Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MELESTARIKAN TRADISI, MERAWAT INGATAN: SOSIALISASI KESENIAN DEBUS BANTEN PADA HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH (HIMADIRA) FKIP UNTIRTA Eko Ribawati; Muhammad Anggie Farizqi Prasadana; Yuni Maryuni; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Ana Nurhasanah; Arif Permana Putra; Rikza Fauzan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian debus perlu dilestarikan kepada generasi muda, utamanya mahasiswa. Hal ini agar tetap lestari. Di era globalisasi seperti dewasa ini kesenian debus terkikis lantaran desakan kebudayaan-kebudayaan modern dari luar. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyampaikan literasi terkait pentingnya kesenian debus beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai kesenian debus: nilai religi, nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai seni perlu disosialisasikan kepada mahasiswa. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah lewat sosialisasi. Lokasi kegiatan dilakukan di Kampus Ciwaru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kata Kunci: Tradisi, Merawat, Sejarah
PERKEMBANGAN INDUSTRI RUMAHAN BAKSO IKAN MALINGPING DAN DAMPAKNYA TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KECAMATAN MALINGPING Muh. Zulkarnaen; Rikza Fauzan; Arip Permana Putra
ZARATHUSTRA (Jurnal Sosiologi dan Filsafat) Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 Februari 2024
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fish ball home industry has emerged as a growing sector in Malingping District, prompting an in-depth examination of its development and socio-economic impact. Utilizing the historical method, encompassing heuristics, criticism, interpretation, and historiography, this study amalgamates oral and written sources through literature review, interviews, and documentation. The inception of the fish ball home industry in 1990 showed minimal impact, with a modest number of cottage industries initially established. However, over time, both the quantity and number of fish ball home industries burgeoned, significantly altering the socio-economic landscape of Malingping District. These changes reverberate across various facets of socio-economic life, including livelihoods, income, welfare, and education levels. Notably, the fish ball home industry has become a catalyst for job creation and entrepreneurial opportunities, fostering positive developments within the Malingping community.
Transformasi dari Korwil Menjadi Cabang pada Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia di Banten Tahun 1980-2000 Virli Aurelya Putri Apandi; Eko Ribawati; Rikza Fauzan
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Banten dari status Koordinator Wilayah (Korwil) menjadi Cabang pada periode 1980-2000. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian mengenai sejarah organisasi pers di tingkat daerah, khususnya terkait perubahan struktur kelembagaan PWI yang berimplikasi terhadap profesionalisme wartawan dan perkembangan pers lokal. Penelitian ini menggunakan metode historis menurut Helius Syamsudin terdiri atas empat tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian terdiri atas sumber primer berupa arsip surat kabar sezaman, dokumen organisasi PWI, serta wawancara dengan pelaku dan saksi sejarah, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari sumber tertulis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWI Banten berkembang sebagai Koordinator Wilayah sejak awal 1980-an di bawah struktur PWI Jawa Barat dengan kewenangan yang masih terbatas dan bersifat koordinatif. Transformasi dari Korwil menjadi Cabang dipengaruhi oleh perubahan politik nasional pasca-Reformasi 1998, meningkatnya tuntutan profesionalisme wartawan, serta lahirnya Provinsi Banten pada tahun 2000. Perubahan status tersebut mendorong peningkatan kemandirian organisasi, penguatan struktur kelembagaan, perluasan program pembinaan wartawan, serta penguatan penerapan Kode Etik Jurnalistik. Setelah menjadi Cabang, PWI Banten menunjukkan perkembangan yang lebih dinamis dalam mendukung profesionalisme wartawan dan penguatan pers lokal di tengah era kebebasan pers pasca-Reformasi.
Perkembangan Sistem Pendidikan Yayasan Dwituna Rawinala Dalam Membekali Life Skill Disabilitas Ganda 1983–1990 Kennedy Hasiholan Sianturi; Yuni Maryuni; Rikza Fauzan
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sistem pendidikan Yayasan Dwituna Rawinala dalam membekali life skill penyandang disabilitas ganda pada tahun 1983–1990. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya sistem pendidikan bagi penyandang disabilitas ganda di Indonesia pada masa Orde Baru sehingga Yayasan Dwituna Rawinala berperan sebagai lembaga pelopor dalam pengembangan pendidikan khusus. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui arsip, dokumen, surat kabar, wawancara, serta berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal perkembangannya Yayasan Dwituna Rawinala mengalami keterbatasan kurikulum, tenaga pendidik, dan sarana pembelajaran. Untuk mengatasi kondisi tersebut, yayasan mengadaptasi berbagai kurikulum hingga berhasil mengembangkan kurikulum berbasis life skill yang berfokus pada kemampuan merawat diri, komunikasi, orientasi mobilitas, dan kemandirian peserta didik. Sistem pendidikan tersebut menjadi dasar pengembangan pendidikan bagi penyandang disabilitas ganda sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan pendidikan khusus di Indonesia.