Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Formulation and Evaluation of Typhonium flagelliforme Tuber Extract Tablets with Cytotoxic Activity Against MCF-7 Breast Cancer Cells Komarudin, Dede; Adriana, Yulis
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v11.i1.1

Abstract

Cancer is the leading cause of death. Data from the Global Cancer Observatory shows that in 2022, Breast cancer in women ranks second and is the leading cause of death. Because of the limited cancer treatments available, medicinal plants are an alternative because they have anticancer properties. The indigenous Indonesian medicinal plant Typhonium flagelliforme has been widely used in various studies for its potential as an anticancer. Currently, medicinal plants are generally used in capsules, which are more sensitive to moisture and temperature that can affect drug stability compared to tablets. The aim of this research was to produce tablets containing active extract from Typhonium flagelliforme that meet physical quality requirements as anti-breast cancer tablets with cytotoxic activity against MCF-7. The research method is in vitro test of cytotoxic activity against MCF-7 cells. The results of the research   show that ethanol extract from Typhonium flagelliforme tubers can be formulated into tablets that have potential as a breast cancer treatment. Ethanol extract is the most active extract with an IC50 value of 16.04 µg/mL in MCF-7 cells. The physical parameters extract granules from Formulas 1 to 3 meet the requirements. The physical parameters of tablets in Formulas 1 to 3 meet the requirements, but the disintegration time of Formula 3 tablets does not meet the requirements.Keywords: Breast cancer, MCF-7, Tablet, Typhonium flagelliforme, Physical parameters of the tablet
Analisis Kadar Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Pada Air Tanah Di Perumahan Perumnas Bekasi Dede Komarudin; Febri Hidayat; Dwi Kurniayu Putri
ISTA Online Technologi Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v2i1.32

Abstract

Abstrak Air sumur dapat tercemar oleh limbah rumah tangga, seperti baterai dan cat. Baterai dan cat termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) karena mengandung berbagai macam logam berat seperti timbal dan kadmium. Baterai dan cat yang dibuang sembarangan kandungan logam berat dapat mencemari air tanah penduduk. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar logam kadmium (Cd) dan timbal (Pb). Sampel air tanah telah diambil dari 9 titik pada perumahan Perumnas I, Perumnas II, dan Perumnas III. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April 2018, diukur parameter logam di Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasilnya adalah kadar Cd pada titik IA 0,0028 mg/L, IB 0,0047 mg/L, IC 0,0051 mg/L, IIA 0,0056 mg/L, IIB 0,0035 mg/L, IIC 0,0055 mg/L, IIIA 0,0061 mg/L, IIIB 0,0051 mg/L, dan titik IIIC 0,0027 mg/L. Kadar Pb pada titik IA 0,0264 mg/L, IB 0,0443 mg/L, IC 0,0509 mg/L, IIA 0,0453 mg/L, IIB 0,0362 mg/L, IIC 0,0457 mg/L, IIIA 0,0061 mg/L, IIIB 0,0051 mg/L, dan titik IIIC 0,0027 mg/L. Kadar logam Cd yang melebihi ambang batas berdasarkan Permenkes RI No 32 Tahun 2017 terdapat pada titik IC, titik IIA, titik IIC, titik IIIA dan titik IIIB. Kadar logam Pb yang melebihi ambang batas berdasarkan Permenkes RI No 32 Tahun 2017 terdapat pada titik IC dan titik IIIA. Abstract Dug Well is a ground water source used by local people and might to contaminated by local housewaste like chemical batery and wall liquid paint. Liquid paint and chemical batery are dangerous material and poisonous. Those material contains dangerous metal like cadmium and plumbum. Groundwater might be contaminated liquid paint and chemical battery, if not processed correctly. The aims study was identification and determination levels Plumbum (Pb) and Cadmium (Cd), Sample taken from 9 different places (Perumnas 1, perumnas 2, perumnas 3) at April 2018, Samples tested in Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi BalaiLaboratoriumKesehatan Yogyakarta with method was Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). The result was Cadmium levels at point IA 0.0028 mg/L, IB 0.0047 mg/L, IC 0.0051 mg/L, IIA 0.0056 mg/L, IIB 0.0035 mg/L, IIC 0.0055 mg/L, IIIA 0.0061 mg/L, IIIB 0.0051 mg/L, and point IIIC 0.0027 mg/L. Plumbum levels at point IA 0.0264 mg/L, IB 0.0443 mg/L, IC 0.0509 mg/L, IIA 0.0453 mg/L, IIB 0.0362 mg/L, IIC 0.0457 mg/L, IIIA 0.0061 mg/L, IIIB 0.0051 mg/L, and point IIIC 0.0027 mg/L. Contains Cadmium metal in dangerous level based on Permenkes RI no 32 2017. First samples IC, IIA, IIC, IIIA and IIIB. Based on the samples, sample number IC and IIIA have the most highPlumbum (Pb) contamination level.
Uji Efektivitas Ekstrak Dekok Daun Namnam (Cynometra cauliflora L.) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan. Dede Komarudin; Reza Putri
ISTA Online Technologi Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v2i2.38

Abstract

Namnam leaf (Cynometra cauliflora L.) is one of the plants that has medicinal properties. Various secondary metabolites, such as phenols and flavonoids, are thought to reduce blood glucose levels. The aim of this study was to determine the effectiveness of namnam leaf dekok extract (Cynometra cauliflora L.) on reducing blood sugar levels in male white rats (Rattus norvegicus) induced by alloxan. The study was an experimental study, using experiments on male white rats (Rattus norvegicus) using namnam leaf decoction extract (Cynometra cauliflora L.) and data obtained from measuring blood sugar using the microlab 200 levels were statistically analyzed using the One Way ANOVA SPSS 21 method to determine the existence the difference between the treatments. Based on the results obtained, it can be concluded that the extract of namnam leaf dekok (Cynometra cauliflora L.) has an effect in reducing blood sugar levels. The dose of namnam leaf dekok extract dose 3 showed the best reduction in blood sugar levels compared to dose 1 and dose 2. The most optimal dose was found at dose 3 namnam leaf dekok extract (Cynomtetra cauliflora L.). And based on the results of the study, the comparison drug used was metformin, and the dose that was almost as significant as the comparator drug was dose 3.
KUALITAS PELAYANAN INFORMASI OBAT KEPADA PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SETIA MITRA JAKARTA SELATAN Hidayat, Febri; Ekadipta, Ekadipta; Komarudin, Dede; Mahmudah, Siti Anni
ISTA Online Technologi Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v2i2.40

Abstract

Perkembangan di bidang kefarmasian telah terjadi pergeseran orientasi pelayanan kefarmasian tidak saja sebagai pengelola obat, namun lebih luasnya mencakup pelaksanaan pemberian informasi untuk mendukung penggunaan obat. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kualitas pemberian informasi obat pada pelayanan resep terhadap pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Setia Mitra Jakarta Selatan. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik Non-Probability Sampling, dengan cara kuota sampling yaitu mencari sampel yang memenuhi kriteria inklusi sampai dipenuhi jumlah sampel yang diperlukan adalah sebanyak 157 respoden. Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik setiap variable penelitian dengan menghitung distribusi frekuensi dan proporsinya. Sedangkan kualitas pemberian informasi obat dihitung menggunakan metode berdasarkan Permenpan nomor 14 tahun 2017. Berdasarkan karakteristik responden jenis kelamin terbanyak adalah wanita 61%, dengan usia terbanyak pada rentang usia 20-49 tahun (53%), dengan pendidikan responden terbanyak berasal dari perguruan tinggi (51%). Kualitas pelayanan informasi obat petugas instalasi farmasi rumah sakit setia mitra Jakarta Selatan adalah baik. Dimana kualitas pemberian informasi yang paling baik adalah konfirmasi identitas pasien dengan nilai sangat baik. Sedangkan kurang baik terjadi pada penyampaian nama obat kepada pasien.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT DALAM PEMBELIAN OBAT SECARA ONLINE PADA APOTEKMART ONLINE BERDASARKAN KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI Ekadipta, Ekadipta; Hidayat, Febri; Komarudin, Dede; Ayuni, Della
ISTA Online Technologi Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v3i1.50

Abstract

Teknologi yang berkembang begitu pesat di zaman sekarang ini mengakibatkan perubahan ekonomi dan lingkungan pasar melahirkan suatu kompetisi yang begitu ketat khususnya dalam dunia perdagangan online atau berbasis e-commerce. Tujuan dari penelitian in adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap pelayanan informasi obat (PIO) dalam pembelian obat secara media online di Apotekmart online berdasarkan komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara survey. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive dan quota sampling yaitu digunakan untuk menentukan sampel dari 320 populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sehingga didapat 100 sampel. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien dengan usia produktif menurut WHO (18-64 tahun), Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien dengan usia produktif menurut WHO (18-64 tahun), Pasien Apotekmart online yang baru membeli obat secara online, dan Pasien yang baru petama kali membeli obat secara online akan tetapi tidak menentukan obat yang digunakan. Sikap yang ramah serta sopan petugas dalam memberikan informasi mengenai obat (93%) dan penggunaan bahasa yang baik (86%) mendapat respon terbaik dalam hal komunikasi PIO kepada pasien. Sedangkan pemberian informasi mengenai cara mengunakan obat (87%) memiliki tanggapan terbaik dalam kategori pemberian informasi. Pada edukasi cara penyimpanan obat 76% pasien dapat menjawab dengan benar. Masih banyak pasien masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai apa yang harus di lakukan bila pasien tersebut terlewat waktu minum obat, pada hasil penelitian 71% pasien akan meminum obat mereka sekaligus (ditambahkan dosis yang terlupa).
FORMULASI MASKER GEL PEEL-OFF DARI EKSTRAK BUNGA TURI (Sesbania grandiflora (L.) Pers) Hidayat, Febri; Komarudin, Dede; Ekadipta, Ekadipta; Yustin Puji Lestari
ISTA Online Technologi Journal Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v3i2.65

Abstract

Tanaman bunga turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers) dapat ditemui di Indonesia. Pemanfaatan tumbuhan ini belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Tanaman ini memiliki senyawa aktif berupa vitamin A, vitamin C, flavonoid dan alkaloid. Tujuan penelitian ini memformulasi sediaan masker gel peel-off serta evaluasi sediaan masker gel peel-off yang dihasilkan. Masker gel peel-off adalah sediaan kosmetik yang bermanfaat dalam merilekskan otot-otot wajah, membersihkan, menyegarkan, melembabkan dan melembutkan kulit wajah. Sediaan masker gel peel-off dipilih dalam bentuk formulasi agar lebih praktis secara penggunaannya dan mudah mengering. Ekstrak bunga turi diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut 70%. Diuji sifat fisiknya meliputi: organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, waktu sediaan mengering dan stabilitas sediaan. Uji stabilitas masker gel peel-off dilakukan selama 3 bulan pada suhu ke 4oC, 24oC dan 40oC. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa formula III memiliki organoleptis yang paling baik, memiliki homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, waktu sediaan mengering dan uji stabilitas yang memenuhi persyaratan. Dari hasil pengujian ini didapatkan sediaan yang relatif stabil selama penyimpanan pada suhu 4oC.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN LAMTORO(Leucaena leucephala) TERHADAP BAKTERI Shigella flexneri DAN Escherichia coli DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Yulis Adriana; Dede Komarudin; Bayu Barata Nusantara; Muhammad Sadikin
ISTA Online Technologi Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v4i1.70

Abstract

Diare merupakan kondisi buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, biasanya faktor penyebab diare disebabkan oleh bakteri Eschericia coli. Disentri merupakan suatu infeksi yang menimbulkan luka dengan gejala khas tinja mengandung darah dan lendir. Biasanya penyebab terjadinya disentri disebakan oleh bakteri Shigella flexneri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun lamtoro (Leucaena leucephala) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli dan Shigella flexneri. Ekstrak daun lamtoro dibuat dengan metode maserasi etanol 70 % selama 5 hari, dan membuat media agar serta ditambahkan larutan bakteri Eschericia coli dan Shigella Flexneri dan didiamkan sampai media mengeras. Media agar yang sudah mengeras dilubangi sebanyak 6 lubang pada masing – masing cawan petri yang sudah diberi tanda dengan konsentrasi berbeda yaitu 75 %, 50 %, 25 %, 10 %, 5 %, 2,5 % , kemudian dimasukan masing – masing konsentrasi ekstak kedalam cawan petri yang sudah disiapkan sesuai konsentrasi nya, lalu inkubasi selama 48 jam. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya hambat bakteri Eschericia coli dengan ekstrak dengan kosentrasi 25 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar 20,66 mm termasuk golongan kuat, konsentrasi 5 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar sebesar 16,33 mm termasuk golongan sedang, dan konsentrasi 2,5 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar sebesar 12,33 mm termasuk golongan lemah. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya hambat bakteri Shigella flexneri dengan ekstrak dengan kosentrasi 25 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar 21,33 mm termasuk golongan kuat, konsentrasi 5 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar sebesar 16,83 mm termasuk golongan sedang, dan konsentrasi 2,5 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar sebesar 12,83 mm termasuk golongan lemah. Kata kunci: Diare, disentri, Escherichia coli, Leucaena leucephala, Shigella flexneri