Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SILENT TREATMENT SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI YANG TIDAK EFEKTIF DALAM HUBUNGAN TOXIC RELATIONSHIP: STUDI KASUS KORBAN PEREMPUAN Hartoyo, Aaron Alexander; Ainun Ni'Matu Rohmah; Rina Juwita; Aulia Ramdani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Penelitian ini mengkaji silent treatment sebagai bentuk komunikasi tidak efektif dalam toxic relationship, khususnya dari perspektif perempuan korban di Samarinda. Pemilihan topik didasarkan pada tingginya kasus kekerasan emosional dalam pacaran di kalangan Generasi Z, sebagaimana dilaporkan Komnas Perempuan dan survei nasional, di mana silent treatment sering luput diakui sebagai kekerasan emosional meskipun menimbulkan dampak psikologis serius seperti kecemasan, penurunan harga diri, dan emotional exhaustion. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap empat mahasiswi Universitas Mulawarman yang dipilih secara purposive sampling. Analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman, menggunakan kerangka teori atribusi serta lima aspek komunikasi interpersonal: keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silent treatment berfungsi sebagai strategi pasif-agresif yang merusak kelima aspek komunikasi tersebut, memicu atribusi internal (self-blame) pada korban dan memperkuat ketimpangan kuasa dalam hubungan. Komunikasi menjadi satu arah, tidak empati, dan penuh ketidakpastian. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi komunikasi sehat dan kesadaran atribusi untuk mencegah serta memulihkan korban toxic relationship, sekaligus mendukung pembangunan hubungan romantis yang setara dan berkelanjutan di kalangan generasi muda.
Strategi Komunikasi DPMPD Prov. Kaltim dalam Mendorong Partisipasi Masyarakat melalui Program Pembangunan Desa Berbasis BUMDes Muhammad Hilmy Sahna Putra; Rina Juwita; Ziya Ibrizah
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humani... Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v4i1.2233

Abstract

This study analyzes the participatory communication strategy implemented by the Department of Community and Village Empowerment (DPMPD) of East Kalimantan Province in developing Village-Owned Enterprises (BUMDes). The study is motivated by the communication challenges faced in empowering BUMDes, particularly the dominance of top-down communication patterns, unequal dissemination of information, and limited community participation in village economic development. This research aims to identify the communication strategies used by DPMPD, examine the obstacles encountered in their implementation, and analyze the participatory communication approach applied in the empowerment process. This research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving DPMPD officials and several active and inactive BUMDes managers in East Kalimantan. The findings show that DPMPD applies communication strategies through audience identification, message development, method selection, and media utilization. Face-to-face communication, training programs, digital platforms, and collaborative partnerships were used to increase the capacity and participation of BUMDes managers. However, challenges such as limited human resources, geographical barriers, and unequal digital access still hinder the effectiveness of communication. The study concludes that participatory and dialogical communication approaches are essential in strengthening village economic independence and increasing community involvement in sustainable BUMDes development.