Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS DAN DOSIS BIOCHAR TERHADAP EMISI KARBON DIOKSIDA, NITRAT DAN MIKROORGANISME PADA TANAH Zustika, Sri; Khusrizal; Akbar, Halim; Nasruddin
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2025.012.1.9

Abstract

Soil serves as a medium for the absorption of greenhouse gases due to its organic carbon content; however, its capacity to absorb greenhouse gases has been declining. One of the contributors to carbon dioxide (CO2) emissions in agriculture is soil microorganism respiration, while high nitrogen (N) loss is attributed to its mobility. The application of biochar has the potential to reduce greenhouse gas emissions and improve soil quality. This study aimed to analyze the effects of different types and doses of biochar on reducing CO2 emissions, increasing nitrate levels, and enhancing microorganism populations. The research was conducted in the Soil Laboratory of Agroecotechnology, Malikussaleh University, using a completely randomized factorial design (CRD) with two treatment factors. Factor 1 was the type of biochar: (J1) rice husk biochar, (J2) giant bamboo biochar, and (J3) sweet corn cob biochar. Factor 2 was the biochar dosage: (D0) 0 tons ha⁻¹, (D1) 10 tons ha⁻¹, (D2) 20 tons ha⁻¹, (D3) 30 tons ha⁻¹, and (D4) 40 tons ha⁻¹. Parameters analyzed included CO2 emissions, soil nitrate levels, and microorganism populations. The results showed that rice husk biochar effectively reduced CO2 emissions from soil microorganism respiration to 4.08 kg CO2 ha⁻¹ hour⁻¹, increased soil nitrate levels to 8.14 ppm, and enhanced microorganism populations. The optimal biochar dosage was 30 tons ha⁻¹.
Penilaian Status Kesuburan Berbasis Horizon Tanah Di Perkebunan Kopi Arabika Dataran Tinggi Gayo Deya Inge Kanaya, Mahesa; Khusrizal, Khusrizal; Nasruddin, Nasruddin; Yusra, Yusra; Akbar, Halim
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22592

Abstract

Kesuburan tanah memainkan peran kunci dalam mendukung keberhasilan budidaya tanaman, dalam penilaian status kesuburan tanah lazim ditentukan hanya pada lapisan permukaan tanah, padahal lapisan dibawahnya juga diperlukan, terutama pada area budidaya tanaman tahunan yang berakar lebih dalam. Penelitian ini bermaksud untuk menetapkan status kesuburan tanah area budidaya kopi dataran tinggi Gayo berbasis pada horizon atas dan bawah. Dua puluh empat sampel tanah telah dikumpulkan dari dua belas profil tanah untuk penetapan sifat-sifat tanah sebagai parameter status kesuburan yang terdiri masing-masing satu sampel dari horizon permukaan dan horizon bawah. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), fosfor (P2O5), kalium (K2O), dan karbon organik (C-organik). Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter yang ditetapkan bervariasi, kadar KTK rendah hingga tinggi (8.45-31.49 me/100g), KB rendah sampai sedang (2,27-26,91%), P2O5 sangat rendah hingga sangat tinggi (0,91-81,49 mg/100g), K2O rendah sampai sedang (10,50-34,50 mg/100g), dan C-organik juga bervariasi sangat rendah hingga sedang (0,33-2,78%). Kecuali KTK, parameter lain menunjukkan kadar di horizon permukaan lebih tinggi daripada horison bawah. Status kesuburan tanah semua profil adalah rendah, begitu pula status kesuburan tanah horison atas dan bawah yang termasuk rendah. Kata Kunci: kesuburan tanah, fosfat, karbon organik tanah, kejenuhan basa, kalium oksida, tanaman kopi
Land Suitability Evaluation on Pepper Plant in Bireuen Regency, Aceh Province yusra, yusra yusra; Muliana, Muliana; Khusrizal, Khusrizal; Aryani, Dewi Sartika
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 27 No. 3: September 2022
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2022.v27i3.147-156

Abstract

Pepper plant development requires data and information on land potential and land suitability class assessment based on the physical and chemical properties criteria so that the land can be productive. The study aimed to determine the land suitability class for pepper plants in Bireuen Regency. The research was conducted in Bireuen Regency. The unit land map (Satuan Peta Lahan, SPL) resulting from the overlay of the slope map, land use map, and soil type map was used in this study. The method used is a survey method with a land unit approach consisting of four stages: (1) preparation stage, (2) preliminary survey, (3) main survey, and (4) presentation of results. The results showed that the land had good to poor drainage, soil depth >75 cm, flat to steep slopes, mild to very heavy erosion hazard, dusty clay texture, low to high cation exchange capacity (CEC), slightly acidic to slightly alkaline pH, low organic C, Base Saturation (BS) is low to high, N total is low to very low, P2O5 is very low, and K2O is very low. Land suitability class for pepper plants in Bireuen Regency includes marginal suitability (S3) with limiting factors in the form of drainage, texture, CEC, BS, N-total, P2O5, K2O, slope, and erosion hazard. Improvements include making rorak, planting contours, drainage systems, applying manure or compost, and planting cover crops.
Evaluasi Status Kesuburan Tanah Sawah Tadah Hujan dan Irigasi di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Sari, Anggi Novita; Muliana, Muliana; Yusra, Yusra; Khusrizal, Khusrizal; Akbar, Halim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 1 No. 2 (2022): Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.068 KB) | DOI: 10.29103/jimatek.v1i2.8467

Abstract

Petani sawah budidaya tanaman padi di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara pada dua tipe sawah yaitu sawah tadah hujan dan sawah irigasi yang diperkirakan tingkat kesuburannya berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada lahan sawah tadah hujan dan irigasi yang terdapat di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan sawah tadah hujan dan irigasi yang terdapat di 12 desa dalam Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini merupakan metode survei deskriptif dengan empat tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap survei pendahuluan, tahap survei utama, dan tahap analisis data serta penyajian hasil. Penentuan lokasi pengambilan sampel tanah dengan cara purposive sampling. Uji kolerasi dilakukan untuk melihat keterkaitan antara satu sifat kimia dengan yang lainnya. Hasil evaluasi kesuburan tanah menunjukkan status kesuburan tanah pada sawah tadah hujan berada pada kelas rendah dan pada sawah irigasi berada pada kelas rendah hingga sedang dengan faktor pembatas kesuburan ialah C-organik dan P2O5 total pada semua desa, pH (H2O), K2O total, serta kejenuhan basa (KB). Korelasi antar sifat kimia tanah menunjukkan bahwa peningkatan pH (H2O) dipengaruhi oleh peningkatan Ca-dd, dan KB. Peningkatan C-organik juga sejalan dengan meningkatkan P2O5, KTK, dan Ca-dd. Peningkatan K2O juga diikuti oleh peningkatan KTK dan K-dd.Peningkatan KTK dan KB dipengaruhi oleh meningkatnya Ca-dd.
Determinasi Kesesuaian Lahan Tanaman Padi Sawah Irigasi Di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara Hasanah, Uswatun; Khusrizal, Khusrizal; Muliana, Muliana; Akbar, Halim; Yusra, Yusra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 1 No. 4 (2022): Vol 1, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v1i4.10461

Abstract

Evaluasi lahan merupakan hal yang penting untuk mengetahui karakteristik lahan. Beras merupakan bahan pangan utama bagi masyarakat Indonesia yang dikonsumsi oleh seluruh masyarakat. Produksi padi di Aceh Utara bervariasi setiap tahunnya, belum ada penilaian khusus tentang penilaian kesesuaian lahan yang tergolong luas di Kecamatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai kelas kesesuaian lahan tanaman padi di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Tanah Luas pada bulan Juli hingga Agustus 2022, dan menggunakan metode survei deskriptif. Terdapat 14 sampel, kemudian dianaliasis sifat fisik dan kimianya. Hasil penelitian menunjukkan suhu rata-rata 27,35 ºC, curah hujan 1.443,97, lamanya bulan kering 2,7 %, drainase terhambat hingga agak cepat, Kedalaman tanah (>50 cm), kemiringan lereng datar, bahaya erosi tergolong sangat ringan, tidak adanya singkapan batuan dan batuan permukaan, kapasitas tukar kation (KTK) tergolong tinggi, pH tanah tergolong masam, C-organik tergolong rendah hinngga sangat rendah, kejenuhan basa (KB) tergolong sedang hingga tinggi, N-total tergolong rendah hingga sedang, P2O5 tergolong sedang hingga tinggi, K2O tergolong sangat rendah hingga sedang, kelas kesesuaian lahan untuk tanaman padi di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara menunjukkan kelas cukup sesuai hingga sesuai marginal.
Pengembangan Agroforestri Multistrata dalam Peningkatan Biodiversitas Fungsional dan Produktivitas Lahan di Desa Paya Gaboh Nazaruddin, Muhammad; Khusrizal; Nasruddin; Baidhawi; Haykal, Muhammad; Br Saragih, Gisca Alifa; Panata Siregar, Tommy Ardi
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24850

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Paya Gaboh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara dengan tujuan memperkenalkan sistem agroforestri multistrata untuk meningkatkan biodiversitas fungsional dan produktivitas lahan. Desa mitra menghadapi permasalahan berupa pemanfaatan lahan yang kurang optimal serta penurunan keanekaragaman hayati akibat praktik monokultur. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan teknis, serta pendampingan dalam perancangan dan penerapan agroforestri multistrata berbasis tanaman lokal. Program ini meningkatkan pemahaman petani tentang manfaat agroforestri serta memperkaya diversitas tanaman yang dibudidayakan, meliputi padi, pinang, durian, kakao, sayuran, dan tanaman penutup tanah. Produktivitas lahan juga meningkat melalui diversifikasi hasil, disertai dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap praktik pengelolaan lahan yang ramah lingkungan. Secara keseluruhan, agroforestri multistrata menunjukkan potensi sebagai model pengembangan berbasis ekosistem yang mendukung pertanian berkelanjutan dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan
Peningkatan Konsentrasi Belajar Santri Balai Pengajian Sirajul Qalbi Gampong Reuleut Timu Nasruddin, Nasruddin; Nazaruddin, M.; Khusrizal, Khusrizal; Yusra, Yusra; Baidhawi, Baidhawi; Zikri, Muhammad Afzalul; Chairuddin, Muhammad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama pendidikan agama Islam adalah membentuk individu muslim yang beriman, bertakwa, dan mampu mengamalkan ajaran agama islam dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu diajak untuk mencintai Al-Quran dan menjadi sumber petunjuk dan panduan hidup. Pengajian yang diikuti oleh anak-anak seyogyanya menyenangkan dengan konsentrasi yang baik, yaitu dengan menciptakan suasana yang ramah dan nyaman. Untuk mendapatkan hal tersebut, kondisi balai pengajian diharapkan memiliki kelayakan dan kecukupan sarana yang baik, sehingga akan menciptakan suasana belajar tenang dan anak-anak penuh konsentrasi. Adanya ruang yang memadai dan terpisah proses belajar mengajar dari berbagai kelompok umur pengajian lainnya adalah hal ideal yang diharapkan anak-anak. Satu ruang belajar yang dipergunakan untuk semua kelompok umur menciptakan ketidaknyamanan bagi santri dan guru. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu melanjutkan pembangunan ruang belajar sehingga meningkatkan konsentrasi santri di Balai Pengajian Sirajul Qalbi Gampong Reuleut Timu. Pelaksanaan pengabdian dimulai dengan sosialisai kegiatan, perencanaan dan pelaksanaan pengabdian yaitu membantu melanjutkan pembangunan ruang belajar yang telah digagas oleh masyarakat sebelumnya. Hasil capaian yang diperoleh adanya kelanjutan dan peningkatan penyelesaian pembangunan ruang kelas. Pada tahap pengabdian ini ruang yang dibantu pembangunannnya belum bisa dipergunakan oleh santri dan diperlukan kelanjutan pembangunan tahap selanjutnya dengan bantuan dana dari para donatur/masyarakat hingga pembangunannya selesai, dan pada akhirnya akan meningkatkan konsentrasi para santri dalam belajar.
Dominansi Gulma Invasif Pada Beberapa Tipe Pemanfaatan Lahan Di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Firmansyah, Nanda; Khusrizal, Khusrizal; Handayani, Rd Selvy; Maisura, Maisura; Baidhawi, Baidhawi
Agrium Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i2.2926

Abstract

Gulma invasif mampu menginvasi suatu lahan apabila memiliki kemampuan dominansi terhadap tumbuhan asli. Proses invasif diawali dari kehadiran gulma invasif disuatu areal lahan hingga terjadinya dominansi. Penelitian ini bertujuan menghitung dominansi spesies gulma invasif pada beberapa tipe pemanfaatan lahan di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara dengan metode survei dan purposive sampling, plot bersarang dibuat sebanyak 24 plot untuk masing-masing tingkatan vegetasi gulma. Penelitian ini dilaksanakan pada beberapa tipe pemanfaatan lahan pertanian yang meliputi lahan tegalan/kebun, ladang/huma, perkebunan, hutan rakyat, padang rumput, sawah irigasi, sawah non irigasi dan tambak/kolam di Kecamatan Sawang  Kabupaten Aceh Utara pada bula April-Juni 2020. Setiap jenis gulma invasif yang dijumpai di dalam petak sampling diambil foto, dicocokkan  morfologinya berdasarkan buku identifikasi gulma kemudian dihitung dominansinya. Parameter penelitian yaitu komposisi gulma invasif pada tingkat vegetasi dan dominansi gulma invasif pada setiap tipe pemanfaatan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan tegalan/kebun didominasi oleh spesies Axonopus compressus (27,57%), ladang atau huma didominasi oleh gulma Rhynchospora colorata (37,94%), lahan perkebunan didominasi oleh gulma Ageratina adenophora (65,90%), hutan rakyat hanya ditemukan satu jenis gulma yaitu Digitaria fuscescens (68,75%), areal padang rumput didominasi oleh gulma Dactyloctenium aegyptium (33,71%), lahan sawah irigasi didominasi oleh gulma Panicum maximum (22,97%), sawah non irigasi didominasi oleh gulma Mimosa pudica (22,02%), dan lahan tambak/kolam didominasi oleh gulma Eleusine indica (54,17%). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kemampuan dominansi  gulma invasif pada setiap tipe pemanfaatan lahan di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara.
Ciri Dan Pelapukan Tanah Berbahan Induk Volkan Di Kabupaten Bireuen Dan Bener Meriah Provinsi Aceh Khusrizal, Khusrizal; yusra, yusra; Aulia Martha, Riejma; Nasruddin, Nasruddin
Agrium Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i2.5331

Abstract

Bahan volkan hasil erupsi gunung api merupakan bahan induk tanah yang dijumpa tidak hanya di sekitar lingkungan gunung api tersebut, namun dapat tersebar lebih jauh dari sumbernya yang kemudian di bawah kondisi lingkungan setempat membentuk tanah dengan karakristik beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik dan tingkat pelapukan tanah berbahan induk volkan dari gunung api Burni Telong yang telah tersebar di Kecamatan Jeumpa (JE), Juli (JU) Kabupaten Bireun dan Kecamatan Pintu Rime Gayo (PR) Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Identifikasi sifat tanah dilakukan melalui profil tanah yang dibuat berdasarkan adanya bahan induk volkan dan jarak dari sumber bahan volkan. Pada setiap lokasi ini dibuat satu profil tanah sehingga seluruhnya terdapat 3 profil tanah. Profil tanah yang terdekat hingga terjauh dengan sumber bahan volkan adalah PR, JU dan JE. Sifat tanah yang identifikasi meliputi morfologi, fisika dan kimia tanah. Hasilnya menunjukkan sifat-sifat morfologi, fisika dan kimia tanah profil JE berbeda dengan profil JU dan PR, begitu pula dengan tingkat pelapukan tanahnya, profil JE lebih terlapuk daripada profil JU dan PR
Distribusi Tipe Iklim Oldeman dan Proyeksinya Berdasarkan RCP 4.5 di Kabupaten Aceh Utara Ulfi, Hangra Traverma; Khusrizal, Khusrizal; Rusdi, Muhammad
Agrium Vol 15 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i2.5865

Abstract

Pergeseran Pergeseran dan perubahan pola curah hujan akibat perubahan iklim juga berpengaruh pada pergerseran tipe iklim Oldeman di Kabupaten Aceh Utara. Gambaran tipe iklim Oldeman saat ini dan di masa depan sangat diperlukan sebagai langkah adaptasi masyarakat di bidang pertanian dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui distribusi tipe iklim Oldeman saat ini dan proyeksinya untuk 20 tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan data curah hujan terbaru (2008-2017) dari 16 titik pengamatan dan data model MIROC5 dari skenario RCP 4.5 di Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan adalah overlay dari interpolasi bulan basah dan bulan kering dengan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Utara di dominasi tipe iklim Oldeman kering untuk saat ini (99.19%) dan kondisi ini diprediksi juga bertahan hingga 20 tahun ke depan (95.26 - 97.11%). Perubahan dan meluasnya iklim ke tipe lebih basah terjadi di daerah ketinggian seperti bagian selatan Kecamatan Sawang (2.89 - 4.74%).