Articles
PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KAWASAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN TENILO
Syukri, Muhammad Rijal
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2013): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37971/radial.v1i2.28
ABSTRAK Perkembangan Kota Gorontalo sebagai ibukota prinvinsi berlangsung dengan cepat menyebabkan tinggi tingkat kebutuhan akan lahan yang berakibat pada ketersediaan lahan terbuka semakin berkurang dan alih fungsi lahan semakin tinggi. Kondisi ini menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan sehingga perlu dilakukan pengembangan dan penataan kawasan ruang terbuka hijau di perkotaan khususnya pada kawasan permukiman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik ruang terbuka hijau dan analisis spasial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghitung ketersediaan ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH pada kawasan permukiman di Kelurahan Tenilo saat ini belum tersedia, namun luas ruang terbuka (lahan tidak terbangun) sebanyak 46,40 ha atau 79,40% cukup memadai untuk ditata sebagai RTH dan memenuhi luas RTH yang disyaratkan pada Undang-undang penataan ruang sebanyak 30% luas wilayah. Sedangkan arahan RTH pada kawasan tersebut adalah sebagai RTH lapangan olahraga, taman lingkungan, kawasan khusus (sempadan sungai, bekas tambang galian c), jalur hijau dan RTH privat pekarangan rumah. Kata Kunci : Penataan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Permukiman
PENATAAN JALUR HIJAU JALAN DI KOTA GORONTALO
Syukri, Muhammad Rijal
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2014): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37971/radial.v2i1.42
ABSTRAK Ketersediaan Jalur Hijau Jalan sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau Perkotaan saat penting pada suatu kota. Hal ini dikarenakan pentingnya fungsi Jalur Hijau dalam menambah keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Oleh karena itu diperlukan penataan Jalur Hijau sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mengurangi kesemrawutan di jalan-jalan pada kawasan perkotaan serta memberikan fungsi ekologis dan estetika dalam mengurangi kerusakan lingkungan melalui pencemaran udara yang diakibatkan oleh semakin meningkatnya kendaraan bermotor di Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pola dan karakteristik RTH Jalur Hijau Jalan serta rekomendasi vegetasi yang sesuai pada jalan-jalan utama di Kota Gorontalo. Kondisi tersebut dapat menjadi dasar atau acuan dalam menata Ruang Terbuka Hijau khususnya Kawasan Jalur Hijau Jalan untuk Perkotaan. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa jalur hijau jalan yang tersedia saat ini di Kota Gorontalo berada di tepi dan median jalan John Ario Katili sepanjang 2,75 km dan Jalan Jusuf Dali sepanjang 1,74 km. Jalur hijau tepi jalan juga terdapat pada sebagian ruas jalan By Pass sekitar 700 meter. Arahan untuk penataan jalur hijau jalan perkotaan melalui studi kasus pada di Jalan Nani Wartabone dan Jalan Brigjen Piola Isa. Kata kunci: Penataan, Jalur Hijau, Jalan.
PEMETAAN SEBARAN INFRASTRUKTUR JALAN DAN TELEKOMUNIKASI KOTA GORONTALO
Syukri, Muhammad Rijal
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2015): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37971/radial.v3i1.60
ABSTRAK Pembangunan infrastruktur yang terencana dengan baik dan berkelanjutan dapat terlaksana jika didukung oleh ketersediaan data dan informasi tentang jumlah dan kualitas infrastruktur tersebut. Hal ini harus didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana wilayah yang memadai melalui penyediaan infrastruktur baik fisik maupun non fisik. Penelitian ini menggunakan metode analisis spatial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.1. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer melalui survey pengambilan data titik koordinat lokasi infrastruktur menggunakan Global Positioning System (GPS). Hasil pemetaan jaringan jalan di Kota Gorontalo pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 181,76 km dengan rincian 13,20 km Jalan Nasional, 36,20 Jalan Provinsi dan 132,36 Jalan Kota. Menara telekomunikasi untuk telepon seluler yang lebih dikenal dengan naman Base Transceiver Station (BTS) di Kota Gorontalo berada pada 33 titik lokasi dengan rincian masing-masing kecamatan : 1) Dumbo Raya 7 BTS; 2) Dungingi 4 BTS; 3) Hulontalangi 3 BTS; 4) Kota Barat 6 BTS; 5) Kota Selatan 1 BTS; 6) Kota Tengah 6 BTS; 7) Kota Timur 3 BTS; 8) Kota Utara 2 BTS; dan 9) Sipatana 1 BTS. Kata Kunci : Infrastruktur, Jalan, Telekomunikasi
ANALISIS KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR HIJAU DI KOTA GORONTALO
Arifin, Sri Sutarni;
Syukri, Muhammad Rijal;
Utama, Komang Arya
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37971/radial.v6i1.159
Abstract Infrastructure development is a process that greatly in the development of a region. Optimizing of green infrastructure in the gorontalo city expected to reduce the effects of enviromental damage that often occurs in urban areas in general, such as pollution and flooding. The research method used is spatial analysis using the application of GIS (Geographic Information System) to map the distribution of existing green infrastructure. The research resulted in the data and maps about the condition of existing green infrastructure in Gorontalo City. Currently, amount of green infrastructure in the city of Gorontalo insufficient if it based on the spatial planning legislation is 30 percent of the total area. Spacious existing park area in the city of gorontalo is 6,05 hectare, while the need of parks based on population is 5,94 hectare. But the needs of the city park will increase along with population growth in the city of gorontalo. Keywords: infrastructure, enviroment, urban Abstrak Pembangunan infrastruktur merupakan proses yang sangat penting dalam pengembangan suatu wilayah perkotaan. Optimalisasi pemanfaatan infastruktur hijau di Kota Gorontalo diharapkan dapat mengurangi dan mengatasi dampak kerusakan lingkungan yang sering terjadi pada wilayah perkotaan pada umumnya seperti pencemaran dan banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis spasial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan sebaran infrastruktur yang ada. Melalui penelitian ini diperoleh data dan gambaran sebaran mengenai kondisi infrastruktur eksisiting yang ada di Kota Gorontalo. Saat ini jumlah infrastruktur hijau di Kota Gorontalo belum terpenuhi sesuai dengan kebutuhan jika didasarkan pada Undang-undang penatan ruang yaitu 30 persen dari luas wilayah. Luas taman yang ada di Kota Gorontalo saat ini adalah 6,05 ha sedangkan kebutuhan untuk taman berdasarkan jumlah penduduk adalah 5,94 hektar. Namun kebutuhan taman ini akan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk di Kota Gorontalo. Kata Kunci: infrastruktur, lingkungan, perkotaan
PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KAWASAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN TENILO
Syukri, Muhammad Rijal
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2013): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (795.149 KB)
|
DOI: 10.37971/radial.v1i2.28
ABSTRAK Perkembangan Kota Gorontalo sebagai ibukota prinvinsi berlangsung dengan cepat menyebabkan tinggi tingkat kebutuhan akan lahan yang berakibat pada ketersediaan lahan terbuka semakin berkurang dan alih fungsi lahan semakin tinggi. Kondisi ini menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan sehingga perlu dilakukan pengembangan dan penataan kawasan ruang terbuka hijau di perkotaan khususnya pada kawasan permukiman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik ruang terbuka hijau dan analisis spasial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghitung ketersediaan ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH pada kawasan permukiman di Kelurahan Tenilo saat ini belum tersedia, namun luas ruang terbuka (lahan tidak terbangun) sebanyak 46,40 ha atau 79,40% cukup memadai untuk ditata sebagai RTH dan memenuhi luas RTH yang disyaratkan pada Undang-undang penataan ruang sebanyak 30% luas wilayah. Sedangkan arahan RTH pada kawasan tersebut adalah sebagai RTH lapangan olahraga, taman lingkungan, kawasan khusus (sempadan sungai, bekas tambang galian c), jalur hijau dan RTH privat pekarangan rumah. Kata Kunci : Penataan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Permukiman
PENATAAN JALUR HIJAU JALAN DI KOTA GORONTALO
Syukri, Muhammad Rijal
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2014): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (686.992 KB)
|
DOI: 10.37971/radial.v2i1.42
ABSTRAK Ketersediaan Jalur Hijau Jalan sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau Perkotaan saat penting pada suatu kota. Hal ini dikarenakan pentingnya fungsi Jalur Hijau dalam menambah keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Oleh karena itu diperlukan penataan Jalur Hijau sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mengurangi kesemrawutan di jalan-jalan pada kawasan perkotaan serta memberikan fungsi ekologis dan estetika dalam mengurangi kerusakan lingkungan melalui pencemaran udara yang diakibatkan oleh semakin meningkatnya kendaraan bermotor di Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pola dan karakteristik RTH Jalur Hijau Jalan serta rekomendasi vegetasi yang sesuai pada jalan-jalan utama di Kota Gorontalo. Kondisi tersebut dapat menjadi dasar atau acuan dalam menata Ruang Terbuka Hijau khususnya Kawasan Jalur Hijau Jalan untuk Perkotaan. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa jalur hijau jalan yang tersedia saat ini di Kota Gorontalo berada di tepi dan median jalan John Ario Katili sepanjang 2,75 km dan Jalan Jusuf Dali sepanjang 1,74 km. Jalur hijau tepi jalan juga terdapat pada sebagian ruas jalan By Pass sekitar 700 meter. Arahan untuk penataan jalur hijau jalan perkotaan melalui studi kasus pada di Jalan Nani Wartabone dan Jalan Brigjen Piola Isa. Kata kunci: Penataan, Jalur Hijau, Jalan.
PEMETAAN SEBARAN INFRASTRUKTUR JALAN DAN TELEKOMUNIKASI KOTA GORONTALO
Syukri, Muhammad Rijal
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2015): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (670.393 KB)
|
DOI: 10.37971/radial.v3i1.60
ABSTRAK Pembangunan infrastruktur yang terencana dengan baik dan berkelanjutan dapat terlaksana jika didukung oleh ketersediaan data dan informasi tentang jumlah dan kualitas infrastruktur tersebut. Hal ini harus didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana wilayah yang memadai melalui penyediaan infrastruktur baik fisik maupun non fisik. Penelitian ini menggunakan metode analisis spatial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.1. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer melalui survey pengambilan data titik koordinat lokasi infrastruktur menggunakan Global Positioning System (GPS). Hasil pemetaan jaringan jalan di Kota Gorontalo pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 181,76 km dengan rincian 13,20 km Jalan Nasional, 36,20 Jalan Provinsi dan 132,36 Jalan Kota. Menara telekomunikasi untuk telepon seluler yang lebih dikenal dengan naman Base Transceiver Station (BTS) di Kota Gorontalo berada pada 33 titik lokasi dengan rincian masing-masing kecamatan : 1) Dumbo Raya 7 BTS; 2) Dungingi 4 BTS; 3) Hulontalangi 3 BTS; 4) Kota Barat 6 BTS; 5) Kota Selatan 1 BTS; 6) Kota Tengah 6 BTS; 7) Kota Timur 3 BTS; 8) Kota Utara 2 BTS; dan 9) Sipatana 1 BTS. Kata Kunci : Infrastruktur, Jalan, Telekomunikasi
ANALISIS KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR HIJAU DI KOTA GORONTALO
Arifin, Sri Sutarni;
Syukri, Muhammad Rijal;
Utama, Komang Arya
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.955 KB)
|
DOI: 10.37971/radial.v6i1.159
Abstract Infrastructure development is a process that greatly in the development of a region. Optimizing of green infrastructure in the gorontalo city expected to reduce the effects of enviromental damage that often occurs in urban areas in general, such as pollution and flooding. The research method used is spatial analysis using the application of GIS (Geographic Information System) to map the distribution of existing green infrastructure. The research resulted in the data and maps about the condition of existing green infrastructure in Gorontalo City. Currently, amount of green infrastructure in the city of Gorontalo insufficient if it based on the spatial planning legislation is 30 percent of the total area. Spacious existing park area in the city of gorontalo is 6,05 hectare, while the need of parks based on population is 5,94 hectare. But the needs of the city park will increase along with population growth in the city of gorontalo. Keywords: infrastructure, enviroment, urban Abstrak Pembangunan infrastruktur merupakan proses yang sangat penting dalam pengembangan suatu wilayah perkotaan. Optimalisasi pemanfaatan infastruktur hijau di Kota Gorontalo diharapkan dapat mengurangi dan mengatasi dampak kerusakan lingkungan yang sering terjadi pada wilayah perkotaan pada umumnya seperti pencemaran dan banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis spasial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan sebaran infrastruktur yang ada. Melalui penelitian ini diperoleh data dan gambaran sebaran mengenai kondisi infrastruktur eksisiting yang ada di Kota Gorontalo. Saat ini jumlah infrastruktur hijau di Kota Gorontalo belum terpenuhi sesuai dengan kebutuhan jika didasarkan pada Undang-undang penatan ruang yaitu 30 persen dari luas wilayah. Luas taman yang ada di Kota Gorontalo saat ini adalah 6,05 ha sedangkan kebutuhan untuk taman berdasarkan jumlah penduduk adalah 5,94 hektar. Namun kebutuhan taman ini akan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk di Kota Gorontalo. Kata Kunci: infrastruktur, lingkungan, perkotaan