Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pelatihan Kapabilitas Kader Kesehatan Dalam Mendampingi Keluarga Balita Stunting di Kabupaten Tegal Dessie Wanda; Hayati, Happy; Sulistiana Susanti, Suryane; Adawiyah, Robiyatul; Astuti, Astuti; Adelia, Hazrina; Nur Emiria, Windi; Ayu Syaiful, Afifah; Ayu Puspitasari, Endang
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.835

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana pertumbuhan anak terhambat akibat malnutrisi jangka panjang yang berakibat perkembangan yang lebih lambat dari anak seusianya. Intervensi pada anak stunting dilakukan secara komprehensif mulai dari tatanan keluarga. Dimana posisi petugas kesehatan terdekat dengan lingkungan keluarga adalah para petugas puskesmas. Dalam pelaksanaan pendekatan keluarga, petugas puskesmas dibantu oleh kader-kader kesehatan. Masalahnya, seringkali kader kesehatan masih ditemukan belum begitu dalam dan komprehensif pengetahuannya untuk mendampingi keluarga maupun balita stunting. Salah satu daerah di Indonesia yang angka stuntingnya masih tinggi adalah Kabupaten Tegal. Berdasarkan uraian-uraian diatas, solusi program yang dapat dilakukan adalah membekali kader kesehatan untuk mendampingi keluarga yang memiliki balita stunting di daerah Tegal. Program yang diberikan adalah pemberian edukasi ke kader kesehatan terkait stunting dan cara mendampingi para keluarganya, mendamping kader kesehatan melakukan pengukuran antropometri di posyandu, dan memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting kepada para ibu hamil. Acara diadakan selama dua hari dengan hari pertama penyampaian materi dan hari kedua praktik di posyandu. Jumlah peserta adalah sebanyak 20 kader kesehatan. Adanya rangkaian program ini diharapkan dapat memandu kader posyandu dan para calon ibu untuk dapat mencegah stunting serta mengurangi angka stunting di wilayah tersebut.
Validation of a comprehensive skin risk assessment and management instrument for hospitalized neonatal patients Harjati, Tanty; Rustina, Yeni; Hayati, Happy
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 9 (2025): Volume 8 Number 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i9.1767

Abstract

Background: Health services have increasingly shifted their focus from treating skin diseases and skin injuries to emphasizing preventive efforts through routine assessments. Various treatment equipment and neonatal conditions such as infant weight, gestational age, clinical status, and underlying diseases have been shown to have a strong association with the risk of skin injury. Early detection using valid assessment instruments is therefore essential in neonate care. Purpose: To determine differences in skin injury risk levels in neonates using the SRAMT and NSRAS Plus instruments, and to examine the relationship between gestational age and birth weight with the risk of skin injury. Method: This short cohort design involving a total of 66 neonates, divided into an exposed group and an unexposed group (historical control). Skin injury risk assessments were conducted using the SRAMT and NSRAS Plus instruments. Data were analyzed by comparing the first and last assessments within the exposed group, comparing exposed and unexposed groups, and testing correlations between gestational age, birth weight, and skin injury risk. Results: The findings showed significant differences in skin injury risk levels between the first and last assessments in the exposed group (p = 0.001). There were also significant differences in skin injury risk levels between the exposed and unexposed groups (p = 0.001). However, no significant correlation was found between gestational age (p = 0.446) or birth weight (p = 0.821) and the level of skin injury risk. Conclusion: The study concludes that preventive monitoring using the SRAMT and NSRAS Plus instruments effectively identifies changes in skin injury risk in neonates. Gestational age and birth weight were not found to have a significant relationship with the level of skin injury risk. Suggestion: Researchers and health professionals are encouraged to integrate nurses’ knowledge regarding factors contributing to skin injury and to consistently re-monitor neonates using the SRAMT instrument. Modification of the instrument is also suggested to align it with current neonatal service conditions in Indonesia, enabling more effective prevention of skin injury, especially among preterm infants.