Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Optimalisasi Kesejahteraan Psikologis Relawan Bencana Melalui Pelatihan Mindfulness Ahmad, Masnaeni; Hardiyati Hardiyati; Ali Salaka, Syafruddin
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i3.2644

Abstract

Due to their dual roles as disaster survivors and disaster volunteers who aid communities devastated by disasters, disaster volunteers are susceptible to experiencing a decline in the quality of their psychological well-being. The ultimate objective of mindfulness is to make it easier to stay engaged in the present without overestimating it. This program intends to provide mindfulness training in an effort to improve the volunteers' psychological well-being throughout disasters. Focused Group Discussions, education, and training are all used as community empowerment techniques in this work. The 20 BPBD disaster volunteers from the West Sulawesi Province are the target. Activities to enhance the psychological well-being of disaster volunteers can increase knowledge by 53% while also improving the psychological well-being of volunteers by giving education and mindfulness training. For both disaster volunteers and society, mindfulness training could be an important supplement to the disaster training curriculum.
Peran resiliensi keluarga dalam perkembangan konsep diri remaja Ahmad, Masnaeni; Pulungan, Zulhaini Sartika A.; Hardiyati
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 8 No 1 (2023): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v8i1.994

Abstract

Introduction:  Self-concept is formed from social contacts and experiences with other people from time to time so the family plays a very important role in shaping the adolescent's self-concept. This study aims to determine the role of family resilience on adolescent self-concept. Methods: This research is a cross-sectional correlational descriptive study. The population in this study consisted of 3084 Mamuju City junior high school students. A total of 354 students and their families were selected using stratified random sampling. The Family Resilience Assessment Scale (FRAS) is utilized to assess family resilience, while the Tennessee Self Concept Scale (TSCS) is used to assess adolescent self-concept. Results:  The findings of testing hypotheses by the Spearman Rank correlation technique showed a significant connection between family resilience and teenage self-concept (p=0.000). Family resilience carries a 44.5% effect on teenage self-concept. Family resilience has a vital role in shaping the formation of teenage self-concept. Conclusion:  Adolescent self-concept is likely to be developed within families that function ideally. It happens due to the adolescent's self-concept forming in sync with their family experience.
Pengembangan Metode Permainan Puzzle Edukasi “MACOA” (Anti Bullying untuk Remaja Putri)” Destia, Lidya; Sultan, Lutfiah Nirwana; Kusoema, Wervia Aulia; Khasanah, Fitri; Hardiyati, Hardiyati; Ahmad, Masnaeni
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.3.2024.537-542

Abstract

Remaja mengalami perubahan dalam interaksi di lingkungan sosial  berdampak pada perilaku remaja. Berbagai tekanan yang didapatkan remaja. Bullying merupakan salah satu bentuk perilaku kekerasan di mana ada paksaan psikologis atau tindakan fisik terhadap seseorang atau sekelompok orang yang lebih "lemah" oleh individu maupun kelompok. Penelitian ini penting karena fenomena ini telah menjadi masalah serius. Pendekatan untuk mengubah perilaku kekerasan dengan meningkatkan pengetahuan melalui edukasi sehingga menimbulkan kesadaran mengubah perilaku menggunakan media puzzle. Siswa bersemangat, tidak bosan untuk memahami informasi tentang perilaku bullying. Tujuan untuk mengetahui pengaruh metode permainan puzzle edukasi terhadap pemahaman bullying melalui pengembangan permainan puzzle edukasi “MACOA”. Penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dengan menggunakan rancangan pretest – posttest group desain. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Mamuju dengan melibatkan 30 sampel. Cara pengambilan sampel yaitu simple random sampling atau pengambilan acak sederhana. Penelitian ini dilaksanakan 6 tahapan, yaitu identifikasi fenomena bullying pada remaja putri, desain puzzle, uji coba puzzle, refleksi perasaan dan persepsi peserta permainan puzzle, post test dan skoring, dan penyelesaian media puzzle edukasi “MACOA”. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada perbedaan pemahaman tentang bullying antara sebelum permainan puzzle edukasi dan setelah permainan puzzle edukasi pada kelompok intervensi.
Efek dan Pencegahan Pernikahan Dini Pada Remaja: Studi Literatur Hardiyati, Hardiyati; Hasir, Hasir; Supratti, Supratti
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 4 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v4i1.619

Abstract

Marriage is a very sacred thing and maintains the integrity of the family by looking at several aspects of a person's physical, spiritual and psychological aspects that support happiness. Early marriage is marriage that has not reached the age of 18 years. This is referred to as one of the social pathologies that cause or poverty. The Sustainable Development Goals (SDGs) on education, maternal health, poverty, women's empowerment and human rights cannot be achieved if the problem of early marriage is not addressed in many low and medium prayer countries. The results of the investigation of the literature study from these 15 articles can be described that the occurrence of early marriage can be caused by several factors, namely economic problems, customs, education, decision makers are parents, living in rural areas. Some of the effects that can occur in early marriage are domestic violence, psychosocial burden and stress, reduction, illness, women's independence, health of mothers and children, and the level of school activity of children. Intervention efforts that can be made are increasing education and knowledge, media exposure, peer education methods, involving religious shops, social in educational activities for adolescents. From the results of this literature study, it can provide an understanding of the development and prevention of early marriage and seek therapeutic and comprehensive preventive measures.
Program Bimbingan Manajemen Stres Meningkatkan Efikasi Diri Remaja dalam Kesiapsiagaan Psikologis Menghadapi Bencana di Mamuju Hardiyati, Hardiyati; Ahmad, Masnaeni
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3513

Abstract

Remaja merupakan populasi yang berisiko sehingga perlu upaya yang wajib dilakukan untuk mewujudkan kesehatan remaja yang holistik. Perubahan yang terjadi karena pandemi COVID-19 dan bencana menjadikan semua aktivitas sehari-hari dapat menimbulkan stres pada seseorang.Adanya bencana menyebabkan gedung SMP 2 hampir rata dengan tanahdi Mamuju. Hal ini menjadi alasan kami memilih topik ini. Dengan demikian, tujuan kegiatan ini sebagai upaya program layanan bimbingan kelompok manajemen stres untuk meningkatkan efikasi diri remaja dalam kesiapsiagaan psikologis menghadapi bencana di Mamuju. Kegiatan ini dilaksanakan untuk siswa/wi smp berjumlah 22 orang dengan kriteria siswa yang kami kader adalah siswa aktif dalam organisasi sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan dari 10 April sampai dengan 29 November 2023, sesuai SK pengabdian Tahun 2023. Kegiatannya terdiri dari tiga tahap antara lain, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian masyarakatk ini dapat meningkatkan efikasi remaja sebagai kompetensi Dalam Kesiapsiagaan Psikologis Menghadapi Bencana Di Mamuju.
Optimalisasi Peran Komunitas Remaja Inspiring (Caring) dalam Menekan Angka Pernikahan Dini Hardiyati, Hardiyati; Ahmad, Masnaeni
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4377

Abstract

Permasalahan yang dialami mitra adalah tingginya angka pernikahan dini merupakan faktor penyebab tingginya angka stunting di Provinsi Sulawesi Barat, maka akan dilakukan penanganan yang segera pada remaja. Program Kegiatan pengembangan remaja positif berbasis komunitas memberikan makna hidup kepada remaja terkait ketahanan remaja. Berdasarkan data Puskesmas Binanga memiliki pemegang program remaja dan melakukan penanganan melalui posyandu remaja dalam penanganan remaja dimasyarakat telah terbentuk kelompok remaja setiap pelaksanaan posyandu remaja. Namun perlu adanya optimalisasi dalam kegiatan kerjasama dalam hal edukasi terhadap remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk melibatkan kader remaja, kader kesehatan dan remaja sebagai bagian dari masyarakat juga berperan dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan remaja dengan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan perawatan kesehatan reproduksi sebagai upaya menekan angka kejadian pernikahan dini. Kegiatan ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Binanga Mamuju dengan diikuti oleh 20 orang remaja. Pengabdian Masyarakat ini diawali dengan sosialisasi pada kader remaja, peningkatan kompetensi dasar pada kader remaja selanjutnya monitoring dan evaluasi program. Hasil pengabdian ini didapatkan hasil terbentuknya Komunitas Remaja Inspiring (Caring) Dalam Menekan Angka Pernikahan Dini dan mampu melakukan melaksanakan dan memahami materi yang telah diajarkan serta secara keseluruhan berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan.
Resiliensi dan Manajemen Stres Keluarga yang Merawat Pasien TB Hardiyati, Hardiyati; Ahmad, Masnaeni; Hasir, Hasir; Angriani, Sri; Simunati, Simunati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.859-868

Abstract

Kondisi  fisik dan  psikis akan  sangat  mempengaruhi kualitas hidup. Stigma negatif terhadap penyakit tuberkulosis serta kualitas  hidup  yang cukup  rendah disebabkan oleh depresi. Selain itu Motivasi diri, pengetahuan tentang penyakit dan perawatan yang tersedia, bantuan konseling, dukungan keluarga, dukungan nutrisi, dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui bagaimana resiliensi dan manajemen stres keluarga dalam merawat pasien TB Paru. Subjek penelitian ini berjumlah 44 keluarga yang merawat pasien TB. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan panduan wawancara pada keluarga. Analisis hasil dengan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi mengorganisasikan data dalam kategori. Hasil Analisis Manajemen Stres Keluarga Di Wilayah Puskesmas Binanga dan Rangas menunjukkan bahwa Manajemen Stres Keluarga Yang Merawat Pasien TB cukup tangguh karena keluarga sangat aktif dalam komunikasi dan memberi tahu info kepada keluarga yang lain dan beberapa aktivitas lainnya menggambarkan bahwa keterlibatan keluarga sangat penting dalam promosi kesehatan TB. Promosi kesehatan adalah alat penting untuk mencapai pertumbuhan kesehatan dan sosial yang komprehensif. Intervensi yang lebih luas yang berkonsentrasi pada keluarga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah TB. Kesimpulan Resiliensi dan Manajemen Stres Keluarga Yang Merawat Pasien TB cukup tangguh dalam memberikan perawatan pada pasien TB.
Perisai Jiwa: Pengaruh Pelatihan Prepared terhadap Kesiapsiagaan Psikologis Perawat dalam Situasi Bencana Ahmad, Masnaeni; Hardiyati, Hardiyati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.1.2025.41-48

Abstract

Indonesia sering mengalami bencana alam karena lokasinya yang rawan bencana. Perawat berperan penting dalam tahap tanggap bencana, namun masih jarang dibekali kesiapsiagaan psikologis bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan PREPARED bagi perawat untuk meningkatkan kesiapsiagaan psikologis bencana serta menurunkan tingkat stres, depresi dan kecemasan. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan 30 perawat yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah PREPARED Tool untuk kesiapsiagaan psikologis bencana dan DASS-21 untuk mengukur tingkat stress dan kecemasan. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan tujuh sesi. Analisis data menggunakan Uji Shapiro-Wilk untuk normalitas data lalu dilanjutkan dengan uji paired sample t-test untuk membandingkan rata-rata antara pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kesiapsiagaan psikologis bencana (31,5 menjadi 39,0; p < 0,001) serta stres dan kecemasan menurun signifikan (26,0 menjadi 9,0; p < 0,001). Pelatihan PREPARED berhasil meningkatkan kesiapsiagaan psikologis bencana sekaligus mengurangi stres dan kecemasan pada perawat. Program ini dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pelatihan kegawatdaruratan bencana bagi tenaga perawat khususnya perawat bencana.
Studi Literatur: Predisposing, Enabling, dan Reinforcing Factors Terjadinya Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja: PREDISPOSING FACTORS, ENABLING FACTORS, DAN REINFORCING FACTOR TERJADINYA PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA : LITERATUR REVIEW Hardiyati Hardiyati; Shelly Iskandar; Taty Hernawaty
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 5 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.062 KB) | DOI: 10.33490/jkm.v5i2.106

Abstract

Adolescent behaviors that have the potential to cause problems that often occur and are most prominent among adolescents are some high-risk behaviors including experiences of sexual violence and premarital sexual behavior. Changes that occur in adolescents ranging from physical, psychological, and social changes that risk causing problems because they are hanging out with peers and feel attracted to the opposite sex. The impact of sexual behavior on adolescents results in abortion, unwanted pregnancy, death, increased incidence of HIV/AIDS as well as an increase in juvenile crime in adolescents. The purpose of this literature study is to identify early predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors that influence premarital sexual behavior. The method used in writing this literature study with internet searches from Proquest, CINAHL, EBSCOHost, Pubmed, Google Scholar and nursing books from 2000 – 2014 with the keywords Premarital sexual behavior. Predisposing factors include dating status, dating frequency, and knowledge. Enabling factors include the use of smartphones and reinforcing factors are religious norms and family norms. It can be concluded that several factors that influence the occurrence of premarital sexual behavior include dating status, frequency of dating, knowledge, smartphone usage, religious norms and family norms. The high influence of premarital sexual behavior shows that health promotion programs must be focused on increasing positive and supportive values, as well as the need for skills training so that adolescents can avoid premarital sexual behavior.
Studi Literatur: Kecemasan Saat Pandemi COVID-19 Hardiyati Hardiyati; Efri Widianti; Taty Hernawaty
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 6 No Khusus (2020): Oktober 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v6iKhusus.306

Abstract

The coronavirus affects peoples' lives around the world. Social restriction policy can affect the psychosocial environment. Therefore restrictions and lockdown policies can increase a person's level of anxiety. This literature study identifies predisposing factors and reinforcing factors for anxiety feelings during the COVID-19 pandemic. The method used in writing this literature study is by searching the internet from the CINAHL database, EBSCOHost, Proquest, Pubmed, Google Scholar, and nursing books from 2010-2020 with the keyword anxiety facing Covid-19. Anxiety feeling during a pandemic can occur in a person due to predisposing factors including due to the COVID-19 pandemic, spending> 9 hours at home, excessive search for information online, more common in women, economy, having babies, married status, student status, learning environment, and internet network. Some actions that can reduce anxiety classified as reinforcing factors, namely emotional regulation, resilience, supportive intervention, religious coping, family support, limiting exposure to information media, and physical activity for sports. It can be explained that some factors that influence the occurrence of anxiety feelings are predisposing factors as well as preventive actions or those that can reduce anxiety during the COVID-19 pandemic classified as the reinforcing factor. Investigating influencing factors can help to understand the development and maintenance of anxiety feelings and to develop possible preventive measures and therapeutic interventions