Rosmaida Sinaga
Department Of History Education, Faculty Of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perlawanan Rakyat Indonesia terhadap Kekuasaan Jepang Galih Raka Siwi; Nita Pardede; Josua Simanjuntak; Rosmaida Sinaga
Journal on Education Vol 6 No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i3.5659

Abstract

The Indonesian people's resistance to Japanese rule was motivated by the oppression carried out by Japan. The Indonesian people realized that the Japanese had acted arbitrarily and inhumanely, even the Japanese also often massacred the Indonesian people and employed them inhumanely which we commonly know as romusha. Other factors also triggered the Indonesian people to fight against Japan. This research uses a qualitative method. By means of literature studies or literature studies by looking for various sources such as journals, books, articles, theses and so on. The findings from these sources we raise into four discussions, namely the reign of the Japanese occupation, the nature of the Japanese occupation, the resistance of the Indonesian people against Japan, the end of the Japanese occupation in Indonesia. It is hoped that after reading this journal, it can increase readers' interest in adding knowledge about history and also build a sense of nationalism and love for the country for readers.
Devide Et Impera: Kebijakan Politik Belanda Dalam Memecah Persatuan di Nusantara Karina Karina; Oktavia Sitorus; Salsalina Gurusinga; Rosmaida Sinaga
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4007

Abstract

Devide et impera (bahasa Latin untuk "pecah belah dan kuasai") adalah strategi politik yang digunakan oleh kekuatan penguasa untuk mempertahankan kontrol mereka atas kelompok atau wilayah yang dikuasai. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan perpecahan di antara kelompok- kelompok masyarakat, sehingga mereka tidak dapat bersatu melawan penguasa. Dalam konteks kolonialisme, devide et impera sering diterapkan oleh kekuatan kolonial untuk menjaga dominasi mereka atas wilayah jajahan dengan memanfaatkan perbedaan etnis, agama, dan budaya. Dalam sejarah kolonialisme, khususnya di Afrika dan Asia, kekuatan kolonial seperti Inggris dan Belanda memanfaatkan kebijakan ini untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Dengan membangkitkan persaingan antar suku atau kelompok etnis, penguasa kolonial berhasil mencegah terbentuknya gerakan perlawanan yang kuat dan terorganisir.Penerapan devide et impera memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk dinamika sosial dan politik di wilayah pascakolonial. Di banyak negara bekas jajahan, warisan kebijakan ini masih terasa dalam bentuk ketegangan etnis dan politik yang terus berlanjut. Dalam analisis kontemporer, strategi ini masih dipelajari dalam konteks geopolitik dan hubungan internasional, di mana aktor- aktor politik global memanfaatkan perpecahan untuk menjaga pengaruh dan kekuasaan mereka di berbagai wilayah dunia.
Peran Bangsa Arab Dalam Perdagangan Antar Benua: Pengaruh dan Jejak Sejarah di Indonesia Kiki Andiani Silaban; Mesya Angelina Alo Kusa; Javanya Sinaga; Rosmaida Sinaga
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3964

Abstract

Perdagangan antar benua telah menjadi salah satu faktor kunci dalam pertukaran budaya, ideologi, dan agama di seluruh dunia. Bangsa Arab memainkan peran penting dalam jaringan perdagangan ini, terutama dalam hubungan mereka dengan Nusantara, yang kini dikenal sebagai Indonesia. Artikel ini mengkaji peran bangsa Arab dalam perdagangan internasional dan pengaruhnya terhadap penyebaran Islam di Indonesia. Melalui jalur perdagangan maritim yang strategis, bangsa Arab tidak hanya memperkenalkan komoditas berharga, tetapi juga membawa ajaran Islam, yang kemudian menyebar secara damai melalui interaksi sosial dan perkawinan campuran dengan penduduk lokal. Kehadiran pedagang Arab di Nusantara berdampak signifikan dalam perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat setempat, serta memperkaya budaya lokal melalui bahasa, tradisi, dan sistem pendidikan Islam. Komunitas yang terbentuk dari interaksi ini menciptakan hubungan sosial yang kuat antara bangsa Arab dan penduduk lokal, sehingga membantu dalam proses islamisasi yang berlangsung selama berabad-abad. Dengan menelusuri jejak sejarah ini, artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana perdagangan dan agama dapat saling berkaitan dalam membentuk identitas masyarakat Indonesia.
Hak Oktroi VOC di Nusantara (Indonesia) Rosmaida Sinaga; Pretty Pakpahan; Kinanti Naya Natasha; Tesa Romanti Sibarani
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4213

Abstract

Kajian  ini membahas tentang latar belakang pemberian hak oktroi  kepada Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) dan hak hak oktroi VOC serta dampak pelaksanaan hak oktroi VOC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan empat tahapan yaitu heuristik , kritik, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelusuran dari buku dan artikel diketahui bahwa latar belakang pemberian hak okroi kepada VOC adalah karena Kerajaan Belanda ingin mengamankan jalur perdagangan di Hindia Timur (Nusantara) dan memonopoli perdagangan rempah-rempah. Adapun hak oktroi VOC adalah memiliki wewenang untuk berdagang, mengambil tindakan politik, melancarkan perang, mendirikan benteng, memiliki tentara, mengangkat penguasa di wilayah Nusantara (Indonesia) atas nama Staten Generaal. Dampak pelaksanaan hak-hak octroi bagi VOC adalah VOC mampu membangun sistem aliansi politik (persekutuan) dengan penguasa pribumi (raja atau sultan) dan memperoleh penyerahan hak monopoli penguasa pribumi  atau wilayah tertentu di Nusantara.
Politik Etis: Dari Eksploitasi Ke Emansipasi di Era Kolonial Rosmaida Sinaga; Salsabila Lubis; Nelman Wisabla; Ulya Salisa Raunaq
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3992

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tokoh-tokoh politik etis, implementasi politik etis , perubahan struktur sosial dan ekonomi, kritik terhadap politik etis dan pengaruh politik etis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Sejarah dengan empat tahapan yaitu heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tokoh tokoh politik etis. Adapun implementasi politik adalah irigasi, edukasi dan transmigrasi. Penerapan politik etis menyebabkan perubahan ekonomi dan perubahan sosial. Politik etis berpengaruh terhadap kebijakan Pendidikan dan Pembangunan infrastruktur dan menumbuhkan kesadaran nasional. Meskipun kebijakan politik etis tidak sepenuhnya menghapus eksploitasi, namun berhasil meningkatkan pendidikan dan kesadaran politik di kalangan pribumi, yang pada akhirnya mendorong perjuangan menuju kemerdekaan.
Dampak Pendudukan Jepang Terhadap Kebangkitan Nasionalisme Indonesia Rosmaida Sinaga; Ruth Debora Rumahorbo; Sitevis Ndruru; Gabriel Pakpahan
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4066

Abstract

Pendudukan Jepang di Indonesia yang berlangsung dari tahun 1942 hingga 1945 merupakan periode yang sangat berpengaruh dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membawa perubahan signifikan di berbagai bidang, termasuk politik, militer, sosial-ekonomi, dan Pendidikan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang mempunyai lima tahap penulisan diantaranya; heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Meskipun kebijakan Jepang bertujuan untuk memperkuat kekuasaan mereka dan mendukung upaya perang, dampaknya justru menjadi pemicu kebangkitan nasionalisme di kalangan rakyat Indonesia. Di bidang politik, pembubaran partai-partai dan pembentukan organisasi buatan Jepang membuka ruang bagi tokoh-tokoh nasionalis untuk mempersiapkan perjuangan kemerdekaan. Di bidang militer, pelatihan militer bagi pemuda Indonesia melalui organisasi seperti PETA dan Seinendan membentuk generasi baru yang siap menghadapi penjajah. Eksploitasi dalam sistem kerja paksa Romusha dan penindasan sosial-ekonomi menimbulkan kesadaran kolektif akan perlunya kebebasan. Sementara itu, di bidang pendidikan, penghapusan diskriminasi dan penggunaan bahasa Indonesia memperkuat identitas nasional di kalangan generasi muda.
Penjajahan VOC dan Pemberontakan Maluku dan Makasar Afifah Najdatul Muna; Natalia Fronika Sianturi; Lundu Wijaya Simbolon; Rosmaida Sinaga
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembentukan Vereniging OostIndische Compagnie (VOC), kehadiran VOC di Maluku dan Makassar, dan pemberontakan rakyat di Maluku dan Makassar. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode Sejarah dengan tahapan heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitan diketahui bahwa VOC dibentuk pda bulan maret tahun 1602 di Belanda. VOC didirikan sebagai gabungan dari beberapa organisasi pedagang Belanda. Pembentukan VOC disahkan oleh state-generaal republic kesatuan tujuh provinsi berdasarkan satu piagam yang memberi hak eksklusif kepada orang-orang untuk berdagang. Pelayaran pertama VOC terjadi di Pulau Maluku. VOC pertama kali melakukan transaksi rempah-rempah di Kepulauan Maluku. Penindasan yang dilakukan VOC melalui monopoli perdagangan menyebabkan pemberontakan rakyat Maluku.  Pembrontakan rakyat di Maluku ditandai dengan adanya “deklarasi haria” dan “keberatan Hatawano”. Deklarasi tersebut disusun Pattimura dan diserahkan oleh pattih Sapura yang ditandatangani 21 Raja Nusalaut setelah dilakukan musyawarah ekstensif kursi aula haria (Pattikayhatu, 1983: 67-68).  Di Sulawesi Selatan, perlawanan terhadap kolonialisme Belanda yang dilakukan oleh Gowa dan Tallo. Gowa dan Tallo bergabung menjadi kerajaan Makassar. Pembrontakan Kerajaan Makassar disebbakan persaingan dagang antara Kerajaan Makassar dan VOC.
Pengaruh Kebijakan Pendidikan Belanda Terhadap Struktur Sosial Lokal Rosmaida Sinaga; Friska Fransiska Aruan; Ilmiyatul Fitri Charisma; Yosua Solafide Sinaga
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3999

Abstract

Struktur sosial lokal dipengaruhi secara signifikan oleh kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pendidikan kolonial memengaruhi pembentukan hierarki sosial, memperluas kesenjangan kelas, dan mempengaruhi mobilitas sosial di kalangan masyarakat pribumi. Kebijakan yang awalnya bertujuan untuk mencetak pegawai administrasi kolonial terbatas pada kalangan elit pribumi, menghasilkan lapisan baru dalam masyarakat yang dikenal sebagai priyayi. Belanda memperkuat stratifikasi sosial dengan membagi akses pendidikan berdasarkan status sosial. Ini menciptakan perbedaan yang lebih tajam antara kelompok elit dan rakyat jelata. Dokumen kebijakan pendidikan dan laporan kolonial dipelajari dalam penelitian ini, yang menggunakan pendekatan historis-kritis. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem pendidikan kolonial tidak hanya membantu Belanda mengontrol ekonomi dan politik, tetapi juga menciptakan struktur sosial yang menguntungkan para elit lokal dan melemahkan keharmonisan masyarakat tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam emahami dinamika kolonialisme Belanda dan pengaruhnya terhadap tatanan sosial dibidang pendidikan Indonesia.
Penjelajahan Samudra Eropa: Penyebaran Agama, Kekayaan dan Imperialisme Maria Irma Situmorang; Nabila Mufti Lestari; Jan Devit Dohardo Saragih; Rosmaida Sinaga
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3970

Abstract

Penjelajahan samudra Eropa pada abad ke-15 hingga ke-17, yang dipicu oleh semboyan Gold, Glory, dan Gospel, menjadi titik balik penting dalam sejarah global. Motivasi untuk mendapatkan kekayaan, memperluas kekuasaan, dan menyebarkan agama Kristen mendorong negara-negara seperti Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda untuk menjelajahi dunia, termasuk Nusantara yang kaya akan rempah-rempah. Tokoh-tokoh penting seperti Vasco da Gama, Christopher Columbus, dan Cornelis de Houtman memainkan peran sentral dalam menemukan jalur perdagangan baru dan membuka jalan bagi kolonialisme. Penjelajahan ini membawa dampak besar, termasuk eksploitasi ekonomi, perubahan sosial, dan penyebaran agama Kristen secara luas. Di satu sisi, bangsa Eropa berhasil mendapatkan keuntungan besar melalui perdagangan dan penaklukan, namun di sisi lain, masyarakat lokal di wilayah yang dijajah menderita akibat hilangnya kedaulatan dan eksploitasi sumber daya mereka. Jurnal ini mengeksplorasi peran penjelajahan Eropa dalam penyebaran agama, pencarian kekayaan, dan imperialisme, serta dampaknya terhadap Nusantara dan dunia secara lebih luas.
Kebijakan Antara Van Den Bosch Dengan Thomas Stamford Rafless Rizki Fadilla Sambas; Rizki Hazira; Novia Mutiara; Rosmaida Sinaga
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3961

Abstract

Penelitian ini membahas kebijakan kolonial yang diterapkan oleh Van den Bosch dan Thomas Stamford Raffles di Indonesia, serta dampak kebijakan tersebut terhadap masyarakat lokal. Van den Bosch, dengan sistem Cultuurstelsel atau Tanam Paksa, berupaya mengatasi krisis keuangan Belanda melalui eksploitasi sumber daya dan tenaga kerja di Jawa. Sementara itu, Raffles memperkenalkan reformasi yang lebih liberal, seperti penghapusan monopoli dan penerapan sistem sewa tanah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, mengumpulkan data dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua kebijakan bertujuan meningkatkan pendapatan kolonial, dampaknya terhadap masyarakat Indonesia sangat berbeda. Kebijakan Van den Bosch cenderung lebih eksploitatif dan merugikan, sedangkan kebijakan Raffles lebih mengarah pada perubahan struktural yang memberikan sedikit ruang bagi perkembangan ekonomi lokal.
Co-Authors Abd Haris Nasution Afifah Najdatul Muna Ajeng Priska Sari Alya Nataly Alya Putri Dania Andrian Maulana Arisya Rajagukguk Cynthia C.A Sitorus* Daniel Anugrah Marbun Dewy Maulidya Ningrum Dian Pratama Edo Immanuel Sinaga Egia Adelia Gurusinga Eka Salva Rila Esa Indriani Br Bangun Flores Tanjung Friska Fransiska Aruan Gabriel Joey Febriand Sinurat Gabriel Pakpahan Galih Raka Siwi Gema Persada Tarigan Harry Kriston Situmeang Hertati Sitanggang Hery Junianto S Marbun Hotmaida Berutu Ilmiyatul Fitri Charisma Iren Sintiya Pelawi Jan Devit Dohardo Saragih Javanya Sinaga Jeremia Nababan Josua Simanjuntak Juan Vito Simanjuntak Karina Karina Kiki Andiani Silaban Kinanti Naya Natasha Lister Eva Simangunsong Lister Eva Simangunsong Lois Zibya Priscilla Batubara Lubis, Hafnita Sari Dewi Lundu Wijaya Simbolon Maria Irma Situmorang Maria Maharani Sitepu Marsella Br Sembiring Mawaddah Mawaddah Mesya Angelina Alo Kusa Nabila Mufti Lestari Nadia Sarita Nadya Khaterina Manurung Najuah, Najuah Nanda Aulia Sahada Natalia Fronika Sianturi Nazwa Khalizah Nelman Wisabla Nirwana Dewantari Yani Putri Nita Pardede Novia Mutiara Ocha Primalia Tondang Oktavia Sitorus Pretty Pakpahan Putri Aulia Purba Putri Hasanah Piliang Rahel Arthaida Hutajulu Rifka Ariani Lubis Risky Manullang Rizki Fadilla Sambas Rizki Hazira Ruth Debora Rumahorbo Ruth Grace Lumbantoruan Salsabila Lubis Salsalina Gurusinga Sen Aron Satahi Simanjuntak Sitevis Ndruru Siti Julaiha Sonia R. Matanari Suci Larasati Supriadi Hartawan Hutabarat Tappil Rambe Tatiah Anisah Lumban Gaol Tengku Riza Fahlevi Tesa Romanti Sibarani Thoriq Aulia Ulya Salisa Raunaq Winda Helena Simangunsong Yeni Utami Hutasoit Yesi Rotuanta Simbolon Yosafat Lesmana Tampubolon Yosua Solafide Sinaga Yuri Nasution Yushar Tanjung