Taster (Tt) was 0,39, and genotype of non Taster (tt) was 0,07.
Prevalensi Buta Warna Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Jember Oktarianti, Rike; Wathon, Syubbanul; Wulandari, Ayu Dwi
BERKALA SAINSTEK Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v8i4.18127

Abstract

Buta warna merupakan kelainan genetis yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang dalam membedakan warna seperti warna merah, biru, dan hijau. Buta warna merah-hijau merupakan salah satu tipe buta warna yang paling sering terjadi. Kelainan ini disebabkan oleh alel resesif c (color blind) yang terangkai pada kromosom X. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi buta warna siswa SMA di Kota Jember. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI SMAN di Kota Jember yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 5 dengan pengambilan sampel secara acak sebanyak 353 siswa. Tes buta warna pada siswa menggunakan buku Ishihara. Analisis data dilakukan untuk mengetahui prevalensi buta warna, frekuensi alel, dan untuk menguji hukum kesetimbangan genetik Hardy-Weinberg menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikasi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa prevalensi buta warna siswa SMA di Kota Jember adalah 3,68%, dengan frekuensi alel buta warna 0,09 dan alel normalnya adalah 0,91. Hasil pengujian kesetimbangan genetik Hardy-Weinberg menunjukkan nilai Chi-Square 1,74 pada derajat bebas = 3, dengan nilai probabilitas antara 0,80 dan 0,50 yang menujukkan tidak ada penyimpangan yang signifikan. Kesimpulannya adalah frekuensi genotip dan frekuensi alel buta warna pada siswa SMA di Kota Jember sesuai dengan hukum kesetimbangan genetik Hardy-Weinberg.
Pola Sidik Jari Tangan dan Ciri Fisik Penderita Sindrom Down di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Jember Oktarianti, Rike; Yunitasari, Indah; Mahriani, Mahriani
BERKALA SAINSTEK Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v7i2.12441

Abstract

Sindrom down merupakan kelainan akibat penambahan jumlah kromosom tubuh nomor 21 sehingga mempengaruhi ciri fisik, pola dan jumlah sulur ujung jari tangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ciri fisik, pola sidik jari dan jumlah sulur penderita sindrom down. Pengambilan sampel dilakukan di SLB Kota Jember, data ciri fisik didokumentasikan, dideskripsikan dan dianalisis dengan Uji Wilcoxon untuk mengetahui signifikansi perbedaan dengan orang normal. Pola dan jumlah sulur dilakukan perekaman dengan menempelkan ujung jari pada bantalan tinta selanjutnya ditempelkan pada kertas HVS. Selanjutnya ditentukan pola sidik jari dan dihitung jumlah sulurnya. Jumlah sulur selanjutnya diuji Independent Sampel T-Test untuk mengetahui perbedaan dengan orang normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri fisik siswa SLB Kota Jember mempunyai perbedaan yang signifikan dengan orang normal meliputi hidung pesek, mulut kecil dan cenderung membuka, jari tangan pendek. Ketiga parameter tersebut pada Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang nyata dengan orang normal. Karakter lain yaitu mata sipit dan membujur keatas serta terdapat lipatan mata (epikantus), ujung lidah yang melebar, telapak tangan siswa umumnya mempunyai garis simian, jari kelingking yang bengkok, serta pada jari kaki pertama dan kedua mempunyai jarak lebar. Pola sidik jari siswa adalah loop ulnar (84,17%) dengan jumlah sulur rata-rata 145,59 sulur, lebih banyak dari orang normal. Hasil uji Independent Sampel T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara siswa penderi sindrom down dengan orang normal
KARAKTERISASI PARSIAL FAKTOR IMUNOMODULATOR KELENJAR SALIVA Aedes aegypti (DIPTERA: CULICIDAE) SEBAGAI KANDIDAT Transmission Blocking Vaccine (TBV) DEMAM BERDARAH DENGUE Wathon, Syubbanul; Senjarini, Kartika; Widajati, Sri Mumpuni Wahyu; Oktarianti, Rike
BERKALA SAINSTEK Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh infeksi virus dengue yang dibawa Aedes aegypti (Ae. aegypti) sebagai vektor primernya. Pengendalian vektor pada penyakit DBD masih belum maksimal. Selain itu vaksin yang belisensi untuk penyakit DBD masih belum dilaporkan. Melalui pengembangan TBV salah satunya dengan memanfaatkan komponen saliva vektor. aliva vektor memiliki potensi dalam meningkatkan transmisi patogen ke tubuh inang, maka perlu adanya karakterisasi molekul dalam saliva nyamuk termasuk faktor imunomodulator. Karakterisasi faktor imunomodulator saliva Ae. aegypti dilakukan melalui uji reaksi silang antara protein kelenjar saliva Ae. aegypti dengan beberapa plasma darah manusia. Hasil penelitian menunjukkan adanya protein spesifik yang dikenali antibodi dalam plasma darah orang endemik dengan berat molekul ~ 37 kDa. Hal ini megindikasikan bahwa di dalam tubuh penduduk endemik telah mengembangkan antibodi anti-saliva Ae. aegypti yang diduga berperan penting dalam resistensi terhadap infeksi virus dengue. Kata Kunci: Ae. aegypti, DBD, faktor imunomodulator, kelenjar saliva, TBV
Prevalence of Phenylthiocarbamide (PTC) Taste Sensitivity and Colour Blindness in Tengger Tribe Population, Ranupani Village, Senduro, Lumajang Oktarianti, Rike; Putra, Iguh Widigda; Arofa, Resmining Mega; Lelono, Asmoro
BERKALA SAINSTEK Vol 9 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v9i4.26435

Abstract

The taste of sensitivity of phenylthiocarbamide (PTC), is autosomal dominant trait inherited while the colour blindness is a sex linked genetic trait on the X chromosome. The purpose of this study was to determine the distribution of taster and non taster phenotypes, prevalence of color blindness, frequency of taster and non taster alleles, and frequency of color blind alleles, as well as pedigree analysis in non taster and color blind families. The research was conducted on the Tengger tribe, in Ranupani village, Senduro, Lumajang. Determination of the sample is carryout randomly. Detection of the ability to taste PTC was respondents to taste the PTC solution from the lowest concentration of 0.32mg/L (P13) to the highest concentration of 1300 mg/L (P1). Color blindness detection by the Ishihara method. The results of the study showed that the distribution of the taster was 98.1% while the non-taster was 1.9%. The allele frequency of the dominant taster (T) was 0.86 and the recessive allele non taster (t) is 0.14. The prevalence of color blindness in the population of the Tengger tribe was 0.63% and the allele frequency for color blindness was 0.013. The pedigree analysis of non taster family showed that non taster individuals were born from taster couple (Tt) or from couple of non taster (tt) with tasters (Tt) heterozigot. While the pattern of inheritance of color blindness was criss-cross inheritance pattern, which is passed from mother to son.
Co-Authors Agustin, Dita Paramytha Ahmad Tosin Aida Mursyidah Ainiyah, Durotun Ali Maziun, Iffa Amania, Novita Aminuyati Anam, Khairul Ardyah, Naura Paramitha Cindy Ari Satia Nugraha Arofa, Resmining Mega Azkiyah, Siti Fat'hiyatul Berlian Permata Dewi Erlambang Cizein Tri Cahyanti Devi Astikaningrum Devi Astikaningrum Dewi Masruroh Dita Paramytha Agustin Eva Tyas Utami Febriyantiningsih, Dwi Esti Finasrullah, Aufar Fitria Mutiah Fitria Muti’ah Hidayat Teguh Wiyono Husnatun Nihayah Iflaha, Adriana Ihsanul Azmi Indriani, Fenny Intan Fitri Indrasari Kartika Senjarini Khasanah, Rochmatul Nuryu Kirana Eka Rezki Labes, Antje Laili, Alvina Nur Lailly Nur Uswatul Hasanah Lelono, Asmoro Lutfia Azizah Mahriani Mahriani Mamik Pristiwindari MAsruroh, Binti Maulana Jauharil Habib Miatin Alvin Septianasari Mochtar Gunawan Wibisono Muhammad Khalid Abdullah Mutiah, Fitria Nadya Rismana Fitriani Nailatur Rifdah Naura Paramitha Cindy Ardyah Naura Paramitha Cindy Ardyah Novita Amania Nur Aisyah Septiana Nuril Azizah Purwatiningsih Purwatiningsih Putra, Iguh Widigda Rahmawati, Itsna Ratis Nour Sholichah Rehmann, Holger Renam Putra Arifianto Rendy Setiawan Riana Agatha Listiani Saraswati, Dyah Rahmadhani Silvya Fitri Nur Azizah Siti Agustina Wulandari Sri Mumpuni Sri Mumpuni Wahyu Widajati, Sri Mumpuni Wahyu Syubbanul Wathon, Syubbanul Syubbanul Waton Syubhanul Wathon Tri Yudani MR Utami, Diah Ayu Wahyu Tri Agustin Wathon, Syubanul Wathon, Syubbanul - Widya Cahyadi Widyadana, Kaysha Rahmadita Wulandari, Ayu Dwi Yasir Mubarok Yenny Febriana Ramadhan Abdi Zahniar, Zahniar