Perilaku reservoir meliputi kedalaman, besarnya kontribusi tiap-tiap feedzone, respons tekanan, dan suhu reservoir. Perilaku ini dapat digunakan untuk menentukan kelayakan lapangan untuk dikembangkan serta untuk memperkirakan kemampuan produksi sumur. Oleh karena itu, perilaku reservoir harus diperhatikan. Ada beberapa survei yang dilakukan di sumur panas bumi untuk mengetahui kondisi di dalam sumur dan kondisi reservoir.Untuk mengidentifikasi karakterisasi dalam sumur, alat survei PTS dimasukkan ke dalam sumur terlebih dahulu agar kecepatan fluida yang dikumpulkan mencerminkan kondisi sebenarnya di dalam sumur. Kalibrasi ini dilakukan dengan menggunakan slope. Pada tahap berikutnya, kecepatan laju alir massa dan fluida dapat dihitung. Gambar 3 menunjukkan diagram alir pengolahan data. hasil menunjukkan bahwa sumur memiliki empat zona feedzone berdasarkan respon pembacaan temperatur dan spinner. Feedzone sumur berada di kedalaman 2887 m, 2591 m, 2401 m, dan 2114 m, kontribusi feedzone 1 adalah 35.0%, kontribusi feedzone 2 13%, kontribus feedzone 3 25%, dan kontribusi feedzone 4 27.5%uhu air dalam sumur panas bumi ini berkisar dari 234 hingga 306 derajat Celcius, dan pada kedalaman 810 meter, suhunya menyinggung temperatur saturasi, yang menunjukkan bahwa fluida air akan berubah menjadi uap zona 1 memiliki kedalaman 2887 m, zona 2 memiliki kedalaman 2591 m, zona 3 memiliki kedalaman 2401 m, dan zona 4 memiliki kedalaman 2114 m.Kontribusi feedzone yang terbesar pada kedalaman 2887 sebesar 35 %.Kondisi sumur dalam keadaan yang memproduksi banyak air dan tidak terjadi kebocoran.Suhu fluida, yang berubah dari fluida air menjadi fluida uap, mencapai suhu saturasi 306 pada kedalaman 2114.