Claim Missing Document
Check
Articles

Proses Kreatif dalam Pembuatan Iklan Uber “The Fighter” Edy Gustino Hendra; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 2, No 1 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i1.2404

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan hadirnya iklan UBER “THE FIGHTER”yang menggunakan konsep menarik dibandingkan dengan iklan-iklan lain. Iklan ini menggunakan metode emosional yang saat ini jarang ditemukan di dunia iklan. Iklan UBER ini menggunakan konsep yang sangat dekat dengan masyarakat, yaitu hubungan keluarga. Mengenai hubungan antara seorang ayah dengan sang putri yang mengalami banyak masalah seiring berjalan waktu setelah sang ibu meninggal. Mulai dari sang ayah yang menjadi keras kepada putrinya dan juga sang putri yang melawan ayahnya. Di iklan ini UBER berperan menjadi salah satu sarana yang membantu dalam memperbaiki hubungan antara sang ayah dengan putrinya untuk menjadi lebih baik. Penelitian ini menjelaskan mengenai proses apa saja yang dilewati dalam pembuatan iklan ini, mulai dari briefdengan klien, brainstorming mengenai konsep, sampai dengan proses pemilihan talent dari PH yang ditunjuk.
Kreativitas Ide Pahlawan Sejati (Iklan Bukalapak Tahun 2016) Hansen Hindharta; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3599

Abstract

Pahlawan merupakan suatu bentuk aktivitas yang dinyatakan banyak orang sebagai kerelaan berkorban dalam suatu kegiatan. Namun masyarakat masih banyak yang mengira bahwa pahlawan harus dalam konteks aktivitas yang heroik dan ada unsur pertumpahan darah. Pada nyatanya aktivitas pahlawan dapat ditemukan pada percintaan. Dalam penelitian ini tentu akan membahas terkait kreativitas ide iklan Pahlawan Sejati yang mengangkat konsep Pahlawan Percintaan yang rela mengorbankan perasaannya demi kebaikan perempuan yang sang laki-laki sayangi sejak kecil. Pahlawan menurut W.J.S Poerwadarminta yang ditulis pada Kamus Besar Bahasa Indonesia 2006:695 adalah seseorang atau pejuang yang gagah berani (Majalah ARSIP Edisi 64 2014 :14). Penelitian ini pula ingin mengetahui bagaimana sang sutradara memiliki ide tersebut dan mem-breakdown-nya, hingga menemukan ide pahlawan percintaan yang penuh dengan ikhlasan hati. Kesimpulannya bahwa wujud atau sosok pahlawan saat ini tidak harus menunjukkan sikap heroik dan angkat senjata untuk membela suatu hal.
Analisis Strategi Kreatif dan Tujuan Konten Youtube (Studi Kasus Konten prank Yudist Ardhana) Shera Aske Cecariyani; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3735

Abstract

Youtube telah menjadi salah satu media favorit di kalangan masyarakat. Banyak konten creator yang menggunakan youtube sebagai tempat untuk menuangkan ide serta kreativitasnya dalam konten yang disajikannya. Konten yang saat ini banyak diminati oleh konten creator adalah prank. Prank berisikan video seorang prankster yang sedang menjahili seseorang. Salah satu konten creator yang membuat prank adalah Yudist Ardhana. Penulis tertarik untuk menganalisa konten prank yang dibuat oleh Yudist Ardhana karena prank yang ia buat sangat menarik dan unik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kreatif dan tujuan yang dilakukan oleh Yudist Ardhana dalam konten prank yang dibuat. Dasar teoritik yang digunakan dalam penelitian ini mencangkup teori strategi kreatif, logika dasar, humor dan konten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui strategi kreatif dan tujuan konten prank Yudist Ardhana melalui wawancara, observasi dan hal-hal lain yang terkait dengan penelitian ini. Dapat disimpulkan, strategi kreatif konten prank yang dibuat oleh Yudist Ardhana merupakan strategi yang terbilang unik dan beda dari yang lainnya karena Yudist Ardhana berusaha untuk memodifikasi kontennya dengan karakteristik Yudist Ardhana Sendiri, sehingga membuat para viewers-nya terhibur dan tidak bosan dengan konten prank yang disajikannya. Dan tujuan Yudist Ardhana untuk menghibur berhasil, yang terlihat dari reaksi orang yang menonton videonya dan juga dari jumlah viewers videonya. Meskipun jumlah like pada video Yudist Ardhana tidak sebanyak jumlah viewersnya, karena orang yang menonton dan merasa terhibur tidak semuanya akan menekan like pada video yang disajikan oleh Yudist Ardhana.
Strategi Promosi Kreatif Wisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung Yolanda Yovita; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3746

Abstract

Industri pariwisata mempunyai peranan penting dalam hal pembangunan negara khususnya berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Daerah. Bangka Belitung merupakan salah satu kepulauan di Indonesia yang memiliki beragam wisata menarik yang dapat ditawarkan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. Maka dari itu, pemerintah daerah yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung harus merencanakan berbagai strategi promosi yang menarik. Dengan memanfaatkan berbagai pihak maupun saluran media massa untuk menggambarkan kekayaan pariwisata Bangka, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat membentuk strategi-strategi promosi yang kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi promosi kreatif yang dilakukan pemerintah setempat guna mempromosikan wisata di Pulau Bangka. Teori yang digunakan pada penelitian mencakup teori pariwisata, strategi promosi, kreativitas serta keterkaitannya satu sama lain.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, kesimpulan peneliti bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung memang memiliki strategi promosi wisata yang beragam dan menarik namun belum cukup dikatakan kreatif jika dikaitkan dengan teori yang ada. Kreatif itu harus berbeda serta mengikuti perkembangan jaman yang disesuaikan dengan target promosi.
Proses Kreativitas Komunikasi Pada Gerakan Dasar Kungfu Wing Chun (Gerakan Siu Lim Tao) Alvin Hendrawan; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2423

Abstract

Kungfu terdiri dari dua jenis bentuk gerak, yaitu gerak tarung dan gerak jurus. Namun, gerakan dasar Wing Chun Siu Lim Tao ini bisa dilihat dari perspektif kreativitas. Penelitian ini menjelaskan tentang meditasi dan bagaimana manfaatnya bagi proses kreativitas komunikasi dalam Gerakan Wing Chun (Gerakan Dasar Siu Lim Tao). Penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan dasar Siu Lim Tao memberikan manfaat seperti ketenangan dan fokus kepada praktisi. Bentuk penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Kesimpulannya adalah gerakan bela diri ini mampu memberikan keuntungan secara psikologis kepada konsep diri para praktisi, kemudian dieksekusi dalam bentuk komunikasi kreatif verbal maupun non-verbal dalam bentuk karya yang telah mereka ciptakan dalam kategori hiburan. 
Kreativitas Seorang Pelatih dalam Membangun Motivasi Berlatih pada Pemain Futsal (Studi Kasus Conan Futsal Academy) Vicky Finley Sutirta; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8198

Abstract

Creativity is a person's ability to produce new compositions or anything that is a new foundation and previously unknown by the creator. Creativity is the ability to think to achieve varied and new results and the ability to be applied both in the fields of science, sports, literature and other fields of life can be used with creativity. Development of creativity to develop skills to combine creative power with experience, insight, and relationships with the environment for the better. Interpersonal communication theory that discusses the stages of interpersonal relationships, factors that influence interpersonal relationships. The purpose of interpersonal communication is to create motivation. This motivation is the ability of a coach in building the motivation of the players at Conan Futsal Academy. By using interpersonal communication, coaches use personal assistance to build players so they can help in training. The methodology in this study uses qualitative case study methods. Data collection obtained by interview, observation and literature study.Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi baru atau gagasan apa saja yang menjadi dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal oleh pembuatnya. Kreativitas adalah kemampuan berpikir untuk meraih hasil yang variatif dan baru serta memungkinkan untuk diaplikasikan baik dalam bidang keilmuan, keolahragaan, kesusastraan maupun bidang kehidupan yang lain dapat berkaitan dengan kreativitas. Pengembangan kreativitas proses untuk mengembangkan kemampuan untuk mengkombinasikan daya kreatif dengan pengalaman, wawasan, maupun hubungan dengan lingkungan menjadi lebih baik. Teori komunikasi interpersonal mencakup tahapan hubungan interpersonal, faktor yang mempengaruhi hubungan interpersonal. Tujuan komunikasi interpersonal tersebut untuk menciptakan motivasi. Motivasi ini merupakan kemampuan dari seorang pelatih dalam membangun motivasi para pemain yang ada di Conan Futsal Academy. Dengan menggunakan komunikasi interpersonal pelatih menggunakan pendekatan secara personal untuk membangun motivasi pemain agar dapat semangat dalam berlatih. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data yang didapat yaitu dengan wawancara, observasi dan studi kepustakaan.
Representasi Ketakutan dalam Foto Jenazah Covid-19 Karya Joshua Irwandi Tiyo Sajdahfath; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10672

Abstract

Photography is something to convey ideas, thoughts, ideas, stories and events. Photos can be conveyed in the form of embodiment or expression of ideas in the form of beauty. This photo of the corpse of Covid-19 taken by Joshua Irwandi raises a social message in it regarding the current pandemic conditions, this photo uploaded on Instagram social media has received many responses so that the photo is misinterpreted by some people after this photo was criticized by a public figure. This research will discuss the representation of fear in Joshua Irwandi's Covid-19 photo. This study used a descriptive qualitative research method with the semiotic analysis of Ferdinand de Saussure. There are several theories that the author uses in this study, namely journalistic photography theory, representation, Ferdinand de Saussure's semiotics and fear theory. Based on the results of the analysis and the author's findings about the representation of fear in the photo of the corpse of Covid-19 taken by Joshua Irwandi, it means sadness, deep fear, limited motion, breath, point of view and there is great hope for new life in the future.Fotografi ialah sesuatu untuk menyampaikan gagasan, pikiran, ide, cerita dan peristiwa. Foto dapat disampaikan berupa perwujudan atau pengungkapan ide dalam bentuk keindahan. Foto jenazah Covid-19 karya Joshua Irwandi mengangkat pesan sosial didalamnya yang berhubungan dengan kondisi pandemi saat ini. Foto yang diunggah di media sosial Instagram menuai banyak tanggapan sehingga foto tersebut disalahartikan oleh beberapa masyarakat setelah foto tersebut dikritik oleh seorang figur publik. Penelitian ini membahas tentang representasi ketakutan dalam foto jenazah Covid-19 karya Joshua Irwandi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Ada beberapa teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini, yaitu, fotografi jurnalistik, representasi, semiotika Ferdinand de Saussure, dan ketakutan. Berdasarkan hasil analisis dan temuan, foto jenazah Covid-19 karya Joshua Irwandi memiliki makna sebuah kesedihan, ketakutan yang mendalam, keterbatasan gerak, nafas, sudut pandang dan adanya sebuah harapan besar untuk kehidupan baru di kemudian hari.
Makna Ritual Perayaan Mapag Sri bagi Warga Desa Segeran Kidul Indramayu Ega Rifa Lifiani; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10148

Abstract

Segeran Kidul is a village in Indaramayu area, West Java Province. Segeran Kidul  Villagers are mostly working  as a farmers. Segeran Kidul Village has traditional rituals related to farmers, it is called “Mapag Sri”, Mapag means welcoming and Sri is the goddess of rice, Mapag Sri is a sacred activity for local community, this activity is carried out to welcome the arrival of the big harvest. The purpose of this research is to find out more about the meaning in the Mapag Sri ritual which is carried out once a year. The meaning contained in the Mapag Sri ritual is the gratitude of villagers of Segeran Kidul Village to God Almighty who gives bountiful harvests. The ritual is usually performed using an offering or “sesajen” as well as the Mapag Sri ritual which uses sesajen and tumpeng rice. The symbol attached to the Mapag Sri ritual is sharing activities for  people in need and always be grateful to God by giving the bountiful harvest result. This   research uses the symbolic interaction theory popularized by George Herbert Mead. This theory explains how the meaning that comes from the human mind about oneself at a social level which aims to interpret it in society.Desa Segeran Kidul merupakan desa yang berada di Daerah Indaramayu Provinsi Jawa Barat, Desa Segeran Kidul memiliki mayoritas masyarakatnya sebagai petani. Desa Segeran Kidul memiliki ritual adat yang berkaitan dengan petani yaitu ritual Mapag Sri, Mapag berarti menyambut dan Sri adalah dewi padi, Mapag Sri adalah ucapara adat atau kegiatan sakral bagi masyarakat setempat, kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh lagi makna yang ada didalam ritual Mapag Sri yang dilakukan satu tahun sekali. Makna yang terdapat didalam ritual Mapag Sri adalah rasa syukur masyarakat Desa Segeran Kidul kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan hasil panen yang melimpah. Ritual biasanya dilakukan dengan menggunakan sebuah sesajen sama halnya dengan ritual Mapag Sri yang menggunakan sesajen dan juga nasi tumpeng. simbol yang melekat pada ritual Mapag sri yaitu melakukan kegiatan saling berbagi kepada orang yang membutuhkan dan selalu berterima kasih kepada Tuhan dengan memberikan hasil yang diingkan. Penelitian menggunakan teori interaksi simbolik yang dipopulerkan oleh George Herbert Mead. Teori ini menjelaskan bagaimana makna yang berasal dari pikiran manusia mengenai diri sendiri yang tengah berinteraksi sosial yang bertujuan untuk menginterpretasikan ditengah masyarakat. 
Persepsi terhadap Perempuan Bertato (Analisis Deskriptif Remaja di Banda Aceh) Nathasia Nathasia; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15481

Abstract

Nowadays, the point of view of tattoos has begun to change, tattoos are starting to become a popular culture that is a trend among young people, not only for men, but also for women. especially teenagers in Banda Aceh, Indonesia, who have a negative perception of the phenomenon of women with tattoos that occur. There are 3 aspects that can influence a person's perception, namely cognitive aspects, affective aspects and conative aspects. The theory used is the theory of perception. This research will use phenomenology methods. The purpose of this study was to find out and understand the perspective of Banda Aceh teenagers towards women with tattoos. The results of the study show how teenagers in Banda Aceh explained their perceptions of women with tattoos and the aspects they believed could influence the formation of perceptions. Of the three aspects of perception, the affective aspect is the most prominent aspect in the formation of teenagers' perceptions in Banda Aceh. Affective aspects that influence the perception of teenagers in Banda Aceh are based on cultural values, and the existing value system.Pada masa kini, pandangan terhadap tato sudah mulai berubah, tato mulai menjadi sebuah budaya populer yang tren di kalangan muda, bukan hanya untuk laki-laki saja, namun juga bagi kalangan perempuan, Namun tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini, masih ada masyarakat di daerah khususnya remaja di Banda Aceh, Indonesia yang memiliki persepsi negatif terhadap fenomena perempuan bertato yang terjadi. Terdapat tiga aspek yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek konatif. Teori yang dipakai yakni Teori Persepsi. Metode penelitian ini adalah fenomenologi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengerti pandangan remaja Banda Aceh terhadap perempuan bertato. Hasil penelitian yakni, remaja di Banda Aceh menjelaskan persepsi mereka terhadap perempuan bertato serta aspek-aspek yang dipercayai dapat mempengaruhi pembentukan persepsi. Dari tiga aspek persepsi tersebut, aspek afektif merupakan aspek yang paling menonjol dalam pembentukan persepsi remaja di Banda Aceh. Aspek afektif yang mempengaruhi persepsi remaja di Banda Aceh didasari oleh nilai-nilai kebudayaan, dan sistem nilai yang ada.
Evolusionisme Budaya Okomama Sebagai Strategi Kampanye Politisi Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Clara Claudia Matara; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1980

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai evolusi budaya okomama sebagai strategi kampanye politisi di kabupaten Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mengapa budaya okomama digunakan sebagai salah satu strategi kampanye para politisi di kabupaten Kupang menjelang Pilkada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Responden yang diwawancarai dalam penelitian ini merupakan empat  orang politisi kabupaten Kupang dan satu antropolog budaya yang memahami budaya Timor. Penulis menggunakan teori komunikasi antar budaya yang meliputi evolusionisme budaya dan komunikasi politik yang meliputi kampanye. Hasil dari penelitian ini adalah politisi di kabupaten Kupang menggunakan okomama sebagai strategi kampanye. Pasalnya, di kabupaten Kupang yang mendominasi adalah orang suku Timor. Dengan menggunakan okomama sebagai strategi kampanye, politisi dianggap menghargai budaya orang Timor dan menghormati masyarakat yang ada. Selain itu, dengan menggunakan budaya okomama sebagai salah satu strategi kampanye juga dinyatakan efektif dengan bukti terpilihnya para politisi kabupaten Kupang yang telah penulis wawancara. Bahkan, para politisi tersebut  menggunakan strategi ini berulang kali untuk memenangkan peperangan politik.