Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pedogenesis Dan Klasifikasi Tanah Sub-Das Peusangan Hilir Berdasarkan Sistem Klasifikasi Taksonomi Tanah Dan Fao-Unesco Khusrizal, Khusrizal; Oktavia, Nada; Muliana, Muliana; Nasruddin, Nasruddin
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9731

Abstract

Perubahan tutupan lahan dan penggunaan lahan secara intensif di Sub-Daerah Aliran Sungai (sub-DAS) Krueng Peusangan Hilir dapat berimplikasi pada perubahan sifat-sifat tanah. Penelitian ini bertujuan mempelajari pedogenesis dan mengklasifikan tanah di sub-DAS Peusangan Hilir berdasarkan sistem klasifikasi taksonomi tanah dan berdasarkan FAO-UNESCO. Data-data  morfologi tanah dikumpulkan dari hasil identifikasi dua profil tanah pewakil di area studi yaitu profil GM-1 dan CB-2. Data-data sifat fisika dan kimia tanah diperoleh dari hasil analisis contoh tanah di laboratorium. Beberapa contoh tanah dimaksud  diambil dari setiap horison pada kedua profil tanah pewakil tersebut. Seluruh data tanah diinterpretasi untuk mengetahui proses pedogenesis yang terjadi, serta untuk mengklasifikasi tanah pada kedua profil dimaksud berdasarkan sistim klasifikasi taksonomi tanah (order hingga sub-group) dan FAO-UNESCO (great-group dan sub-group). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sifat-sifat morfologi, fisika, dan kimia tanah antar kedua profil GM-1 dan CB-2. Proses pedogenesis yang dijumpai di area studi meliputi pencucian, erosi, braunifikasi/rubifikasi dan lessivage, proses pencucian, erosi dan lessivage hanya ditemukan pada profil CB-2. Berdasarkan sistim klasifikasi taksonomi tanah untuk kategori order, sub-order, great-group, sub-group, profil GM-1 termasuk Entisols, Psamment, Ustipsamments dan Aridic Ustipsamments. Profil CB-2 tergolong Ultisols, Ustult, Haplustult, dan Kanhaplic Haplustult. Jenis tanah menurut sistim klasifikasi tanah FAO-UNESCO untuk kategori great-group dan sub-group profil GM-1 masing-masing adalah Fulvisols dan Eutric Fluvisols, dan profil CB-2 Acrisols dan Haplic Acrisols.
Variasi Umur Pamelo Rakyat Terhadap Perubahan Sifat Fisik Tanah Di Kabupaten Bireuen Propinsi Aceh Yusra, Yusra; Khusrizal, Khusrizal; Hastriana, Kiki Hayati
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11445

Abstract

Vegetasi memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembentukan tanah yang pada akhirnya sangat menentukan sifat tanah, namun disisi lain sifat tanah termasuk sifat fisik dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisik tanah pada lahan pamelo dengan umur yang bervariasi di Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan 4 tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan survey pendahuluan, tahapan survey utama dan penyajian hasil. Sampel tanah dibagi menjadi sampel tanah tidak terganggu dan tanah terganggu. Sampel tanah diambil dari areal yang ditanami tanaman pamelo selama 5, 10, 20 dan 25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah didominasi oleh lempung, lempung berdebu dan lempung berpasir, permeabilitas 1,59-4,54 cm jam-1, berat jenis 1,24-1,41 cm jam-1, porositas 0,12-0,98% dan kadar air 46,79-53,21%. Uji koefisien korelasi (r) menunjukkan fraksi pasir berkorelasi negatif dengan fraksi debu (r = -0,993 **). Permeabilitas berkorelasi negatif dengan bulk density (r = -0,736 **) dan berkorelasi positif dengan porositas (r = 0,736 **). Bulk density berkorelasi positif dengan porositas (r = -1.000 **). Fraksi pasir dan debu berpengaruh pada lahan pamelo dengan semua umur tanam, sedangkan parameter lain tidak.
Uji Berbagai Jenis Varietas Dan Konsentrasi Biourin Kelinci Untuk Mengetahui Karakteristik Morfofisiologis Jagung Ketan (Zea mays ceratina) Safrina, Safrina; Nazirah, Laila; Nasruddin, Nasruddin; Khusrizal, Khusrizal; Jamidi, Jamidi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12890

Abstract

Salah satu teknik budidaya jagung ketan adalah penggunaan varietas unggul dan penggunaan pupuk organik biourine kelinci. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok  dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari (V1) varietas Arumba, (V2) varietas Kumala, (V3) varietas Srikandi, dan (V4) varietas Rasanya. Faktor kedua adalah konsentrasi biourine kelinci yang terdiri dari (U0) 0 ml/l, (U1) 150 ml/l, dan (U2) 250 ml/l. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih umur berbunga, jumlah tongkol yang ditanam, panjang tongkol, berat tongkol, panjang tongkol tanpa tongkol, berat tongkol. tanpa tongkol, jumlah baris benih per tongkol, berat 100 biji, dan produksi ton/ha serta kandungan amilopektin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas terbaik adalah varietas Arumba (V1). dan pemberian biourinee terbaik terdapat pada perlakuan (U2) 250 ml/liter. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara variasi perlakuan dan pemberian biourine kelinci terhadap beberapa parameter perlakuan
Penggunaan Pupuk Organik Dan Anorganik Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasi Kentang (Solanum tuberosum L.) Afrilia, Surahmi; Nasruddin, Nasruddin; Khusrizal, Khusrizal; Ismadi, Ismadi; Wirda, Zurahmi
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.13182

Abstract

Tanaman kentang  merupakan tanaman hortikultura yang mengandung karbohidrat, vitamin, serat dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Produktivitas kentang di Indonesia masih rendah disebabkan pengelolaan belum optimal, teknik pemupukan kurang tepat. Penggunaan pupuk anorganik terus menerus mengakibatkan tanah menjadi keras, menurunnya kandungan bahan organik, rusaknya struktur tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kentang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor yaitu perlakuan perbandingan pupuk organik kotoran kuda dan limbah kulit kopi dengan taraf 5 taraf 20:0, 15:5, 10:10, 5:15 dan 0:20 ton/ha; dan dosis pupuk anorganik NPK dengan 4 taraf 0, 500, 700 dan 900 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk organik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat umbi pertanaman, berat umbi perplot dan grade umbi. Dosis pupuk anorganik NPK berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan perumpun, jumlah umbi pertanaman, jumlah umbi perplot, berat umbi pertanaman, dan berat umbi perplot. Tidak ada interaksi antara perlakuan pupuk organik dan dosis pupuk anorganik NPK.
Perubahan Stok Karbon Tanah Hutan Yang Dikonversi Menjadi Lahan Budidaya Pertanian Di Siosar Kabupaten Karo Br Ginting, Risva Novriani; Khusrizal, Khusrizal; Yusra, Yusra; Nasruddin, Nasruddin
Agrium Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i1.15688

Abstract

Stok karbon tanah (SKT) berhubungan dengan kualitas tanah dan perubahan iklim global. Konversi lahan hutan diperkirakan dapat mengubah sifat-sifat tanah dan jumlah SKT. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perubahan sifat-sifat tanah dan SKT pada lahan Garapan pertanian. Sebanyak enam belas contoh tanah (utuh dan terganggu) telah diambil dari setiap lapisan pada empat minipit. Setiap minipit terdiri dari empat lapisan, dimana setiap lapisan memiliki ketebalan 20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah semua tipe penggunaan lahan berlempung, bulk density (BD) dari rendah hingga sedang, nilai BD sedang dijumpai pada lahan hutan. Nilai pH tanah dari sangat masam hingga masam, nilai sangat masam ditemukan pada lahan hutan, sementara kapasitas tukar kation (KTK) bervariasi dari rendah sampai sangat tinggi, nilai KTK sangat tinggi terdapat pada lahan hutan. Jumlah kandungan C-organik dari rendah hingga sangat tinggi, kandungan C-organik sangat tinggi juga dijumpai pada lahan hutan. Stok karbon tanah yang ditemukan berkisar 73,84 hingga 130,17 MgC.ha-1, jumlah SKT tertinggi terdapat pada lahan hutan. SKT lahan hutan telah berubah manakala dikonversi menjadi lahan pertanian.
Community Empowerment Through Integrated Cattle Farming in Muara Satu District, Lhokseumawe City, Aceh Province Ramli, Armia; Ramadhani, Sri Indah; Harahap, Reiki Nauli; Nasruddin, Nasruddin; Khusrizal, Khusrizal; Nazaruddin, M; Putranto, Nurseno Dwi
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 4 No. 2 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v4i2.3324

Abstract

Community empowerment is the responsibility of all parties as mandated by the law. The private sector must do some programs that benefit and positively impact all its surroundings. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatra Offshore (NSO), which operates in Aceh, has done a Corporate Social Responsibility (CSR) program by empowering the community through integrated cattle farming in Muara Satu District, Lhokseumawe City, Aceh Province. This program will be carried out by assisting with as many as twenty-two cattle and assistance to farmers for five months in 2022. Cattle assistance was provided for eleven Gampong (villages) through the Forum Geuchik (village heads) of Muara Satu District, Lhokseumawe City. This program is well implemented, marked by success in fattening and profits between Rp2.500.000 to Rp4.000.000 per head of cattle within five months of rearing. Integrated livestock can develop into a Village Owned Enterprise (BUMDes). This program allows for replication to various areas around the community development area by PT Pertamina Hulu Energi (NSO)
Urea-N intensification and its impact on stock carbon and nitrogen content of rice fields in Aceh Utara Regency, Indonesia Khusrizal, Khusrizal; Nasruddin, Nasruddin; Nazaruddin, Muhammad; Rusdi, Muhammad
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 3 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.133.10637

Abstract

Soil Carbon Stock (SCS) plays a vital role in improving soil quality and reducing global temperatures, and nitrogen (N) is a major macronutrient plants require in large quantities. Urea-N fertilizer serves as the primary source of N and is applied in all growing seasons for irrigated and non-irrigated rice fields. The impact of intensive urea-N application on SCS and N levels in paddy soils remains a topic of discussion. This paper examined the effects of urea-N application on SCS and N content in rice fields. A total of 45 soil samples were collected from 15 soil profiles, each consisting of 3 layers (0-20, 20-40, 40-60 cm), in irrigated and non-irrigated rice fields with different growing seasons (once, twice, and thrice annually). Data indicate a pronounced concentration of SCS within surface layers (97.80-213.89 Mg C ha-1), while the CO2 content varied between 16.18-22.97 Mg ha-1. The intensive use of urea-N resulted in a significant decrease in SCS (p<0.05), but did not alter CO2 levels. The average of total N, NH4+-N, and NO3--N differed among soil layers. Nonetheless, optimal levels of these nitrogen forms are achieved with reduced fertilization, specifically by applying fertilizer twice during the two annual rice planting seasons in irrigated fields.
Peningkatan Konsentrasi Belajar Santri Balai Pengajian Sirajul Qalbi Gampong Reuleut Timu Nasruddin Nasruddin; M. Nazaruddin; Khusrizal Khusrizal; Yusra Yusra; Baidhawi Baidhawi; Muhammad Afzalul Zikri; Muhammad Chairuddin
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama pendidikan agama Islam adalah membentuk individu muslim yang beriman, bertakwa, dan mampu mengamalkan ajaran agama islam dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu diajak untuk mencintai Al-Quran dan menjadi sumber petunjuk dan panduan hidup. Pengajian yang diikuti oleh anak-anak seyogyanya menyenangkan dengan konsentrasi yang baik, yaitu dengan menciptakan suasana yang ramah dan nyaman. Untuk mendapatkan hal tersebut, kondisi balai pengajian diharapkan memiliki kelayakan dan kecukupan sarana yang baik, sehingga akan menciptakan suasana belajar tenang dan anak-anak penuh konsentrasi. Adanya ruang yang memadai dan terpisah proses belajar mengajar dari berbagai kelompok umur pengajian lainnya adalah hal ideal yang diharapkan anak-anak. Satu ruang belajar yang dipergunakan untuk semua kelompok umur menciptakan ketidaknyamanan bagi santri dan guru. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu melanjutkan pembangunan ruang belajar sehingga meningkatkan konsentrasi santri di Balai Pengajian Sirajul Qalbi Gampong Reuleut Timu. Pelaksanaan pengabdian dimulai dengan sosialisai kegiatan, perencanaan dan pelaksanaan pengabdian yaitu membantu melanjutkan pembangunan ruang belajar yang telah digagas oleh masyarakat sebelumnya. Hasil capaian yang diperoleh adanya kelanjutan dan peningkatan penyelesaian pembangunan ruang kelas. Pada tahap pengabdian ini ruang yang dibantu pembangunannnya belum bisa dipergunakan oleh santri dan diperlukan kelanjutan pembangunan tahap selanjutnya dengan bantuan dana dari para donatur/masyarakat hingga pembangunannya selesai, dan pada akhirnya akan meningkatkan konsentrasi para santri dalam belajar.