Claim Missing Document
Check
Articles

Composition and Abundance of Periphyton Types in Artificial Habitat with Different Attractor Media in the Koto Panjang Reservoir Kampar Regency Dimas Dwi Nugroho Santoso; Budijono Budijono; Asmika Harnalin Simarmata
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 2 (2024): June
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.29.2.230-237

Abstract

An artificial habitat comprises a series of structures or attractor media as a habitat for aquatic biota in the waters. This study aims to determine the best attractor media viewed from the abundance of periphyton found in artificial habitats. This research was conducted in July - August 2023 using the experimental method. Periphyton sampling was done four times with an interval of one week and then identified based on the reference identification book. Water quality parameters measured were temperature, brightness, pH, Dissolved Oxygen, nitrate, and phosphate. The data obtained were statistically analyzed using a two-way ANOVA and BNt tests in MS. Excel 2020. The results showed that there were 17 species of periphyton found, consisting of 5 classes, namely Bacillariophyceae (8 species), Zygnematophyceae (4 species), Chlorophyceae (3 species), Cyanophyceae (1 species), and Trebouxiophyceae (1 species). The total abundance of periphyton obtained ranged from 13.448 – 21.406 cells/cm2, and the highest is on plastic bottle attractors ranging from 3.232 – 8.318 cells/cm2. The type of periphyton found mostly was Navicula sp. (6.602 cells/cm2). Based on the periphyton abundance, it can be concluded that the best attractor for periphyton media is the used plastic bottle.
Status Kesuburan Perairan Dumai Berdasarkan Perifiton Menggunakan Substrat Keramik di Pesisir Dumai Jiboro, Mega Rani; Dahril, Tengku; Simarmata, Asmika Harnalin
South East Asian Water Resources Management Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.2.1.13-21

Abstract

Perifiton merupakan sekelompok organisme (mikroskopis) yang hidup menempel pada substrat yang tenggelam serta bersifat sessile. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis perifiton yang menempel serta menentukan kualitas air pesisir Dumai berdasarkan jenis dan kelimpahan perifiton menggunakan substrat keramik di Pesisir Dumai. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023. Ada tiga stasiun pengambilan sampel, yaitu S1 (kawasan pemukiman warga), S2 (kawasan mangrove, tempat wisata dan TPI), S3 (terdapat pelabuhan serta aktivitas kapal tongkang). Parameter kualitas air yang diukur diantaranya suhu, kecerahan, kecepatan arus, pH, oksigen terlarut, karbondioksida bebas, salinitas, nitrat, dan fosfat. Substrat yang digunakan adalah substrat keramik (8x3 cm2), yang diletakkan satu minggu sebelum sampling. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval waktu 1 minggu. Sampel perifiton dikumpulkan dengan penyemprotan substrat keramik dengan aquades. Perifiton diawetkan dengan lugol 1 % lalu diidentifikasi menggunakan buku identifikasi menurut Prescott (1974), Belcher dan Swale (1978), Yunfang (1995), Bigg dan Kilroy (2000). Hasil penelitian perifiton yang ditemukan pada substrat keramik di Pesisir Dumai berjumlah 18 jenis yang terdiri dari 3 kelas, Bacillariophyceae (11), Chlorophyceae (5) dan Cyanophyceae (2). Kelimpahan total perifiton yang ditemukan selama penelitian berkisar 6.066-11.918 sel/cm2. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah Skeletonema sp. Berdasarkan jenis perifiton, disimpulkan bahwa Pesisir Dumai dapat dikategorikan sebagai perairan mesotrofik (sedang).
Composition and Abundance of Periphyton Types in Artificial Habitat with Different Attractor Media in the Koto Panjang Reservoir Kampar Regency Santoso, Dimas Dwi Nugroho; Budijono, Budijono; Simarmata, Asmika Harnalin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 2 (2024): June
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.29.2.230-237

Abstract

An artificial habitat comprises a series of structures or attractor media as a habitat for aquatic biota in the waters. This study aims to determine the best attractor media viewed from the abundance of periphyton found in artificial habitats. This research was conducted in July - August 2023 using the experimental method. Periphyton sampling was done four times with an interval of one week and then identified based on the reference identification book. Water quality parameters measured were temperature, brightness, pH, Dissolved Oxygen, nitrate, and phosphate. The data obtained were statistically analyzed using a two-way ANOVA and BNt tests in MS. Excel 2020. The results showed that there were 17 species of periphyton found, consisting of 5 classes, namely Bacillariophyceae (8 species), Zygnematophyceae (4 species), Chlorophyceae (3 species), Cyanophyceae (1 species), and Trebouxiophyceae (1 species). The total abundance of periphyton obtained ranged from 13.448 – 21.406 cells/cm2, and the highest is on plastic bottle attractors ranging from 3.232 – 8.318 cells/cm2. The type of periphyton found mostly was Navicula sp. (6.602 cells/cm2). Based on the periphyton abundance, it can be concluded that the best attractor for periphyton media is the used plastic bottle.
Survival and Growth of Pangasianodon hypophthalmus Fed with Moringa oleifera Enriched Pellets and Reared in Tank with Aquaponic System and Dark Condition Windarti Windarti; Sofyan Husein Siregar; Asmika Harnalin Simarmata; Joko Samiaji
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Pangasianodon hypophthalmus grows well in a dark tank completed with an aquaponic system. To improve the growth, a feed supplement made from Moringa oleifera might be used as it is rich in protein, vitamins A, B, C, and minerals. To understand the effect of M.oleifera addition in the feed of fish, research has been conducted in June-July 2022. M. oleifera leaves were dried and powdered and then mixed with commercial fish feed pellets. There were 4 treatments of M. oleifera dosages, namely T0 (no M. oleifera), T1 (10 g/kg), T2 (15 g/kg), and T3 (20 g/kg). The fish was reared in a 100L container (30 fishes/tank, around 4 g BW and 8 cm TL), covered with a dark-colored tarp, and completed with the aquaponic system using Ipomoea aquatica. The feed was given 2 times/day, ad libitum. Samplings were conducted once/10 days, for 40 days. Results showed that the survival of fish in all treatments was 93.3 – 98.89%. The growth of fish, however, was different. There was no difference in fish body weight (BW), total length (TL), and specific growth rate (SGR) of fish fed with Moringa, they were around 23.5 g BW, 5.8 cm TL, and 4.3 cm SGR respectively. While those of the control fish were 13.0 g BW, 4.23 cm TL, and 2.89% per day SGR respectively. The fish that was fed with Moringa-enriched pellets showed the highest Feed Efficiency (90.42-97.46%) and the lowest FCR (1.03 – 1.11). While in the fish that was not fed with Moringa showed the lowest FE (75.48%) and the highest FCR (1.33%). Data obtained indicate that Moringa positively improves the growth of fish as well as improving feed efficiency
Daya Dukung Perikanan Alami di Danau Daek Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau berdasarkan Klorofil-α Roma Dumaria; Tengku Dahril; Asmika Harnalin Simarmata
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.299-304

Abstract

Daya dukung perairan dapat diartikan sebagai kemampuan perairan dalam menunjang kehidupan biota yang terkandung atau hidup di dalamnya dan mencakup penentuan daya dukung perikanan alami. Penentuan daya dukung perikanan alami lebih tepat menggunakan pendekatan GPP karena daya dukung perikanan alami hampir seluruhnya bergantung pada pakan alami (fitoplankton). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung perikanan alami Danau Daek berdasarkan klorofil-a. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2023 di Danau Daek. Terdapat 3 stasiun, yaitu stasiun 1 di sekitar (inlet), stasiun 2 (belokan danau), dan stasiun 3 di ujung danau. Pada setiap stasiun terdapat 2 titik pengambilan sampel yaitu di permukaan (20 cm) dan 2 kali kedalaman Secchi (190 cm). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval satu minggu. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, kecerahan, kedalaman, oksigen terlarut (DO), karbon dioksida bebas (CO2), pH, fosfat, dan klorofil-α. Hasil penelitian konsentrasi klorofil-α sebesar 10,73-13,60 µg/L atau tingkat kesuburan sedang (mesotrofik). Produktivitas primer (GPP) berkisar 314,96-337,81 gC/m2. Parameter kualitas air pendukung seperti suhu berkisar 29-31 oC, kecerahan 80-90 cm, kedalaman 300-500 cm, derajat keasaman 6,9-7,3, oksigen terlarut 5,84-8,91 mg/L, karbodioksida bebas 11,88-13,86 mg/L, fosfat 0,038-0,060 mg/L. Berdasarkan nilai produktivitas primer, daya dukung Danau Daek adalah 1,98 ton/tahun.
Status Kesuburan Perairan Pesisir Dumai berdasarkan Kelimpahan Perifiton Raihan Jerima; Asmika Harnalin Simarmata; Rina D’rita Sibagariang
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.321-328

Abstract

Perifiton adalah organisme yang tumbuh dan menempel pada substrat yang tenggelam namun tidak melakukan penetrasi ke dalam substrat tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status kesuburan perairan pesisir Dumai berdasarkan kelimpahan perifiton. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2023 di Perairan Pesisir Dumai, Kota Dumai, Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah metode survei. Terdapat tiga stasiun pengambilan sampel, yaitu S1 berada di belakang kampus UNRI (terdapat rumah warga dan kawasan manggrove), S2 di Pantai Purnama (tempat wisata), dan S3 berada di kampung nelayan (pemukiman warga). Substrat yang digunakan adalah substrat buatan pipa paralon (8x6 cm2). Penanaman substrat perifiton dilakukan seminggu sebelum sampling. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval satu minggu. Sampel perifiton diperoleh dengan menyikat permukaan substrat dengan sikat halus sambil disemprot aquades. Sampel perifiton diawetkan diawetkan dengan larutan lugol 1% lalu diidentifikasi dan dihitung kelimpahannya. Parameter kualitas air yang diukur adalah kelimpahan perifiton, kecerahan, kecepatan arus, suhu, pH, DO, CO2 bebas, nitrat, fosfat, dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan jenis perifiton yang diperoleh pada substrat pipa paralon berjumlah 18 jenis yang terdiri dari 5 kelas, yaitu Bacillariophyceae (10 spesies), Chlorophyceae (5 spesies), Cyanophyceae (2 spesies), dan Trebouxiophyceae (1 spesies). Kelimpahan perifiton yang ditemukan berkisar 910–1554 sel/cm2. Jenis perifiton yang paling banyak ditemukan adalah Skeletonema sp. Parameter kualitas air adalah sebagai berikut: kecerahan 40,1 – 49,3 cm, kecepatan arus 0,084 – 0,13 m/s, suhu 29 – 31oC, pH 6,9 – 7,1, DO 4,11–5,51 mg/L, CO2 bebas 7,25 – 17,78 mg/L, nitrat 0,091– 0,099 mg/L, fosfat 0,143–0,157 mg/L, salinitas 25,3–28‰. Berdasarkan jenis perifiton yang ditemukan, dapat disimpulkan perairan Pesisir Dumai termasuk perairan mesotrofik.
Hubungan Total Padatan Tersuspensi (TSS) dengan Klorofil-a di Perairan Pesisir Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau Nadia Putri Julita; Asmika Harnalin Simarmata; Eko Purwanto
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Aktivitas DAS di Sungai Dumai dan alih fungsi lahan pada Muara Sungai Masjid akan mempengaruhi kualitas perairan pesisir Dumai salah satunya adalah peningkatan padatan tersuspensi. TSS adalah padatan dalam air, terdiri dari komponen biotik seperti fitoplankton, zooplankton, bakteri, fungi, ataupun komponen abiotik seperti detritus, pasir, lumpur, tanah liat dan partikel anorganik dengan ukuran berkisar 0,004-1,0 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan TSS dengan klorofil-a di perairan Pesisir Dumai, yang dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2023 dengan metode survei. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval waktu 2 minggu. Metode analisis TSS dilakukan secara gravimetri dan klorofil-a secara ekstraksi aseton. Parameter kualitas perairan seperti suhu, kecepatan arus, kecerahan, pH, salinitas, DO, CO2, nitrat, fosfat. Hasil penelitian, rata-rata TSS berkisar 30,7-91 mg/L. Rata-rata klorofil-a berkisar 20,85-85,67 µg/L. Parameter kualitas air seperti suhu 28,2-28,5 oC, kecepatan arus 0,44-1,09 m/s, kecerahan 0,22-0,43 m, pH 5,7-7, salinitas 13-26 ppt, DO 5,17-7,78 mg/L, CO2: 5,28-12,54 mg/L, nitrat 0,05-0,09 mg/L, fosfat 0,13-0,28 mg/L. Hubungan TSS dengan klorofil-a, y=-0,6955x+93,048 dengan koefisien R2 yaitu 0,45 yang berarti pengaruh TSS terhadap klorofil-a sedang, dimana 45% dipengaruhi TSS sedangkan 55% dipengaruhi faktor lain.
Status Kesuburan Perairan Danau Daek berdasarkan Trophic State Index (TSI) di Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau Yona Sovianti; Asmika Harnalin Simarmata; Yudho Harjoyudanto
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.420-427

Abstract

Aktivitas meracun tumbuhan air dan perkebunan sawit yang ada disekitar Danau Daek akan memberikan masukan berupa bahan organik maupun anorganik keperairan sehingga akan meningkatkan unsur hara yang akan mempengaruhi status kesuburan perairan. Pengukuran status keseburan perairan dapat dilakukan dengan menggunakan 3 pendekatan yaitu fisika, kimia dan biologi. Trophic State Index (TSI) menggunakan ketiga pendekatan ini dalam menentukan status kesuburan perairan sehingga lebih representatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status kesuburan Danau Daek menggunakan Trophic States Index (TSI). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023 di Danau Daek. Metode yang digunakan adalah metode survey yaitu dengan melakukan pengamatan langsung di Danau Daek. Lokasi pengambilan sampel dengan menggunakan 3 stasiun dengan karakteristik yang berbeda dan dianggap mewakili lokasi perairan penelitian yaitu stasiun 1 (disekitar inlet), stasiun 2 (dibelokkan danau) dan stasiun 3 disekitar ujung danau. Pada setiap stasiun terdapat 2 titik pengambilan sampel yaitu permukaan dan 2 kali kedalam Secchi. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval waktu seminggu sekali. Parameter kualitas air yang diukur adalah yaitu suhu, kecerahan, kedalaman, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (DO), karbondioksida bebas (CO2), Klorofil-a dan total fosfat. Hasil pengamatan kualitas air selama penelitian yaitu suhu berkisar 29-31⁰C, kedalaman berkisar 300-500 cm, derajat keasaman berkisar 6,9-7,3 oksigen terlarut berkisar 5,84-8,91 mg/L dan karbondioksida bebas berkisar 11,88-13,86 mg/L, kecerahan berkisar 80-95 cm, total fosfat berkisar 0,017-0,031 mg/L dan klorofil-a berkisar 11,07-13,08 µg/L. Nilai TSI selama penelitian berkisar 56,99-53,70. Berdasarkan nilai TSI yang diperoleh dapat disimpulkan status kesuburan Danau Daek adalah eutrofik ringan
Survival and Growth of Pangasianodon hypophthalmus Fed with Moringa oleifera Enriched Pellets and Reared in Tank with Aquaponic System and Dark Condition Windarti Windarti; Sofyan Husein Siregar; Asmika Harnalin Simarmata; Joko Samiaji
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.21.1.1-6

Abstract

Pangasianodon hypophthalmus grows well in a dark tank completed with an aquaponic system. To improve the growth, a feed supplement made from Moringa oleifera might be used as it is rich in protein, vitamins A, B, C, and minerals. To understand the effect of M.oleifera addition in the feed of fish, research has been conducted in June-July 2022. M. oleifera leaves were dried and powdered and then mixed with commercial fish feed pellets. There were 4 treatments of M. oleifera dosages, namely T0 (no M. oleifera), T1 (10 g/kg), T2 (15 g/kg), and T3 (20 g/kg). The fish was reared in a 100L container (30 fishes/tank, around 4 g BW and 8 cm TL), covered with a dark-colored tarp, and completed with the aquaponic system using Ipomoea aquatica. The feed was given 2 times/day, ad libitum. Samplings were conducted once/10 days, for 40 days. Results showed that the survival of fish in all treatments was 93.3 – 98.89%. The growth of fish, however, was different. There was no difference in fish body weight (BW), total length (TL), and specific growth rate (SGR) of fish fed with Moringa, they were around 23.5 g BW, 5.8 cm TL, and 4.3 cm SGR respectively. While those of the control fish were 13.0 g BW, 4.23 cm TL, and 2.89% per day SGR respectively. The fish that was fed with Moringa-enriched pellets showed the highest Feed Efficiency (90.42-97.46%) and the lowest FCR (1.03 – 1.11). While in the fish that was not fed with Moringa showed the lowest FE (75.48%) and the highest FCR (1.33%). Data obtained indicate that Moringa positively improves the growth of fish as well as improving feed efficiency.
Status Kesuburan Perairan Danau Daek berdasarkan Trophic State Index (TSI) di Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau Sovianti, Yona; Simarmata, Asmika Harnalin; Harjoyudanto, Yudho
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Aktivitas meracun tumbuhan air dan perkebunan sawit yang ada disekitar Danau Daek akan memberikan masukan berupa bahan organik maupun anorganik keperairan sehingga akan meningkatkan unsur hara yang akan mempengaruhi status kesuburan perairan. Pengukuran status keseburan perairan dapat dilakukan dengan menggunakan 3 pendekatan yaitu fisika, kimia dan biologi. Trophic State Index (TSI) menggunakan ketiga pendekatan ini dalam menentukan status kesuburan perairan sehingga lebih representatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status kesuburan Danau Daek menggunakan Trophic States Index (TSI). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023 di Danau Daek. Metode yang digunakan adalah metode survey yaitu dengan melakukan pengamatan langsung di Danau Daek. Lokasi pengambilan sampel dengan menggunakan 3 stasiun dengan karakteristik yang berbeda dan dianggap mewakili lokasi perairan penelitian yaitu stasiun 1 (disekitar inlet), stasiun 2 (dibelokkan danau) dan stasiun 3 disekitar ujung danau. Pada setiap stasiun terdapat 2 titik pengambilan sampel yaitu permukaan dan 2 kali kedalam Secchi. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval waktu seminggu sekali. Parameter kualitas air yang diukur adalah yaitu suhu, kecerahan, kedalaman, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (DO), karbondioksida bebas (CO2), Klorofil-a dan total fosfat. Hasil pengamatan kualitas air selama penelitian yaitu suhu berkisar 29-31⁰C, kedalaman berkisar 300-500 cm, derajat keasaman berkisar 6,9-7,3 oksigen terlarut berkisar 5,84-8,91 mg/L dan karbondioksida bebas berkisar 11,88-13,86 mg/L, kecerahan berkisar 80-95 cm, total fosfat berkisar 0,017-0,031 mg/L dan klorofil-a berkisar 11,07-13,08 µg/L. Nilai TSI selama penelitian berkisar 56,99-53,70. Berdasarkan nilai TSI yang diperoleh dapat disimpulkan status kesuburan Danau Daek adalah eutrofik ringan.
Co-Authors ', Edduardo Abdi Doly Tarigan Adithia Netanyahu Purba Agung Prabowo Agustri Minggu Samosir Minggu Samosir Ali Akbar Navis Amat M. Siregar Amat Marustar Siregar Andri Hendrizal Arico Candra Tambunan Astria, Katarina Gita Ayunanda Mustika Sari Azmudin ' Bennawaty Bennawaty Berton Panjaitan Beta Posmarito Pardede Bibiana W. Lay Br Sitorus, Chrisna Heni Nozelina Br. Allagan, Desima Kristina Buala Ziduhu Laia Budijono, Budijono Christin M. Saragih Cindy Fantika Sari Clara Novicasari Br Surbakti Clemen Sihotang Clemens Sihotang Cristy Artha D Sinurat D Kusumawati, Yuliana Dameyana S.C Lumban Tobing Darwinda Darwinda Dasti Janarko Putra, Dasti Janarko Defi Fitriya Dalimunthe Deni Efizon Desi, Ria Irawan Dewi, Afrila Diah Sari Ninggrum Dimas Dwi Nugroho Santoso Dio M Silalahi Dumaria, Roma Efredy Tamba Eka Dwinata Nopitasari Eko Purwanto Eko Simatupang Ella Dabella Manja Enan M. Adiwilaga Erwin David Sianipar Esmi Yanti br Sinaga Fadilah, Nisa Wangi Tresna Fahrezzy, Reggi Farida Sri Indah Ginting, Dinda Julianti Gultom, Zogi Tri Harjoyudanto, Yudho Hendra Saputra Henni Syawal Hidayati Hasibuan Hidayatunnisah, Putry Hikma, Murbeni Hosianna Sitorus Indra R. Simangunsong, Indra R. Indradewa, Rhian Irfan Anggriawan Irwan Nababan Isma Mulyani Jerima, Raihan Jiboro, Mega Rani Joko Samiaji Juliana Ivana Siregar Julianti ' July Prenky Purba Krismanto Viade Nababan Libra Trio Situmorang, Libra Trio Lubis, Helfrida M Silalahi, Dio M. Arifan Fadhilla M Madju Siagian Madju Siagian Madju Siagian Madju Siagian Madju Siagian2 Magdalena Fitriani Daeli Maju Siagian Mandasari, Ayu Defi Manurung, Dostiarni Minsa Karolina Maria Virgita Sihaloho, Maria Virgita Merlin Evan Olivia Hutauruk Miranda Wahyuni Raja Gukguk Muhammad Edom Rifai Muhammad Zaki Mulyani, Isma Munthe, Ayaki Tomala Nadia Putri Julita Nadira, Ismi Nainggolan, Dorma Abigail Natasya Margareth Pasaribu Nia Anggraini Nugroho, Rio Cahyo Nuraini El Fajri Nurrina, Haura Olivia, Reyka Kristin Petrus Juandatua Sirait, Petrus Juandatua Prakoso, Dodo Prian Mintaito Simangunsong Putra, Aldo Pratama Radieka Febyando, Radieka Rahmi Hidayana Hasibuan Raihan Jerima Rancelia Kristina Simanjuntak Rati Muspa Rekha Mutiara Manurung Renny Sibuea Ricki Meno P Sinurat Ricky Christoper P. S Rina D’rita Sibagariang Rina Maria Rini Sinaga Rodo Sinatra Nababan, Rodo Sinatra Roma Dumaria S Sinaga, Jefri Daniel Santo Rio Pakpahan Santoso, Dimas Dwi Nugroho Santun Tua Siburian Satria Yunda Sembiring, Rinawati Septriza Radella Shinta Permata Sari Siahaan, Oloan Sibagariang, Rina D'rita Sibagariang, Rina D’rita Sibuea, Renny Sihombing, Djob Fernadi Sihombing, Evi Stevani Sihombing, Susi Silaen, William Fransisco Simangunsong, Perdinan Simanjuntak, Taruli Septiana Sistim Wehalo Sitohang, Dohar Sitorus, Rike Yance Sofyan Husein Siregar Sovianti, Yona Syada Nopriadi Akbar Tamba, Niger Efafras Tengku Dahril, Tengku Theresia Tifany Saragih Tiara Priskila Tri Prartono Tri Wahyudi Triani, Mike Tuti Maisarah Br. Siregar Valentina Manurung Walmon Sinaga Windarti Windarti Windarti Windarti Yeni Handayani Yona Sovianti Yudho Harjoyudanto Yudi Asriansyah Yuli Suciati Yuni Piratih, Yuni Yunita, Sarah Amelia Yuris Fiestaria Naibaho Yusmidar Yusmidar Zaini Hafiz Zein Lubis, Solat Adawiyah