Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Guru Pos PAUD Tepadu dalam Pembuatan Media Pembelajaran Pada Anak Destita Shari; Andini Hardiningrum; Berda Asmara; Machmudah Machmudah; Mujad Didien Afandi
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023399

Abstract

The learning process in schools requires the role of the teacher indirecting, guiding andi providing knowledge to students. In the learing process in early childhood, it is necessary to plan learning and learning media in learing activities. To optimize these activities, educators are expected to optimize the abilities and knowledge gained through mentoring activities in making learning media to be more creative and innovative. The location of the implementation of community service activities at the Pos Paud Terpadu Sekar Wangi Surabaya. The method implemented in assisting the manufacture of learning media is problem identification, discussion, evaluation. The result of community service activities is that the implementation of assistance in making learning media for Pos PAUD Terpadu is very effective for educators. The achievement of the implementation of mentoring activities consists of the suitability of learning planning, learning media adapted to the activity design. Implementation educators are required to design learning activities and learning media used, communicate in the process of learning activities. Abstrak: Proses pembelajaran di sekolah diperlukan peran guru dalam mengarah, membimbing dan memberikan pengetahuan untuk peserta didik.  Pada proses pembelajaran pada anak usia dini diperlukan perencanaan pembelajaran dan media pembelajaran pada kegiatan belajar. Untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut pendidik diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan dan pengetahuan yang di dapatkan melalui kegiatan pendampingan pembuatan media pembelajaran agar lebih kreatif dan inovatif. Lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pos Paud Terpadu, Sekar Wangi  Surabaya. Metode  yang dilaksanakan pada pendampingan pembuatan media pembelajaran adalah identifikasi permasalahan, diskusi, evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelaksanaan pendampingan pembuatan media pembelajaran untuk pendidik Pos PAUD Terpadu sangat efektif untuk pendidik. Ketercapaian pelaksanaan kegiatan pendampingan terdiri dari kesesuaian perencanaan pembelajaran, media pembelajaran yang disesuaikan dengan rancangan kegiatan, Implementasi pendidik diwajibkan untuk merancang kegiatan pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan, menyampaikan dalam proses kegitan pembelajaran.
Pelatihan E-learning via Google Classroom untuk Guru di SDN Tegalrejo Kecamatan Drigu Kabupaten Probolinggo Rizqi Putri Nourma Budiarti; Afib Rulyansah; Mujad Didien Afandi; Rachma Rizqina Mardhotillah; Marsella Duwi Septyani
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023384

Abstract

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Prodi PGSD UNUSA melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap institusi mitra selama masa pandemi COVID-19, dan temuannya menunjukkan bahwa masih banyak guru yang kurang memiliki kemampuan esensial untuk melaksanakan pembelajaran online/jarak jauh atau E-learning. Ini karena sebagian besar guru tidak memiliki pengetahuan teknis dan instruksional untuk sepenuhnya memanfaatkan platform E-learning seperti Google Classroom di kelas. Adapun tujuan dari penelitian dan pengabdian ini adalah sebagai berikut: 1) untuk mengetahui kondisi pembelajaran online/jarak jauh (PJJ) saat ini menggunakan Google Classroom di universitas peserta. 2) Menyediakan program pelatihan untuk sekolah mitra yang dirancang untuk membantu mereka memanfaatkan Google Kelas dengan lebih baik. 3) melalui pendistribusian E-book yang bermanfaat kepada institusi mitra, kami berharap para pendidik lebih memahami pembuatan konten dan cara memanfaatkan fitur Google Classroom sepenuhnya. Mengikuti struktur penelitian tindakan tiga tahap, kegiatan pelatihan pertama-tama direncanakan, kemudian dilaksanakan, dan akhirnya dievaluasi dan direfleksikan. Berdasarkan temuan tersebut, berikut ini akan dijelaskan kondisi aktual pendidikan online (dalam bentuk PJJ atau E-learning melalui pemanfaatan Google Classroom) di SDN Gerongan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo: 1) situasi sebenarnya di balik pengenalan e-learning untuk PJJ Ditemukan bahwa para guru di SDN Gerongan yang terletak di Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, terbiasa membuat materi pendidikan berbasis Google dalam jenis file umum seperti PPT, YouTube, dan PDF. Akibatnya, materi kursus menekankan distribusi E-book yang realistis melalui Google Classroom dan praktik terbaik untuk memanfaatkan fitur Google Classroom untuk mendidik siswa dari lembaga mitra. Kursus pembuatan dan pengoptimalan konten Google Classroom terdiri dari lima modul berbeda: 1) ikhtisar Google Classroom; 2) mulai Google Kelas; 3) membuat kelas; 4) berbagi kelas dengan orang lain; dan 5) mengoptimalkan kemampuan Google Classroom. 6) Berbagi video online, 7) Sumber Kursus (Pekerjaan Rumah, Ujian, dan Pertanyaan Diskusi) 8) Siswa dan Evaluasi
Media Open Source sebagai Media Pembelajaran Online di SDN Kabupaten Probolinggo Rachma Rizqina Mardhotillah; Afib Rulyansah; Mujad Didien Afandi; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Daffa Salma Minandar
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023385

Abstract

Berlokasi di Kecamatan Drigu, Kabupaten Probolinggo SD Negeri Gerongan merupakan lembaga pendidikan dasar yang menggunakan kurikulum nasional 2013 (K-13). Fasilitas disekolah memiliki enam ruang kelas, perpustakaan, sanitasi siswa terdapat 2 serta yang tidak memiliki koneksi internet. Akibat Pandemi Covid-19, SDN Tegalrejo di Kecamatan Drigu Kabupaten Probolinggo tidak menggelar pembelajaran berbasis e-learning yang bentuknya bisa bermacam-macam, termasuk yang disajikan melalui media digital. Staf dan pengajar di SDN Tegalrejo di Drigu, Kabupaten Probolinggo belum terbiasa mengajar melalui internet. Kegiatan ini memiliki tujuan altruistik untuk membantu anak-anak yang tidak memiliki ponsel cerdas dengan mendorong guru untuk mempelajari cara mengelola konten kreatif secara efisien dan menggunakannya untuk membuat materi pembelajaran yang menarik dan dapat diakses untuk digunakan di kelas. Dari 12 peserta, 100% menilai pelatihan ini sebagai "sangat berharga", dan keseluruhan komentar dan wawasan dari guru sekolah dasar yang dilatih sesuai dengan harapan. Pelatihan penyegaran tentang bagaimana memanfaatkan platform digital secara maksimal juga dilakukan.
Bantuan Belajar Tematik di Luar Kelas berdasarkan Minat Bakat: Sebuah Program Pengabdian Masyarakat di SDN Jatiadi II Kabupaten Probolinggo Mujad Didien Afandi; Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Rachma Rizqina Mardhotillah; Marsella Duwi Septyani
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023386

Abstract

Melalui penggunaan pendidikan berbasis tema, program ini bermaksud memberikan kesempatan kepada siswa sekolah dasar untuk belajar yang berlangsung di luar pengaturan kelas tradisional. Metode pengajaran dan instruksi digunakan dalam pelaksanaan tugas ini. Siswa kelas I hingga V SDN Jatiadi II yang terletak di Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo mengikuti program ini. Termasuk dalam kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan atletik, kegiatan seni, dan kegiatan akademik. Secara khusus, hasil dari upaya yang terkait dengan pemberian layanan: 1) membangkitkan rasa ingin tahu anak-anak dan 2) meningkatkan rasa kompetensi mereka. Hal ini terlihat dari keinginan dan tekad siswa untuk mengambil bagian dalam kesempatan belajar yang tersedia. 2) Siswa lebih mampu mengambil bagian dalam pengejaran yang memanfaatkan keahlian dan minat mereka yang unik. Siswa meningkatkan tingkat keahlian mereka dalam mata pelajaran yang mereka pilih. 3) Reaksi positif dari siswa diterima dalam menanggapi pengenalan program mentorship.
The Students’ Responses of Video Recording and E-Sorogan Learning Methods to Improve Pronunciation Tiyas Saputri; Mujad Didien Afandi; Anharu Minasalim Mushaf
Bidayatuna Vol 5 No 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/bidayatuna.v5i1.1578

Abstract

Mispronunciation leads to misunderstanding because the inaccuracy in pronouncing words may distort the interpretation of ideas in communication. However, using video recording and e-Sorogan learning methods can be the solution to improve students’ pronunciation, especially the ASD and ADHD student. This study purposes to find out the students' responses to the use of these methods to the 39 elementary students, including a student with ASD and ADHD. This study used descriptive qualitative. The collected data were from the questionnaire survey. Next, the data collected from the questionnaire survey was analyzed descriptive qualitatively through the data in the table and based on empirical data. The results indicated that the students' responses to these methods were positive. It can be proved with the data presented in the table. To conclude, the students agree and even strongly agree with the use of these methods to improve their pronunciation although only a few of them disagree with that. Most of them like these methods because they were appropriate, effective, interesting, useful, and successful to improve their pronunciation. Even, they are able to do self-evaluation and correct the mispronunciation from the video made.
ANXIETY AND DEFENESE MECHANISMS PORTRAYED IN “CAT ON A HOT TIN ROOF” Mujad Didien Afandi; Tatik Muflihah; Novi Rahmania Aquariza
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol 11, No 2 (2022): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v11i2.8721

Abstract

 Born and raised in a poor family, a childless woman named Margaret who is a wife of an alcoholic, has an ambition for wealth which eventually causes her to live with anxiety. To suppress the anxiety, she uses defense mechanisms. Therefore, this study was conducted to analyze the anxiety and defense mechanisms portrayed through Margaret in the drama, entitled “Cat on a Hot Tin Roof”. This qualitative study analyzed the anxiety and defense mechanisms portrayed in one of the canonical drama of Tennessee Williams using psychological lens. The data describing Margaret's anxiety and defense mechanisms collected from this drama were revealed and interpreted descriptively in order to provide detailed explanation and deep understanding. This study identified that the anxiety experienced by Margaret was resulted from her ambition to inherit the wealth of her father-in-law. Poverty in her past life has led her to become ambitious to pursue her dreams of wealth. Besides, she got anxious about her inability to give a child to her husband. In consequence, her childlessness caused her to have anxiety. To cope with the anxiety, she used three types of defense mechanisms: (1) reaction formation, (2) displacement, and (3) denial.  The female major character experiences anxiety about wealth and childlessness. To protect herself from the anxiety, she uses reaction formation, displacement, and denial as defense mechanisms. 
Pelatihan & Pendampingan Pengembangan Pembelajaran Literasi Sosial Budaya Sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Machmudah Machmudah; Destita Shari; Fifi Khoirul Fitriyah; Nanang Rokhman Saleh; Mujad Didien Afandi; M. Syaikhon
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.434 KB)

Abstract

Kemenag melakukan Bimtek Tindak Lanjut Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) bagi guru satuan pendidikan dibawah naungannya di th 2021, sebagai solusi dari minimnya skill guru dalam melakukan evaluasi dan tindak lanjut hasil asesmen. Ternyata target Bimtek tidak sesuai harapan, terutama untuk segmen pengembangan Literasi Sosial Budaya (Lisosbud). Guru bahkan tidak tahu bagaimana menindak lanjuti hasil AKMI tersebut. Gambaran umum tersebut juga terjadi pada MI Mambaul Maarif Sidoarjo. Oleh karenanya sangat penting bagi guru-guru untuk mengetahui dan meningkatkan skill nya dalam menyusun strategi&media pembelajaran terkait pengembangan Litsosbud pada tiap-tiap kelas dengan penyesuaian Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Metode yang digunakan active & participatory learning meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, presentasi, dan konsultasi. Ceramah & diskusi dilakukan untuk memberikan penjelasan mengenai modul perbaikan Litsosbud. Demonstrasi dilakukan ketika guru mengembangkan strategi & media pembelajaran Litsosbud dalam bebera Sub Tema yang sesuai. Konsultasi dilaksanakan ketika guru berdiskusi dengan instruktur dalam menyusun media dan LKPD.Kegiatan ini terlaksana efektif ditunjukkan dari : 1) Rerata hasil post test sebesar 89,67 lebih tinggi dari hasil pre test : 41,47 2) Sebanyak 88% guru-guru mampu menyusun strategi & media pembelajaran berikut LKPD untuk pengembangan Litsosbud meningkat, sedangkan 12% sisanya masih perlu pendampingan pada tahap berikutnya.
Keunggulan Fitur Google Classroom untuk Pembelajaran Daring Mujad Didien Afandi; Tiyas Saputri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1731.232 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.842

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah pembelajaran dari metode konvensional menjadi modern melalui pembelajaran daring (dalam jaringan) untuk meminimalkan transmisi Covid-19. Sejak 2020, siswa Indonesia melakukan pembelajaran dari rumah. MI Ishlahul Ummah Pranti, Sidoarjo juga menerapkan metode tersebut. Namun, beberapa masalah muncul selama pembelajaran karena sekolah tersebut belum memanfaatkan Google Classroom sehingga program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang berupa program diseminasi tentang fitur Google Classroom ini dilaksanakan untuk memberi solusinya. Program PKM ini dibagi menjadi 3 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memaksimalkan penggunaan teknologi internet. Pada tahap perencanaan, tim PKM ini mendiskusikan masalah yang dialami oleh sekolah tersebut dalam pembelajaran daring dan menawarkan solusinya. Tahap selanjutnya adalah melaksanakan diseminasi tentang fitur Google Classroom kepada guru dan siswa. Pada tahap akhir, tim ini mengevaluasi program ini dengan menyebarkan kuesioner sebelum dan sesudah diseminasi untuk memperoleh opini responden atau mitra tentang fitur Google Classroom. Sebelum diseminasi, guru dan siswa memberi pendapat setuju pada indikator dalam kuesioner yang merujuk pada fitur-fitur yang tersedia dalam aplikasi tersebut. Namun, hasil yang diperoleh melalui kuesioner pasca-diseminasi menunjukkan perubahan opini tentang fitur-fitur tersebut. Responden tersebut beralih pendapat menjadi sangat setuju dengan pemanfaatan fitur-fitur Google Classroom untuk pembelajaran daring. Program diseminasi ini mengungkap banyak fitur yang menguntungkan mitra, seperti dukungan pada pembelajaran tanpa batas ruang dan waktu, kemudahan pengumpulan dan penyimpanan tugas sekolah, peningkatan kemandirian dan keaktifan siswa, dan dukungan pada pembelajaran jarak jauh. Penggunaan Google Classroom untuk pembelajaran daring perlu ditingkatkan untuk memberi solusi atas masalah yang terjadi dalam pembelajaran daring karena aplikasi ini diperkuat dengan banyak fitur yang didesain untuk mendukung pembelajaran daring.
Improving Students’ SpeakingSkillsl Using Throw Ball Games at Islamic Boarding School Nailul Authar; Mujad Didien Afandi
Community Development Journal Vol 7 No 2 (2023): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cdj.v7i2.4881

Abstract

The aims of the community service is to improve the students’ speaking skills through communicative games. And the subject for this research is coming from 10 students from Tahfidzul Quran Boarding School who has been selected. The communicative games implemented was a Throw the Ball game. This activity will be conducted in four stages: the pre-activity, the general stage, which includes the activity's launch, the core stage, and the stage of evaluation. The pre-activity is the first stage. The data was gotten from interviews and observation. The findings showed good improvement to students’ speaking skills. Most students enjoy the game while laughing, some students are a little confused when suddenly asked questions and cause their answers to go round and round, students are forced to get out of the situation and they succeed. Moreover, students hold highly positive attitudes about the role of games in improving their speaking skills.
Pendampingan Guru Dalam Pengelolaan Kelas Untuk Proses Pembelajaran pada Anak Usia Dini Destita Shari; Jauharotur Rihlah; Andini Hardiningrum; Mujad Didien Afandi; Djuwari Djuwari; Afib Rulyansyah
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024641

Abstract

Pendampingan guru dalam pengelolaan kelas diperlukan untuk menciptakan kondiri belajar yang optimal khususnya untuk anak usia dini.  Guru perlu terampil dalam mengelola dalam proses belajar mengajar seperti tujuan pembelajaran yang jelas, menguasai materi, metode pembelajaran yang digunakan tepat, penggunaan sarana, evaluasi dalam pembelajaran. Pendampingan ini untuk mendukung guru untuk memperbaiki proses pengelolaan kelas yang dilaksanakan. Fasilitator memberikan pendampingan pada guru dengan bertahap dengan memberikan wawasan, evaluasi dan tindak lanjut agar proses pembelajaran pada anak usia dini dapat diterapkan secara efektif di kelas. Abstract: Teacher assistance in classroom management is needed to create optimal learning conditions, especially for young children. Teachers need to be skilled in managing the teaching and learning process, such as clear learning objectives, mastering the material, appropriate learning methods used, use of facilities, evaluation in learning. This assistance is to support teachers to improve the classroom management processes implemented. The facilitator provides assistance to teachers in stages by providing insight, evaluation and follow-up so that the learning process in early childhood can be implemented effectively in the classroom.