Claim Missing Document
Check
Articles

ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON AS A DETERMINANT OF WATER QUALITY IN THE COASTAL AREA OF DUMAI BARAT DISTRICT, DUMAI CITY, RIAU PROVINCE Silfia Nurjijar; Tengku Dahril; Yudho Harjoyudanto
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 11 (2022): IJOMS: Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.898 KB) | DOI: 10.55324/ijoms.v1i11.223

Abstract

The coastal area in Dumai Barat District has experienced many changes in the function of coastal land and mangroves so that various human activities provide input of organic and inorganic materials that will affect air quality and phytoplankton. This research was conducted in March-April 2022. There are 3 stations with sampling 3 times, once/week. The air quality parameters measured were temperature, brightness, current velocity, dissolved oxygen, free carbon dioxide, pH, salinity, phosphate, nitrate, and phytoplankton. The results show that the temperature is 29.33-32.00oC, brightness is 58.67-69.67 cm, current velocity is 0.99-1.00 m/s, dissolved oxygen is 6.20-8.32 mg/L, free carbon dioxide is 7.92-15.84 mg/L, pH is 7.07-7.10, salinity is 20-28 ppt, phosphate is 0.7661-0.9955 mg/L, and nitrate is 0.6530 -0.8224 mg/L. There were 25 types of phytoplankton found, namely Bacillariophyceae (12 species), Chlorophyceae (6 species), Dinophyceae (1 species), Cyanophyceae (2 species), Euglenoidea (1 species), Coscinodiscophyceae (1 species), and Trebouxiophyceae (2 species ). The abundance of phytoplankton in the coastal area of West Dumai is 15,308-31,603 cells/L. Data analysis shows that the air quality is still good and can be tolerated by phytoplankton organisms with mesotrophic fertility.
Kondisi Limnologi Sungai Selodang di Desa Sungai Selodang Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak Harmelita Harmelita; Eko Prianto; Tengku Dahril
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 11, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.11.2.p.94-102

Abstract

Sungai Selodang merupakan aliran  yang berasal dari Sungai Mandau. Di sepanjang Sungai Selodang terdapat aktivitas perkebunan kelapa sawit dan tanaman karet. Selama musim hujan, air limpasan dapat membawa bahan organik yang berasal dari perkebunan dan merupakan potensi untuk meningkatkan bahan organik air dengan demikian mempengaruhi kondisi limnologis air.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi limnologi berdasarkan parameter fisik, kimia, dan biologi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali, dengan interval waktu 2 minggu. Parameter yang diukur adalah suhu, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, nitrat, fosfat dan konsentrasi klorofil-α. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 29-30oC, kecerahan 34-36 cm, kedalaman 8,12-13,1 7 m, kecepatan arus 0,22-025 m/detik,  DO 2,79-3,62 mg/L, CO2 17,31-21,31 mg/L, pH 4,28-4,57, klorofil-α 5,95-14,49 μg/L, nitrat 0,0579-0,078 mg/L, dan fosfat 0,0671-0,073 mg/L. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi klorofil-αdipengaruhi oleh kecerahan, kecepatan arus, suhu, pH, dan konsentrasi nitrat. Konsentrasi nitrat menunjukkan bahwa sungai bersifat oligotrofik, konsentrasi fosfat eutrofik dan klorofil-α termasuk mesotrofik. Secara umum kondisi limnologis Sungai Selodang tergolong baik dan mampu menunjang kehidupan organisme akuatik
Status Kesuburan Perairan Berdasarkan Klorofil-α di wilayah Pesisir Kecamatan Dumai Barat Provinsi Riau Wulan Rahfiani; Tengku Dahril; Rina D'rita Sibagariang
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 11, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.11.2.p.120-127

Abstract

Wilayah Pesisir Kecamatan Dumai Barat merupakan bagian dari wilayah Pesisir Timur Pulau Sumatera yang dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik. Adanya aktivitas tersebut dapat mempengaruhi kualitas perairan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi klorofil-α sebagai status kesuburan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022 di wilayah Pesisir Kecamatan Dumai Barat Provinsi Riau. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada 4 stasiun. Pengambilan sampel dilakukan selama 3 kali dengan interval pengambilan sampel 1 minggu. Hasil rata-rata pengukuran konsentrasi klorofil-α selama penelitian ialah 2,4103 µg/L sedangkan pengukuran kualitas air selama penelitian ialah suhu 29,3-32ºC, kecepatan arus 0,98-1 m/det, kecerahan 54,8-69,6 cm, salinitas 19,6-28,6 ppt, pH 6,6-7,8, DO 5,49-8,31 mg/L, CO2 bebas 7,99-17,31 mg/L, nitrat (NO3-) 0,653-0,848 mg/L, dan fosfat (PO43-) 0,766-1,003 mg/L. Berdasarkan hasil pengukuran konsentrasi klorofil-α menunjukkan bahwa status kesuburan perairan tergolong ke dalam perairan mesotrofik (kesuburan sedang) dan pengukuran kualitas air menunjukkan bahwa perairan mendukung kehidupan biota laut
The Impact of Different Lighting with the Use Of Palm Oil Liquid Waste for the Production of Microalgae Chlorella sp. at Ptpn V Sei Galuh, Kampar Regency, Riau Province Tuti Maisarah Br. Siregar; Tengku Dahril; Asmika Harnalin Simarmata
Berkala Perikanan Terubuk Vol 51, No 3 (2023): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/terubuk.51.1.1925-1934

Abstract

Oil palm liquid waste contains N (nitrate) and P (phosphate) which can be utilized for the growth of microalgae. Utilization of palm oil liquid waste using microalgae has been widely carried out. One of the microalgae that has potential as phycoremediation is Chlorella sp. Factors that affect the growth of Chlorella sp. cells, are the intensity of light and nutrients. This study used the same concentration of palm oil wastewater, namely 25% with different light intensities. A research aims to determine the best light intensity in producing Chlorella sp., carried out in December 2022-January 2023. The method used is the experimental method with Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, namely: light intensity 6 Lux, light intensity 1443 Lux , light intensity 2748 Lux, and light intensity 3171 Lux. Water quality parameters measured were cell abundance (once/two days), Chlorella sp. biomass (in the exponential phase), temperature, pH, dissolved oxygen (DO) (once/ two days) and nitrate, phosphate (at the beginning, exponential phase and at the end). study). The results showed that the abundance of cells during this study ranged from 0.70 x 106 - 1.98 x 106 cells/ml and the biomass ranged from 0.11-0.29 g/L. The results of water quality measurements are temperatures ranging from 27℃-31.30℃, pH ranging from 7-8, dissolved oxygen 6.06 mg/L-8.66 mg/L, nitrate concentrations were 9.21 mg/L-9.27 mg/L and phosphate concentrations 3.19 mg/L-3.26 mg/L. Water quality parameters in this study such as temperature, pH, dissolved oxygen (DO), nitrate and phosphate are still classified as capable of supporting growth Chlorella sp. Based on the data above the best light intensity for culture Chlorella sp., is 3171 Lux
Status Kesuburan Perairan Dumai Berdasarkan Perifiton Menggunakan Substrat Keramik di Pesisir Dumai Jiboro, Mega Rani; Dahril, Tengku; Simarmata, Asmika Harnalin
South East Asian Water Resources Management Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seawarm.2.1.13-21

Abstract

Perifiton merupakan sekelompok organisme (mikroskopis) yang hidup menempel pada substrat yang tenggelam serta bersifat sessile. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis perifiton yang menempel serta menentukan kualitas air pesisir Dumai berdasarkan jenis dan kelimpahan perifiton menggunakan substrat keramik di Pesisir Dumai. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023. Ada tiga stasiun pengambilan sampel, yaitu S1 (kawasan pemukiman warga), S2 (kawasan mangrove, tempat wisata dan TPI), S3 (terdapat pelabuhan serta aktivitas kapal tongkang). Parameter kualitas air yang diukur diantaranya suhu, kecerahan, kecepatan arus, pH, oksigen terlarut, karbondioksida bebas, salinitas, nitrat, dan fosfat. Substrat yang digunakan adalah substrat keramik (8x3 cm2), yang diletakkan satu minggu sebelum sampling. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali dengan interval waktu 1 minggu. Sampel perifiton dikumpulkan dengan penyemprotan substrat keramik dengan aquades. Perifiton diawetkan dengan lugol 1 % lalu diidentifikasi menggunakan buku identifikasi menurut Prescott (1974), Belcher dan Swale (1978), Yunfang (1995), Bigg dan Kilroy (2000). Hasil penelitian perifiton yang ditemukan pada substrat keramik di Pesisir Dumai berjumlah 18 jenis yang terdiri dari 3 kelas, Bacillariophyceae (11), Chlorophyceae (5) dan Cyanophyceae (2). Kelimpahan total perifiton yang ditemukan selama penelitian berkisar 6.066-11.918 sel/cm2. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah Skeletonema sp. Berdasarkan jenis perifiton, disimpulkan bahwa Pesisir Dumai dapat dikategorikan sebagai perairan mesotrofik (sedang).
Daya Dukung Perikanan Alami di Danau Daek Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau berdasarkan Klorofil-α Roma Dumaria; Tengku Dahril; Asmika Harnalin Simarmata
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.299-304

Abstract

Daya dukung perairan dapat diartikan sebagai kemampuan perairan dalam menunjang kehidupan biota yang terkandung atau hidup di dalamnya dan mencakup penentuan daya dukung perikanan alami. Penentuan daya dukung perikanan alami lebih tepat menggunakan pendekatan GPP karena daya dukung perikanan alami hampir seluruhnya bergantung pada pakan alami (fitoplankton). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung perikanan alami Danau Daek berdasarkan klorofil-a. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2023 di Danau Daek. Terdapat 3 stasiun, yaitu stasiun 1 di sekitar (inlet), stasiun 2 (belokan danau), dan stasiun 3 di ujung danau. Pada setiap stasiun terdapat 2 titik pengambilan sampel yaitu di permukaan (20 cm) dan 2 kali kedalaman Secchi (190 cm). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval satu minggu. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, kecerahan, kedalaman, oksigen terlarut (DO), karbon dioksida bebas (CO2), pH, fosfat, dan klorofil-α. Hasil penelitian konsentrasi klorofil-α sebesar 10,73-13,60 µg/L atau tingkat kesuburan sedang (mesotrofik). Produktivitas primer (GPP) berkisar 314,96-337,81 gC/m2. Parameter kualitas air pendukung seperti suhu berkisar 29-31 oC, kecerahan 80-90 cm, kedalaman 300-500 cm, derajat keasaman 6,9-7,3, oksigen terlarut 5,84-8,91 mg/L, karbodioksida bebas 11,88-13,86 mg/L, fosfat 0,038-0,060 mg/L. Berdasarkan nilai produktivitas primer, daya dukung Danau Daek adalah 1,98 ton/tahun.
Kondisi Limnologi Sungai Selodang di Desa Sungai Selodang Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak Harmelita Harmelita; Eko Prianto; Tengku Dahril
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Sungai Selodang merupakan aliran yang berasal dari Sungai Mandau. Di sepanjang Sungai Selodang terdapat aktivitas perkebunan kelapa sawit dan tanaman karet. Selama musim hujan, air limpasan dapat membawa bahan organik yang berasal dari perkebunan dan merupakan potensi untuk meningkatkan bahan organik air dengan demikian mempengaruhi kondisi limnologis air. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi limnologi berdasarkan parameter fisik, kimia, dan biologi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali, dengan interval waktu 2 minggu. Parameter yang diukur adalah suhu, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, nitrat, fosfat dan konsentrasi klorofil-α. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 29-30oC, kecerahan 34-36 cm, kedalaman 8,12-13,1 7 m, kecepatan arus 0,22-025 m/detik, DO 2,79-3,62 mg/L, CO2 17,31-21,31 mg/L, pH 4,28-4,57, klorofil-α 5,95-14,49 μg/L, nitrat 0,0579-0,078 mg/L, dan fosfat 0,0671-0,073 mg/L. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi klorofil-αdipengaruhi oleh kecerahan, kecepatan arus, suhu, pH, dan konsentrasi nitrat. Konsentrasi nitrat menunjukkan bahwa sungai bersifat oligotrofik, konsentrasi fosfat eutrofik dan klorofil-α termasuk mesotrofik. Secara umum kondisi limnologis Sungai Selodang tergolong baik dan mampu menunjang kehidupan organisme akuatik.
Status Kesuburan Perairan Berdasarkan Klorofil-α di wilayah Pesisir Kecamatan Dumai Barat Provinsi Riau Wulan Rahfiani; Tengku Dahril; Rina D’rita Sibagariang
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Wilayah Pesisir Kecamatan Dumai Barat merupakan bagian dari wilayah Pesisir Timur Pulau Sumatera yang dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik. Adanya aktivitas tersebut dapat mempengaruhi kualitas perairan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi klorofil-α sebagai status kesuburan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022 di wilayah Pesisir Kecamatan Dumai Barat Provinsi Riau. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada 4 stasiun. Pengambilan sampel dilakukan selama 3 kali dengan interval pengambilan sampel 1 minggu. Hasil rata-rata pengukuran konsentrasi klorofil-α selama penelitian ialah 2,4103 µg/L sedangkan pengukuran kualitas air selama penelitian ialah suhu 29,3-32ºC, kecepatan arus 0,98-1 m/det, kecerahan 54,8-69,6 cm, salinitas 19,6-28,6 ppt, pH 6,6-7,8, DO 5,49-8,31 mg/L, CO2 bebas 7,99-17,31 mg/L, nitrat (NO3-) 0,653-0,848 mg/L, dan fosfat (PO43-) 0,766-1,003 mg/L. Berdasarkan hasil pengukuran konsentrasi klorofil-α menunjukkan bahwa status kesuburan perairan tergolong ke dalam perairan mesotrofik (kesuburan sedang) dan pengukuran kualitas air menunjukkan bahwa perairan mendukung kehidupan biota laut.
Daya Dukung Perikanan Alami di Danau Daek Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau berdasarkan Klorofil-α Dumaria, Roma; Dahril, Tengku; Simarmata, Asmika Harnalin
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Daya dukung perairan dapat diartikan sebagai kemampuan perairan dalam menunjang kehidupan biota yang terkandung atau hidup di dalamnya dan mencakup penentuan daya dukung perikanan alami. Penentuan daya dukung perikanan alami lebih tepat menggunakan pendekatan GPP karena daya dukung perikanan alami hampir seluruhnya bergantung pada pakan alami (fitoplankton). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung perikanan alami Danau Daek berdasarkan klorofil-a. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2023 di Danau Daek. Terdapat 3 stasiun, yaitu stasiun 1 di sekitar (inlet), stasiun 2 (belokan danau), dan stasiun 3 di ujung danau. Pada setiap stasiun terdapat 2 titik pengambilan sampel yaitu di permukaan (20 cm) dan 2 kali kedalaman Secchi (190 cm). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval satu minggu. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, kecerahan, kedalaman, oksigen terlarut (DO), karbon dioksida bebas (CO2), pH, fosfat, dan klorofil-α. Hasil penelitian konsentrasi klorofil-α sebesar 10,73-13,60 µg/L atau tingkat kesuburan sedang (mesotrofik). Produktivitas primer (GPP) berkisar 314,96-337,81 gC/m2. Parameter kualitas air pendukung seperti suhu berkisar 29-31 oC, kecerahan 80-90 cm, kedalaman 300-500 cm, derajat keasaman 6,9-7,3, oksigen terlarut 5,84-8,91 mg/L, karbodioksida bebas 11,88-13,86 mg/L, fosfat 0,038-0,060 mg/L. Berdasarkan nilai produktivitas primer, daya dukung Danau Daek adalah 1,98 ton/tahun.
Status Kesuburan Perairan Berdasarkan Klorofil-α di Danau Diatas Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat Fadliyanti, Refo; Dahril, Tengku; Harjoyudanto, Yudho
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Status kesuburan perairan diperlukan dalam upaya pengelolaan perairan berkelanjutan seperti halnya mengetahui klorofil-a di suatu perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kosentrasi klorofil-α sebagai indikator status kesuburan perairan di Danau Diatas dan mengetahui kondisi perairan berdasarkan parameter yang berkaitan dengan kelangsungan hidup fitoplankton. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember-Maret 2023. Metode penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilaksanakan 3 kali dengan interval pengambilan sampel 1 minggu. Penelitian ini menemukan bahwa status kesuburan berdasarkan kosentrasi klorofil-α selama penelitian antara 1,0452-1,5509 µg/L dengan rata-rata 1,2924 µg/L. Pengukuran kualitas air, yaitu suhu 22,6oC, kedalaman 8–42 m, kecerahan 35,5-39 cm, pH 7, DO 5,16-5,34 mg/L, CO2 bebas 5,99 mg/L, nitrat 0,161-0,339 mg/L, dan fosfat 0,032-0,080 mg/L. Hasil pengukuran konsentrasi klorofil-α menunjukkan bahwa status kesuburan perairan tergolong ke dalam perairan oligotrofik dan pengukuran kualitas air berdasarkan parameter yang diukur sesuai dengan kelangsungan hidup fitoplankton.
Co-Authors Agfin Septian Yogi Pratama Agustri Minggu Samosir Minggu Samosir Annisa Amaliah Arico Candra Tambunan Asmika Harnalin Simarmata Aspi Mardhana Ayu Dwi Utami Bennawaty Bennawaty Beta Posmarito Pardede Br Sitorus, Chrisna Heni Nozelina Buala Ziduhu Laia Budijono, Budijono Bukit, Friska Lesmana Beru Christin M. Saragih Cindy Fantika Sari Clara Novicasari Br Surbakti Clarissa, Enny Clemens Sihotang Darwinda Darwinda Debora Utami Defi Fitriya Dalimunthe Deni Efizon Desi, Ria Irawan Dumaria, Roma Efawani Efawani Efawani Efawani Efredy Tamba Eko Prianto, Eko Eko Simatupang Ella Dabella Manja Esra Febryanti, Esra Ester Romastika Turnip Fadliyanti, Refo Fahrezzy, Reggi Fajar Restuhadi Fella Ferdiana Friska Junita Sirait Gaol, Melinda Juliana Lumban Gultom, Zogi Tri Harjoyudanto, Yudho Harmelita Harmelita Harmelita, Harmelita Hartini, Fitri Hidayatunnisah, Putry Hikma, Murbeni Intan S, Yeni Debora Irfan Anggriawan Jiboro, Mega Rani Lauri Sahat Parulian M M Sinaga, Saut M. Arifan Fadhilla M Madju Siagian Madju Siagian Manurung, Dostiarni Minsa Karolina Meria Ulfa Merlin Evan Olivia Hutauruk Miranda Wahyuni Raja Gukguk Muchlizar Muchlizar Muhammad Edom Rifai Muhammad Ichsan Mulyadi Mujahidah Ulya Munthe, Ayaki Tomala Mustika Firdaus Muzdalifah ' Nadira, Ismi Naziruddin Naziruddin Nengsi, Agustina Surya Nitami S.M Sihombing Nugroho, Rio Cahyo Prakoso, Dodo Putra, Aldo Pratama Rahfiani, Wulan Rekha Mutiara Manurung Renny Sibuea Ricki Meno P Sinurat Ridwan Manda Putra Rina D'rita Sibagariang Rina D’rita Sibagariang Rivco Hastwoyundra Roma Dumaria Rusmala Sari Septriza Radella Sibagariang, Rina Sibuea, Renny Sihombing, Djob Fernadi Sihombing, Evi Stevani Silfia Nurjijar Silvia Karmila Simangunsong, Perdinan Simatupang, Dewi Sitohang, Dohar Syada Nopriadi Akbar Tamba, Niger Efafras Theresia Tifany Saragih Tiara Priskila Tri Wahyudi Tuti Maisarah Br. Siregar Windarti Windarti Wulan Rahfiani Yohana Nelly Destina Siboro Yudho Harjoyudanto Yuli Suciati Yuliati Yuliati Yuni Rahayu Yuris Fiestaria Naibaho Zurkartika '