Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALYSIS OF THE CHEMICAL AND ORGANOLEPTIC CONTENT OF BELSASIKUNTAS AS A HEALTHY DRINK INNOVATION Wilujeng, Sukian; Widya, Surya Ari; Bafiqi, Medita Johana Pakula; Isrianto, Pramita Laksitarahmi
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 3 (2025): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v9i3.7173

Abstract

Belsasikuntas is a functional beverage made from a mixture of Wuluh star fruit, bay leaves, betel leaves, turmeric, and beluntas leaves. This study aims to analyze its polyphenol and vitamin C content using the Folin-Ciocalteu method for polyphenols and the iodometry method for vitamin C. Additionally, an organoleptic evaluation was conducted to assess color, aroma, and taste. Polyphenol and vitamin C content were tested both with and without dilution. For the diluted samples, a Completely Randomized Design method was applied with four concentration levels and five repetitions. The results for the undiluted samples showed that the highest polyphenol content (81.43 mg/100 mL) was observed at 5 mL, while the lowest (80.88 mg/100 mL) was recorded at 15 mL. The highest vitamin C content (48.01 mg/100 mL) was found at 15 mL, whereas the lowest (47.89 mg/100 mL) was at 5 mL. In diluted samples, the highest polyphenol content (81.36 mg/100 mL) was observed at 20 mL, while the lowest (27.54 mg/100 mL) was at 5 mL. The highest vitamin C content (47.93 mg/100 mL) was recorded at 20 mL, whereas the lowest (11.10 mg/100 mL) was found at 5 mL. The results indicate that polyphenol and vitamin C content decrease as more water is added. The organoleptic evaluation yielded a total public acceptance score of 100%, with 62% for color, 11% for taste, and 27% for fragrance. These findings suggest that Belsasikuntas has potential as a functional health drink with favorable consumer acceptability. Keywords: Belsasikuntas, Health Drink, Polyphenol, Vitamin C
Edukasi Pembuatan Spesimen Tumbuhan dan Hewan sebagai Sumber Belajar Keanekaragaman Hayati Di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia Isrianto, Pramita Laksitarahmi; Marmi, Marmi; Sunaryo, Sunaryo; Chamidah, Dina; Haryanta, Dwi; Rohma, Siti Ainuna; Marmi; Sunaryo; Siti Ainuna Rohma
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/92q5p279

Abstract

Keanekaragaman hayati merupakan konsep fundamental dalam pembelajaran biologi, namun pada praktiknya masih sering disampaikan secara teoritis, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa terhadap keanekaragaman hayati melalui edukasi pembuatan awetan spesimen tumbuhan dan hewan sebagai media pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada 21 November 2025 di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia, dengan melibatkan 20 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan berupa sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan spesimen, serta tahap evaluasi. Teknik pengawetan yang digunakan memanfaatkan bioplastik sebagai bahan ramah lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui angket dan observasi untuk mengukur antusiasme, kepuasan, dan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 90%, peningkatan pemahaman keanekaragaman hayati sebesar 88%, serta ketertarikan tinggi terhadap penggunaan spesimen awetan sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis, kesadaran lingkungan, dan pembelajaran biologi yang kontekstual. Education on Preserved Specimen Preparation as a Biodiversity Learning Medium at Wira Damai Learning Center, Malaysi Biodiversity is a fundamental concept in biology education; however, in non-formal educational settings it is often delivered in a predominantly theoretical manner. This community service program aimed to enhance students’ understanding and practical skills related to biodiversity through hands-on activities involving the preparation of preserved plant and animal specimens as learning media. The activity was conducted on November 21, 2025, at Wira Damai Learning Center, Batu Caves, Selangor, Malaysia, and involved 20 student participants. A participatory–educational approach was employed, consisting of planning, implementation through socialization, instruction, training, and specimen-making demonstrations, followed by an evaluation stage. Environmentally friendly bioplastic materials were introduced as an alternative preservation technique. Program evaluation was carried out using questionnaires and observations to assess participants’ satisfaction, enthusiasm, and conceptual understanding. The results indicated a high level of participant satisfaction (90%), an increase in biodiversity understanding (88%), and strong interest in the use of preserved specimens as instructional media. Overall, the program effectively improved students’ practical skills, environmental awareness, and contextual learning experiences in biology within a non-formal education setting.
Edukasi Pembuatan Spesimen Tumbuhan dan Hewan sebagai Sumber Belajar Keanekaragaman Hayati Di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia Isrianto, Pramita Laksitarahmi; Marmi, Marmi; Sunaryo, Sunaryo; Chamidah, Dina; Haryanta, Dwi; Rohma, Siti Ainuna; Marmi; Sunaryo; Siti Ainuna Rohma
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/92q5p279

Abstract

Keanekaragaman hayati merupakan konsep fundamental dalam pembelajaran biologi, namun pada praktiknya masih sering disampaikan secara teoritis, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa terhadap keanekaragaman hayati melalui edukasi pembuatan awetan spesimen tumbuhan dan hewan sebagai media pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada 21 November 2025 di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia, dengan melibatkan 20 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan berupa sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan spesimen, serta tahap evaluasi. Teknik pengawetan yang digunakan memanfaatkan bioplastik sebagai bahan ramah lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui angket dan observasi untuk mengukur antusiasme, kepuasan, dan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 90%, peningkatan pemahaman keanekaragaman hayati sebesar 88%, serta ketertarikan tinggi terhadap penggunaan spesimen awetan sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis, kesadaran lingkungan, dan pembelajaran biologi yang kontekstual. Education on Preserved Specimen Preparation as a Biodiversity Learning Medium at Wira Damai Learning Center, Malaysi Biodiversity is a fundamental concept in biology education; however, in non-formal educational settings it is often delivered in a predominantly theoretical manner. This community service program aimed to enhance students’ understanding and practical skills related to biodiversity through hands-on activities involving the preparation of preserved plant and animal specimens as learning media. The activity was conducted on November 21, 2025, at Wira Damai Learning Center, Batu Caves, Selangor, Malaysia, and involved 20 student participants. A participatory–educational approach was employed, consisting of planning, implementation through socialization, instruction, training, and specimen-making demonstrations, followed by an evaluation stage. Environmentally friendly bioplastic materials were introduced as an alternative preservation technique. Program evaluation was carried out using questionnaires and observations to assess participants’ satisfaction, enthusiasm, and conceptual understanding. The results indicated a high level of participant satisfaction (90%), an increase in biodiversity understanding (88%), and strong interest in the use of preserved specimens as instructional media. Overall, the program effectively improved students’ practical skills, environmental awareness, and contextual learning experiences in biology within a non-formal education setting.