Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perspektif Prinsip Rukun Untuk Keselarasan Sosial Dalam Lontar Yusuf Sebagai Sarana Meningkatkan Sikap Toleransi Rifka Patricia Devi; Respati Retno Utami
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2029

Abstract

Fenomena yang terjadi dalam penelitian ini adalah maraknya sikap intoleransi yang ada di lingkungan sekitar. Penyelesaian yang digunakan berdasarkan naskah lama yang memiliki suatu kalimat-kalimat penggambaran wujud penyelesaian masalah tersebut. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan wujud prinsip rukun yang menciptakan suatu keselarasan sosial sehingga sikap toleransi bisa meningkat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan filologi sebagai analisis penting. Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam Lontar Yusuf yang digunakan sebagai objek penelitian menemukan beberapa usaha untuk memenuhi prinsip rukun yakni berhati-hati, berbicara yang tidak mengenakkan secara tidak langsung, dan saling membantu. Usaha yang dominan adalah sikap saling membantu yang juga merupakan poros dari etika orang Jawa. Prinsip tersebut dapat ditemukan dengan menggunakan pendekata filologi dan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai alat menganalisis struktur dalam kalimat. Kombinasi penggunaan teori filologi dan pendekatan deskriptif kualitatif terbilang efektif karena dapat memberi sorotan setiap hasil dari analisis data yang ada. Penggunaan keduanya juga dapat mempermudah dalam menghadilkan data analisis.
Model Ecopreneurship Wayang Limbah Plastik Untuk Pemberdayaan Santri Nadia Nur Thahirrah; Resdianto Permata Raharjo; Prima Vidya Asteria; Respati Retno Utami; Ephrilia Noor Fitriana; Yogi Bagus Adhimas; Arisni Kholifatu Amalia Shofiani; Dhani Kristiandri; Raden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.384

Abstract

Permasalahan limbah plastik di pesantren belum dikelola secara produktif sehingga menimbulkan pencemaran sekaligus hilangnya potensi ekonomi kreatif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan santri melalui pelatihan ecopreneurship wayang berbasis limbah plastik. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan kreatif, serta pemasaran digital yang melibatkan 50 santri Pondok Pesantren Tebuireng dan mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test pengetahuan, observasi keterampilan, wawancara, dan dokumentasi produk. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari 46,2 menjadi 78,5 (+70%), keterampilan teknis menghasilkan 15 wayang plastik, dan 80% peserta menyatakan siap memproduksi secara mandiri. Uji coba pemasaran melalui media sosial memperoleh respons positif dari komunitas seni dan masyarakat sekitar. Program ini berkontribusi pada pengurangan limbah plastik sekaligus membuka peluang wirausaha kreatif berbasis budaya. Dengan demikian, ecopreneurship wayang limbah plastik dapat dijadikan model pemberdayaan santri yang selaras dengan SDGs.
E-Module of Macapat Song Art Course to Improve Effectiveness of Students' Independent Activities Latif Nur Hasan; Marsudi Marsudi; Respati Retno Utami; Meirina Lani Anggapuspa; Adinda Alfiranda Zahroh
Javanologi: International Journal of Javanese Studies Vol 8, No 2 (2025): Javanologi Volume 8 No. 2: June
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Javanologi Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/javanologi.v8i2.98109

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of e-modules designed with a step-by-step exercise model in supporting student activities in learning Tembang Macapat. The research was conducted using classroom action research involving five main learning activities, including notation practice and vocal exercises. Observations were made over two learning days. Results showed that students initially focused heavily on complex tasks, while simpler tasks were completed more gradually. On the second day, student performance became more balanced and efficient, indicating adaptation to the structured e-module design. Activity 4 showed increased engagement, reflecting deeper cognitive involvement. The findings suggest that structured e-modules can improve learning efficiency and student independence in traditional music education. This study contributes to the integration of local cultural content into digital learning tools and offers a practical model for designing adaptive and culturally responsive learning resources in arts education.