Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Geosaintek

Estimasi Karakteristik Durasi Rupture Pada Gempa Pembangkit Tsunami Studi Kasus: Gempa Bumi Nias, 28 Maret 2005 Sayyidatul Khoiridah; Widya Utama
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.336 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2101

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi durasi rupture pada gempa bumi Nias, 28 Maret 2005 dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dari gempa bumi pembangkit tsunami. Lokasi Nias dipilih pada penelitian ini karena dampak yang diakibatkan oleh gempa bumi Nias sangat dan dapat berpotensi terjadi tsunami. Data yang digunakan adalah wave form dengan komponen vertikal yang memiliki coverage yang baik dan noise-nya kecil. Hasil dari estimasi durasi rupture pada gempa Nias di masing-masing stasiun yaitu FURI 129,28 detik, KMI 51,93 detik, WRAB 90,25 detik, DGAR 151,15 detik, dan GUMO 105,30 detik. Hasil estimasi durasi rupture tersebut berpotensi kuat terjadi tsunami karena lebih dari 50 detik.
Estimasi Cadangan Batu Gamping di Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik dengan Metode Resistivitas 2-Dimensi Ayi S. Bahri; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Sayyidatul Khoiridah; Ary Iswahyudi
Jurnal Geosaintek Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.755 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v1i1.1194

Abstract

Telah dilakukan survei geofisika dengan menggunakan metode resistivitas 2D untuk memperkirakan besar cadangan batu gamping yang ada di Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Konfigurasi yang digunakan pada metode resistivitas 2D ada dua macam yaitu konfigurasi Dipole-dipole dan Wenner. Pembuatan lintasan dilakukan sebanyak 15 lintasan dengan panjang 300 meter dan 600 meter. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa litologi penyusun batuan di daerah penelitian ada dua yaitu Formasi Madura yang berupa batu gamping terumbu dan Formasi Watukoceng yang merupakan napal berpasir. Formasi Madura memiliki nilai resistivitas di atas 240 Ωm dengan ketebalan lapisan bervariasi antara 20–35 meter. Sedangkan Formasi Watukoceng mempunyai nilai resistivitas kecil yaitu di bawah 240 Ωm dengan kedalaman antara 20-50 meter. Nilai resistivitas terbesar yaitu di atas 3000 Ωm yang menunjukkan adanya gua bawah permukaan di daerah penelitian. Cadangan potensi batu gamping yang didapatkan dari hasil perhitungan pada penelitian ini yaitu sebesar ±41.500.000 ton.
PEMODELAN GEMPA BUMI PEMBANGKIT TSUNAMI DI WILAYAH PAPUA (STUDI KASUS: GEMPA BUMI BIAK, 17 FEBRUARI 1996) Sayyidatul Khoiridah; Wiko Setyonegoro; Haerul Anwar
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i3.13952

Abstract

Papua termasuk wilayah yang rawan terjadi tsunami. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang pemodelan tsunami untuk mengetahui karakteristik gempa pembangkit tsunami di wilayah Papua. Biak merupakan wilayah di Papua yang pernah terdampak tsunami. Tsunami Biak terjadi pada 17 Februari 1996 yang diakibatkan oleh gempa dari palung Guinea New di Utara dan sistem patahan Yapen geser di selatan dengan kedalaman gempanya yaitu 33 km dan magnitudenya 8,1 SR. Akibatnya, tsunami Biak banyak menelan korban jiwa dan menyebabkan banyak kerugian material. Pada penelitian digunakan software Tsunami L-2008 untuk pemodelan tsunami. Ada tiga pemodelan tsunami yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pemodelan sumber gempa bumi sebagai pembangkit tsunami (source modeling), penjalaran gelombang tsunami (ocean modeling), dan ketinggian tsunami (run up tsunami). Hasil dari source modelling berupa nilai vertical displacement -2,5 m dengan jenis patahan naik. Sedangkan ocean modelling untuk tsunami Biak memperlihatkan penjalaran gelombang tsunami mulai memasuki pesisir pantai Utara Biak yaitu di pesisir pantai Korim, Wari, Sauri, dan sekitarnya sekitar menit ke-10. Gelombang tsunami mulai memasuki wilayah Yapen sekitar menit ke-30 dan mulai meninggalkan pantai Biak sekitar menit ke-50. Sedangkan pada wilayah pesisir pantai Biak bagian barat tidak terdapat tinggi gelombang tsunami. Hasil Run up modelling menunjukkan bahwa run up maksimum yaitu 6,89 m terjadi di daerah Korim dengan koordinat 1,22 ˚LS dan 136,35 ˚BT.
ANALISIS MEKANISME FOKUS GEMPA BUMI KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR MENGGUNAKAN ISOLA-GUI (STUDI KASUS GEMPA BUMI MOJOKERTO, 19 JUNI 2023) Sayyidatul Khoiridah; Sri Roekminiati; Pamudi Pamudi; Sapto Pramono; Sunhari Prawiradiredja
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.19934

Abstract

Jawa Timur termasuk wilayah rawan terjadi gempa bumi. Salah satu gempa di Jawa Timur yaitu gempa bumi Mojokerto, 19 Juni 2023 yang berpusat pada koordinat 7,50 LS dan 112,50BT dengan kedalaman 9 km dan magnitudo M4,2. Gempa Mojokerto ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan. Daerah-daerah yang ikut merasakan guncangan gempa Mojokerto yaitu Mojokerto dengan skala III – IV MMI; Pasuruan, Surabaya, Lamongan, dan Gresik dengan skala III MMI; Sidoarjo dengan skala II – III MMI; dan Malang dengan skala II MMI. Gempa bumi Mojokerto tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada rumah warga di Desa Penanggungan, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, sebagai upaya mengurangi dampak bencana gempa bumi, maka dilakukan penelitian ini untuk menentukan karakteristik gempa bumi yang terjadi di Mojokerto melalui pemodelan mekanisme fokus. Penelitian ini menggunakan data waveform tiga komponen. Hasil dari pemodelan mekanisme fokus menunjukkan bahwa bidang patahannya yaitu berupa patahan strike slip dengan nilai nodal plane I yaitu strike = 179o, dip = 76o, rake = 178o dan nilai nodal plane II yaitu strike = 269o, dip = 88o, rake = 14o. Nilai variance reduction dari hasil penelitian ini yaitu sebesar 0,82.