Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran Komunikasi Visual Art Band Fourtwnty Sebagai Media Promosi Greciana Herlin; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 4, No 1 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i1.6467

Abstract

Writing this paper aims to determine the Role of Communication Visual Art Band Fourtwnty as Media Promotion. The thing that makes the background of this paper is due to the visual art communication used to conduct a Fourtwnty band promotion. Researchers use qualitative research methods in completing writing this scientific paper, where with qualitative research methods researchers can find how to find problems that are the subject of discussion in the use of visual art communication as a promotional medium. The use of Surrealism and Pop Art, as a promotion used by the band Fourtwnty to get an attraction. The results of this study indicate that there is a successful use of visual art communication on promotions conducted by Ban Fourtwnty. Thus the results of this study can be used as useful reading for us all.Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk mengetahui Peran Komunikasi Visual Art Band Fourtwnty Sebagai Media Promosi. Adapun hal yang menjadikan latar belakang karya tulis ini dikarenakan komunikasi visual art yang digunakan untuk melakukan sebuah promosi band Fourtwnty. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dalam menyelesaikan penulisan karya tulis ilmiah ini, dimana dengan metode penelitian kualitatif peneliti dapat menemukan bagaimana cara untuk menemukan permasalahan yang dijadikan pokok pembahasan dalam penggunaan komunikasi visual art sebagai media promosi. Penggunaan aliran Surealisme dan Pop Art, sebagai promosi yang digunakan oleh band Fourtwnty untuk mendapatkan daya tarik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya keberhasilan penggunaan komunikasi visual art terhadap promosi yang dilakukan  oleh band Fourtwnty. Dengan demikianlah hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bacaan yang bermanfaat bagi kita semua.
Analisis Kreatif Ide dan Pesan (Studi Kasus Terhadap TVC “Instagram Boyfriend” Ichi Ocha) Clara Cahya Octaviani Setiawan; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 5, No 1 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i1.6592

Abstract

Television is a medium that still diverts advertising spending from media convergence to digital. There are many advantages of advertising on television, as well as their shortcomings. One drawback is the free control of the audience to change channels. Therefore, it is important for advertisers to ensure that their ads generate a special appeal so that the audience is interested in watching. Two important things that make an ad interesting are the ideas and the message. A 'creative' idea has five important components, namely a strong strategy, a strong sales idea, always relevant, stands out, and can be built into the campaign. The message that is 'creative' has three important points, namely stopping power, striking power, and sticking power. In this case, ideas and messages in an advertisement have a related and complementary relationship with each other. Ideas and messages are mutually sustainable. In this context, the important thing to consider in creating an advertisement is not to get one of the ideas or messages dominate and cover the other.Televisi adalah media yang masih mendominasi belanja iklan terlepas dari konvergensi media ke arah digital. Ada banyak kelebihan dari pemasangan iklan di televisi, begitu pula kekurangannya. Salah satu kekurangannya adalah kontrol bebas audiens untuk mengganti saluran. Oleh karena itu, penting bagi pemasang iklan untuk memastikan bahwa iklan mereka produksi memiliki daya tarik tersendiri agar audiens tertarik untuk menyaksikannya. Dua hal penting yang membuat iklan menarik adalah ide dan pesannya. Ide yang ‘kreatif’ memiliki lima komponen penting, yaitu potent strategy, strong selling idea, always relevant, stands out, dan can be built into campaign. Pesan yang ‘kreatif’ memiliki tiga poin penting, yaitu stopping power, striking power, dan sticking power. Dalam hal ini, ide dan pesan dalam sebuah iklan memiliki hubungan yang berkaitan dan saling melengkapi satu sama lain. Ide dan pesan saling berkesinambungan satu sama lain. Dalam konteks ini, hal yang penting untuk diperhatikan dalam membuat sebuah iklan adalah jangan sampai salah satu ide atau pesan tersebut mendominasi dan menutup satu dan yang lainnya. 
Kreativitas Dan Budaya (Studi Kasus Creative Director Etnis Tionghoa Dalam Industri Peri-klanan) Tashya Elvira Agatha; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3738

Abstract

Etnis Tionghoa erat hubungannya dengan sikap ataupun perilaku yang berkaitan dengan diri mereka dan kelompok lain. Kreativitas dan budaya dari Creative Director beretnis Tionghoa dalam industri periklanan dianggap sebagai seseorang beretnis Tionghoa yang kreatif terutama dalam berkreasi di industri periklanan. Bila dikaitkan, latar belakang pengajaran Tionghoa pun memiliki peran dalam pembentukan pribadi kreatif. Penelitian ini melihat keterkaitan antara budaya (pengajaran, etos kerja) Tionghoa yang dimiliki oleh Creative Director dengan kehidupan kreatifnya terutama dalam menjalani peranannya. Teori yang mendasari antara lain, Teori Filsafat Manusia, Teori Etnis, Etnis Tionghoa di Indonesia, Teori Individu Kreatif, Teori Pembentukan Pribadi Kreatif, Teori Periklanan, Creative Departement, Creative Director.  Penelitian bergaya kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan metode studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam kepada mereka, Creative Director beretnis Tionghoa yang kreatif. Sedangkan, data sekunder diperoleh melalui literatur dan dokumen-dokumen. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa budaya dari Etnis Tionghoa berkontribusi dalam pembentukan dan proses terciptanya sustu pribadi creative Director yang kreatif.
“Hidup Irit” (Analisis Semiotika Pada Iklan Axis Iritology No.81 Kzl #Warbyazah) Frans Giovanni; G Genep Sukendro
Prologia Vol 1, No 1 (2017): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v1i1.1416

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh banyaknya media sosial pada saat ini, mempermudah komunikasi atau mencari informasi. Orang selalu ingin menggunkan media sosial karena dianggap mempermudah dalam berkomunikasi walaupun harga kebutuhan semakin naik dan budaya konsumtif semakin dirasakan sehingga terlihat boros. Untuk menggunakan media sosial, harus menggunakan jasa layanan internet/provider dengan biaya tertentu. Tiap provider menggunakan iklan untuk memberikan ingatan dan informasi produknya kepada khalayak dikenali. Salah satu provider adalah Axis Telekom, mengajak masyarakat menerapkan pola hidup irit menggunakan iklan TVC sebagai media beriklan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna hidup irit pada iklan Axis Iritology No.81 KZL #Warbyazah dengan menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Hasilnya, Axis menyampaikan pesan kepada kelas ekonomi menengah bawah agar dapat mengikuti perkembangan media sosial seperti yang diinginkan perusahaan, dengan memberi detil pada setiap adegan. Adegan yang dipilih yaitu meski menggunakan Axis belum bisa terus menerus menggunakan media sosial, Axis mengajak untuk menggunakan AXIS KZL dengan keuntungan lebih irit dan dapat menggunakan media sosial terus menerus.
Strategi Komunikasi Pemasaran Adroady Media dalam Memperkenalkan Car Videotron Sebagai Media Iklan Luar Ruang Baru Angellisa Salim; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 4, No 1 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i1.6439

Abstract

This study discusses Adroady Media's marketing communication strategy in introducing Car Videotron as a new outdoor advertising media. The purpose of this research is to find out how the marketing communication strategy used by Adroady Media companies in promoting new outdoor advertising media is Car Videotron to be known by consumers and potential customers. This type of research used by researchers is to use descriptive qualitative methods. Data collection techniques are done through observation, in-depth interviews and through literature and internet studies. Researchers use several theories to support this research, namely advertising, marketing communication strategies, outdoor media, new media. The results of this study indicate that the marketing communication strategy adopted by Adroady Media is to use 3 types of communication media, namely personal selling, direct marketing, and events or experiences. From these three media, it can be concluded that personal selling is the most effective media used in Car Videotron marketing. With personal selling, the company Adroady Media can establish good relationships with consumers and potential customers and build good relationships. Penelitian ini membahas tentang strategi komunikasi pemasaran Adroady Media dalam memperkenalkan Car Videotron sebagai media iklan luar ruang baru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan perusahaan Adroady Media dalam mempromosikan media iklan luar ruang baru yaitu Car Videotron agar dikenal oleh para konsumen, dan calon konsumen. Jenis penelitian yang digunakan peneliti yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam serta melalui studi kepustakaan dan internet. Peneliti menggunakan beberapa teori untuk mendukung penelitian ini yaitu periklanan, strategi komunikasi pemasaran, media luar ruang, new media. Dari hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Adroady Media yaitu menggunakan 3 macam media komunikasi yaitu personal selling, pemasaran langsung, dan acara atau pengalaman. Dari ketiga media tersebut, dapat disimpulkan bahwa personal selling merupakan media yang paling efektif digunakan dalam pemasaran Car Videotron. Dengan personal selling, perusahaan Adroady Media bisa menjalin hubungan yang baik dengan konsumen maupun calon konsumen dan membangun relasi yang baik. 
Strategi Komunikasi Pemasaran Band Indie Fourtwnty Dalam Industri Musik Indonesia Bagas Tanoto; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 2, No 1 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i1.2388

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bagaimana cara band indie Fourtwnty dalam melakukan kegiatan komunikasi pemasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi komunikasi pemasaran apakah yang digunakan oleh Fourtwnty dalam melakukan kegiatan pemasaran. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, penelitian yang memperlihatkan suatu keadaan sekitar,kejadian, gejala dan fakta-fakta secara akurat dan sistematis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian dengan menggandeng beberapa media online dan media konvensional serta pemasaran dengan direct marketing menjadi cara Fourtwnty dalam melakukan kegiatan komunikasi pemasaran. Cara tersebut digunakan karena memang band indie memerlukan bantuan dan dukungan dari fans, media promosi dan orang sekitar. Dengan itu adalah cara-cara yang digunakan oleh Fourtwnty dalam melakukan dan menetapkan strategi komunikasi pemasaran band indie di industri musik Indonesia.
Studi Logo-Logo TVRI (Analisis Semiotika Perubahan dari Masa-Kemasa) Jason Montana; G. Genep Sukendro
Prologia Vol 1, No 1 (2017): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v1i1.1384

Abstract

TVRI adalah perusahaan televisi pertama di Indonesia. Mereka memulai siaran pertama mereka pada tanggal 17 Agustus 1962 dengan upacara peresmian Hari Kemerdekaan Indonesia ke 17 dari Jakarta dan pada tanggal 24 Agustus 1962 dengan siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari stadion utama Gelora. Bung Karno. TVRI adalah perusahaan televisi yang menarik untuk diteliti karena sejarah sebagai perusahaan televisi pertama di Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada perubahan logo yang dibuat oleh LPP TVRI dari yang pertama kali muncul sampai sekarang dengan 8 kali perubahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa makna yang terkandung dalam setiap perubahan logo juga alasan dan tujuan dibalik konsep dan pendekatan yang digunakan dalam iklan. Jenis metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotik oleh Charles Sanders Peirce. Penelitian ini hanya untuk menganalisis perubahan logo sebanyak 8 logo logo yang pertama kali muncul yaitu pada tanggal 24 agustus 1962 sampai dengan logo ke 8 pada tanggal 16 April 2007. Setiap logo memiliki relevansi dengan semiotika sebagai referensi dalam penelitian ini dengan menggunakan tanda, objek dan interpretasi yang memiliki nilai motivasi dalam iklan. Hasilnya menemukan nilai motivasi pada masing-masing logo yang memiliki arti penting bagi identitas perusahaan atau sisi positif dari perusahaan. Dengan hasil itu, nilai motivasi pada masing-masing logo bisa menjadi citra positif yang dapat berdampak pada seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan.
Kafein, Ruang dan Kreativitas (Studi pada Manusia di Industri Kreatif) Savannah Hendrata; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3734

Abstract

Banyak orang mengatakan kalau orang dengan kreativitas yang tinggi itu erat hubungannya dengan kopi. Kehadiran kopi dapat menunda efek lelah kinerja otak. Lebih menariknya lagi, tidak hanya kopi yang dapat berkontribusi dalam memicu kreativitas. Kedai kopi pun juga turut mengambil peran dalam hal ini. Penulisan ini bercerita tentang bagaimana sebuah senyawa hebat bernama kafein dan suatu ruang atau ambience dapat menstimulasi kreativitas dan didasari dengan teori-teori kreativitas, tentang senyawa kafein, tentang ruang dan bagaimana mereka saling berkorelasi satu sama lain sehingga membentuk suatu daya dalam mencipta sesuatu. Ditulis dengan menggunakan penelitian bergaya kualitatif serta pendekatan deskriptif dan bermetode studi kasus. Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan mewawancarai mereka yang kreatif dan tentang kecintaannya pada kafein di dalam kopi juga kepada mereka yang singgah disuatu ruang demi terciptanya kreativitas di benak mereka masing-masing juga dengan mengobservasi tingkah laku seseorang terhadap kafein di dalam sebuah ruang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kafein dan ruang saling berkorelasi dalam pembentukan dan dalam proses terciptanya suatu kreativitas.
Strategi Komunikasi Pemasaran Dalam Periklanan Untuk Membangun Brand Awareness PT.Vivan Teletama (Dengan Menggunakan Analisis Sostac) Yeaching Yeaching; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 1, No 2 (2017): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v1i2.1998

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi periklanan dalam Komunikasi Pemasaran untuk membangun brand awareness PT.Vivan Teletama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi periklanan dalam komunikasi pemasaran untuk brand awareness PT.Vivan Teletama agar dapat lebih dikenal konsumen serta calon konsumen. Jenis penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasif dan wawancara mendalam (in-depth interview), serta melalui studi kepustakaan dan internet. Peneliti menggunakan beberapa teori untuk mendukung penelitian ini yaitu Strategi Periklanan, Komunikasi Pemasaran, Brand Awareness, New Media. Peneliti juga menggunakan analisis SOSTAC yaitu Situation, Objectives, Strategy, Tactics, Action, Control untuk mensistematika pemikiran dan menganalisa hasil temuan yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi periklanan dalam komunikasi pemasaran di PT.Vivan Teletama ini dijalankan melalui berbagai kegiatan Komunikasi Pemasaran melalui Brand Awareness demi membangun brand awareness melalui periklanan secara informatif dan persuasif, mengutamakan pelayanan, memberikan promo di sosial media sehingga akan memberikan nilai tambah bagi konsumen serta calon konsumen dan membangun kesadaran merek terhadap konsumen serta calon konsumen.
Analisis Strategi Kreatif Iklan Billboard Gojek Di Kuningan Tjiara Willianto Setiawan; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 2, No 1 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i1.2389

Abstract

Billboard telah menjadi salah satu media cetak yang cukup populer di kalangan masyarakat. Penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus ini akan membahas salah satu iklan dengan media billboard yang dibuat oleh PT. Applikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek Indonesia) yang sempat viral di media internet karena keunikan iklan tersebut. Penelitian ini juga didukung dengan melakukan wawancara terhadap dua narasumber seorang Creative Director dari salah satu biro iklan yaitu Bates Chi & Partners dan ketua tim kreatif pembuat iklan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi kreatif dalam pembuatan iklan Go-Jek di Kuningan. Namun, ketentuan-ketentuan billboard sendiri yang sudah berubah mengikuti perkembangan zaman serta masyarakat yang jenuh dengan iklan yang itu-itu saja membuat munculnya iklan Go-Jek tersebut menjadi pecutan untuk para praktisi iklan lebih mengembangkan dan memanfaatkan media-media kuno menjadi lebih efektif lagi.