Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Enhancing TPACK and Statistical Literacy through Generative AI–Based Adaptive Learning: A Mixed-Methods Study Iyam Maryati; Surya Gumilar; Ayu Puji Rahayu; Makmur Harun
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3491

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak kerangka pembelajaran adaptif terintegrasi Generative Artificial Intelligence (GenAI; ChatGPT) terhadap peningkatan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dan literasi statistis calon guru matematika. Kerangka tersebut menerapkan interaksi dialogis berbasis mahasiswa, structured prompting, dan scaffolding dosen untuk mempersonalisasi eksplorasi statistika. Dengan desain kuasi-eksperimen mixed methods, penelitian melibatkan 72 mahasiswa (37 kelompok eksperimen dan 35 kontrol). Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan ANCOVA, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan kedua kelompok meningkat secara signifikan, namun kelompok eksperimen memiliki skor akhir tersesuaikan yang lebih tinggi. Temuan kualitatif menegaskan peningkatan pemahaman konseptual, kemampuan desain pembelajaran berbasis teknologi, serta refleksi kritis terhadap etika penggunaan AI. Studi ini mendukung integrasi literasi AI dalam kurikulum pendidikan guru. This study examines the impact of a Generative Artificial Intelligence (GenAI; ChatGPT)–integrated adaptive learning framework on improving Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) and statistical literacy among prospective mathematics teachers. The framework employed student-driven dialogic interaction, structured prompting, and lecturer-guided scaffolding to personalize statistical exploration. Using a mixed-methods quasi-experimental design, 72 students participated (37 experimental, 35 control). Quantitative data from tests and questionnaires were analyzed using paired t-tests and ANCOVA, while interviews and observations underwent thematic analysis. Results showed significant gains in both groups, but the experimental group achieved higher adjusted posttest scores, indicating superior effectiveness of GenAI-integrated learning. Qualitative findings highlighted improved conceptual understanding, instructional design skills, and critical reflection on ethical AI use. The study supports embedding AI literacy and pedagogically grounded prompting within teacher-education curricula and institutional policy.
Tren dan Tantangan Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan: Analisis Artikel pada Jurnal Terakreditasi Nasional Rifat Shafwatul Anam; Surya Gumilar; Irna Nurul Ainie; Fachry Ali Wibowo
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.101311

Abstract

Penelitian ini mengkaji tren dan tantangan dalam penerapan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pendidikan di Indonesia, berdasarkan artikel yang diterbitkan di lima jurnal terakreditasi Sinta 1 dari tahun 2020 - April  2025. Dengan protokol PRISMA, ditemukan 43 artikel, dan 26 dianalisis lebih lanjut. Kriteria inklusi mencakup artikel yang membahas AI dalam pendidikan di Indonesia/Luar Negeri dan tersedia dalam teks lengkap, baik empiris maupun konseptual. Artikel yang tidak relevan atau tidak tersedia secara penuh dikecualikan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan publikasi pada 2024–2025, dengan IJERE sebagai jurnal paling aktif. Penelitian didominasi metode kuantitatif dan fokus pada pendidikan tinggi. Studi ini menyoroti perlunya eksplorasi lebih lanjut pada pendidikan dasar dan menengah serta peran guru dan masyarakat. Rekomendasi mencakup pengembangan aplikasi praktis AI, inovasi teknologi, serta kajian dampak sosial dan etis AI dalam pendidikan.
Analisis Miskonsepsi Siswa pada Materi Elastisitas Menggunakan CRI Termodifikasi Rianti Siti Patimah; Rizal Adimayuda; Surya Gumilar
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i2.1465

Abstract

Miskonsepsi dalam konsep fisika dapat berasal dari dalam diri siswa maupun dari pengalaman sehari-hari, dan merupakan penyebab utama kesulitan dalam pembelajaran fisika. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa metode Certainty of Response Index (CRI) efektif dalam mengidentifikasi miskonsepsi, serta dapat membedakan antara siswa yang paham konsep, mengalami miskonsepsi, dan tidak tahu konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dan konsepsi yang sering mengalami miskonsepsi pada materi elastisitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan pengumpulan data melalui tes diagnostik pilihan ganda disertai CRI termodifikasi (skala dua tingkat) yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep elastisitas. Partisipan penelitian berjumlah 56 siswa kelas XI MIPA, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa 17 soal pilihan ganda dengan empat indikator, telah divalidasi oleh dua dosen ahli fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,3% siswa mengalami miskonsepsi, 25,3% siswa memahami konsep dengan baik, dan 27,4% siswa tidak memahami konsep. Indikator dengan miskonsepsi paling tinggi terdapat pada indikator kedua yang membahas konsep tegangan, regangan, dan modulus Young, dengan persentase mencapai 52,9%. Khususnya pada soal nomor tiga, empat, dan dua belas, siswa menunjukkan kesalahan dalam menganalisis dan menghitung perbandingan hubungan antara gaya dan pertambahan panjang serta grafik hubungan antara tegangan dan regangan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang pemahaman siswa terhadap elastisitas, yang dapat digunakan untuk memperbarui kurikulum fisika agar lebih responsif terhadap miskonsepsi.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Listrik Statis Sopiatunnisa Sopiatunnisa; Ali Ismail; Surya Gumilar
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i2.1468

Abstract

Rendahnya aktivitas belajar siswa berdampak pada prestasi akademik yang cenderung rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL) dalam konteks pembelajaran fisika untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi listrik statis. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Control Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMPN, dengan kelas IX A sebagai kelas kontrol (menerapkan model konvensional/teknik ceramah) dan kelas IX B sebagai kelas eksperimen (menerapkan model PBL), masing-masing berjumlah 25 siswa. Instrumen berupa 6 soal uraian yang mengukur ranah kognitif C1-C4, telah diuji validitas (seluruh butir valid dan signifikan) dan reliabilitas (koefisien 0,88, kategori sangat tinggi). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent Sample t-Test, dan perhitungan N-Gain. Nilai rata-rata pretest dan posttest kelas eksperimen meningkat dari 6,32 menjadi 10,72 (naik 70%), sedangkan kelas kontrol meningkat dari 6,32 menjadi 7,60 (naik 20%). Hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar kedua kelas. Persentase perbandingan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 41%. Nilai N-Gain kelas eksperimen (PBL) sebesar 0,38 termasuk kategori peningkatan sedang, sedangkan kelas kontrol (teknik ceramah) sebesar 0,1 termasuk kategori peningkatan rendah. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan teknik ceramah dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi listrik statis.