Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGELOLAAN SNI CORNER DI PERPUSTAKAAN DAUN DAN PERPUSTAKAAN BUNGA Nihayati Nihayati; Luki Wijayanti
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i3.905

Abstract

 Perpustakaan perguruan tinggi menjadi target donatur dengan beragam kepentingan, termasuk program SNI Corner. Pemanfaatan SNI Corner pada awalnya bagus, namun saat ini kurang maksimal. SNI terbaru sudah terbit, namun di outlet SNI Corner tidak diupdate. Sarana prasarana yang rusak tidak diperbaiki Meskipun demikian, program ini tetap dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kaitan ekonomi politik media dalam praktik pengelolaan SNI Corner di perpustakaan Daun dan di perpustakaan Bunga dari perspektif Vincent Mosco. Metode analisis yang digunakan yakni pendekatan kualitatif konstruktivis dengan 8 (delapan) informan, yaitu 2 (dua) orang pimpinan dari BSN, Kepala Perpustakaan Daun, Direktur Perpustakaan Bunga dan 4 (empat) petugas SNI Corner. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SNI Corner membidik perpustakaan perguruan tinggi yang mempunyai banyak pengguna untuk memenuhi capaian jumlah pemanfaat informasi dan membangun kesadaran berbudaya standar. SNI Corner menjadi media spasialisasi BSN untuk menemui khalayak perguruan tinggi  dan mendiseminasikan produknya. BSN melakukan komodifikasi konten dalam bentuk koleksi dan fasilitas perpustakaan yang dikemas dalam SNI Corner. Rektor universitas Bunga maupun Universitas Daun mengubah pengguna perpustakaan kepada BSN untuk memperkuat kerjasama yang telah dijalin. BSN memperoleh target khalayak, sementara perpustakaan memperoleh SNI Corner beserta fasilitasnya dan sertifikat MoU yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Sampai saat ini, keberadaan SNI Corner dapat bertahan karena tercipta hubungan mutualisme BSN dan perpustakaan dalam aspek spasialisasi dan komodifikasi,
The Role of Students in Controlling the “Klitih” Phenomenon in the Special Region of Yogyakarta, Indonesia Padila, Aldi Rizki; Mufida, Anis; Azizah, Syahrani Nur; Rahmi, Rahmi; Wijayanti, Luki
Haluan Sastra Budaya Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v8i1.71633

Abstract

The Klitih phenomenon, common in the Special Region of Yogyakarta, Indonesia, is characterized by disruptive nighttime activities of teenagers that cause harm to the community, intentionally or unintentionally. The conduct of these teenagers is garnering significant attention on social media platforms, with numerous articles addressing the klitih phenomenon, even though little effective control over it exists presently. More than 300 articles exploring this phenomenon were found on Google Scholar. This paper aims to explore the klitih phenomenon with a specific focus on the role of students. A qualitative research approach was employed, involving a review of existing literature and conducting case studies that included interviews with eight participants, including students, professors, and members of the community. Descriptive and bibliometric analyses were utilized to examine their responses. The interviews were undertaken to gather data that might contribute to policy formulation and offer recommendations concerning the klitih phenomenon. The discussion primarily zeroes in on the role of students in mitigating klitih behaviors through providing counseling and socialization for affected families in the region. The study suggests that tackling the underlying family issues could be a key strategy in preventing the klitih phenomenon. Furthermore, it recommends that students can also contribute to managing the klitih phenomenon, which is vital for the healthy development of adolescents, particularly in terms of their interpersonal behaviors.
Implementasi Visi dan Misi Organisasi Induk ke dalam Moto Perpustakaan Kementerian “Artha” Hasyim, Churin ‘Ain; Wijayanti, Luki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 5, No 1 (2019): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.619 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v5i1.24763

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi visi dan misi Perpustakaan Kementerian “Artha” dalam moto perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan visi dan misi Kementerian “Artha” pada moto Perpustakaan Kementerian Artha. Identifikasi penerapan moto ini akan dilihat dari koleksi perpustakaan, layanan yang diberikan, dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Kementerian “Artha”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kecenderungan bahwa perpustakaan Kementerian “Artha” hanya mengimplementasikan misi nomor 5 (lima) Kementerian Artha yang berkaitan dengan pengembangan diri pegawai. Hal ini merupakan suatu strategi awal perpustakaan untuk menunjukkan kebetradaannya sebelum mereka mampu memenuhi 4 (empat) misi lainnya agar perpustakaan dapat bertahan di lingkungan Kementerian Artha.
Propaganda dalam Penyelenggaraan American Corner di Perpustakaan Universitas Bintang Amany, Adisty Rifqah; Wijayanti, Luki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 7, No 1 (2021): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v7i1.32107

Abstract

American Corner (Amcor) Perpustakaan Universitas Bintang adalah salah satu lembaga informasi mengenai Amerika Serikat (AS) yang berada di Indonesia. Dalam penyelenggaraannya sejak tahun 2004, pojok tersebut memiliki latar belakang sejarah yang cukup kompleks dan sarat akan kepentingan politik dengan menggunakan istilah ‘diplomasi publik’. Penelitian ini membahas propaganda berbentuk diplomasi publik yang dilakukan oleh Amcor Perpustakaan Universitas Bintang, dimulai dari latar belakang pengadaan program Amcor itu sendiri, kegiatan yang ditawarkan, serta analisis isi media sosial yang digunakan pojok tersebut dalam mempromosikan sekaligus membangun citranya pada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Penelitian ini menggunakan studi literatur dan analisis isi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Amcor Perpustakaan Universitas Bintang sebagai salah satu media propaganda AS belum dapat mencapai tujuan yang diinginkannya, terlepas dari begitu ambisiusnya pengadaan program ini. Diplomasi publik atau propaganda yang dilakukan tidak dapat meyakinkan pengguna perpustakaan, terutama karena masih kurangnya keterikatan antara pojok tersebut dengan pengguna perpustakaan. Meskipun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Amcor Perpustakaan Universitas Bintang sudah diusahakan untuk dapat dicapai oleh pengguna perpustakaan yang ditargetkan, namun usaha ini tidak diiringi dengan publikasi yang matang. Penelitian ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi ilmiah baru yang lebih luas mengenai isu politik dalam kajian perpustakaan di waktu mendatang.
Penerapan Crowdsourcing dalam Interaksi Komunitas Informasi di Indonesia: Systematic Literature Review Harahap, Aisyah Romauli; Wijayanti, Luki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 8, No 2 (2022): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v8i2.46649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode, konsep, dan manfaat crowdsourcing dalam interaksi komunitas informasi di Indonesia. Mengetahui bagaimana penerapan metode, konsep, dan manfaat dari crowdsourcing jika diterapkan di Indonesia dalam era lingkungan digital. Metode yang digunakan yaitu tinjuan literature review dengan pendekatan kualitatif, dan artikel-artikel terseleksi yang bersumber dari Google Scholar dan Portal GARUDA. Proses analisis terdiri dari 6 (enam) tahap yaitu 1) mapping the field through scoping review (pemetaan bidang melalui tinjauan lingkup); 2) comprehensive search (pencarian komprehensif); 3) quality assessment (penilaian kualitas); 4) data extraction (ekstraksi data); 5) synthesis (sintesis); dan 6)write up (penulisan). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat 30 literatur (8%) dari total hasil pencarian sebanyak 260 literatur yang relevan membahas mengenai penerapan crowdsourcing dalam komunitas informasi di Indonesia, konsep, metode dan manfaat penggunaannya. crowdsourcing dapat disimpulkan sebagai suatu jenis aktivitas online partisipasi, dimana individu, komunitas, lembaga, organisasi, maupun perusahaan dapat mengusulkan ide dan informasi dengan beragam pengetahuan bertemu di dalam medium yang disediakan menggunakan jaringan. Temuan menunjukkan bahwa penerapan crowdsourcing dalam interaksi komunitas informasi di Indonesia yaitu memudahkan masyarakat dalam memperoleh dan mengakses informasi yang dibutuhkan; tersedianya ruang publik online untuk berdiskusi secara bebas dan menangkal isu hoaks; konten, tanggapan dan penilaian diberikan langsung oleh masyarakat; sebagai media mempromosikan event, budaya, iklan, informasi lowongan kerja, dan sebagainya.
Implementasi Makerspace dalam Layanan Perpustakaan Nihayati, Nihayati; Wijayanti, Luki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v5i2.26565

Abstract

Perpustakaan saat ini masuk di era disrupsi, dimana banyak tugas perpustakaan sudah bisa dikerjakan oleh mesin atau teknologi. Pengguna potensial dan perilaku pengguna perpustakaan pun juga berubah menjadi generasi millennial berbasis digital dan sangat dinamis. Oleh karena itu, perpustakaan dituntut mengembangkan inovasi layanan baru yang mengakomodir kebutuhan pengguna dan perkembangan teknologi. Salah satu perkembangan teknologi yang diadopsi menjadi layanan perpustakaan adalah makerspace. Penelitian ini membahas desain dan implementasi makerspace dalam layanan perpustakaan. Manfaat penelitian ini untuk menjelaskan apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan makerspace dan menggambarkan jenis layanan makerspace perpustakaan. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi elektronik. Analisis data terdiri dari reduksi data, representasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mendesain layanan makerspace perlu memperhatikan kebutuhan potensial pengguna, prasyarat hukum, struktur organisasi, konten koleksi,infrastruktur, interaksi dan kolaborasi, kompetensi pustakawan dan staff ahli IT serta kerjasama dengan pihak ketiga. Implementasi makerspace di Amerika sangat bervareasi, mulai dari 3D printing, I-Space, platform virtual space dan virtual reality (VR).  Di UK, sebagian besar layanan makerspace masih diimplementasikan dalam bentuk FabLab. Makerspace perpustakaan Curtin Australia juga sudah mengembangkan  pencetakan 3D dan virtual reality. Makerspace di beberapa perpustakaan di Afrika berupa 3D Printing, sementara di beberapa perpustakaan Indonesia sudah berkembang menjadi layanan dalam bentuk space tetapi belum mencapai virtual makerspace.
Tinjauan Penerapan Kebijakan Open Access Institutional Repository dalam Pencegahan Plagiarisme Kamala, Ni Made Lila Sri; Wijayanti, Luki
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8, No 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.18815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kebijakan open access institutional repository dan pencegahan tindakan plagiarisme. Metode penelitian yang digunakan yaitu systematic literature review dengan tahapan merumuskan pertanyaan, strategi penelusuran menggunakan Google Scholar dan Research Gate dengan kata kunci kebijakan akses, repositori dan komunikasi ilmiah, dan seleksi literatur menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi serta menilai kualitas artikel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 artikel yang membahas penerapan kebijakan open access institutional repository dan 11 artikel yang membahas tindakan pencegahan plagiarisme. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa instansi yang menerapkan open access institutional repository lebih mengkhususkan adanya fulltext kepada sivitas akademika dan beberapa instansi yang dapat diakses secara fulltext diluar universitas. Pada tindakan pencegahan plagiarisme, instansi dapat mengatasinya dengan menggunakan alat pendeteksi plagiarisme, membuat kebijakan yang mengatur pencegahan dan sanksi tindakan plagiarisme, serta mengadakan kegiatan pelatihan dan seminar terkait penulisan ilmiah dan pencegahan tindakan plagiarisme.
Tinjauan Literatur Sistematis terhadap Eksistensi dan Kompetensi Profesi Pustakawan Menyongsong Era Society 5.0 Nurhayati, Euis Sri; Wijayanti, Luki
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 44 No. 2 (2023): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/baca.2023.826

Abstract

ABSTRACT The expeditious advancement and adoption of technology in the fourth industrial revolution have significantly influenced on nearly every sphere of labor, including the realm of libraries. As per a report by Sindonews on July 22, 2022, numerous professions are expected to be replaced by technological progressions, and librarianship is among them. This article endeavors to scrutinize the prospective continuation of the librarian profession and the proficiencies requisite for survival, particularly in the era of society 5.0. This research employs a qualitative approach utilizing the SLR method. Scholarly articles from Google Scholar and Summon UI 2.0 underwent scrutiny. Thirteen articles successfully met the criteria for quality and were analyzed in this study. The data was reviewed and analyzed by expounding upon the research content, addressing issues arising from the research problem formulation, and drawing conclusions. The research findings indicate that the librarian profession will persist in the future. Technology is not a menace, but it can engender a transformation in the roles, tasks, functions, and professional obligations of librarians. The analysis results demonstrate that skill components are at the core of librarian competencies. Librarians must master abilities like information organization, service development, and effective use of library spaces. In conclusion, librarians need to possess extensive knowledge, ability, values, and particularly skills that should be certified to strengthen their presence in the era of society 5.0. It is recommended that the Library and Information Science curriculum and the professional competency standards for librarians be continually updated to stay aligned with current conditions.   ABSTRAK Pesatnya perkembangan dan adopsi teknologi pada era revolusi industri 4.0 memberikan dampak yang sangat besar pada hampir seluruh bidang pekerjaan, termasuk dunia perpustakaan. Beberapa profesi akan digantikan oleh kecanggihan teknologi sebagaimana dilansir oleh harian Sindonews pada 22 Juli 2022, di mana pustakawan menjadi salah satu profesi yang diprediksikan akan hilang di masa depan. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki eksistensi profesi pustakawan di masa depan dan kompetensi yang diperlukan agar dapat bertahan, khususnya pada era society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode SLR. Tinjauan dilakukan pada artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar dan Summon UI 2.0. Sebanyak 13 artikel lolos uji kualitas untuk dianalisis dalam penelitian. Data ditinjau dan dianalisis dengan menjabarkan isi penelitian, pemecahan masalah dari rumusan masalah penelitian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesi pustakawan masih akan terus eksis di masa depan. Teknologi bukan ancaman, akan tetapi dapat menyebabkan terjadinya pergeseran peran, tugas, fungsi, dan tanggung jawab profesional pustakawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen keterampilan menjadi inti kompetensi pustakawan. Keterampilan dalam pengorganisasian informasi, pengembangan layanan, dan penggunaan ruang perpustakaan merupakan kompetensi penting untuk dikuasai oleh pustakawan. Dapat disimpulkan pustakawan perlu memiliki kompetensi yang mumpuni baik dalam knowledge, ability, values, dan terutama skills yang harus tersertifikasi untuk menunjang eksistensinya pada era society 5.0. Disarankan agar dilakukan peninjauan dan pembaharuan terhadap kurikulum pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi dan standar kompetensi profesi pustakawan agar senantiasa relevan dengan kondisi kekinian.
Sebaran Topik Skripsi Mahasiswa Prodi Strata Satu (S1) Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia 2013-2017 Faturrahman, Muhammad Ashr; Wijayanti, Luki
Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan Vol. 22, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to figure out the tendency of FIB UI Library and Information Science students in choosing their research locus and topics to complete the final project during the period 2013-2017. This research also aims to get an idea of the pattern of locus research selection and research topics. The data used is the thesis of FIB UI Library and Information Science Department students in the 2013-2017 period. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. The results showed that students tended to choose loci other than information centers or information institutions such as libraries, archive centers, and record centers, through other sources such as museums, films, novels, social media, information dissemination, and people as objects of research by examining knowledge, behavior, and perspective. The advancement of technology and information media, and scientific development has led to more and more research loci and topics that can be explored, and not limited to topics related to information centers or information institutions, but it can extend to an information culture in a society. On the other hand, research topics related to facilities and services as well as management of an information center or information institution are also widely discussed by Library and Information Science Department students, Faculty of Humanities UI. With this research, it is expected to be able to provide an overview of current trends of research topics in Library and information science.
"Arena" di Dalam Perilaku Pencarian Informasi untuk Mendapatkan Lagu: Pendekatan Grounded Theory Putra, Riyan Adi; Laksmi, Laksmi; Wijayanti, Luki
Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan Vol. 23, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Songs are the simplest things for each individual to like. With the development of information technology, songs have also changed from analog to digital. This causes a song that is a copyrighted work to be easily obtained. Therefore, in this study, we want to discuss the information-seeking behavior of the society to get the song. In this research, the theory of information-seeking behavior will be placed with the theory of actions or habits put forward by Bourdieu, namely capital, habitus, and "arena". This research aims to understand the action in obtaining the song from the perspective of information-seeking behavior theory and Bourdieu theory. Besides, it is hoped that this research can also make new contributions regarding the theory of information behavior which can be seen from a socio-cultural point of view. The method used in this research is grounded theory of systematic design types with a qualitative approach. The results of this study explain that the entire process of searching for information to get a song is an "arena", where there are battles that are formed through their habitus as an effort to balance capital between them. This study suggests clear law enforcement in Indonesia regarding copyright and the need to look at a scientific discipline.