Rahmat Alimin
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI DIGITAL MELALUI MODEL INTERDISIPLINER SEBAGAI STRATEGI PENCAPAIAN SDGs 2030 Rahmat Fajri; Rahmat Alimin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penguatan literasi digital bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital guru melalui penerapan model interdisipliner. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan, dan implementasi pembelajaran berbasis digital. Subjek kegiatan adalah 30 guru SMK dari berbagai bidang keahlian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi digital, khususnya dalam aspek pedagogi digital, pemanfaatan teknologi pembelajaran, dan evaluasi berbasis digital. Program ini juga meningkatkan kepercayaan diri guru serta kualitas pembelajaran di kelas. Dengan demikian, model interdisipliner efektif sebagai strategi penguatan literasi digital dalam mendukung SDGs 2030. Kata Kunci: pengabdian masyarakat, literasi digital, guru, interdisipliner, SDGs 2030 Abstract Strengthening digital literacy for vocational high school (SMK) teachers is a crucial need to face the transformation of education in the digital era and support the achievement of the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs). This community service activity aims to improve teachers' digital literacy competencies through the application of an interdisciplinary model. The method used is a participatory approach through training, mentoring, and the implementation of digital-based learning. The participants were 30 vocational high school teachers from various fields of expertise. The results showed a significant increase in digital literacy skills, particularly in aspects of digital pedagogy, the use of learning technology, and digital-based evaluation. The program also increased teacher confidence and the quality of classroom learning. Thus, the interdisciplinary model is effective as a strategy for strengthening digital literacy in supporting the 2030 SDGs. Keywords: community service, digital literacy, teachers, interdisciplinary, SDGs 2030
PENDAMPINGAN TRAUMA HEALING MELALUI ENGLISH GAMES UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN BERBICARA SISWA SD TERDAMPAK BANJIR DI PIDIE JAYA Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Rahmat Alimin; Rahmatul Ukhra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 26 November 2025 berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis siswa sekolah dasar yang berimplikasi terhadap keberanian mereka dalam berkomunikasi, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Siswa terdampak bencana cenderung mengalami kecemasan, rasa takut, dan rendahnya kepercayaan diri yang menghambat keterampilan berbicara. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian berbicara Bahasa Inggris siswa sekolah dasar melalui pendampingan trauma healing berbasis English games. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8–10 Januari 2026 dengan melibatkan total 35 siswa sekolah dasar terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif-partisipatif dengan memanfaatkan permainan edukatif seperti Hello Circle Game sebagai ice breaking serta Simon Says dan Guessing Games sebagai media trauma healing. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi, keberanian berbicara, serta respons emosional positif siswa selama proses pembelajaran. Integrasi trauma healing dan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis permainan terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan mendukung pemulihan psikososial siswa. Kegiatan ini memberikan implikasi bahwa English games dapat menjadi strategi alternatif yang efektif dan aplikatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar, khususnya dalam konteks pendidikan pasca bencana.
PELAKSANAAN PROGRAM PARENTING BERBASIS KEMITRAAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU KOTA BANDA ACEH Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Abdul Mukti; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5396

Abstract

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) merupakan sekolah berbasis Islam yang berkomitmen melibatkan orangtua dalam program parenting sekolah. Kemitraan orangtua sebagai penentu keberhasilan pendidikan anak, karena sistem sekolah terpadu bermakna antara sekolah dan orangtua bekerjasama sebagai mitra dalam mendidik anak. Namun demikian belum semua SDIT menerapkan program parenting berbasis kemitraan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan program parenting di SDIT Kota Banda Aceh. Penelitian dilakukan terhadap SDIT Nurul Islah Banda Aceh dan SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh menggunakan metode penelitian kualitatif melalui proses observasi, wawancara, serta studi literatur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan parenting di kedua sekolah tersebut dikategorikan menjadi 3 program, yaitu: (a) program tahunan; yang dilakukan dua kali per tahun, di antaranya: pertemuan orangtua di awal tahun ajaran baru dan akhir semester dalam bentuk: sharing class dan seminar/workshop terkait parenting, dll; (b) program mingguan; dilaksanakan setiap akhir pekan, berupa kegiatan: tahsin quran, kajian keislaman, buku penghubung, dsb; serta (c) program insidental; khusus bagi anak yang membutuhkan bantuan orangtua dalam penyelesaian masalah dan konsultasi terkait anak dengan waktu yang tentatif. Kata kunci: Pelaksanaan Program; Parenting Berbasis Kemitraan; Sekolah Dasar Islam Terpadu Abstract Integrated Islamic Elementry School (SDIT) is an Islamic-based school that is commited to involving parents in the school parenting program. Parental patnership is a determinant of the success of children’s education, because the integrated school system means that schools and parents work together as patners in educating children. However, not all SDITs have implemented this patnership-based parenting program. The purpose of this study was to determine the implementation of the parenting program at SDIT Banda Aceh City. The study was conducted at SDIT Nurul Islah Banda Aceh and SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh using qualitative research methods trough observation, interviewa, and literature studies. The results of the data analysis showed that the implementation of parenting in both schools was categorized into 3 programs, namely: (a) Annual program; which is varried out twice a year, including: parent meeting at the beginning of the new school year and the end of the semester in the form of: sharing classes and seminars/workshops related to parenting, etc; (b) Weekly program; carried out every weekend, in the form of activities: tahsin qur’an, islamic studies, connecting books, etc; and (c) Incidental program; specifically for children whi nedd parental assistance in solving problems and consultations related to children with a tentative time. Keywords: Program Implementation; Patnership-Based Parenting; Islamic Integrated Primary Schools.
TANTANGAN DAN EFEKTIVITAS GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN Rahmat Fajri; Said Ashlan; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas serta tantangan pemanfaatan teknologi digital oleh guru di sekolah dasar dalam mendukung proses pembelajaran di era digital. Transformasi pendidikan berbasis teknologi menuntut guru memiliki kemampuan literasi digital dan kompetensi pedagogis yang memadai agar pembelajaran menjadi lebih interaktif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket kepada guru sekolah dasar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran, terutama dalam meningkatkan keterlibatan siswa, kreativitas pembelajaran, akses informasi, serta efisiensi proses pembelajaran. Guru memanfaatkan berbagai platform dan media digital seperti Google Classroom, video pembelajaran, aplikasi presentasi interaktif, serta perangkat evaluasi berbasis daring untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, implementasi teknologi digital masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi literasi digital sebagian guru, keterbatasan akses internet, serta resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran konvensional. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi teknologi digital sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogis guru, dukungan sekolah, serta ketersediaan sarana dan prasarana teknologi. Kata kunci: teknologi digital, efektivitas pembelajaran, guru, tantangan, pendidikan digital. Abstract This research was This study aims to analyze the effectiveness and challenges of digital technology utilization by elementary school teachers to support the learning process in the digital era. Technology-based educational transformation requires teachers to have adequate digital literacy skills and pedagogical competencies to make learning more interactive, adaptive, and oriented to student needs. This study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and distribution of questionnaires to elementary school teachers. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the use of digital technology has a positive impact on learning effectiveness, especially in increasing student engagement, learning creativity, information access, and learning process efficiency. Teachers utilize various digital platforms and media such as Google Classroom, learning videos, interactive presentation applications, and online-based evaluation tools to support teaching and learning activities. However, the implementation of digital technology still faces various challenges, including limited infrastructure, low digital literacy competency among some teachers, limited internet access, and resistance to changes to conventional learning methods. The research findings also indicate that the success of digital technology integration is greatly influenced by teachers' pedagogical competency, school support, and the availability of technological facilities and infrastructure. . Keywords: digital technology, learning effectiveness, teachers, challenges, digital education.
PELATIHAN PENGGUNAAN SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN BAGI GURU SMK BIDANG MULTIMEDIA Rahmat Fajri; M. Bayu Wibawa; Rahmat Alimin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri 5 Telkom, Banda Aceh. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan  pelatihan pengguanaan Learning Management System dalam pembelajaran di sekolah. Dari hasil observasi menunjukan bahwa umunya guru belum sepenuhnya sistem manajemen pembelajaran dalam proses pembelajaran disekolah. Setelah pelaksanaan pelatihan tentang penerapan sistem manajemen pembelajaran khususnya google classroom menunjukan hasil yang sangat baik dalam penggunaan sistem manajemen pembelajaran sehingga proses pembelajaran lebih efektif dan fleksibel yang dapat digunakan dalam berbagai mata pelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Hal ini ditunjukan dengan  motivasi dan minat para guru dalam menerapkan sistem manajemen pembelajaran google classroom dalam pelatihan. Kata Kunci: Pelatihan, Pembelajaran, Guru, Manajemen, Sistem, AbstractThis community service program was conducted at Telkom State Vocational High School 5 in Banda Aceh. The program aimed to provide training on the use of Learning Management Systems in school teaching. Observations indicated that teachers generally did not fully utilize Learning Management Systems in their teaching and learning processes. Following the training, participants demonstrated excellent results in the implementation of Learning Management Systems, specifically Google Classroom. This resulted in a more effective and flexible learning process, enabling it to be used in various subjects to increase student engagement. This was demonstrated by the teachers' motivation and interest in implementing the Google Classroom Learning Management System (LMS) during the training. Keywords: Training, Learning, Teachers, Management, System
PENINGKATAN LITERASI ANTI BULLYING MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ACEH INGKE PADA SISWA SD ISLAM TERPADU FAJAR HIDAYAH ACEH BESAR Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Heri Aprian Harahap; Zahra Kesuma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKekerasan dan bullying masih menjadi tantangan serius di sekolah dasar, termasuk pada sekolah Islam terpadu. Rendahnya literasi anti bullying pada siswa dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikososial anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi anti bullying pada siswa SD Islam Terpadu Fajar Hidayah Aceh Besar melalui pendekatan permainan tradisional Aceh Ingke (Engklek). Metode pelaksanaan menggunakan model partisipatif, melibatkan siswa kelas IV–V, guru, dan orang tua dalam bentuk sosialisasi, praktik permainan, serta refleksi nilai-nilai anti bullying. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep bullying, keterampilan sosial yang lebih baik, serta sikap saling menghargai. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat menjadi media edukatif yang efektif dalam menanamkan literasi anti bullying pada anak usia sekolah dasar.Kata kunci: literasi anti bullying, permainan tradisional, Ingke, siswa sekolah dasar.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DI SMAN 11 BANDA ACEH Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Herawati Herawati; Rahmat Alimin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi guru pada era digital. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 11 Banda Aceh pada hari Kamis, 13 November 2025, dengan tujuan memperkuat kemampuan pedagogis dan teknologi guru melalui pemanfaatan alat-alat AI terkini. Pentingnya integrasi AI dalam pendidikan telah ditekankan oleh beberapa ahli, seperti Luckin (2018) yang menyatakan bahwa AI mampu memperluas kapasitas guru dalam melakukan personalisasi pembelajaran, serta Holmes et al. (2019) yang menegaskan bahwa literasi AI menjadi kompetensi wajib bagi pendidik masa kini. Dalam konteks Indonesia, Wibawa (2021) juga menyoroti perlunya penguatan kompetensi TPACK berbasis teknologi cerdas untuk mendukung efektivitas pembelajaran. Pelatihan ini diikuti oleh para guru dari berbagai mata pelajaran, dengan fokus pada pembuatan media berbasis teks, gambar, dan presentasi interaktif menggunakan platform AI generatif. Pendekatan pelatihan mencakup demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan teknis yang memungkinkan peserta mengalami proses pengembangan media secara utuh. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek keterampilan teknis, kreativitas media, dan pemahaman pedagogis digital. Para guru melaporkan bahwa AI membantu mempercepat pembuatan konten pembelajaran, memperkaya variasi media, dan meningkatkan keterlibatan siswa. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti relevan sebagai model pengembangan profesional guru dalam menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21. Integrasi AI dalam pembuatan media pembelajaran berpotensi menjadi praktik berkelanjutan dalam mendukung pembelajaran yang inovatif dan adaptif.
PELATIHAN PENGENALAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI GURU DI SMA NEGERI II BANDA ACEH Yawma Wulida; Herawati Herawati; Suci Rahmi Amjusfa; Rahmat Alimin; Silvia Rahmi; Dina Keumalasari Br Ginting; Lisnawati Lisnawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pengenalan Artificial Intelligence (AI) bagi guru di SMA Negeri 11 Banda Aceh dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan teknologi cerdas dalam pengembangan media pembelajaran interaktif di sekolah. Sebagian besar guru telah menggunakan teknologi digital, namun belum optimal dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu kreatif, adaptif, dan efisien dalam proses pembelajaran. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep dasar AI serta keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai tools berbasis AI untuk merancang media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi, demonstrasi penggunaan platform AI, praktik langsung, serta pendampingan dalam pembuatan produk media pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep AI dan mampu menghasilkan contoh media pembelajaran interaktif seperti kuis digital, bahan ajar visual, dan konten presentasi berbasis AI. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri guru dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi dalam mendukung transformasi pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan relevan dengan perkembangan teknologi di era digital. Kata Kunci: Artificial Intelligence, media pembelajaran interaktif, pelatihan guru, teknologi pendidikan
LAYANAN PENDIDIKAN PASCABENCANA BANJIR MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR BERBASIS PENDAMPINGAN AKADEMIK DI KABUPATEN PIDIE JAYA Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Suci Rahma Amjusfa; Pardi Pardi; Syarifah Asyura; Dina Keumala Sari Br Ginting; Lisda Yanti; Zahra Kesuma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya Aceh berdampak signifikan terhadap keberlangsungan pendidikan, khususnya pada siswa sekolah menengah atas yang menghadapi tekanan akademik dan ketertinggalan materi pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pendidikan pascabencana melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) berbasis pendampingan akademik intensif. Program ini dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Penulis pertama berperan sebagai tutor utama dalam memberikan pendampingan akademik, penguatan materi UTBK, serta strategi belajar efektif kepada siswa. Selain itu, kegiatan pendukung berupa Sekolah Ceria juga dilaksanakan untuk anak usia TK dan SD sebagai bentuk dukungan psikososial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program bimbingan belajar mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman materi, serta kesiapan siswa dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap pemulihan psikologis peserta didik secara umum. Dengan demikian, program bimbingan belajar berbasis pendampingan akademik menjadi salah satu model efektif dalam optimalisasi layanan pendidikan pascabencana. Kata kunci: Pendidikan Pascabencana, Bimbingan Belajar, Pendampingan Akademik, Banjir, Motivasi Belajar. Abstract Flood disasters in Pidie Jaya Regency, Aceh, have significantly disrupted educational continuity, particularly for high school students facing academic setbacks and learning loss. This community service activity aims to optimize post-disaster educational services through an academic tutoring-based assistance program. The program was implemented by Universitas Ubudiyah Indonesia using a participatory approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. The first author served as the main tutor, providing academic mentoring, UTBK preparation, and effective learning strategies. Supporting activities in the form of Fun School were also conducted for kindergarten and elementary school children to provide psychosocial support. The results indicate that the tutoring program improved students’ learning motivation, subject comprehension, and readiness for higher education entrance examinations. Overall, the program contributed positively to both academic recovery and psychological well-being. Therefore, academic tutoring-based assistance can serve as an effective model for optimizing post-disaster educational services. Keywords: Post-Disaster Education, Tutoring, Academic Assistance, Flood, Learning Motivation.
PENDAMPINGAN TRAUMA HEALING MELALUI ENGLISH GAMES UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN BERBICARA SISWA SD TERDAMPAK BANJIR DI PIDIE JAYA Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Rahmat Alimin; Rahmatul Ukhra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 26 November 2025 berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis siswa sekolah dasar yang berimplikasi terhadap keberanian mereka dalam berkomunikasi, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Siswa terdampak bencana cenderung mengalami kecemasan, rasa takut, dan rendahnya kepercayaan diri yang menghambat keterampilan berbicara. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian berbicara Bahasa Inggris siswa sekolah dasar melalui pendampingan trauma healing berbasis English games. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8–10 Januari 2026 dengan melibatkan total 35 siswa sekolah dasar terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif-partisipatif dengan memanfaatkan permainan edukatif seperti Hello Circle Game sebagai ice breaking serta Simon Says dan Guessing Games sebagai media trauma healing. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi, keberanian berbicara, serta respons emosional positif siswa selama proses pembelajaran. Integrasi trauma healing dan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis permainan terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan mendukung pemulihan psikososial siswa. Kegiatan ini memberikan implikasi bahwa English games dapat menjadi strategi alternatif yang efektif dan aplikatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar, khususnya dalam konteks pendidikan pasca bencana.