Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kesiapan Aktor dan Kebijakan dalam Mewujudkan Smart Mobility di Provinsi Bali Purnama, Arif Ganda; Hutama, Surya Tri Esthi Wira; Wijaya, M. Indra Hadi; Pratami, Mentari
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 6 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v6i1.429

Abstract

Purpose: As the gateway to Indonesian tourism, Bali needs to transform into a smart city to overcome the complexity of the political environment, social and economic disparities, resolve rigid administrative systems, and increase the effectiveness of city infrastructure. One of the infrastructure problems is in the transportation sector which is caused by limited public transportation facilities to keep up with the increasing use of land as a generator and the use of private vehicles. This research tries to analyze the role of the actors and policies involved and the role of policy, power, interests, the relationship between actors and policies in realizing smart mobility. Research methods: Data sources for analysis were obtained from secondary data from planning documents and were verified through limited discussions with stakeholders. Results and discussion: The results obtained by policies related to smart mobility in Bali Province have fulfilled all the components that form smart mobility in Bali Province. Actors with high capabilities and interests include the Inna Group, Electric Vehicle Committee, Transportation Agency, PLN, and GIZ. The analysis of the relationship between policies, actors, and indicators of smart mobility shows that all actors and policies in Bali Province are suitable for realizing smart mobility. Implication: By recognizing smart mobility, it is hoped that people will get a better quality of life in several aspects: a better environment, better public services, and better economic and employment opportunities.
Kesiapan Aktor Dan Kebijakan Dalam Mewujudkan Smart Mobility Di Provinsi Bali Arif Ganda Purnama; Surya Tri Esthi Wira Hutama; M Indra Hadi Wijaya; Mentari Pratami
Jurnal Penataan Ruang Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Penataan Ruang 2024
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti kemacetan parah, ketimpangan sosial dan ekonomi, serta sistemadministrasi yang kurang efisien, yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, Bali perlu bertransformasi menjadi smart city untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya penerapan smart mobility yang dapat mengintegrasikan transportasi umum dan mengurangi ketergantungan pada energi tidak terbarukan. Keberadaan smart mobility dapat menyelesaikan permasalahan sektor transportasi yang disebabkan olehketerbatasan integrasi transportasi umum dan pemilihan moda dengan energi tidak terbarukan. Dalam mewujudkan smart mobilityperlu diinisiasi oleh keberadaan aktor dan kebijakan, sehingga penelitian ini mencoba menganalisis peran aktor dan kebijakan yang terlibat dan peran kebijakan, kekuatan, kepentingan, hubungan keterkaitan aktor dan kebijakan dalam mewujudkan smart mobility, dimana membutuhkan pendekatan terstruktur untuk memahami dinamika antar aktor, kebijakan yang berlaku, serta kekuatan dan kepentingan yang saling memengaruhi. Sumber data pada penelitian ini didapat dari data sekunder berupa dokumen perencanaan serta dilakukan verifikasi melalui diskusi terbatas dengan pemangku kepentingan. Berdasarkan analisis terhadap kebijakan, menunjukkan bahwa kebijakan terkait smart mobility diProvinsi Bali telah memenuhi seluruh komponen pembentuk smart mobility di Provinsi Bali. Pada analisis peran aktor yang memiliki kapabilitas dan kepentingan tinggi antara lain Inna Group, Komite Kendaraan Listrik, Dishub, PLN, dan GIZ. Berdasarkan analisis dimulai dengan identifikasi aktor dan kebijakan dan keterkaitan kebijakan dan aktor menunjukkan bahwa seluruh aktor dan kebijakan di Provinsi Bali sudah memiliki kapasitas untuk mewujudkan smart mobility. Keberadaan penelitian ini sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi kesiapan implementasi smart mobility pada suatu wilayah administrasi pemerintahan. Pentingnya peran Aktor dan kebijakan dalam mendukung implementasi program smart mobility, sehingga hasil penelitian ini dapat dipergunakan pemerintah sebagai dasar penyelenggara smartmobility di Provinsi Bali.
Exploring the Pattern of Happiness in Indonesia Based on Public Green Spaces Aprildahani, Baiq Rindang; Kurnianingsih, Nela Agustin; Hutama, Surya Tri Esthi Wira; Permana, Chrisna Trie Hadi
Jurnal Planologi Vol 22, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v22i2.44525

Abstract

ABSTRACTHappiness may be one of the most important pillars of life for people. The recent Indonesia’s happiness index has been measured by The Indonesia’s National Statistics Bureau (BPS) in 2021. The happiness index is composed by 19 indicators, which grouped into 3 dimensions, namely the dimensions of life satisfaction, feelings, and meaning of life. However, the presence of green spaces is not related to one of them. Meanwhile, there are three broad areas of research on happy cities: social determinants of well-being, economic determinants of well-being, and environmental determinants of well-being. One of the environmental determinants of well-being is the presence of green spaces. Many studies have shown that people who live in areas with more green spaces have less stress and emotional pressure, as well as a greater sense of happiness and satisfaction. This study aims to examine the relationship between the happiness index and the amount of public green spaces in Indonesia even though the happiness index measurement does not involve green spaces indicators. This study contributes by integrating spatial analysis with subjective well-being metrics in Indonesia’s urban policy context. The method used is simple linear regression analysis to determine the direction of influence and its magnitude. Data and information were collected from secondary sources. The results show that the area of public green spaces has positive effect to the happiness index even in Indonesia. It is suggest the need for integrating green infrastructure in happiness indicators and spatial planning programs.Keywords: Happy City, Urban Happiness, Green Spaces, Happiness Index, Indonesia ABSTRAKKebahagiaan mungkin merupakan salah satu pilar terpenting dalam hidup manusia. Indeks kebahagiaan Indonesia yang terbaru diukur oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021. Indeks kebahagiaan disusun berdasarkan 19 indikator yang dikelompokkan ke dalam 3 dimensi, yaitu dimensi kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup. Namun, keberadaan ruang terbuka hijau tidak terkait dengan salah satunya. Sementara itu, ada tiga area besar penelitian tentang kota bahagia: determinan sosial dari kesejahteraan, determinan ekonomi dari kesejahteraan, dan determinan lingkungan dari kesejahteraan. Salah satu faktor lingkungan yang memengaruhi kesejahteraan adalah keberadaan ruang hijau. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang tinggal di daerah dengan lebih banyak ruang hijau memiliki lebih sedikit stres dan tekanan emosional, serta rasa bahagia dan kepuasan yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil indeks kebahagiaan yang diukur oleh BPS Indonesia berhubungan dengan keberadaan RTH meskipun pengukuran indeks kebahagiaan tidak melibatkan indikator RTH. Studi ini memberikan kontribusi dengan mengintegrasikan analisis spasial dengan indikator kebahagiaan yang subjektif dalam konteks kebijakan perkotaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui arah pengaruh dan besarannya. Data dan informasi dikumpulkan dari sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang benar luas RTH publik berpengaruh terhadap indeks kebahagiaan bahkan di Indonesia dan berpengaruh positif. Oalh karena itu, disarankan untuk mengintegrasikan infrastruktur hijau ke dalam indikator pengukuran kebahagiaan dan program perencanaan ruang.Kata kunci: Kota Bahagia, Ruang Terbuka Hijau, Indeks Kebahagiaan, Indonesia
Kesiapan Aktor dan Kebijakan dalam Mewujudkan Smart Mobility di Provinsi Bali Purnama, Arif Ganda; Hutama, Surya Tri Esthi Wira; Wijaya, M. Indra Hadi; Pratami, Mentari
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 6 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v6i1.429

Abstract

Purpose: As the gateway to Indonesian tourism, Bali needs to transform into a smart city to overcome the complexity of the political environment, social and economic disparities, resolve rigid administrative systems, and increase the effectiveness of city infrastructure. One of the infrastructure problems is in the transportation sector which is caused by limited public transportation facilities to keep up with the increasing use of land as a generator and the use of private vehicles. This research tries to analyze the role of the actors and policies involved and the role of policy, power, interests, the relationship between actors and policies in realizing smart mobility. Research methods: Data sources for analysis were obtained from secondary data from planning documents and were verified through limited discussions with stakeholders. Results and discussion: The results obtained by policies related to smart mobility in Bali Province have fulfilled all the components that form smart mobility in Bali Province. Actors with high capabilities and interests include the Inna Group, Electric Vehicle Committee, Transportation Agency, PLN, and GIZ. The analysis of the relationship between policies, actors, and indicators of smart mobility shows that all actors and policies in Bali Province are suitable for realizing smart mobility. Implication: By recognizing smart mobility, it is hoped that people will get a better quality of life in several aspects: a better environment, better public services, and better economic and employment opportunities.
Peran Kepuasan Pengunjung Sebagai Mediator Atribut Pariwisata dan Kualitas Layanan Terhadap Niat Berkunjung Kembali: (Studi Kasus: Pantai Pulo Silalahi - Sumatera Utara) Silalahi, Agnes Tresia; Hutama, Surya Tri Esthi Wira
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v2i4.2636

Abstract

Pulo Silalahi Beach is a tourist attraction in the newly developing Lake Toba Super Priority Tourism Area, so it is necessary to evaluate the elements of the tourist attraction on visitor behavior patterns. This research aims to determine the relationship between tourism attributes and service quality on visitor satisfaction and intention to return to Pulo Silalahi Beach, North Sumatera. The method used is descriptive analysis using SPSS and SmartPLS with 100 respondents determined by purposive sampling. The results of the research show that the tourism attribute variable has a positive and significant direct influence on intention to revisit, and visitor satisfaction, and has a positive and significant indirect influence on intention to revisit through visitor satisfaction. The service quality variable does not have a direct effect on the intention to visit again, it has a positive and significant direct effect on visitor satisfaction and an indirect positive and significant effect on the intention to visit again through visitor satisfaction. The Visitor Satisfaction variable positively and significantly affects the intention to visit again. The seven relationships tested show that visitor satisfaction and intention to revisit can be formed through adequate tourism attributes and good service quality, and visitor satisfaction acts as a mediator for tourism attributes, service quality, and intention to revisit. This research concludes that visitor satisfaction is the main indicator that managers must achieve through tourism attributes and service quality to increase tourists' intention to return to Pulo Silalahi Beach.
PERAN WISATA KULINER LOKAL TERHADAP KEBERLANJUTAN DESTINASI: STUDI KASUS KULINER OLAHAN IKAN, KOTA AGUNG, TANGGAMUS Hutama, Surya Tri Esthi Wira; Dwi Cahyo, Enggar; Harianja, Rahmattullah; Silalahi, Agnes Tresia; Dwi Prasetyo, Wahyu
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 4: Nopember 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi fisik geografis Indonesia yang kaya akan hasil laut berperan dalam membentuk karakter masyarakat pesisir. Saat ini di Kecamatan Kota Agung terdapat beberapa para pelaku usaha wisata kuliner dengan hasil olahan laut dan beberapa produk yang sudah ada di Kota Agung, sehingga berpeluang untuk memperkuat identitas Kota Agung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran wisata kuliner olahan ikan di Kota Agung dalam mewujudkan keberlanjutan destinasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif yang bersumber dari data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menjelaskan bahwa usaha wisata kuliner olahan hasil laut berpotensi meningkatkan dan mengembangkan Kota Agung. Kedekatan wisata kuliner terhadap beberapa aktivitas memberikan kemudahan para pelaku usaha wisata kuliner, baik dalam mendapatkan bahan baku sampai memasarkan produknya. Wisata kuliner saat ini berperan membentuk ikon Kota Agung sebagai kawasan wisata kuliner olahan ikan. Hal ini dapat berkontribusi dalam penarik wisatawan dan menciptakan wajah Kecamatan Kota Agung sebagai sentra wisata kuliner olahan ikan. Tingginya tingkat konsumsi terhadap produk olahan ikan oleh masyarakat lokal, menjadikan produk olahan ikan di Kecamatan Kota Agung secara bisnis akan tetap bertahan karena telah menjadi pola kebiasaan masyarakat. Berbagai kondisi ini menunjukkan bahwa peran wisata kuliner olahan ikan di Kecamatan Kota Agung sangat penting dan strategis untuk dikembangkan.
IDENTIFIKASI PERSEBARAN SPASIAL UMKM EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN PRINGSEWU Surya Tri Esthi Wira Hutama
Journal Of Plano Studies Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v1i1.4300

Abstract

Kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadikan Indonesia sebagai negara agraris. Salah satunya di Kabupaten Pringsewu dengan kontribusi ekonomi paling besar berasal dari sektor pertanian. Namun pada 5 tahun terakhir, terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB, sehingga membutuhkan alternatif pengembangan ekonomi lainnya. Kondisi ini menuntut kualitas sumber daya manusia untuk memunculkan aktivitas olahan produk-produk bernilai dari potensi lokal Kabupaten Pringsewu. Kemunculan usaha berbasis kreativitas saat ini telah bermunculan di Kabupaten Pringsewu, sehingga perlu untuk mengembangkan usaha yang berbasis ekonomi kreatif. Pada artikel ini, dilakukan pemetaan klaster dengan pendekatan Analisis Hot Spot, terhadap seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif. Analisis ini menunjukkan eksistensi jumlah dan persebaran para pelaku usaha ekonomi kreatif yang mengelompok di Kabupaten Pringsewu. Klaster ekonomi kreatif di Kabupaten Pringsewu dominan terbentuk di Kecamatan Pagelaran, Pagelaran Utara dan Gadingrejo. Klaster yang terbentuk pada penelitian ini berupa kluster sektor kriya, musik, fashion, makanan ringan dan sektor kreatif lainnya. Penelitian ini menunjukkan terdapat pengelompokan usaha ekonomi kreatif terjadi di Kecamatan Gadingrejo dan Pagelaran Utara yang merupakan kecamatan di luar ibukota Pringsewu. Keberadaan pelaku usaha ekonomi kreatif dapat menjadi alternatif penggerak roda ekonomi di kawasan diluar ibukota Pringsewu.