Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap sikap seksual pranikah remaja SMAN 1 Pulau Laut Timur Kurniawan, Deny; Sari, Triyana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v6i1.27434

Abstract

Remaja cenderung bersifat berani menanggung risiko tanpa didahului pertimbangan baik, gemar berpetualang, serta mempunyai keingintahuan yang besar. Hal tersebut meningkatkan risiko timbulnya permasalahan pada remaja, khususnya terkait kesehatan reproduksi. Mayoritas permasalahan remaja terkait kesehatan reproduksi berakar dari minimnya kesadaran, pemahaman, hingga informasi dalam mencapai kondisi sehat secara reproduksi. Tujuan studi ini ialah mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan sikap seksual pranikah remaja di SMAN 1 Pulau Laut Timur. Studi ini merupakan studi deskriptif potong lintang yang dilaksanakan pada bulan Juli 2022 dengan jumlah responden sebanyak 144 orang.  Pengambilan respoden menggunakan teknik total sampling dan data variabel dilakukan dengan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan dan sikap seksual pranikah. Hubungan antar variabel menggunakan uji Fisher exact. Hasil studi diperoleh mayoritas tingkat pengetahuan responden mengenai kesehatan reproduksi adalah baik (79,2%) dan sikap responden mayoritas baik (97,2%). Uji Fisher’s exact antara pengetahuan responden mengenai kesehatan reproduksi dengan sikap seks pranikah diperoleh hasil bermakna (p-value 0,029; nilai PR 11,4). Pengetahuan kesehatan reproduksi berperan besar dalam pembentukan sikapseksual pranikah pada siswa SMAN 1 Pulau Laut Timur, Kalimantan Selatan.
Efektivitas Ekstrak Buah Aren (Arenga Pinnata) Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes Aegyti Ramadani, Rusdiana; Habibi, Muhammad; Kurniawan, Deny
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v3i2.1880

Abstract

Pemberantasan nyamuk Aedes aegypti telah menjadi konflik umum pada bidang kesehatan sebab nyamuk mampu menyesuaikan diri dan mengembangkan resistensi, sehingga dibutuhkan metode alternatif misalnya penggunaan insektisida nabati, Senyawa metabolit sekunder diharapkan dapat membunuh larva Aedes aegypti. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas Ekstrak Buah Aren terhadap kematian larva Aedes aegypti. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi penelitian adalah larva nyamuk Aedes aegypti. Variabel independen (bebas) adalah Ekstrak Buah Aren sebanyak 500g dengan air 500 mL. Uji larva dilakukan dengan variasi konsentrasi ekstrak 15%, 20%, 25% dan 30%. Pengamatan dilakukan setiap 1 jam selama 6 jam pertama dan 24 jam. Hasil: Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, persentase kematian larva terendah yaitu konsentrasi 15% sebanyak 13 larva, sedangkan kematian tertinggi terdapat pada konsentrasi 30% dengan jumlah larva mati sebanyak 22 ekor selama 24 jam. Kandungan toksik buah aren yang dimanfaatkan untuk membunuh jentik adalah getah yang ada pada buah aren. Akan tetapi saat buah aren direbus, sifat toksik yang ada pada getah akan berkurang. Kesimpulan: Efektivitas ekstrak buah aren (Arenga pinnata) dapat membunuh larva Aedes aegypti dengan persentase rata-rata kematian paling tinggi terdapat pada konsentrasi 30% yaitu 73,33%. Kata Kunci : Aedes aegypti, aren, larvasida
Hubungan Antara Intensitas Kebisingan dengan Kelelahan Kerja Bagian Pabrik di PT. X Kurniawan, Deny; Rusdi, Rusdi; Yuliawati, Ratna; Aulia, Khaidir
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1: JUNE 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.369 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i1.886

Abstract

Tenaga kerja bagian pabrik PT. X yang setiap harinya melakukan proses pengolahan minyak kelapa sawit beresiko terpapar kebisingan yang berdampak pada kelelahan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan antara intensitas kebisingan dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja bagian pabrik di PT. X. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan studi cross sectional. Populasi yaitu seluruh tenaga kerja bagian pabrik yang berjumlah 73 orang. Sampel yang digunakan yaitu simple random sampling dengan menggunakan rumus Slovin dengan batas toleransi kesalahan 10% didapatkan responden berjumlah 42 orang. Analisis hubungan menggunakan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% dan α = 0,05. Hasil pengukuran intensitas kebisingan yang diterima oleh tenaga kerja bagian pabrik PT. X menunjukkan intensitas kebisingan > NAB yaitu 94 dB sebanyak 27 orang dan intensitas kebisingan  ≤  NAB yaitu 75 dB sebanyak 15 orang. Hasil pengukuran kelelahan kerja pada tingkat kelelahan lelah ringan 15 orang,  pada tingkat kelelahan lelah sedang 17 orang dan pada tingkat kelelahan lelah berat 10 orang. Hasil uji chi square memperoleh nilai p value = 0,002 (α < 0,05), terdapat hubungan antara intensitas kebisingan dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja bagian pabrik di PT. X.
Deteksi dan Prediksi Cerdas Penyakit Paru-Paru dengan Algoritma Random Fores Kurniawan, Deny; Wahyudi, Mochamad; Pujiastuti, Lise; Sumanto, Sumanto
Indonesian Journal Computer Science Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ijcs.v3i1.6071

Abstract

Penyakit paru-paru, seperti COPD, kanker paru-paru, dan asma, adalah masalah kesehatan global yang menyebabkan lebih dari tujuh juta kematian setiap tahun. Teknologi canggih, termasuk model deep learning dan algoritma Random Forest, telah digunakan secara efektif untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan penyakit paru-paru dari data pencitraan dengan akurasi tinggi. Penelitian ini bertujuan menunjukkan efektivitas algoritma Random Forest dalam memprediksi penyakit paru-paru. Dataset yang digunakan terdiri dari 30.000 data dengan 11 atribut, diperoleh dari Kaggle dan diproses menggunakan perangkat lunak Orange versi 3.36.2. Algoritma Random Forest diimplementasikan dengan 10 pohon keputusan dan enam atribut yang dipertimbangkan pada setiap pembagian data. Model ini diuji menggunakan validasi silang dengan 10 lipatan, dan hasil pengujian menunjukkan nilai AUC sebesar 0,993, yang mengindikasikan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Matriks kebingungan digunakan untuk mengevaluasi kinerja model, dengan mengukur akurasi, presisi, recall, F1-Score, dan AUC. Model ini menunjukkan akurasi yang tinggi, dengan nilai ROC AUC 0,453 untuk prediksi adanya penyakit paru-paru dan 0,547 untuk prediksi ketiadaan penyakit paru-paru. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma Random Forest dapat menjadi alat yang efektif dalam mengidentifikasi penyakit paru-paru. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknik diagnostik yang lebih akurat dan efisien, yang dapat membantu tenaga medis dalam mendiagnosis penyakit paru-paru pada pasien. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang penerapan algoritma ini dalam dunia kesehatan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas diagnosis dan perawatan pasien secara signifikan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS KELURAHAN LEMPAKE KOTA SAMARINDA AZZAHRA, SHAFA; BILQIS, REGINA; ISLAMIYAH, AUDITA; SARMILA, SARMILA; H.P, MUHAMMAD RIZKY SEFIYAN; MARCHELLO, WAFIQ REFALDI; RUSDI, RUSDI; KURNIAWAN, DENY
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.4105

Abstract

Waste is a serious environmental problem because its production is increasing in line with population growth and people's consumption patterns. Research shows that 60-70% of household waste is organic and can be processed into compost. Waste management through composting can reduce pollution, improve land quality and help the economy. This activity aims to increase public awareness and ability to manage household waste effectively and sustainably. So it is necessary to educate the people of Kelurahan Lempake , Kota Samarinda, especially the chairman of Rt 9, 10, 44, 48, 49, 50, 51, 52, 53, and the local dasawisma mother. The methods used are interviews, counseling, training, demonstrations of direct practice in making fertilizers and distributing leaflets. The results showed a significant increase in increasing public awareness about household waste management. Of the 502 respondents, 10.56% burned waste which poses a health risk. This activity has a positive impact on the environment and health and builds awareness in environmental management. ABSTRAKSampah merupakan masalah lingkungan yang serius karena produksinya yang meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa 60-70% sampah rumah tangga adalah organik dan dapat diolah menjadi pupuk kompos. Pengelolaan sampah melalui pengomposan dapat mengurangi pencemaran, meningkatkan kualitas lahan dan membantu perekonomian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara efektif dan berkelanjutan. Maka perlu untuk mengedukasi masyarakat Kelurahan Lempake Kota Samarinda terkhusus pada ketua Rt 9, 10, 44, 48, 49, 50, 51, 52, 53, dan ibu dasawisma setempat. Metode yang digunakan adalah wawancara, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi praktek langsung pembuatan pupuk dan pembagian leaflet. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga. Dari 502 responden, 10,56% membakar sampah yang menimbulkan resiko kesehatan. Kegiatan ini berdampak positif pada lingkungan dan kesehatan dan membangun kesadaran dalam pengelolaan lingkungan.
The Relationship between Knowledge Level of Handlers and Contamination of Escherichia coli and Coliform Bacteria at Refill Drinking Water Depots in Air Putih Subdistrict Simanjuntak, Risyhal Ramadhani; Kurniawan, Deny; Pramaningsih, Vita
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 3 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i3.50102

Abstract

The aim of this research is to determine whether there is a relationship between the level of knowledge of refill drinking water depot handlers (DAMIU) and the contamination of Escherichia coli bacteria and coliform bacteria found in Air Putih Village, Samarinda City. To analyze water samples from 14 DAMIUs, 9 of which did not have appropriate certificates, and 5 others had appropriate certificates, a laboratory experimental method with a quantitative approach with a cross-sectional design was used. There was an almost significant relationship (p=0.078) between the level of knowledge of handlers and contamination with Escherichia coli and coliform bacteria. The results of data analysis using the chi-square test are shown. The research results show that increasing knowledge is the key to influencing the quality of refillable drinking water. This research found that residents in Air Putih Subdistrict, Samarinda City have a high level of knowledge about handling.
Global cross-sectional survey on higher education institutions: Analysing the assessment of instrument for evaluating academic expertise on teaching, research and community service Kurniawan, Deny; Samsura, D. Ary A.; van Deemen, A.M.A.
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol. 37 No. 3 (2024): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkp.V37I32024.288-299

Abstract

Globally, the discussion on expertise assessment in higher education institutions has long been a topic in academic literature. However, there is currently no specific measure of academic expertise based on the roles of academics in carrying out their core functions, such as teaching, research, and community service. A recent literature review proposed twenty-nine academic expertise criteria in assessing the three academic tasks. The present study conducted a validity test of these proposed criteria by employing exploratory factor analysis and principal axis factoring. The study sample comprised three hundred and thirty-one respondents, who were gathered through a worldwide survey. The results indicate that the division of the three academic functions is shown in the final model of the measure. This model consists of three factors, each encompassing various indicators of teaching, research, and community service. The study contributes to the validitation of the academic expertise criteria, which can be further used in developing the expertise scale adjusted to higher education institutions.
ANALISIS ASAS HUKUM ULTIMUM REMEDIUM DALAM TINDAK PIDANA PERPAJAKAN DI INDONESIA: Analysis of the Legal Principle of Ultimum Remedium in Tax Crime in Indonesia Kurniawan, Deny
Jurnal Globalisasi Hukum. Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Globalisasi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jgh.v2i1.21056

Abstract

The principle of ultimum remedium in tax crimes in Indonesia is a principle in Indonesian criminal law stating that criminal law should be used as a last resort in law enforcement. This paper discusses tax crimes as criminal acts within the scope of administrative law (administrative criminal law or dependent crimes), where the aim of law enforcement is to ensure taxpayers fulfill their tax obligations, namely reporting and paying taxes. Criminal sanctions in the general tax provisions law should be understood differently from the main objective of tax law, which is to secure state revenue from the tax sector. Therefore, criminal sanctions in tax law can serve as a last resort to provide a deterrent effect in the law enforcement process (ultimum remedium).
Faktor Penentu Keberhasilan Proyek KPBU Penerangan Jalan Umum: Studi Komparatif antara Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung Kurniawan, Deny; Tan, Firwan; N, Zulkifli
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 7, No. 2 (June 2025)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v7i2.1170

Abstract

This study aims to analyze the critical success factors of Public-Private Partnership projects in the provision of Public Street Lighting infrastructure through a comparative case study in Dharmasraya and Sijunjung Regencies, West Sumatra Province. The research method employed is causal-comparative with a quantitative approach, utilizing questionnaires, interviews, and documentation involving stakeholders in the PPP projects. Data analysis was conducted using a paired t-test to examine differences in perceptions between the two regencies across 18 success factor variables. The results show that Dharmasraya Regency demonstrated a higher level of success in implementing the PPP PJU project compared to Sijunjung, particularly in aspects such as government commitment, political support, accountability, delegation of authority, and public support. Meanwhile, several factors such as lighting efficiency, clarity of cooperation agreements, and project feasibility did not show significant differences between the regions. These findings highlight the importance of institutional, social, and political support in ensuring the success of PPP projects at the local level. The study recommends enhancing the capacity of PPP project teams and strengthening budgetary commitments in each region as strategic steps to improve the effectiveness of similar future projects.
Comparison of Manhattan and Chebyshev Distance Metrics in Quantum-Based K-Medoids Clustering Solikhun, Solikhun; Siregar, Muhammad Rahmansyah; Pujiastuti, Lise; Wahyudi, Mochamad; Kurniawan, Deny
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 4 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v14i4.5193

Abstract

Anemia is a condition characterized by a decrease in the number of red blood cells or hemoglobin levels in the bloodstream. It can lead to fatigue and reduced productivity. Clustering is a technique in data mining used to identify patterns that can support decision-making processes. In the case of anemia, clustering plays a crucial role in identifying various severity patterns and understanding the contributing factors behind the condition. Quantum computers, which utilize the principles of quantum mechanics for information processing, have made significant advancements over the past decade. Quantum computing is an advanced method of information processing that leverages qubits, enabling systems to exist in multiple states simultaneously. This technology offers the potential to solve complex problems at exponentially faster speeds than classical computers. In this study, researchers applied the K-Medoids clustering algorithm, calculated using quantum-based equations. The research compares two distance measurement methods: Chebyshev distance and Manhattan distance. The results show that the Manhattan algorithm performs better in medical contexts, particularly for detecting positive cases, with a recall of 0.57 and an F1-score of 0.695, although it has a slightly lower precision of 0.88. This makes it more suitable for medical applications where false negatives carry high risks, such as disease detection, despite its higher cost and mean squared error (MSE). On the other hand, Chebyshev distance achieved perfect precision (1.0) and higher accuracy (80%), but its low recall (0.33) indicates that many positive cases were missed. Therefore, Manhattan distance is more recommended for medical applications that require the detection of more positive cases, while Chebyshev is more efficient for scenarios that prioritize accuracy and cost.