Claim Missing Document
Check
Articles

USING DIGITAL SNAKE AND LADDER TO IMPROVE STUDENTS ENGLISH VOCABULARY Tiyas Saputri; Edi Pujo Basuki; Djuwari Djuwari; Mujad Didien Afandi; Novi Rahmania Aquariza; Agista Putri Setianingsih; Ziyada Wulan Wulidha; Silvi Nur Hidayati; Faela Nur Oktaviani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20125

Abstract

Belum terdapat aktivitas rutin pengajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di Madrasah Tahfidz Darul Qur’an Wal Hadith Bukit Badong, Malaysia. Bahkan, pembelajaran pelajaran lainnya di sana masih menggunakan cara tradisional, tidak ada sentuhan teknologi. Hal ini berakibat pada motivasi santri yang rendah dalam pembelajaran bahasa Inggris dan berpengaruh pada tercapainya tujuan belajar bahasa Inggris terutama dalam hal penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah: 1) untuk meningkatkan penguasaan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris, 2) untuk meningkatkan motivasi santri dalam pembelajaran bahasa Inggris, 3) untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Media pembelajaran yang akan digunakan pada pengabdian masyarakat internasional ini adalah media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami yaitu papan ular tangga digital. Kegiatan dimulai dengan kegiatan webinar via Zoom meeting di Madrasah Tahfiz Darul Quran Wal Hadith Bukit Badong Malaysia. Setelah webinar, dilanjutkan dengan pendampingan terkait media aplikasi pembelajaran tersebut. Target mitra sasaran tersebut yaitu santri di madrasah tersebut. Kegiatan ini dilakukan di sebuah Madrasah Tahfiz Darul Quran Wal Hadith Bukit Badong Malaysia. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tes dan interview. Data dikumpulkan melalui observasi kelas saat proses belajar mengajar online, pemberian tes dan juga hasil rekaman. Analisis data dilakukan melalui mendeskripsikan data hasil observasi dan interview serta menghitung nilai rata-rata perolehan hasil tes. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa penggunaan papan permainan ular tangga digital dapat meningkatkan penguasaan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris santri dan ustadz/ustadzah/guru, motivasi santri dalam belajar bahasa Inggris, dan kosakata Bahasa Inggris santri.
IMPLEMENTATION OF JIGSAW TECHNIQUE IN VOCABULARY ACQUISITION Mujad Didien Afandi; Nailul Authar; Djuwari Djuwari; Tiyas Saputri; M Adrian Amien Anshari
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol 12, No 2 (2023): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v12i2.12720

Abstract

Undeniably, the teacher-centered learning approach has long been abandoned. From the preliminary observation conducted in an elementary school located in Sidoarjo, Indonesia, it is found that most of the teachers still maintain their role as the knowledge providers. In consequence, the motivation and participation of the students are low. Therefore, this study was aimed at describing the implementation of jigsaw technique in vocabulary acquisition and obtaining the students’ perception of the implementation of the technique. Method. This qualitative study collected data using observation on English learning in a classroom to obtain a description about the implementation of jigsaw technique in vocabulary acquisition. Both field notes and a checklist will be used to collect the data concerning with the students’ activities when applying the jigsaw technique. Moreover, a questionnaire will be spread to the students to obtain the students’ perception of the implementation of the technique. Results and Discussion. The application of jigsaw technique in learning has followed an appropriate procedure. In addition, the students also showed positive perceptions of the Jigsaw Technique. This technique can create a positive learning environment, support Student-Centered Learning (SCL), support cooperative learning, and help students gain skills. Conclusion. The jigsaw technique is useful for learning English, especially in gaining understanding. Considering the benefits that students gain after applying the jigsaw technique to learn English, this technique is also recommended for improving other English language skills, such as listening, speaking, reading, and writing.
Penerapan Teknik Jigsaw dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Afandi, Mujad Didien; Authar, Nailul; Aquariza, Novi Rahmania; Shari, Destita; Achda, Imam
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1254

Abstract

Latar Belakang. Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar masih dilaksanakan dengan menggunakan teknik lama. Hal ini menyebabkan rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini perlu dilaksanakan untuk mencapai efektivitas dalam pembelajaran bahasa Inggris. PkM ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik jigsaw dalam pembelajaran bahasa Inggris dan mengetahui persepsi siswa tentang manfaat dari teknik tersebut. Metode. Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di sekolah mitra, yaitu MI IU yang berlokasi di Desa Pranti, Sedati, Sidoarjo. Pada tahap persiapan, tim ini melakukan kunjungan mitra untuk membicarakan masalah yang dihadapi oleh siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris dan mendiskusikan solusi yang dapat dicapai untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Pada tahap pelaksanaan, tim ini memasuki kelas bahasa Inggris dan berkolaborasi dengan guru sekolah untuk menerapkan teknik jigsaw. Pada tahap evaluasi, tim ini membagikan kuesioner tentang manfaat penggunaan teknik jigsaw dalam pembelajaran bahasa Inggris. Hasil dan Pembahasan. Pengaplikasian teknik jigsaw dalam pembelajaran telah mengikuti prosedur yang tepat sesuai dengan petunjuk Elliot Aronson, tokoh pengembang teknik kooperatif tersebut. Selain itu, para siswa juga menunjukkan persepsi positif terhadap manfaat teknik jigsaw. Teknik ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif, mendukung Student-Centered Learning (SCL), mendukung pembelajaran kooperatif, dan membantu siswa memperoleh kosakata. Kesimpulan. Teknik jigsaw berguna dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya dalam perolehan kosakata. Mengingat manfaat yang diperoleh siswa setelah penerapan teknik jigsaw untuk belajar bahasa Inggris, teknik ini juga direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris lainnya, seperti listening (menyimak), speaking (berbicara), reading (membaca), dan writing (menulis).
TEACHERS’ PERCEPTION ON THE USE OF WORDWALL MEDIA IN TEACHING ENGLISH BASIC VOCABULARY Sya'diyah, Halimatu; Novi Rahmania Aquariza; Mujad Didien Afandi; Nailul Authar
E-Link Journal Vol 11 No 1 (2024): E-Link Journal
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ej.v11i1.1065

Abstract

This study focuses on describing teachers' perceptions and problems faced in using Wordwall media in teaching English basic vocabulary. This research is descriptive with a qualitative approach. The data in this study are teachers' perceptions and problems faced with the use of Wordwall media in teaching English basic vocabulary. The source of the data is teachers who teach at the junior secondary school level. The data were collected by using questionnaires. The data obtained from the questionnaire were then created a table, analyzed, and interpreted. This study found teachers' positive perceptions towards the use of Wordwall as a medium for learning English basic vocabulary and the problems faced by teachers when using Wordwall. The study concluded that teachers were satisfied with the Wordwall learning media to be used in teaching English basic vocabulary.
THE USE OF YOUTUBE VIDEO AS MEDIA IN MULTIGRADE ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS TO IMPROVE CONVERSATIONAL COMPETENCE IN SPEAKING CLASS authar, nailul; Afandi, Mujad Didien; Muflihah, Tatik
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 6 No 2 (2021): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ehdj.v6i2.2443

Abstract

Abstract: Miller (1999:1) defines multigrade class as a class in which students of two or more adjacent grade levels are taught in one classroom by one teacher for most of the day. It is obviously hard to be imagined that a teacher teaches grade one, two, and three concurrently. This study also is highlighted of the using YouTube as a media where students can take any kind of references that can help them to improve their English skill is better. Such as; watching daily vlog from youtuber outside Indonesia, listening while singing English song by watching several lyrics video. weather news report, stand-up comedy, gossip news which telling about the Hollywood celebrity, etc. from those kinds of references that available in YouTube, it is hoped that students also can be more attracted to learn English clearly. Considering those all, teaching multigrade students possibly will not run well unless the students correspondingly add some varieties way to comprehend English easily. It needs something that make students are busy and focus on what will be learned and achieve later. Therefore, watching YouTube video is attempted in this study. This research belonged to qualitative research. The participants of the study in this research are eleven multigrade English students in speaking class who were taught by the researcher. The data of this study was taken from the students’ response. those are taken from the interview of each group through online interview. The study are undertaken for a month while teaching learning activities are committed twice a week, 90 minutes for each meeting. This study brings in a simple finding that the students of multigrade class can be formed well-enough as well as single-grade class, nevertheless it is unavoidable that in the process oftenly faced the obstacle, such as lower grade students who sulking, quarrelling, and lecturer also has to do extra effort to keep the learning process is on the proper track. This is also indicates that using YouTube video as a media is effective to be implemented on multigrade class with limited number of participants because the different result possibly emerges when there are more participants and more various grades of students. It is hoped that there will be another researcher can make further research to get deeper study about the topic in the same field in order to get more enlightenment result about YouTube as a media of learning especially in teaching multigrade English students.   Keywords: Speaking class, Multigrade students, YouTube   Abstrak: Miller (1999: 1)  mendefinisikan kelas multigrade sebagai kelas di mana siswa dari dua atau lebih tingkat kelas yang berdekatan diajarkan di satu kelas oleh satu guru untuk sebagian besar hari. Jelas sulit untuk dibayangkan bahwa seorang guru mengajar kelas satu, dua, dan tiga secara bersamaan.  Studi ini juga menyoroti penggunaan Youtube sebagai media di mana siswa dapat mengambil segala jenis referensi yang dapat membantu mereka untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka lebih baik. Seperti; menonton vlog harian dari youtuber luar Indonesia, mendengarkan sambil menyanyikan lagu berbahasa Inggris dengan menonton beberapa video lirik. Laporan berita cuaca, stand-up comedy, berita gosip yang menceritakan tentang selebriti Hollywood, dll dari referensi semacam itu yang tersedia di YouTube, diharapkan siswa juga dapat lebih tertarik untuk belajar bahasa Inggris dengan jelas. Mengingat semua itu, mengajar siswa multigrade mungkin tidak akan berjalan dengan baik kecuali siswa dengan demikian menambahkan beberapa jenis cara untuk memahami bahasa Inggris dengan mudah. Dibutuhkan sesuatu yang membuat siswa sibuk dan fokus pada apa yang akan  dipelajari dan dicapai nanti. Oleh karena itu,  menonton video YouTube dicoba dalam penelitian ini. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Peserta penelitian  dalam penelitian ini adalah sebelas siswa bahasa Inggris multigrade  di kelas berbicara  yang    diajarkan oleh peneliti. Data  penelitian ini diambil dari    respon siswa. yang diambil dari wawancara masing-masing kelompok melalui wawancara online. Penelitian ini dilakukan selama  sebulan sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan dua kali seminggu, 90 menit untuk setiap pertemuan. Penelitian ini membawa temuan sederhana bahwa siswa kelas multigrade dapat dibentuk cukup baik serta kelas tunggal, namun tidak dapat dihindari bahwa dalam proses sering menghadapi hambatan, seperti siswa kelas bawah yang merajuk, bertengkar, dan  dosen juga harus melakukan upaya ekstra untuk menjaga proses pembelajaran berada di jalur yang benar. Ini juga menunjukkan bahwa  menggunakan video YouTube sebagai media efektif untuk diimplementasikan pada kelas multigrade dengan jumlah peserta yang terbatas karena hasil yang berbeda mungkin muncul ketika ada lebih banyak peserta dan lebih banyak nilai siswa yang berbeda. Diharapkan ada peneliti lain yang dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan kajian yang lebih mendalam tentang topik di bidang yang sama guna mendapatkan hasil pencerahan yang lebih banyak tentang YouTube sebagai media pembelajaran khususnya dalam pengajaran bahasa Inggris kelas rangkap.   Kata kunci: Kelas berbicara, siswa Multigrade, YouTube
The Use of Miming Game for English Vocabulary Acquisition at an Islamic Junior High School Ulayra Nurul Hazizah, Ulayra Nurul Hazizah; Mujad Didien Afandi; Nailul Authar; Djuwari; Rizqi Febrian Pramudita; Meiga Rahmanita
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 9 No 1 (2024): Education Human and Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ehdj.v9i1.4648

Abstract

The inspiration for this study is to use various teaching techniques in acquiring English vocabulary to avoid monotonous activities that make students bored and not interested in learning. Teachers can use miming games as a teaching technique to make the learning process in the classroom more fun and easier to understand. Miming games also allow students to acquire vocabulary to easily remember and understand a word. The focus of this research is 1) the use of miming game to acquire English vocabulary, and 2) student responses about the use of miming game to acquire English vocabulary. This study used qualitative methods, with data collection techniques used such as observation, questionnaires, interviews, and documentation. The data was analyzed and then triangulated for the inferences. The results of this study shows that, as based on the observations in the field notes, the students enjoyed the learning process and easily memorized the new vocabulary. In addition, they also felt interested, happy, enjoyable, and the learning process was efficient for acquiring the vocabulary by miming game.
PENDAMPINGAN PENULISAN DAILY JOURNAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN SELF EFFICACY SISWA PLATINUM EDUCATION MOJOKERTO Aquariza, Novi Rahmania; Saputri , Tiyas; Afandi, Mujad Didien; Rosalina, Irene
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23702

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy siswa melalui pembiasaan penuliasan daily journal. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa di Lembaga kursus Platinum Education Mojokerto terlihat antusias dalam menulis daily journal tersebut. Dimana tahapan pelaksaan yang dilakukan pada kegiatan ini meliputi tahap survey awal, tahap analisis kebutuhan pelatihan, tahap penyusunan desain dan pengembangan modul pelatihan, tahap pelaksanaan dan pengendalian pelatihan, dan tahap evaluasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berkontribusi pada model penulisan daily journal dalam meningkatkan self-efficacy pada siswa kelompok usia sekolah dasar dengan penggunaan media yang baru dan menarik minat siswa dalam mengungkapkan gagasan mereka. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pendampingan ini menunjukan adanya peningkatan rasa kepercayaan diri siswa (self-efficacy) setelah menerapkan media daily journal di kegiatan pembelajaran yang berlangsung.
MORPHOLOGICAL AND SYNTACTICAL ERRORS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS WITH DIFFERENT SEX IN SPEECH PRODUCTION Zaniar, Savira -; Afandi, Mujad Didien; Authar, Nailul; Djuwari, Djuwari; Pramudita, Niken Ayu
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol 13, No 2 (2024): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v13i2.14783

Abstract

There are differing opinions in the field of cognitive sciences when it comes to the role of sex in language acquisition. Men and women exhibit differences in their speaking and writing ability as a result of their distinct social roles throughout evolution. These disparities are equally, if not more, evident in students, both during normal and abnormal growth. In addition to the well-documented advantage that girls have in early language development, it is noteworthy that the majority of developmental problems that predominantly impact communication, speech, and language skills are more prevalent in boys. This article seeks to elucidate the disparities between sex regarding ordinary communication and language development, as well as the disparities in the occurrence of neurodevelopmental disorders connected to communication. Additionally, particular attention is given to data derived from the field of neuroscience, which may offer valuable insights into the neurological mechanisms that contribute to the comprehension of this event. We contend that the structural arrangement of the female brain confers women with an innate edge in developing communication and language systems compared to men. Divergent perspectives are present on the differentiation between sex within the field of cognitive sciences. The talks are founded upon clinical, social, and political perspectives. The evolutionary and biological perspectives have often emphasized arguments related to 'nature', whereas feminist and constructivist viewpoints have often emphasized arguments related to 'nurture' when discussing cognitive sex differences. This narrative review provides a comprehensive analysis of the origins and historical evolution of these arguments, as well as a summary of the findings in the field of sexually polymorphic cognition. By adopting multidisciplinary techniques, we aim to highlight the importance of interconnecting disciplines and gaining a more comprehensive knowledge of the precise factors that contribute to sex differences and gender diversity in cognitive capacities.
Penggunaan Teknik Jigsaw untuk Perolehan Kosakata Bahasa Inggris Mujad Didien Afandi; Edi Pujo Basuki; Destita Shari; Machmudah; M. Adrian Amien Anshari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i2.1416

Abstract

Latar Belakang. Dominannya penerapan teacher-centered learning dan absennya penggunaan teknik jigsaw dalam pembelajaran bahasa Inggris mempunyai andil yang signifikan pada rendahnya perolehan kosakata bahasa Inggris siswa di salah satu sekolah dasar yang berlokasi di Pranti, Sedati, Sidoarjo. Teknik jigsaw sebagai metode pembelajaran kooperatif yang mendukung student-centered learning terbukti efektif dalam pembelajaran bahasa Inggris. Tujuan. Oleh karena itu, program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul "Penggunaan Teknik Jigsaw untuk Perolehan Kosakata Bahasa Inggris" dilaksanakan di sekolah tersebut untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran melalui kerja sama antar kelompok untuk membantu mereka memeroleh kosakata bahasa Inggris. Metode. Metode pelaksanaan program ini terbagi menjadi tiga fase: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada fase perencanaan, tim PKM berkolaborasi dengan guru untuk mengidentifikasi masalah, menemukan solusi, dan menentukan teknik mengajar, media, dan materi pembelajaran. Pada fase pelaksanaan, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan teknik jigsaw dengan topik "alat transportasi". Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan siswa yang signifikan pada perolehan kosakata bahasa Inggris, perkembangan kemampuan kooperatif, dan keterampilan problem-solving dalam memeroleh kosakata. Kesimpulan. Program ini berhasil mengoptimalkan teknik jigsaw untuk meningkatkan perolehan kosakata bahasa Inggris melalui peningkatan kerja sama siswa dalam pembelajaran. Program ini juga berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam rangka mendukung inovasi pendidikan.
Pendampingan Pembelajaran English for Young Learners Melalui: “Your Day in Emojis” Bagi Siswa Platinum Education Mojokerto Novi Rahmania Aquariza; Nailur Authar; Savira Zaniar; Berda Asmara; Mujad Didien Afandi; Irene Rosalina; Rudi Umar Susanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i2.1448

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan interaktif melalui penggunaan emoji. Melalui metode "Your Day in Emojis," anakanak akan diajak untuk mendeskripsikan aktivitas sehari-hari mereka menggunakan emoji, sehingga mereka dapat belajar kosakata baru dalam konteks yang familiar. Sasaran pada program kegiatan masyarakat ini adalah siswa-siswa Platinum Education Mojokerto yang memang memiliki minat dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Adapun pelaksana program ini adalah mahasiswa dan dosen pada prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UNUSA yang terlibat aktif dan menyeluruh sejak perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah terciptanya dampak yang sangat positif dari penggunanan emoji yang menjadikan pengalaman belajar siswa-siswa Platinum Education lebih menyenangkan dan efektif.