Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pendidikan Seni Tari Anak Usia Dini Melalui Creative Dance di RA Perwanida Ringinanaom Ervin Nuriana; Setyo Yanuartuti
Jurnal Pelita PAUD Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v4i2.974

Abstract

Pendidikan anak usia dini adalah bagian dari proses pendidikan anak secara khusus mempelajari usia 0-6 tahun. Pendidikan anak usia dini merupakan masa penting anak untuk membekali ilmu-ilmu dasar yang sekiranya anak mampu menerima, memahami, dan mampu menerapkan. Sehingga, hal ini akan menjadi modal anak bahwa apa yang telah anak tanamkan akan dibawanya ke tahap pendidikan selanjutnya. Pendidikan seni, sebagai bagian dari mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa,salah satu pembelajaran seni untuk anak usia dini adalah seni tari. Tari merupakan pendekatan yang ideal dengan tujuan merangsang daya imajinasi dan kreativitas dalam berfikir serta membentuk jiwa melalui pengalaman emosi, imajinatif, dan ungkapan kreatif, melalui materi creative dance anak menjadi bebas bergerak sesui dengan imajinasi mereka. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi, kemudian di jabarkan melalui model ADDIE diharapkan mampu meningkatkan karakter anak sebagai bekal menuju pendidikan selanjutnya, sehingga guru dapat memiliki strategi baru mengenai pembelajaran seni melalui creative dance.
Relokasi Pembelajaran Seni dalam Bentuk Daring Online untuk Meningkatkan Kreativitas Selama Pandemi Covid-19 Rubiyantika Astutiningtyas; Setyo Yanuartuti
Jurnal Pelita PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v5i1.1182

Abstract

Pembelajaran Daring Online sangat membantu dunia pendidikan Indonesia di masa datangnya pandemi Covid-19 yang tidak pernah terduga di tahun 2020, banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran daring, contohnya Whatsapp, Zoom, Quizzi, dan Google Classroom, dan seterusnya. Adapun kendala yang ditemukan dilapangan adalah terkendala dalam hal infrastruktur, seperti adanya komputer dan gadget yang kurang memadahi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana relokasi pembelajaran seni yang awalnya dilakukan secara tatap muka menjadi bentuk daring selama Covid-19. Masalah difokuskan pada bagaimana proses relokasi pembelajaran seni. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan teknik perekaman. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Prosedur analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi Pembelajaran Seni dalam bentuk daring adalah upaya yang dianggap Pemerintah dan para tenaga pendidik seperti guru dan dosen di Indonesia paling efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa selama pandemi Covid-19. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah teknologi digital memiliki peran penting dalam peningkatan kreativitas selama Covid-19, sejalan dengan perkembangan dunia yang semakin pesat, khususnya seperti pembelajaran membuat karya desain seni, jika perencanaan pembelajaran seni dengan media digital matang, maka semakin mendukung efektivitas dan kualitas pembelajaran.