Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Ujaran Kebencian yang Diterima Oleh Kaum LGBTQ dalam Media Sosial Twitter Melalui Platform Secreto Audrey Audrey; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 2 No. 1 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i1.23051

Abstract

Social media is one of the important things of life in this modern society. That is because most people are already exposed to media exposure. Social media tends to develop more along with the increasing number of its users. One of the social media that is also developing is Twitter. Twitter expands the Tweet feature from only 140 words to 280 words. With this change, Twitter slowly became one of the places to gather mass opinions. LGBTQ is an acronym fot Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer. LGB or Lesbian, Gay, and Bisexual are terms that is used to define someone’s preference or sexual orientation. While the ‘Q’ in LGBTQ meaning is questioning or Queer. Queer is another meaning for Gay, and Queer is already used by some of people as general term in LGBTQ community, although it is still considered rude so it is best to ask or wait for the other person to use the term. The purpose of this research is to find out the factors that caused the spread of hate speech. In this research, the authors used a qualitative research approach with a discourse analysis method. The result of the research is that the factor of the hate speech occurence is because of the difference between people who are not part of the LGBTQ communities with people that are part of the LGBTQ communities. Media sosial merupakan salah satu bagian penting dari kehidupan di era modern ini. Karena masyarakat di era modern ini hampir semuanya sudah terkena paparan media. Media sosial pun ikut berkembang seiring dengan bertambah banyaknya pengguna media sosial. Salah satu media sosial yang turut mengalami perkembangan adalah Twitter. Twitter memperluas fitur Tweet dari yang awalnya terbatas hanya pada 140 kata saja, kini bertambah menjadi 280 kata (Twitter). Dengan berubahnya fitur ini, Twitter pun perlahan-lahan berubah menjadi saluran untuk mengumpulkan pendapat massa. LGBTQ adalah sebuah singkatan yang berarti Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Queer. LGB atau Lesbian, Gay,dan Bisexual merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan preferensi atau orientasi seksual seseorang(apa.org). Sementara, istilah Q dalam LGBTQ dapat memiliki arti questioning atau Queer. Queer adalah istilah lain untuk sebutan Gay, “Queer” telah digunakan oleh beberapa orang sebagai istilah umum dalam dunia LGBTQ, walaupun masih dianggap tidak sopan sehingga sebaiknya bertanya atau menunggu lawan bicara untuk menggunakan istilah tersebut(cnn.com). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor yang menyebabkan peristiwa penyebaran ujaran kebencian dapat terjadi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana. Dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa faktor penyebab terjadinya ujaran kebencian adalah karena adanya perbedaan antara publik yang tidak termasuk ke dalam bagian dari kaum LGBTQ terhadap yang terbasuk ke dalam bagian kaum LGBTQ.
Strategi Komunikasi Pemasaran Starbucks (Penelitian Pada Gerai Starbucks Citra 6) Sergio Aurelius Panito; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 2 No. 1 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i1.23063

Abstract

The Covid-19 virus has caused various industrial and business sectors to be hampered and company sales and revenues have decreased. An appropriate and effective marketing strategy is needed to minimize company losses, especially during the Covid-19 pandemic. Starbucks Citra 6 is a coffee shop and one of the branch outlets belonging to the parent company, Starbucks. This study aims to find out how the marketing communication strategy implemented by Starbucks Citra 6 in increasing sales during the Covid-19 pandemic. This study uses the concepts and theories of communication, marketing communications, marketing strategies and new media. This research was conducted using a qualitative research approach and case study methods at Starbucks Citra 6. The results of this study indicate that Starbucks Citra 6 applies a marketing communication strategy in increasing sales during the Covid-19 pandemic by promoting through social media, selling several products at the official store by offering attractive discounts. The media used by Starbucks Citra 6 for promotion are Facebook, Twitter, Instagram, Line, Starbucks Card user email, and the Starbucks application. In this marketing strategy, Starbucks Citra 6 is actively promoting new products during the Covid-19 pandemic by utilizing social media. Adanya virus Covid-19 menyebabkan berbagai sektor industry serta bisnis terhambat dan penjualan serta pemasukan perusahaan menurun. Perlu strategi pemasaran yang tepat dan efektif untuk meminimalisasi kerugian perusahaan terutama di masa pandemi Covid-19. Starbucks Citra 6 merupakan coffee shop dan salah satu gerai cabang milik perusahaan induk yakni Starbucks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh Starbucks Citra 6 dalam meningkatkan penjualan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan konsep dan teori komunikasi, komunikasi pemasaran, strategi pemasaran dan new media. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode studi kasus pada Starbucks Citra 6. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Starbucks Citra 6 menerapkan strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan penjualan di masa pandemi Covid-19 dengan cara melakukan promosi melalui media sosial adalah melakukan penjualan beberapa produk di official store dengan memberikan penawaran diskon-diskon menarik. Media yang digunakan Starbucks Citra 6 untuk melakukan promosi adalah Facebook, Twitter, Instagram, Line, Email pengguna Starbucks Card, dan aplikasi Starbucks. Dalam strategi pemasaran tersebut, Starbucks Citra 6 secara aktif melakukan promosi produk baru di masa pandemi Covid-19 dengan cara memanfaatkan media sosial.
Producing News Stories on the YouTube Platform by Mobile Journalists in Indonesia Roswita Oktavianti; Sinta Paramita; Gregorius Genep Sukendro
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.6907

Abstract

Mobile journalism has been a mainstay in some news media outlets as audiences migrate to smaller screens for news. In response to the competitive media environment, organizations embrace mobile technology to expand the scope of their content. This article employs emerging perspectives as one of the organizational theory approaches. This study aims to determine the process behind news stories created by mobile journalists depending on their institution, the current circumstances, and technological advances. This study compares mobile journalists from two different news YouTube channels in Indonesia. Researchers collected data by observing news videos and interviewing news editors. The result showed that rules upheld by the media organizations would determine their productivity, the topic of news stories, and the quality of news sources. The COVID-19 pandemic has changed the news creation process as they had to work remotely. In addition, it is worth noting that mobile journalists must shoot and edit videos and have a multimedia mindset. This study suggests that a newsroom must have stricter rules and guidelines as it will be the main factor in producing news videos on YouTube channels. Journalists should also be prepared to adopt digital technology to cope with unprecedented situations.
Komunikasi Pemasaran Nike dalam Membangun Brand Image Calorine Chang; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25871

Abstract

Business competition in this modern era encourages every company to be able to create new innovations that are creative and innovative. This race in creating innovation also occurs in companies engaged in the field of shoes. Among the fierce competition from existing shoe brands, Nike is still one of the shoe brands that people are most interested in. By having a good image from a long time ago, Nike is still able to take public interest in their shoes. Therefore, the author wants to examine how Nike builds and maintains brand image by conducting marketing communications. Brand image is the observation and belief held by consumers, as reflected in associations or in consumer memories. The theory used in this research is marketing communication and mass communication. The research method uses qualitative methods. After conducting research, the Nike company builds and maintains a brand image through their employees. The conclusion that can be drawn after this research is that Nike company can become one of the best companies in the field of selling sports products thanks to innovation, findings, ideas, technology, stability and the company's will to always develop, as well as the goals they always want to achieve. achieved and fruitful thanks to the persistence of the company. Nike's marketing is also creative and innovative, unlike other Nike competitor companies. Therefore, every new product launched by the Nike company is always in demand by many people and becomes a topic of conversation. Persaingan bisnis di era modern ini mendorong setiap perusahaan agar dapat menciptakan inovasi baru yang kreatif dan inovatif. Perlombaan dalam menciptakan inovasi ini terjadi juga dalam perusahaan yang bergerak di bidang sepatu. Diantara persaingan ketat brand-brand sepatu yang ada, Nike masih menjadi salah satu brand sepatu yang paling diminati oleh masyarakat. Dengan memiliki citra yang baik dari sejak lama, Nike masih dapat mengambil minat publik terhadap sepatu mereka. Oleh karena itu, penulis berkeinginan untuk meneliti bagaimana cara Nike dalam membangun dan menjaga brand image dengan melakukan komunikasi pemasaran. Brand Image merupakan pengamatan serta keyakinan yang digenggam konsumen, seperti yang dicerminkan di asosiasi ataupun di ingatan konsumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi pemasaran dan komunikasi massa. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Setelah melakukan penelitian, perusahaan Nike membangun dan menjaga brand image melalui karyawan mereka. Dengan di lakukannya penelitian ini, kesimpulan yang dapat diambil adalah perusahaan Nike dapat menjadi salah satu perusahaan terbaik dalam bidang penjualan produk olahraga adalah berkat inovasi, temuan, ide-ide, teknologi, kestabilan dan kemauan perusahaan untuk selalu berkembang, serta tujuan-tujuan yang ingin mereka capai selalu tercapai dan membuahkan hasil berkat kegigihan perusahaan. Pemasaran yang dilakukan Nike pun kreatif dan inovatif, tidak seperti perusahaan-perusahaan pesaing Nike lainnya. Maka dari itu setiap produk-produk baru yang diluncurkan perusahaan Nike selalu diminati oleh banyak orang dan menjadi topik perbincangan.
Pemanfaatan Live Streaming di Media Sosial TikTok Daniel Daniel; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25874

Abstract

Entering the rapid development of this digital era, almost everything has been done digitally. One of them that is developing very quickly is social media. This media is used by all groups to communicate and interact with fellow social media users. This research was conducted with a qualitative approach. The method used is a case study. The case study conducted by the researcher is regarding the use of live streaming on social media TikTok at the online shop Timelicious store. Data collection was carried out by interviewing and observing key informants to ensure more perfect research results. The results of the study show that the social media TikTok by Timelicious store is efficient because it is not only the financial benefits that are obtained but there is also an awakening of public awareness that the Timelicious store offers luxurious products and affordable prices. In addition, for Timelicious, TikTok is a social media that is easy to use. Moreover, TikTok has interesting features that make it very easy and helpful for online-based business shops to sell. Memasuki perkembangan era digital yang sangat cepat ini hampir semuanya sudah dilakukan melalui serba digital. Salah satunya yang berkembang dengan sangat cepat adalah media sosial, Media ini digunakan oleh semua kalangan sebagai sarana untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama pengguna media sosial. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Metode yang diguakan adalah studi kasus. Studi kasus yang dilakukan oleh peneliti adalah mengenai pemanfaatan live streaming di sosial media TikTok pada online shop Timelicious store. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi terhadap narasumber kunci untuk memastikan hasil penelitian yang lebih sempurna. Hasil penelitian menunjukkan media sosial TikTok oleh Timelicious store terbilang efisien karena bukan hanya keuntungan finansial yang didapat tetapi ada juga terbangunnya kesadaran masyarakat bahwa Timelicious store menawarkan produk yang mewah dan harga yang terjangkau. Selain itu, bagi Timelicious TikTok adalah media sosial yang penggunaannya mudah. Apalagi TikTok punya fitur-fitur menarik yang sangat memudahkan dan membantu bagi para toko usaha berbasis online untuk berjualan.
Strategi Komunikasi Digital Media Sosial sebagai Media Promosi dan New Branding (Studi Kasus Media Sosial Om Moes) Zaki Muhamad Dani; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 2 No. 3 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i3.25893

Abstract

Social media is a medium that is used to build a self-representation of a company or individual, social media can be used to do digital marketing or digital marketing. Digital marketing is a marketing activity or promotion of a brand or product, using digital media or the internet. The goal is to attract potential customers broadly, quickly and precisely. This was also carried out by Om Moes' social media to promote the Moestopo Faculty of Communication Sciences to the public. Dr. Moestopo. Previously, the Moestopo Faculty of Communication Sciences had a social media account, but this social media was considered ineffective because the content was monotonous and too formal. This study uses a type of qualitative research that is useful for providing facts and data regarding Om Moes' Digital Social Media Communication Strategy as a Promotional Media and New Branding for the Moestopo Faculty of Communication Sciences. The results of this study are social media Om Moes conducting digital marketing through social media Instagram with content that contains information on the representation of Moestopo Faculty of Communication Sciences students because this is considered appropriate considering the target is young people. Media sosial merupakan media yang digunakan dalam membangun representasi diri sebuah perusahaan maupun individu, Media sosial dapat digunakan untuk digital marketing atau pemasaran digital. Digital marketing adalah tindakan memasarkan atau mempromosikan brand atau produk melalui media digital atau internet. Tujuannya adalah untuk menarik pelanggan potensial secara luas, cepat dan akurat. Hal ini pula yang dilakukan oleh media sosial Om Moes untuk mempromosikan Fakultas Ilmu Kominunikasi Moestopo kepada masyarakat, Om Moes merupakan akun media sosial yang didirikan dibawah naungan Fakultas Ilmu Kominunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo. Fakultas Ilmu Kominunikasi Moestopo sebelumnya mempunyai akun media sosial, namun media sosial tersebut dianggap tidak efektif karena isi konten yang monoton dan terlalu formal. penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai Strategi Komunikasi Digital Media Sosial Om Moes Sebagai Media Promosi Dan New Branding Fakultas Ilmu Kominunikasi Moestopo. Hasil dari penelitian ini adalah media sosial Om Moes melakukan pemasaran digital melalui media sosial Instagram dengan konten yang berisi informasi representasi mahasiswa Fakultas Ilmu Kominunikasi Moestopo karena hal ini dianggap tepat mengingat target yang merupakan anak muda.
Etika Bertemu Klien di Tempat Makan Klara Paskalia; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 2 No. 4 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i4.27277

Abstract

The existence of ethics can help us in making decisions about what actions and ways we can behave and what cannot be done, ethics can function in all aspects of life. In the world of work it is necessary to maintain professional relationships with business partners, ethics in the business world is very important, with ethics business partners will feel comfortable and confident with us. Relationships that are built between companies and business partners generally occur over a long period of time. So table manners (eating etiquette), appearance, and topics of conversation need to be prepared before meeting clients. In the world of work, you are usually familiar with invitations to eat with clients. Knowledge of table manners or usually called eating ethics is needed by everyone, because everyone's table rules are different. This happens because of differences in customs and culture of each person. The eating etiquette that is usually used at formal meals or attending dinner invitations is an etiquette that has developed in European countries for a long time. Dengan adanya etika dapat membantu kita dalam mengambil penyelesaian tentang tindakan dan cara kita bersikap apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan, etika dapat berfungsi dalam semua aspek dalam kehidupan. Dalam dunia kerja perlu menjaga hubungan yang profesional dengan rekan bisnis, etika dalam dunia bisnis sangatlah penting, dengan adanya etika rekan bisnis akan merasa nyaman dan yakin sama kita. Relasi yang dibangun antara perusahaan dan rekan bisnis pada umumnya terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Maka table manner (etika makan), penampilan, dan topik pembicaraan perlu dipersiapkan sebelum bertemu klien, di dunia kerja biasanya sudah tidak asing lagi dengan undangan makan dengan klien. Pengetahuan mengenai Table manners atau biasanya sering disebut etika makan sangat diperlukan oleh setiap orang, karena peraturan di meja makan setiap orang berbeda. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan adat dan kebudayaan dari setiap orang. Etika makan yang biasanya digunakan dalam acara makan formal maupun menghadiri undangan makan adalah etika yang sudah berkembang di Negara Eropa sejak lama.
Analisis Industri Kreatif Dalam Memanfaatkan Identitas Kota Melalui Media Baru Farid Rusdi; Gregorius Genep Sukendro
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.1221

Abstract

Creative industry in Indonesia is growing rapidly cannot be separated from new media support. Utilization of new media by the creative industry attracts potential customers not only from domestic but also from abroad. They can get information about the creative industry through new media. The place where the creative industry is there is also a consideration for potential consumers in determining the choice. In this study aims to find out how the creative industry strategy communicates the attractiveness of the place where they are so that the interest of potential customers. This research will use marketing communication theory and new media. And in analyzing data obtained by researcher will use SOSTAC analysis. In addition to observation and literature study, researchers also conducted interviews with industry parties from two cities that are identical with the creative industries of Bandung and Yogyakarta, which has gained a reputation in overseas markets. From this research found that creative industry players have the potential to attract tourists, especially from abroad.  Industri kreatif di Indonesia berkembang pesat tidak bisa lepas dari dukungan media baru. Pemanfaatan media baru oleh industri kreatif menarik minat calon konsumen tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Mereka bisa mendapatkan informasi tentang industri kreatif melalui media baru. Tempat di mana industri kreatif itu ada juga menjadi pertimbangan bagi calon konsumen dalam menentukan pilihannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi industri kreatif mengkomunikasikan daya tarik tempat di mana mereka berada sehingga menjadi daya tarik minat calon konsumen. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi pemasaran dan media baru. Dan dalam menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan analisis SOSTAC. Selain melakukan observasi dan studi pustaka, peneliti juga melakukan wawancara dengan pihak industri dari dua kota yang identik dengan industri kreatif yakni Bandung dan Yogyakarta yang sudah mendapat reputasi di pasar mancanegara. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pelaku industri kreatif memiliki potensi untuk menarik minat wisatawan terutama dari luar negeri. 
Analisis Strategi Pesan Content Marketing Untuk Mempertahankan Brand Engagement Nigar Pandrianto; Gregorius Genep Sukendro
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i2.2619

Abstract

The use of social media as an alternative medium to communicate marketing messages is increasingly massive. In the landscape of the contemporary marketing industry that is commonly called content marketing. But the use of this medium is not always use the right strategy. The strategy in this context is content strategy. The result, this process does not show the expected results. One of them is that there is no significant brand awareness among audiences. Even though the use of marketing content appropriately can produce a very obvious engagament brand. Therefore it is always interesting to observe the content strategy used by a brand, then see if the strategy used is appropriate to the intended goal or not. Likewise with the marketing activities that Pasar Papringan tries to do through the Instagram account @PasarPapringan. In this study the author will examine the marketing content of social media Instagram accounts Pasar Papringan. The research method used in this study is qualitative research. Meanwhile, the type of research used in this study is descriptive research that systematically describes facts or characteristics of certain populations in a factual and careful manner. From here the author will see whether the social media marketing content has been produced according to its purpose or not. The results of the study show that the content strategy chosen by the Pasar Papringan account is informative only, and this not relevant to the audience. The relevance of the content will be obtained if Pasar Papringan does a deeper profiling to the audience and explore themes that are relevant to the Pasar Papringan itself, like culinary, culture, dan peoples around Pasar Papringan. Pemanfaatan media sosial sebagai medium alternatif untuk mengomunikasikan pesan-pesan pemasaran semakin masif. Dalam lanskap industri marketing kontemporer ini yang lazim disebut konten marketing. Namun pemanfaatan medium ini tidak selalu dibarengi pemilihan strategi yang tepat. Strategi yang dimaksud adalah strategi konten. Akibatnya komunikasi yang dilakukan tidak memperlihatkan hasil yang memuaskan. Salah satunya adalah tidak terlihatnya brand engagament secara signifikan. Padahal pemanfaatan konten marketing secara tepat dapat menghasilkan brand engagament yang sangat kentara. Oleh sebab itu selalu menarik untuk mengamati strategi konten yang digunakan oleh sebuah brand, lalu melihat apakah startegi yang digunakan telah sesuai atau tepat denga tujuan yang diharapkan. Begitu juga dengan aktivitas marketing yang dicoba dilakukan oleh Pasar Papringan melalui akun Instagram @PasarPapringan. Dalam penelitian ini penulis akan meneliti konten marketing media sosial akun Instagram Pasar Papringan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sedangkan, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang sifatnya deskriptif yang menggambarkan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu secara faktual dan cermat. Dari sini penulis akan melihat apakah konten marketing media sosial tersebut telah diproduksi sesuai tujuannya atau belum. Hasil penelitian memperlihatkan strategi konten yang dipilih oleh akun Pasar Papringan masih bersifat informatif, dan belum relevan dengan audiens. Relevansi konten akan diperoleh jika Pasar Papringan dapat melihat lebih dalam profil audiens dan mengeksplorasi tema-tema yang relevan dengan Pasar Papringan itu sendiri, seperti kuliner, kebudayaan, orang-orang yang ada di seputar Pasar Papringan.
Diagnosa Komunikasi Brand Activation Dan Media Digital Atas Eksistensi Brand Studio Rekaman Lokananta Gregorius Genep Sukendro; Nigar Pandrianto
Jurnal Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v11i1.4287

Abstract

The use of digital-based communication media and brand activation by the industry can attract the attention of potential consumers or customers. Even from these two activities, consumer trust and loyalty to the brand can be achieved. This research will look at how digital-based brand activation and communication can successfully attract consumers' attention. Therefore a number of marketing communication and marketing theories will be used in this study to dissect and photograph the research object. To analyze data, this research will use SOSTAC analysis. In addition to conducting observations and literature studies, researchers also conducted interviews with industry parties. Therefore this research is expected to be a reference in industrial development by utilizing digital-based communication and brand activation. The results of the study showed Lokananta still had to maximize the use of digital media as a form of brand activation to maintain brand existence. Pemanfaatan media komunikasi berbasis digital dan brand activation oleh industri dapat menarik perhatian calon konsumen atau pelanggan. Bahkan dari kedua kegiatan ini kepercayaan dan loyalitas konsumen kepada brand dapat dicapai. Penelitian ini akan melihat bagaimana brand activation dan komunikasi berbasis digital berhasil dapat menarik perhatian konsumen. Oleh karena itu sejumlah teori komunikasi pemasaran dan pemasaran akan digunakan dalam penelitian ini untuk membedah dan memotret obyek penelitian. Untuk menganalisa data, penelitian ini akan akan menggunakan analisis SOSTAC. Selain melakukan observasi dan studi pustaka, peneliti juga melakukan wawancara dengan pihak industri. Oleh karenanya penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam pengembangan industri dengan memanfaatkan komunikasi berbasis digital dan brand activation. Hasil dari penelitian menunjukkan Lokananta masih harus memaksimalkan penggunaan media digital sebagai bentuk brand activation untuk mempertahankan eksistensi brand.