Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Bimbingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan Gerakan Literasi Bagi Siswa-siswi SMA Batara Gowa di Kabupaten Gowa. St Junaeda; Ashari Ismail; Heri Tahir; Firman Umar; Andi Dewi Riang Tati; Maya Kasmita; Muhammad Jihad Firman
Humanis Vol. 22, No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v22i1.47435

Abstract

Salah satu persoalan yang masih umum terjadi dikalangan siswa adalah masih rendahnya minat membaca maupun menulis. Hal ini juga dialami oleh siswa yang ada di SMA Batara Gowa. Mekipun letaknya yang berada di Ibukota Kabupaten Gowa yaitu Kota Sungguminasa yang sangat memungkinkan bagi kemudahan untuk mengakses beberapa perpustakaan sebagai sumber belajar, ternyata belum mampu meningkatkan dan memperbaiki secara signifikan gerakan literasi pada siswa SMA Batara Gowa. Demikian juga dengan kemampuan untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan seperti menghasilkan karya tulis imiah sederhana juga masih sangat kurang bagi mereka. Masih rendahnya kesadaran untuk memperkaya bacaan maupun untuk menuangkan ide mereka dalam tulisan, diperlukan beberapa upaya untuk peningkatan gerakan literasi bagi mereka. Salah satu yang bisa dijadikan pemantiknya adalah mengajak membaca dengan cara membagikan beberapa buku dengan tema yang ringan dan sesuai dengan usia mereka. Sedangkan untuk mengenalkan dalam dunia karya tulis ilmiah dilakukan dengan memberikan beberapa contoh tema dan judul penelitian, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk menghasilkan contoh dan mendesain dari tema-tema karya tulis ilmiah. Abstract. One of the problems that is still common among students is the low interest in reading and writing. This is also experienced by students at SMA Batara Gowa. Although its location in the capital city of Gowa Regency, Sungguminasa City, makes it easy to access several libraries as learning resources, it has not been able to significantly increase and improve the literacy movement in Batara Gowa High School students. Likewise, the ability to express ideas in written form such as producing simple scientific papers is also still very lacking for them. The low awareness to enrich their reading and to express their ideas in writing requires some efforts to improve the literacy movement for them. One thing that can be used as a trigger is to invite reading by sharing several books with light themes and according to their age. Meanwhile, introducing them to the world of scientific writing is done by providing several examples of themes and research titles, so that they have the ability to produce examples and design from the themes of scientific papers
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBERIAN DISPENSASI KAWIN DI KANTOR PENGADILAN AGAMA PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Ratnawati M; Firman Umar; Mustaring Mustaring
Phinisi Integration Review Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v6i2.46040

Abstract

This study aims to find out the reasons why the community applied for a marriage dispensation and to find out what the judges considered in granting and rejecting requests formarriage dispensation at the Pangkajene Religious Court. The data of this study were evaluated through a qualitative descriptive analysis with three stages: reduction, presentation and conclusion. Various data collection methods include observation, interviews and documentation.     The results of this study indicate that the reasons people apply for dispensation from marriage are pregnancy before marriage, having had husband and wife relations, arranged marriages as part of the culture of society, dating which causes concern for parents, school dropout factors and economic factors where the parents are no longer able to afford it. provide for his son. The judge's considerations in granting and rejecting the application for a marriage dispensation have been regulated in PERMA Number 5 of 2019. The request for a marriage dispensation was granted by the judge on the following considerations: 1) The prospective bride is pregnant; 2) Both prospective bride and groom have had a relationship like husband and wife; 3) Has matured physically; 4) Able from an economic point of view. The judge's considerations in rejecting the request for a Marriage Dispensation are: 1) The reasons put forward are incomplete and the evidence brought to court is imperfect; 2) Legal facts were found at trial where there was a discrepancy between the statements of the applicant/children of the applicant, the prospective husband/wife and the parents of the prospective husband/wife and the statements of the witnesses that were between one another. The judge in deciding the application for marriage dispensation still pays attention to the benefits and harms for the survival of the child.Studi ini bertujuan untuk mengetahui alasan masyarakat mengajukan Dispensasi Kawin dan untuk mengetahui apa yang menjadi pertimbangan hakim dalam mengabulkan dan menolak permohonan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Pangkajene. Data studi ini dievaluasi melalui analisis deskriptif kualitatif dengan tiga tahap yaitu tahap : reduksi, penyajian serta penarikan kesimpulan. Berbagai metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi.             Hasil studi ini menunjukkan bahwa alasan masyarakat mengajukan permohonan dispensasi kawin, yaitu hamil sebelum menikah, telah melakukan hubungan suami istri, perjodohan sebagai bagian darii budaya masyarakat, pacaran yang menimbulkan kekhawatiran orang tua, factor putus sekolah dan factor ekonomi dimana orang tuanya sudah tidak mampu lagi menafkahi anaknya. Pertimbangan hakim dalam mengabulkan dan menolak permohonan Dispensasi Kawin  telah diatur dalam PERMA Nomor 5 tahun 2019. Pemohonan dispensasi kawin dikabulkan oleh hakim atas pertimbangan yakni : 1) Calon mempelai Wanita telah hamil; 2)Kedua calon mempelai telah melakukan hubungan layaknya suami istri; 3)Telah matang secara fisiknya; 4) Mampu dari segi ekonomi. Pertimbangan hakim dalam menolak permohonan Dispensasi Kawin yaitu : 1) Alasan yang diajukan kurang lengkap dan bukti yang dibawa kepersidangan tidak sempurna; 2) Ditemukannya fakta-fakta hukum di persidangan adanya ketidak sesuaian keterangan pemohon/anak pemohon, calon  suami/istri dan orang tua calon suami/istri dan keterangan saksi-saksi yang antara satu dengan yang lainnya. Hakim dalam memutuskan permohonan dispensasi kawin tetap memperhatikan mashlahat dan mudaratnya bagi kelangsungan hidup anak.
The Effectiveness of Handling Cases of Sexual Violence Against Women in the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA) in Makassar City Wulandari; Firman Umar; Nurharsya Khaer Hanafi
HISTORICAL: Journal of History and Social Sciences Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/historical.v2i2.49

Abstract

This study aims to find out (i) the forms of handling cases of sexual violence against women by the UPTD PPA Makassar city, (ii) the inhibiting factors in handling sexual cases against women by the UPTD PPA Makassar city, (iii) the realization of the role of the UPTD PPA Makassar city in overcoming obstacles in Handling cases of sexual violence. This type of research is descriptive with a qualitative approach. It is carried out by reviewing data based on facts aiming to explore data and information sourced from the Regional Technical Implementation Unit of the city of Makassar. The results of this study indicate that: (i) The forms of handling cases of sexual violence against women at the UPTD PPA Makassar city are conducting assessments, case assistance, case management and case termination. (ii) Factors that hinder the handling of cases of sexual violence against women at the UPTD PPA Makassar city are the lack of openness of victims, uncooperative families of victims, limited human resources, especially psychologist counselors and legal advisers and the difficulty of evidence in cases of verbal sexual violence. (iii) Realization of the role played by UPTD PPA Makassar city in overcoming obstacles in handling cases of sexual violence, namely building partnerships with other institutions, improving service quality, optimizing outreach and providing safe house protection for victims.
Kekerasan Seksual Dalam Hukum Pidana Di Lingkungan Perguruan Tinggi Ririn Nurfaathirany; Heri Tahir; Firman umar; Andika Wahyudi Gani; Aulia Raihanah Salwa Ardani
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 December 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v2i2.54649

Abstract

Sexual violence that occurs in a university environment is a different matter when compared to sexual violence within the scope of criminal law. Sexual violence is an urgent matter which is regulated separately in Minister of Education and Culture Regulation Number 30 of 2021 concerning Prevention and Handling of Sexual Violence in Higher Education Environments, and there is a need to equalize perceptions regarding sexual violence in higher education environments. Based on this, the aim of this service is to provide adequate understanding of sexual violence in the tertiary environment, so that awareness for preventing sexual violence can be implemented optimally. The methods used in implementing this service are observation, counseling and evaluation. This service activity increases knowledge for lecturers, staff, students and campus residents regarding the types of sexual violence, the subjects involved, and the threat of sanctions against perpetrators of sexual violence.
Analisis Implementasi Pendidikan Inklusi di Indonesia: Antara Kebijakan dan Realitas di Lapangan Hasriani; Firman Umar; Fediyatun Muntazarah; Mustari; Muhtar
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif di Indonesia bertujuan untuk memastikan akses pendidikan yang setara bagi semua peserta didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Artikel ini menganalisis kesenjangan antara kebijakan dan implementasinya melalui studi literatur. Temuan menunjukkan bahwa meskipun regulasi mendukung, implementasi masih dibatasi oleh kompetensi guru yang terbatas, fasilitas yang tidak memadai, dan pemahaman masyarakat yang rendah. Disimpulkan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan inklusif sehingga dapat lebih adil dan optimal.
STUDI TENTANG PELAKSANAAN ADAT PASSO PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN BAURUNG KECAMATAN BANGGAE TIMUR KABUPATEN MAJENE St. Amina; Firman Umar; Muh Sudirman
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 2, Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.903 KB) | DOI: 10.56680/jt.v0i2.3728

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan yaitu: (1) untuk mengetahui proses pelaksanaan Adat Passo di Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene, (2) untuk mengetahui faktor pendukung pelaksanaan Adat Passo di Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene, (3) untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan Adat Passo di Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dioleh dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mengambil informan yaitu pemangku adat, masyarakat adat, Kepala Kelurahan Baurung, Kepala Lingkungan Baurung, Panitia Pelaksana, Imam Mesjid Baurung dan masyarakat nelayan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pelaksanaan Adat Passo membutuhkan waktu kurang lebih empat puluh hari yang dimulai dengan tahap persiapan meliputi musyawarah masyarakat, kemudian mengumpulkan bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan serta harus dilengkapi dengan bahan utama yaitu 1 ekor kambing, ayam bakaka, beras ketan merah dan hitam putih, pa’belo-belo, songkol, dan bahan makanan khas mandar lainnya. Selanjutnya yaitu tahap pelaksanaan meliputi pemotongan kambing, pemotongan dan pembakaran ayam bakaka, pembacaan barazanji, sambutan dari pemerintah setempat, makan bersama dan acara terakhir yaitu balapan kapal pada sore hari, (2) Faktor pendukung pelaksanaan Adat Passo adalah dorongan dari pihak pemerintah, faktor keyakinan dan kepercayaan masyarakat Baurung, serta faktor agama, (3) Nilai yang terkandung dalam pelaksanaan adat passo yaitu nilai religius, nilai sosial serta nilai ekonomi. Kata Kunci : Adat Passo, Masyarakat Nelayan, Kebudayaan  ABSTRACT The purpose of this research are: (1) to know the process of implementation of Passo Adat in Kelurahan Baurung Subdistrict of East Banggae Majene Regency, (2) to know the supporting factor of Passo Adat implementation in Kelurahan Baurung Subdistrict of East Banggae Majene Regency, (3) - the value contained in the implementation of Passo Customs in Baurung Village, East Banggae Subdistrict, Majene Regency. The data obtained from the research results were obtained by using qualitative descriptive analysis by taking informants, namely adat stakeholders, indigenous peoples, Head of Baurung Village, Head of Baurung Environment, Executing Committee, Imam Mosque Baurung and fishermen community. The result of the research indicates that: (1) The process of Passo Adoption takes approximately forty days starting with preparation stage covering community consultation, then collecting the necessary materials and tools and must be equipped with the main ingredient that is 1 goat, , glutinous rice and black and white, pa'belo-belo, songkol, and other mandar special food. Furthermore, the implementation stage includes cutting goats, slaughtering and bakaka chicken burning, barazanji readings, welcome from local government, eating together and the last event is the race ship in the afternoon, (2) The supporting factors of the implementation of Adat Passo is a boost from the government, and beliefs of Baurung people, as well as religious factors, (3) The values contained in the implementation of adat passo namely religious values, social values and economic value. Keywords: Passo Custom, Fisherman Society, Culture
Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditinjau Dari Aspek Hukum Administrasi Negara Hartal Deskayanto Sura; Firman Umar; Andi Aco Agus
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 2 (Juni 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v12i2.71290

Abstract

Performance of Civil Servants Reviewed from the Perspective of State Administrative Law at the Ariang Sub-district Office, Makale District, Tana Toraja Regency. Thesis, Pancasila and Citizenship Education Study Program, Department of Civic Education and Business Law, Faculty of Social and Law Sciences, Makassar State University, Supervised by Imam Suyitno and Herman. This research aims to determine: (1) The performance of civil servants at the Ariang Sub-district Office in Makale District, Tana Toraja Regency, reviewed from the perspective of legal certainty. (2) The performance of civil servants at the Ariang Sub-district Office in Makale District, Tana Toraja Regency, reviewed from the perspective of justice and equality. (3) Obstacles in the application of the principles of legal certainty and justice and equality at the Ariang Sub-district Office in Makale District, Tana Toraja Regency. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. The sources of this research are the Sub-district head and employees. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data validity checking is done using data source triangulation techniques. The results of the research show that: (1) The performance of Civil Servants at the Ariang Sub-district Office in Makale District, Tana Toraja Regency, is considered good from the perspective of legal certainty. Complete legal documents, consistency in the application of administrative legal procedures, and the level of compliance of Civil Servants with applicable legal regulations are the main indicators showing the quality of ASN's performance is quite good. (2) The performance of Civil Servants at the Ariang Sub-district Office in Makale District, Tana Toraja Regency, can be considered good from the perspective of justice and equality. ASN has shown consistency in providing fair services to all residents without discrimination, as well as openness to inputs and aspirations of the community in policy development. (3) The Ariang Sub-district Office in Makale District, Tana Toraja Regency, faces obstacles in applying the principles of legal certainty and justice and equality. The main focus is on the clarity and openness of legal information that is not accessed by the community, as well as consistency in empowering community participation. Improvement efforts include providing easily accessible legal information, increasing public legal awareness, and better coordination among related institutions. The hope is that with these steps, obstacles in the application of legal and justice principles can be overcome for better services to the community.
Pembentukan Karakter Disiplin melalui Pembelajaran PPKn (Studi Pada Siswa MI Al-Ikram Bulu Kasa Kabupaten Bone) Nuralmiah Nuralmiah; Firman Umar; Ahmad Djamalong
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 1 (Maret 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i1.83844

Abstract

Pendidikan nasional menekankan pembentukan karakter peserta didik, termasuk karakter disiplin, sebagai bagian penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Namun, masih ditemukan perilaku ketidakdisiplinan siswa di sekolah dasar, seperti keterlambatan, pelanggaran tata tertib, dan kurangnya tanggung jawab dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan guru PPKn dalam membentuk karakter disiplin siswa serta Pembentukan karakter disiplin dalam proses pembelajaran PPKn di MI Al-Ikram Bulu Kasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan guru PPKn telah memuat upaya pembentukan karakter disiplin dalam modul ajar, seperti pembiasaan awal pembelajaran, pemberian tugas, kegiatan diskusi, dan penetapan aturan kelas. Aspek disiplin meliputi ketepatan waktu, tanggung jawab, ketaatan terhadap aturan, dan kerapian berpakaian. Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan perilaku disiplin sesuai indikator, seperti datang tepat waktu, mengikuti aturan, dan menyelesaikan tugas. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang belum konsisten. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter disiplin dalam pembelajaran PPKn telah berjalan dengan baik dan tercermin dalam perilaku siswa, meskipun perlu penguatan agar konsistensi disiplin dapat tercapai secara optimal.
Perlindungan Hukum dan Hak Konstitusional Pekerja Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Kajian Yuridis-Normatif Regulasi di Kota Makassar Hadyan Hashfi MS; Mustari; Firman Umar
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v11i2.11206

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hak konstitusional yang bersumber dari Pasal 27 ayat (2), Pasal 28D ayat (2), dan Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, namun implementasinya di Kota Makassar menghadapi kesenjangan struktural yang belum dikaji secara yuridis-normatif pada level kota. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka hukum K3 Indonesia dalam perspektif hak konstitusional pekerja, mengidentifikasi celah implementasi regulasi K3 di Kota Makassar, serta merumuskan rekomendasi penguatan perlindungan hukum pekerja lintas sektor. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan studi kepustakaan terstruktur, mencakup analisis peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, dan literatur hukum ketenagakerjaan terindeks SINTA 1–3 yang diterbitkan pada 2015–2024. Analisis menggunakan teori perlindungan hukum Philipus M. Hadjon dan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto. Hasil kajian menemukan bahwa regulasi K3 nasional secara normatif komprehensif, namun di Kota Makassar terdapat empat kesenjangan kritis: defisit kuantitas pengawas ketenagakerjaan, jangkauan SMK3 yang tidak menyentuh UMKM dan sektor informal, sanksi pidana yang tidak proporsional, serta ketiadaan Perda K3 yang sektoral dan kontekstual. Kebaruan penelitian ini terletak pada elaborasi pendekatan konstitusional berbasis tiga pasal UUD 1945 secara simultan dan pemetaan kesenjangan regulasi pada level pemerintah kota, yaitu pendekatan yang belum dilakukan dalam kajian K3 sebelumnya di Sulawesi Selatan. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan Perda K3 Kota Makassar, reformasi sistem pengawasan, dan perluasan cakupan SMK3 ke sektor informal.
Strengthening Global Diversity Character through Pancasila Education Learning at Makassar City State Senior High Schools Adim Isral Ayubi; Firman Umar; Bakhtiar Bakhtiar
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3419

Abstract

This study aims to determine: (1) The relevance of the Pancasila Education learning program to the formation of global diversity character in Makassar City State Senior High Schools; (2) teacher strategies in strengthening global diversity character through Pancasila Education learning; and (3) factors that support and inhibit in strengthening global diversity character through Pancasila Education learning in Makassar City State Senior High Schools. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. This research was conducted at Makassar State Senior High School 1 and Makassar State Senior High School 4. Research informants included the principal, Pancasila Education teachers, and students. The types of data used in this study were primary data and secondary data. Data collection techniques were interviews, observation, and documentation. Data validity testing used source triangulation, technical triangulation, and time triangulation. Data analysis techniques used the Miles and Huberman model which included data reduction, data presentation, as well as drawing conclusions and verification. The results of this study indicate that (1) The Pancasila Education learning program has a very strong relevance to the formation of global diversity character which includes aspects of knowing and appreciating culture, the ability to communicate interculturally and interact with others, as well as reflection and responsibility for diversity experiences. (2) Teacher strategies in strengthening global diversity character through Pancasila Education learning are integrated through learning planning and implementation. (3) Factors that support the strengthening of global diversity character through Pancasila Education learning include school support, facilities and infrastructure, and the diversity of student backgrounds. The factors that inhibit the strengthening of global diversity character through Pancasila Education learning include students' lack of understanding of the concept of global diversity, the influence of social media, and parenting patterns from the family environment.