Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENENTUAN SUDUT PANDANG VERTIKAL (ANGLE OF ELEVATION) OPTIMAL RUANG TERBUKA RUMAH Agus Budi Purnomo
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.749 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v4i2.5221

Abstract

Sudut pandang vertikal atau angle of elevation (AoE) adalah indikator yang sering dipakai untuk memperkirakan kesan keterlingkupan atau sense of eclosure (SoE) sebuah ruang terbuka. Berbeda dengan penelitian lain, tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh AoE pada preferensi manusia akan ruang terbuka. Dihipotesakan bahwa preferensi kepada ruang terbuka sebuah rumah dipengaruhi oleh AoE secara kuadratik. Dari data yang telah terkumpul dapat disimpulkan bahwa ada persamaan kuadratik AoE yang secara signifikan berpengaruh terhadap preferensi manusia akan ruang terbuka (R2= 0.976). Dari persamaan kuadratik tersebut diperoleh AoE optimal (AoEmax) sama dengan 46.87. AoEmax bisa digunakan untuk merancang sebuah ruang terbuka agar ruang yang dirancang tersebut memiliki preferensi yang optimal.
IDENTIFIKASI KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DI KAWASAN STASIUN LIGHT RAPID TRANSPORT (LRT) – JATI BENING – BEKASI Nuzuliar Rahmah; Etty R Kridarso; Agus Budi Purnomo
METRIK SERIAL TEKNOLOGI DAN SAINS (E) ISSN: 2774-2989 Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan daerah penyangga Kota Jakarta kearah Timur (Bekasi), Selatan (Bogor) dan Barat (Tangerang-Banten) tidak dapat dihindari karena bertambahnya jumlah penduduk dimana aktivitas penghidupan masih terpusat di Jakarta. Aktivitas penghidupan masyarakat yang masih terpusat di Kota Jakarta menuntut adanya pergerakan masyarakat menuju pusat kota (Jakarta) dan kembali lagi ke tepi kota menuju arah Timur, Selatan dan Barat. Kegiatan ini berlangsung pada saat jam masuk kerja dan jam selesainya waktu bekerja. Pola hidup masyarakat dengan mobilitasnya memerlukan alat transportasi yang ideal, dimana saat ini telah tersedia moda angkutan massal yang disebut mass rapid transport (MRT) dan light rapid transport (LRT). Titik antar dan titik jemput pengguna MRT & LRT disebut stasiun yang lokasinya telah ada pada saat ini. Lokasi stasiun MRT & LRT menjadi tempat strategis karena perpindahan antar moda serta menjadi generator perkembangan kawasan disekitarnya, terutama yang terkait dengan hunian dan fasilitas publik lainnya. Saat ini beberapa stasiun yang telah dibuat belum sepenuhnya berfungsi secara maksimal. Penelitian ini akan mengidentifikasi stasiun LRT di Jati Bening Bekasi dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung serta studi pustaka. Selanjutnya dilakukan analisis dengan cara menilai lokasi stasiun dari akses fasilitas (unsur perancanagan kota) yang ada dikawasan stasiun LRT Jati Bening. Hasil akhir menunjukkan bahwa stasiun LRT di Jati Bening belum maksimal mengakomodir akses menuju kawasan hunian dan fasilitas lainnya.
PELANGGARAN PADA ATURAN PENGENDALIAN INTENSITAS PEMANFAATAN LAHAN RUMAH DI JAKARTA Dwi Rosnarti; Nuzuliar Rahma; Agus Budi Purnomo
METRIK SERIAL HUMANIORA DAN SAINS (E) ISSN: 2774-2377 Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Bekasi: Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari tingkat pelanggaran oleh masyarakat terhadap aturan pengendalian intensitas pemanfaatan lahan di Jakarta. Yang dimaksud dengan aturan pengendalian intensitas pemanfaatan lahan ialah KDB, KLB, KDH, GSB dan KB. Kasus penelitian ini adalah rumah-rumah di Jakarta. Dari tiap rumah yang menjadi kasus diukur luas lahan, luas lantai dasar, luas total lantai, luas ruang terbuka hijau, jumlah lapis lantai, dan jarak bebas dari garis jalan ke bahagian terdepan fasade rumah. Kemudian berdasarkan hasil pengukuran tersebut dihitung KDB, KLB, KDH, KB, dn GSB eksisting tiap kasus. Selisih antara variabel-variabel eksisting dengan variable-variabel yang berlaku untuk tiap kasus dianggap sebagai indikator pelangaran atau kepatuhan terhadap aturan pengendalian intensitas pemanfaatan lahan dari tiap kasus. Dari data yang terkumpul disimpulkan bahwa secara beruntutan tingkat pelanggaran yang terbesar terjadi pada KDB selanjutnya KLB, KDH, GSB, dan pelanggaran yang paling kecil adalah pada KB
MERANCANG RUANG BERMAIN RAMAH ANAK (RBRA) DI MASA PANDEMI COVID-19 DI RT 03, RW 07, KELURAHAN KALIANYAR, KECAMATAN TAMBORA, JAKARTA BARAT Dwi Rosnarti; Nuzuliar Rahma; Etty Kridarso; Agus Budi Purnomo
KOCENIN JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (E) ISSN: 2807-3444 Vol. 1 No. 1 (2021): Kocenin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Bekasi: Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilaporkan dalam paper ini adalah merancang ruang bermain ramah anak (RBRA) di RT 03, RW 07, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Perancangan RBRA dilakukan berdasarkan standard-standar keamanan dan keselamatan bagi anak dan menekannkan perlunya memperhatikan protocol kesehatan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut adalah rancangan RBRA.
POSISI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) DALAM KONTINUM HILIRISASI Agus Budi Purnomo
KOCENIN JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (E) ISSN: 2807-3444 Vol. 1 No. 1 (2021): Kocenin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Bekasi: Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas di Indonesia mempunyai tugas resmi untuk melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tulisan ini menjelaskan posisi PKM dalam suatu proses yang sinambung dan dikenal sebagai hilirisasi. Kesinambungan proses hilirisasi sejak dari penelitian hingga dinikmatinya hasil penelitian dan pengembangan oleh masyarakat memperlihatkan betapa pentingnya posisi PKM sebagai media penghubung antara invensi dengan masyarakat. Di Indonesia pentingnya kesinambungan hilirisasi baru mulai disadari oleh perguruan tinggi. Dengan menjelaskan posisi PKM dalam proses hilirisasi, paper ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran tersebut sehingga masyarakat benar-benar dapat menikmati hasil usaha kaum inteletual yang berkumpul di perguruan tinggi. Di akhir paper juga diterangkan bagaimana PKM dapat ikut membentuk pola pendidikan yang bersifat service–learning. Dengan service-learning diharapkan hubungan antara universitas dengan masyarakat bisa lebih erat lagi.
BERKUNJUNG KEMBALI KE PERUMAHAN KOPERSUP Agus Budi Purnomo
KOCENIN JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (E) ISSN: 2807-3444 Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Bekasi: Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antara tahun 1992 hingga tahun 1994 Jurusan Arsitektur Trisakti bekerjasama dengan Mempera membantu merancang 156 unit rumah bagi anggota Koperasi Rumah Susu Penjaringan (KOPERSUP). Rumah-rumah tersebut dirancang agar bisa dibangun secara selp help dan didasrkan pada konsep yang bersifat komunal. Tulisan ini menjelaskan kondisi perumahan KOPERSUP setelah hampir 27 tahun lalu dibangun. Ada beberapa perubahan yang bisa dilaporkan dalam tulisan ini. Pertama di perumahan KOPERSUP telah terjadi peningkatan kepadatan. Kedua, dengan peningkatan kepadatan, ruang-ruang komunal yang direncanakan sejak awal perumahan tersebut mulai hilang dan digantikan dengan ruang-ruang yang bersifat pribadi. Walaupun demikian, setelah kurun waktu 27 tahun, perubahan tersebut belum bersifat total. Tulisan ini hendaknya sebagai peringatah sehingga perumahan tersebut masih menjaga sifat komunalnya.
DARI AKSES MENUJU RASA MEMILIKI: TINJAUAN SISTEMATISPENGGUNAAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN USIA,GENDER DAN KEMAMPUAN. Nur Intan Mangunsong; Agus Budi Purnomo; Inavonna; MI Ririk Winandari
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 5, NUMBER 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v5i1.23167

Abstract

Ruang terbuka hijau perkotaan (RTHP) diakui semakin penting perannya dalam mendukung keberlanjutan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat kota. Kajian literatur sistematis ini merangkum penelitian-penelitian terkait desain inklusif, aksesibilitas, dan rasa memiliki dalam taman perkotaan, serta menyoroti perbedaan-perbedaan berdasarkan faktor usia, gender, dan kemampuan. Penelusuran komprehensif terhadap studi-studi terindeks Scopus dilakukan dari rentang tahun 2019 hingga 2025, menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang terstruktur serta penilaian kualitas yang ketat. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa elemen-elemen desain lingkungan utama antara lain pencahayaan, penunjuk arah, pemeliharaan, dan keragaman struktural memiliki dampak signifikan terhadap persepsi pengguna mengenai keamanan dan kepuasan. Selain itu, terungkap bahwa persepsi keamanan yang berbeda menurut gender, serta efektivitas desain yang peka terhadap usia seperti keberadaan taman bermain inklusif dan ruang intergenerasi—merupakan faktor penting dalam meningkatkan tingkat penggunaan taman. Kajian ini juga menemukan bahwa representasi komunitas dan proses perencanaan yang partisipatif berperan penting dalam menumbuhkan rasa memiliki dan keterikatan emosional, khususnya di kalangan kelompok marjinal. Di samping itu, struktur tata kelola serta model aksesibilitas ekonomi turut diidentifikasi sebagai faktor penentu bagi distribusi RTHP yang adil dan pengelolaan yang efektif. Temuan dalam kajian ini menegaskan pentingnya prinsip keadilan spasial dan kerangka interseksional dalam praktik perencanaan. Desain taman yang inklusif dan berkeadilan terbukti secara signifikan dapat meningkatkan keterlibatan pengguna dalam jangka panjang, memperkuat kohesi komunitas, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Analisis Konektivitas Pejalan Kaki dan Entropi Tata Guna Lahan pada Lima Simpul Transit di Kawasan TOD Dukuh Atas, Jakarta Pusat Fatmawati, Teungku Nelly; Agus Budi Purnomo; Punto Wijayanto
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i3.493

Abstract

Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas mencakup lima simpul transit: Stasiun KRL Sudirman, BNI City, MRT Dukuh Atas, LRT Dukuh Atas, dan BRT TransJakarta Bundaran HI. Penelitian ini bertujuan menganalisis konektivitas pejalan kaki melalui pengukuran rata-rata waktu dan jarak tempuh dari tiap simpul transit kesepuluh fungsi lahan dalam radius 800 meter dari simpul transit, serta mengevaluasi tingkat keberagaman tata guna lahan menggunakan entropi. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat keterkaitan antara konektivitas simpul transit dengan keberagaman tata guna lahan  pada kawasan TOD Dukuh Atas, Jakarta. Data penelitian ini dikumpulkan dari Google Maps. Hasil menunjukkan waktu dan rata-rata jarak jalan kaki ke simpul transit (konektivitas) terpendek terdapat di sekitar simpul transit KRL Sudirman (6,58 menit; 490,75 m), dan keberagaman tata guna lahan (entropi) tertinggi ada di kawasan simpul transit BRT TransJakarta Bundaran HI (SE = 0,957}. Berdasarkan model Node-Place Bertolini, simpul BRT TransJakarta Bundaran HI dikategorikan sebagai Stressed area, LRT Dukuh Atas sebagai Dependence node, BNI City sebagai Unbalanced Place, serta KRL Sudirman dan MRT Dukuh Atas sebagai Unbalanced Nodes.
INTEGRASI FUNGSI PADA BANGUNAN TRANSPORT HUB DI DUKUH ATAS Sasmita, Andrean Putra; Agus Budi Purnomo
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v1i2.17698

Abstract

Untuk mendukung konektivitas atau terintegrasinya antarmoda transportasi yang ada di Kawasan Berorientasi Transit Dukuh Atas, maka akan dikembangkan sebagai upaya strategi dengan membuat fasilitas publik yaitu bangunan Transport Hub dan fasilitas pendukungnya yang bertujuan menciptakan koneksi bermakna dengan lingkungan kehidupan perkotaan yang kompleks dan dapat menjadi sebuah ruang transisi dan fasilitas pendukung kawasan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menganalisa dan memberikan gagasan konsep mengenai pendekatan integrasi fungsi yang diterapkan ke dalam perancangan bangunan Transport Hub dan fasilitas pendukungnya yang dimana memiliki kompleksitas proyek seperti kompleksitas fungsi, kompleksitas lahan, dan kompleksitas pengguna. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui studi literatur yang ada terhadap komponen integrasi fungsi menurut teori dari dari Kathryn H. Anthony (1991). Berdasarkan hasil dari penelitian ini didapatkan berupa solusi konsep perancangan pada bangunan Transport Hub dan fasilitas pendukungnya yang dikembangkan dari pendekatan integrasi fungsi yaitu integrasi fungsi horizontal dan integrasi fungsi vertikal sebagai jawaban dari adanya kompleksitas proyek, upaya mendukung perkembangan transportasi, ramah lingkungan, hemat energi, mengakomodasi moda transportasi yang ada untuk saling berkoordinasi dalam satu tempat serta menciptakan pembangunan kota yang berkualitas. Kata kunci : Transport Hub, Kawasan Berorientasi Transit, Integrasi Fungsi