Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Effect of Picture And Picture Type Cooperative Learning Model on Social Science Learning on Cognitive Learning Outcomes of Grade IV Students at SDN Tanjung Jati 2 Kamal Firanti, Retno Maya Sealviana; Setyawan, Agung; Kurniasih, Nila
eductum: Jurnal Literasi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): eductum: Jurnal Literasi Pendidikan edisi Februari 2025 - April 2025
Publisher : Citra Dharma Cindekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56480/eductum.v3i3.1335

Abstract

The study aims to determine the effect of the cooperative learning model of Picture And Picture type on the cognitive learning outcomes of fourth grade students at SDN Tanjung Jati 2. This study also uses a Quasi Experimental Design research type, the type of research design used in this study is Nonequivalent Control Group Design using pretest and posttest on the control class and the experimental class. The samples used were class IV of SDN Tanjung Jati 2 as the experimental class and class IV of SDN Banyuajuh 2 as the control class. In this study, the researcher used the Independent t-test which was used to compare students in the control class and the experimental class. The control class is a class that is not given treatment or action while the experimental class is a class that is given treatment or action in the form of implementing the Cooperative learning model type Picture And Picture. The significance value obtained is 0.041 and 0.049, the value is less than 0.05, so the decision criteria are Ho is rejected and Ha is accepted. These results indicate that the Cooperative learning model type Picture And Picture has an effect on the learning outcomes of fourth grade students. It is known that in the pretest value of the control class of 20 students, there were 5 students who completed it with an average of 45, while in the experimental class of 23 students, there were 11 students who completed it with an average of 51. In the posttest value of the control class of 20 students, all students completed it with an average of 77, while in the experimental class of 23 students, all students completed it with an average of 84.
Pendampingan Penguatan Literasi dan Numerasi Matematika Guru SD Yuzianah, Dita; Isnaeni Maryam; Nila Kurniasih
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i3.8227

Abstract

Berbagai program dan inisiatif telah diluncurkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran literasi serta numerasi di sekolah-sekolah. Meskipun demikian, tantangan masih ada, seperti kesenjangan akses pendidikan dan kualitas pendidikan yang tidak merata di berbagai wilayah. Dengan memahami pentingnya literasi dan numerasi, diharapkan semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat, dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan keterampilan ini pada siswa sejak dini.. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan konsep-konsep dasar matematika serta literasi numerik kepada siswa. Metode pengabdian yaitu mengunakan metode PAR (Participatory Action Research). Dengan tahap pelaksanaan : tahap to know yaitu mengetahui kondisi riel komunitas, tahap to Understand (Memahami Problem Komunitas), tahap to Plann (Merencanakan Pemecahan Masalah Komunitas), tahap to Act (Melakukan Program Aksi Pemecahan Masalah), tahap to Change (Membangun Kesadaran untuk perubahan dan keberlanjutan). Kegiatan pendampingan penguatan literasi dan numerasi matematika guru SD dapat memberikan motivasi kepada guru untuk lebih mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Karena kemampuan literasi dan numerasi siswa mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan yaitu dari 100% Guru sudah memahami literasi dan numerasi matematika juga mengetahui model apa saja yang dapat digunakan untuk membantu mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi matematika siswa. Harapan kami setelah pengabdian ini kedepanya guru lebih bersemangat lagi untuk mengembangkan literasi dan numerasi siswa.
Pendampingan Penguatan Literasi dan Numerasi Matematika Guru SD Yuzianah, Dita; Maryam, Isnaeni; Kurniasih, Nila
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i3.8238

Abstract

Berbagai program dan inisiatif telah diluncurkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran literasi serta numerasi di sekolah-sekolah. Meskipun demikian, tantangan masih ada, seperti kesenjangan akses pendidikan dan kualitas pendidikan yang tidak merata di berbagai wilayah. Dengan memahami pentingnya literasi dan numerasi, diharapkan semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat, dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan keterampilan ini pada siswa sejak dini.. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan konsep-konsep dasar matematika serta literasi numerik kepada siswa. Metode pengabdian yaitu mengunakan metode PAR (Participatory Action Research). Dengan tahap pelaksanaan : tahap to know yaitu mengetahui kondisi riel komunitas, tahap to Understand (Memahami Problem Komunitas), tahap to Plann (Merencanakan Pemecahan Masalah Komunitas), tahap to Act (Melakukan Program Aksi Pemecahan Masalah), tahap to Change (Membangun Kesadaran untuk perubahan dan keberlanjutan). Kegiatan pendampingan penguatan literasi dan numerasi matematika guru SD dapat memberikan motivasi kepada guru untuk lebih mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Karena kemampuan literasi dan numerasi siswa mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan yaitu dari 100% Guru sudah memahami literasi dan numerasi matematika juga mengetahui model apa saja yang dapat digunakan untuk membantu mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi matematika siswa. Harapan kami setelah pengabdian ini kedepanya guru lebih bersemangat lagi untuk mengembangkan literasi dan numerasi siswa.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Metode Newman Mahmudi, Muhamad Mahzun; Purwoko, Riawan Yudi; Kurniasih, Nila
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.3314

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan dari studi kasus. Metode yang digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika menggunakan metode Newman. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Kebumen kelas VIII pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Cara pengambilan subjek dalam penelitian ini adalah dengan purposife sampling, dengan pertimbangan siswa kelas VIII semester genap yang sudah mempelajari materi dan meminta rekomendasi dari guru yang sesuai dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes soal cerita, wawancara, dan catatan lapangan. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan kesalahan yang dilakukan siswa berdasarkan metode Newman diantaranya: kesalahan membaca (siswa tidak mampu membaca/ mengenali symbol dari kalimat dan siswa tidak mampu memaknai arti dari kata/ simbol), kesalahan dalam memahami masalah (siswa tidak memahami apa yang diketahui dari soal cerita secara lengkap dan siswa tidak memahami apa yang ditanyakan oleh soal), kesalahan dalam transformasi (siswa tidak mampu membuat model matematis dari informasi yang diperoleh dari soal dan siswa tidak mengetahui metode yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal, kesalahan keterampilan proses (siswa tidak menggunakan prosedur yang tepat untuk menyelesaikan operasi dan siswa melakukan kesalahan dalam mengoperasikan perhitungan), kesalahan penulisan akhir jawaban (siswa tidak mampu menemukan hasil akhir dari soal berdasarkan prosedur yang telah digunakan dan siswa tidak menyimpulkan jawaban akhir sesuai dengan kalimat matematika dan perintah dari soal).
Penerapan Pembelajaran Diferensiasi dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SD Islam I Baledono Purworejo Budi D., Prasetiyo; Kurniasih, Nila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16938794

Abstract

This community service was conducted because SD Islam I Baledono Purworejo had not yet received any information about the Merdeka curriculum at the elementary school level, even though this curriculum should be implemented immediately. Therefore, it was important for us to share information about the Merdeka curriculum at the elementary school level. The Merdeka Curriculum includes differentiated learning, which is essential at the elementary school level. The method used in this community service included preparation, implementation, evaluation, and reporting. After the community service, teachers and principals gained a clear understanding of differentiated learning and the development of Merdeka curriculum learning materials at the elementary school level. This community service was very beneficial for teachers and principals, as they had not yet received information about differentiated learning and the development of Merdeka curriculum learning materials at the elementary school level.
Penerapan Pembelajaran Diferensiasi dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SD Islam I Baledono Purworejo Budi D., Prasetiyo; Kurniasih, Nila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16938794

Abstract

This community service was conducted because SD Islam I Baledono Purworejo had not yet received any information about the Merdeka curriculum at the elementary school level, even though this curriculum should be implemented immediately. Therefore, it was important for us to share information about the Merdeka curriculum at the elementary school level. The Merdeka Curriculum includes differentiated learning, which is essential at the elementary school level. The method used in this community service included preparation, implementation, evaluation, and reporting. After the community service, teachers and principals gained a clear understanding of differentiated learning and the development of Merdeka curriculum learning materials at the elementary school level. This community service was very beneficial for teachers and principals, as they had not yet received information about differentiated learning and the development of Merdeka curriculum learning materials at the elementary school level.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Metode Newman Mahmudi, Muhamad Mahzun; Purwoko, Riawan Yudi; Kurniasih, Nila
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.3314

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan dari studi kasus. Metode yang digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika menggunakan metode Newman. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Kebumen kelas VIII pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Cara pengambilan subjek dalam penelitian ini adalah dengan purposife sampling, dengan pertimbangan siswa kelas VIII semester genap yang sudah mempelajari materi dan meminta rekomendasi dari guru yang sesuai dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes soal cerita, wawancara, dan catatan lapangan. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan kesalahan yang dilakukan siswa berdasarkan metode Newman diantaranya: kesalahan membaca (siswa tidak mampu membaca/ mengenali symbol dari kalimat dan siswa tidak mampu memaknai arti dari kata/ simbol), kesalahan dalam memahami masalah (siswa tidak memahami apa yang diketahui dari soal cerita secara lengkap dan siswa tidak memahami apa yang ditanyakan oleh soal), kesalahan dalam transformasi (siswa tidak mampu membuat model matematis dari informasi yang diperoleh dari soal dan siswa tidak mengetahui metode yang akan digunakan dalam menyelesaikan soal, kesalahan keterampilan proses (siswa tidak menggunakan prosedur yang tepat untuk menyelesaikan operasi dan siswa melakukan kesalahan dalam mengoperasikan perhitungan), kesalahan penulisan akhir jawaban (siswa tidak mampu menemukan hasil akhir dari soal berdasarkan prosedur yang telah digunakan dan siswa tidak menyimpulkan jawaban akhir sesuai dengan kalimat matematika dan perintah dari soal).
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS XI SMKN 8 PURWOREJO Kurniasih, Nila; Purwoko, Riawan Yudi; Munawaroh, Shintia Dwi
EDUPEDIA Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i2.3026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi TAI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian kelas XI TKR A SMK Negeri 8 Purworejo. Rendahnya kemampuan numerasi siswa menjadikan latar belakang penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI TKR A SMK Negeri 8 Purworejo yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengamatan (observation), Tes Kemampuan Numerasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini menggunakan soal tes berbentuk essay pada tiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa dan persentase ketuntasan siswa yaitu pada siklus I dan siklus II. Pada observasi siklus I persentase nilai rata-rata siswa yaitu 63,125% dan dengan ketuntasan siswa mencapai 18,35%. Sedangkan pada siklus II persentase nilai rata-rata siswa yaitu 86,875% dan dengan ketuntasan siswa mencapai 81,25%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi Teams Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas XI TKR A SMK Negeri 8 Purworejo dengan ditandai meningkatnya hasil tes kemampuan numerasi.
Pengembangan Media Pembelajaran Terintegrasi Budaya Motif Batik Berbasis Augmented Reality (AR) Nurhidayah, Rani; Suyitno, Suyitno; Kurniasih, Nila
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2113

Abstract

Inclusive education continues to face challenges in providing appropriate learning media for students with learning difficulties. Traditional, non-interactive teaching methods often hinder student engagement and understanding of the concepts being taught. This study aims to develop mathematics learning media based on Augmented Reality (AR) integrated with traditional batik motifs from Central Java. This innovation is designed not only to enhance students’ conceptual understanding through more visual and engaging learning experiences but also to foster appreciation for local cultural heritage. The research employed a Research and Development (R&D) approach consisting of ten stages, from information gathering to product dissemination. The subjects were students with learning difficulties at SMP Negeri 19 Purworejo. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews, then analyzed using qualitative and quantitative approaches. The results show that the AR-based learning media featuring batik motifs were successfully developed with a simple design, interactive display, and content suited to students’ needs. The feasibility test produced an average score of 4.26 (very good category), indicating that the media are suitable in terms of accessibility, visual design, and content completeness. Furthermore, the use of this media effectively improved students’ understanding and learning motivation through enjoyable interactive experiences while contributing to the preservation of local culture.
Kuis lisan sebagai strategi peningkatan ketrampilan argumentatif Yuzianah, Dita; Maryam, Isnaeni; Kurniasih, Nila
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/jpse.v11i2.7182

Abstract

Salah satu kemampuan terpenting yang harus dimiliki mahasiswa adalah kemampuan berargumentasi. Menggunakan tes lisan sebagai alat pembelajaran merupakan salah satu cara untuk membantu mahasiswa menjadi lebih mahir dalam berargumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan argumentasi ilmiah mahasiswa, khususnya dalam formulasi klaim, penyajian bukti, serta penalaran dan sanggahan. Penelitian tindakan kelas adalah jenis penelitian ini. Terdapat empat tahap dalam penelitian tindakan kelas: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) introspeksi. Delapan belas mahasiswa semester IV A menjadi subjek penelitian. Untuk mengumpulkan nama-nama mahasiswa semester IV A, instrumen penelitian ini adalah dokumentasi. Lembar observasi, yang terdiri dari komponen-komponen berikut: klaim, bukti, penalaran, kualifikasi, pendukung, dan sanggahan, berfungsi sebagai alat penelitian untuk mengukur kemampuan mahasiswa selama tes lisan. Ketika kuis digunakan, hasil observasi digunakan untuk menentukan metode analisis data untuk penelitian ini. Kesimpulan penelitiaan ini adalah kuis lisan terbukti efektif dan menarik dalam meningkatkan keterampilan argumentatif mahasiswa. Ini terlihat dari peningkatan ketrampilan argumentasi dari siklus 1 yang memenuhi minimal 3 indikator sebanyak 56% meningkaat menjadi 94% pada siklus 2. Selain menumbuhkan keberanian berbicara, kuia lisan mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi efektif. Penggunaan kuis lisan secara terstruktur dan konsisten dapat menjadi solusi bagi Dosen yang ingin meningkatkan ketraampilaan argumentatif mahasiswa dan kualitas diskusi di kelas.