Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENDAMPINGAN TEKNOLOGI ASISTIF BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH INKLUSIF GALUH HANDAYANI Romi Ilham; Hariadi Yutanto; Yudha Delonix Renzina; Eka Cahya Maulidiyah
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 7 No 02 (2024): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol7.no02.a8094

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan sistem penyelenggaraan pendidikan yang diperuntukan bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus atau keterbatasan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan teknologi asistif sebagai pengembangan akses bahan ajar bagi siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Inklusif Galuh Handayani dan optimalisasi manajemen sistem pembelajaran bagi guru. Teknologi asistif yang digunakan adalah platform DXML (Difabel Experience Management Learning), dimana siswa berkebutuhan khusus dapat mengoperasikan komputer melalui gerakan kepala (head detection), sehingga siswa dapat menonton video bahan ajar pada platform secara mandiri. Metode yang digunakan melalui pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru secara luring dengan praktek secara langsung dan pelatihan teknologi asistif bagi siswa berkebutuhan khusus melalui tiga tahapan, tahap persiapan meliputi observasi terhadap karakteristik siswa berkebutuhan khusus dan kesiapan guru maupun siswa, tahap kedua adalah penyelenggaraan pelatihan platform DXML bagi guru dan pendampingan bagi siswa berkebutuhan khusus, dan tahap ketiga adalah evaluasi kemampuan guru dan siswa dalam menggunakan platform DXML secara mandiri. Pembekalan terlebih dahulu dilakukan terhadap guru sebagai fasilitator utama bagi siswa berkebutuhan khusus, disamping itu juga fasilitas manajemen pembelajaran (LMS = Learning Management System) yang terintegrasi pada platform DXML. Hasil dari penerapan manajemen sistem pembelajaran bagi guru secara keseluruhan memberikan manfaat dalam mengelola bahan ajar. Sedangkan penerapan teknologi asistif bagi siswa berkebutuhan khusus,  mampu membuat lima dari tujuh siswa berkebutuhan khusus mengakses bahan ajar secara mandiri baik disekolah maupun dirumah
Fostering Creativity Through Play: Innovative Learning Development at Sunshine Daycare UNESA Eka Cahya Maulidiyah; Rachma Hasibuan; Sri Setyowati; Muhammad Reza; Afifah Rahmaningrum; Fatiha Khoirotunnisa Elfahmi; Melia Dwi Widayanti; Dhian Gowinda Luh Safitri
Patria Educational Journal (PEJ) Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i1.2736

Abstract

As the number of full-time working parents continues to rise, so does the demand for high-quality daycare services. However, many daycare centers still lack structured learning programs that support the holistic development of young children. This study responds to that gap by developing a creative learning model grounded in play-based learning, specifically designed for caregivers at Sunshine Daycare, an early childhood center under the management of the Early Childhood Education Department (PG-PAUD), UNESA. Using the ADDIE model within a Research and Development (R&D) framework, data were collected through observations and interviews with caregivers and parents. The results reveal that implementing play-based creative learning empowers caregivers to plan engaging daily activities and signature programs that foster children's development across multiple domains: language, cognitive, motor, moral-religious, and socio-emotional. These findings underscore the urgency of integrating structured, child-centered approaches in daycare settings to ensure purposeful and developmentally appropriate learning experiences.
Pengembangan Media Video Animasi Sigemi (Siaga Gempa Bumi) sebagai Pengenalan Mitigasi Bencana Gempa Bumi Pada Anak Usia 5-6 Tahun Ratih Wahyuningtiyas Pratiwi; Eka Cahya Maulidiyah
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 7 No 2 (2023): JCE (Journal of Childhood Education) September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v7i2.1588

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum berkembangnya aspek kognitif anak dalam berpikir logis yaitu mengenal sebab akibat tentang bencana gempa bumi yang disampaikan oleh guru dengan menggunakan buku cerita selama proses pembelajaran dan Lembar Kerja Anak (LKA). Penggunaan media dalam penyampaian materi yang kurang interaktif dapat mengurangi minat anak dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini (1) Bagaimana kelayakan media video animasi Sigemi (siaga gempa bumi) pada anak usia 5-6 tahun?; (2) Bagaimana keefektifan media video animasi Sigemi (siaga gempa bumi) pada anak usia 5-6 tahun?. Metode dalam penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) atau Penelitian dan Pengembangan dengan model (Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation). Validator pada penelitian ini adalah 1 ahli materi, 1 ahli media dan 2 Guru PAUD. Hasil skor pretest mendapatkan total skor 157, posttest mendapatkan total skor 288 dan hasil uji Paired Simple T-test nilai Sig. (2-tiled) lebih kecil 0,005 (0,000 < 0,005). Dapat disimpulkan bahwa media video animasi Sigemi (Siaga Gempa Bumi) efektif digunakan sebagai pengenalan mitigasi bencana gempa bumi pada anak usia 5-6 tahun.
PENGEMBANGAN APE KOSIKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BUDAYA LOKAL SURABAYA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Nabila Ayu Pratiwi; Sri Widayati; Dewi Komalasari; Eka Cahya Maulidiyah
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v7i2.5734

Abstract

Permasalahan yang muncul pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan mengenal budaya lokal Surabaya pada anak usia 5-6 tahun di lembaga TK Karunia Kebraon. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan, kelayakan, dan keefektifan alat permainan edukatif KOSIKAL yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal budaya lokal Surabaya pada anak usia 5-6 tahun. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan mengembangkan produk atau menyempurnakan produk menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental desain tipe one group pretest posttest. Hasil penelitian ini diketahui bahwa kelayakan melalui validasi ahli media mendapatkan presentase sebesar 90,62% dan ahli materi sebesar 100%. Keefektifan alat permainan edukatif KOSIKAL dilihat dari tingkat kemampuan anak mengenal budaya Lokal Surabaya yang meningkat, diketahui hasil uji Wilcoxon menggunakan SPSS 29 menunjukkan bahwa Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,002 sehingga p < 0,05 atau 0,002 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alat permainan edukatif KOSIKAL efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal budaya lokal Surabaya pada anak usia 5-6 tahun.
MOTUNAL: INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN GENDER BERBASIS MONOPOLI UNTUK ANAK USIA DINI Esther Dwi Fema Aniyanti Putri; Sri Widayati; Dewi Komalasari; Eka Cahya Maulidiyah
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2024): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v7i2.5857

Abstract

Meningkatnya kasus pelecehan seksual anak di Indonesia dari 8.730 kasus pada 2021 menjadi 9.644 kasus pada 2023 menunjukkan pentingnya pengenalan jenis kelamin sejak dini. Observasi di TK Karunia Karang Pilang, Surabaya, mengidentifikasi kurangnya media pembelajaran pendidikan seksual, yang berdampak pada rendahnya pemahaman anak tentang interaksi diri dengan orang lain dan privasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media MOTUNAL (Monopoli Kartu Pendidikan Seksual) untuk meningkatkan kemampuan anak usia 5–6 tahun dalam mengenal jenis kelamin. Menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian melibatkan 12 anak, dengan validasi ahli materi mencapai 92,85% dan validasi ahli media 97,50%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan (Asymp. Sig = 0,002) antara skor pretest dan posttest. Penelitian ini membuktikan bahwa media MOTUNAL (Monopoli Kartu Pendidikan Seksual) efektif dalam meningkatkan kemampuan anak usia 5–6 tahun mengenal jenis kelamin. Implikasi dalam penelitian ini adalah media MOTUNAL (Monopoli Kartu Pendidikan Seksual) dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini dan berpotensi digunakan dalam penelitian dengan konsep abstrak lainnya, seperti toleransi, tanggung jawab dan kesabaran, empati, dan sebagainya.
Fostering Creativity Through Play: Innovative Learning Development at Sunshine Daycare UNESA Eka Cahya Maulidiyah; Rachma Hasibuan; Sri Setyowati; Muhammad Reza; Afifah Rahmaningrum; Fatiha Khoirotunnisa Elfahmi; Melia Dwi Widayanti; Dhian Gowinda Luh Safitri
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i1.2736

Abstract

As the number of full-time working parents continues to rise, so does the demand for high-quality daycare services. However, many daycare centers still lack structured learning programs that support the holistic development of young children. This study responds to that gap by developing a creative learning model grounded in play-based learning, specifically designed for caregivers at Sunshine Daycare, an early childhood center under the management of the Early Childhood Education Department (PG-PAUD), UNESA. Using the ADDIE model within a Research and Development (R&D) framework, data were collected through observations and interviews with caregivers and parents. The results reveal that implementing play-based creative learning empowers caregivers to plan engaging daily activities and signature programs that foster children's development across multiple domains: language, cognitive, motor, moral-religious, and socio-emotional. These findings underscore the urgency of integrating structured, child-centered approaches in daycare settings to ensure purposeful and developmentally appropriate learning experiences.
PENGARUH PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI ANAK 4-5 TAHUN Daffa Rizky Widhyadiani; Ruqoyyah Fitri; Eka Cahya Maulidiyah; Nurhenti Dorlina Simatupang
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.91239

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun di beberapa taman kanak-kanak yang berada di kota Surabaya. Ditemukan penyebab dari rendahnya kemampuan mengenal betuk geoemetri anak usia 4-5 tahun yang disebabkan pembelajaran berpusat pada guru dan tidak melibatkan anak secara langsung sedangkan model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran kelompok dengan sudut bermain. Dimana kita ketahui bahwa anak belajar sambil bermain sehingga penting untuk melibatkan anak dalam kegiatan pembelajarannya. Selain itu, model pembelajaran kooperatif terkhusus model pembelajaran kooperatif tipe talking stick masih begitu asing bagi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang memiliki karakteristik sama sebanyak 50 anak yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji Mann-Whitney U dengan SPSS 25 For Windows menunjukkan asymp. Sig (2-tailed) bernilai 0,000 &lt; 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 4-5 tahun.
PENGEMBANGAN AUGMENTED REALITY “FARM ANIMAL COUNT” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI ANAK USIA DINI Firasya Nurin Khairina; Eka Cahya Maulidiyah; Nurhenti Dorlina Simatupang; Ruqoyyah Fitri
Kumara Cendekia Vol 12, No 4 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i4.90768

Abstract

Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini penting untuk mengembangkan berbagai aspek termasuk perkembangan kognitif yang mencakup kemampuan numerasi. Tujuan  penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality “Farm Animal Count” untuk memudahkan anak belajar numerasi pengenalan bilangan 1-10. Metode pada penelitian ini adalah Research and Development dengan model ADDIE. Sementara subjek dalam penelitian ini ialah 20 anak di TK JJ Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menyebar angket, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kelayakan menggunakan rumus skala likert dan analisis keefektifan menggunakan teknik Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan media memiliki kelayakan untuk digunakan berdasarkan hasil uji validasi materi memperoleh persentase sebesar 97% dan validasi ahli media memperoleh 96%. Sementara berdasarkan uji coba pengguna guru dan anak menunjukkan bahwa media telah sesuai dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan anak. Hasil uji efektivitas media Farm Animal Count menunjukkan bawah Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 sehingga Sig. (2-tailed) &lt; 0.05 atau 0.000 &lt; 0.05 maka Ha diterima. Berdasarkan tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan media “Farm Animal Count” efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan numerasi pengenalan bilangan 1-10  pada anak usia 4-5.
Strategi Guru Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Yoga Ayudya Rachmalia Putri; Afifah Rahmaningrum; Eka Cahya Maulidiyah; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Kartika Rinakit Adhe; Budi Purwoko
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 3 Periode Juni-Agustus 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i3.3744

Abstract

Meskipun berbagai penelitian menunjukkan bahwa praktik yoga dapat mendukung perkembangan motorik kasar anak usia dini, penelitian mengenai strategi guru dalam menerapkan kegiatan yoga secara adaptif sesuai karakteristik anak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengajar dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yoga serta mengidentifikasi perannya terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua guru, yaitu guru inti ekstrakurikuler yoga dan guru pendamping atau guru kelas, serta 14 anak usia 5–6 tahun yang mengikuti kegiatan yoga. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi efektif guru meliputi modeling, instruksi bertahap, penyesuaian gerakan berdasarkan kemampuan anak, integrasi musik dan permainan, serta penguatan positif. Strategi tersebut mendorong partisipasi aktif anak dalam kegiatan yoga. Kebaruan penelitian terletak pada fokus terhadap strategi pengajaran guru sebagai faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan yoga dan perkembangan motorik kasar anak.