Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

SISTEM DETEKSI PENDERITA ARITMANIA BERDASARKAN JUMLAH DETAK JANTUNG BERBASIS SMARTPHONE Erma Gustini; Budi Rahmadya; Fajril Akbar
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aritmia adalah gangguan irama jantung. Aritmia terjadi akibat irama jantung lambat, cepat dan tidak teratur. Untuk mendeteksi detak jantung penderita aritmia dapat di lakukan dengan mengunakan pulse sensor yang dipasang di ujung jari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi detak jantung melalui sinyal photoplethysmograph (PPG). Photoplethysmograph yang digunakan untuk monitoring  detak jantung dengan melihat perubahan volume darah dalam pembuluh darah. Pengujian detak jantung dari pulse sensor diolah di ADC di dalam mikrokontroler, kemudian data detak jantung dikirim melalui media bluethoot ke smartphone. Dalam simulasi alat dilakukan pengambilan sampel data detak jantung  pada manusia 1). normal dan 2). Penderita arimia. Dapat dilakukan  pada orang normal  dan penderita aritmia yang  berasal  dari 1 orang dewasa dan 1 orang tua dengan pengambilan sampel data sebanyak 3 kali. Untuk penderita aritmia detak jantung dapat di bagi menjadi 2 jenis yaitu bradikardi (kecil 60 bpm) dan takikardi (besar dari 100 bpm). Hasil pengujian jumlah detak jantung yang di deteksi di tampilkan di smartphone dalam bentuk sinyal. Didapatkan perbedaan detak jantung untuk penderita aritmia  adalah 44 bpm (bradikardi) dan 194 bpm (takikardi). Kata kunci: Aritmia, Pulse Sensor, Photoplethysmograph, Mikrokontroler, Bluetooth, Smartphone
IMPLEMENTASI MESIN PENETAS TELUR AYAM OTOMATIS MENGGUNAKAN METODA FUZZY LOGIC CONTROL Dhanny Jufril; Darwison Darwison; Budi Rahmadya; Derisma Derisma
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu usaha andalan bagi petani yang bergerak di bidang peternakan adalah berternak ayam pedaging dan ayam petelur. Setiap tahun data statistik mencatat kebutuhan masyarakat akan daging ayam terus mengalami peningkatan. Secara tidak langsung hal ini akan memberikan dampak positif bagi para petani khususnya peternak ayam.  Peternak ayam akan berupaya untuk meningkatkan usaha pembibitan ayam, yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penurunan ayam pedaging dan ayam petelur. Pada penelitian ini telah di buat sebuah mesin penetas telur otomatis dengan mengimplementasikan  metode Fuzzy Logic Control. Mesin penetas telur yang dibuat memperhatikan kondisi suhu ideal dalam menetaskan telur ayam yaitu 35,3 0C – 40.5 0C, dengan kelembaban dalam mesin berkisar antara 60%-70%. Mesin ini memiliki kapasitas untuk 10 butir telur. Alat penetas telur ini merupakan modifikasi dari alat yang sudah dibuat sebelumnya yang dilengkapi dengan sensor SHT 11 sebagai pendeteksi suhu sekaligus pendeteksi kelembaban dalam ruangan inkubator dan fan sebagai sirkulasi udara. Aktuator yang digunakan untuk pemutaran rak telur adalah Motor Stepper dengan sudut 450 sebanyak 6 kali dalam waktu 24 jam.
ALAT PENGUKUR ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG) MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Zakky Aulia; Budi Rahmadya; Mohammad Hafiz Hersyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sebuah sistem yang dapat mengukur Angka Kecukupan Gizi (AKG) maanusia dengan menggunakan mikrokontroler. Sistem dibuat terdiri atas 5 komponen utama yaitu sensor Load Cell berfungsi untuk mengukur berat badan, sensor ultrasonik berfungsi untuk mengukur tinggi badan, Keypad berfungsi sebagai perangkat input : 1. Usia 2. Jenis kelamin 3. Jenis aktivitas. Mikrokontroler Arduino Uno berfungsi sebagai proses perhitungan AKG dan Liquid Crystal Display (LCD) berfungsi untuk menampilkan nilai AKG. Pengujian dilakukan sebanyak 10 orang objek yang terdiri dari 3 orang perempuan dan 7 orang laki-laki dengan usia antara 10-18 tahun. Seseorang harus berdiri diatas timbangan yang terpasang sensor load cell dan berdiri dibawah sensor ultrasonik yang terpasang pada tonggak untuk diukur berat dan tinggi badan. Ketika diukur berat dan tinggi badan seseorang user harus melakukan input usia, jenis kelamin dan jenis aktivitas untuk diproses oleh mikrokontroler Arduino Uno guna menghitung nilai AKG yang terdiri dari angka kecukupan energi dalam satuan kilo kalori (kkal), kecukupan protein, lemak, karbohidrat, serat dalam satuan gram (g) dan ditampilkan pada sebuah LCD. Ujicoba alat dilakukan ke 10 orang. Dan didapat kesimpulan nilai eror terkecil AKG untuk kecukupan energi yaitu 0 % dan nilai eror terbesar yaitu 6,60 %.Kata kunci : Sensor Load Cell, Sensor ultrasonik, keypad, Mikrokontroler dan Liquid Crystal Display (LCD).
PENERAPAN INVERS KINEMATIKA UNTUK PERGERAKAN KAKI ROBOT BIPED Surya Setiawan; Firdaus Firdaus; Budi Rahmadya; Derisma Derisma
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode invers kinematika terhadap gerakan kaki robot biped agar dapat berjalan. Robot biped ini menggunakan 6 buah motor servo pada kedua kakinya dan dikontrol oleh mikrokontroler arduino uno. Dengan metode invers kinematika, pergerakan kaki robot hanya ditentukan dari posisi koordinat end effector kaki pada saat berjalan sehingga tidak perlu lagi menentukan besaran sudut pada masing-masing motor servo. Ada 5 titik koordinat (x, y) kaki kanan dan kaki kiri yang digunakan robot biped untuk dapat berjalan yaitu ketika kaki ke depan di titik koordinat (0, 208) dan (205, 208), ketika kaki tegak di titik koordinat (0, 210), dan ketika kaki ke belakang di titik koordinat (0,208) dan (10, 209). Dari hasil pengujian, penerapan invers kinematika memiliki error terkecil sebesar 2.08% pada saat kaki kanan ke belakang dan yang terbesar 4.44% pada saat kaki kanan ke belakang dan kaki kiri ke belakang.