Articles
Kreativitas dan Social Media Development Komik Strip Tahilalats
William Gunawan;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v2i1.2452
Seiring perkembangan jaman, media sosial telah menjadi wadah mengekspresikan diri sendiri, pencarian jati diri, wadah narsisme, dan musium karya seni. Hal ini menggerakkan Nurfadli Mursyid, seorang ilustrator untuk menunjukan karyanya di Instagram yaitu komik strip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seseorang membentuk kreativitasnya dan membentuk sosial media dari nol. Teori yang digunakan adalah teori proses kreativitas menurut Graham Wallas dan teori difusi inovasi yang dibentuk Everett Rogers. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dimana objek penelitianya adalah komikus dan author Tahilalats sendiri Nurfadli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dan pembentukan media sosial yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. Penelitian ini ditujukan untuk pencipta konten yang ingin mengetahui proses penciptaan inovasi sosial media dan kreativitas merupakan kombinasi yang baik dalam mempublikasikan karya.
Analisis Body Shaming terhadap Perempuan dalam Film Imperfect
Jocelyn Dominica;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v6i1.10678
The author conducted this research with the aim of providing an overview of the representation of Body shaming contained in the film “Imperfect” directed by Ernest Prakasa. The approach used by researchers is interpretative qualitative. The author uses Roland Barthes' Semiotic Analysis with the meaning of denotation, connotation and myth as a research method. The data collection method is done by observation. The film “Imperfect” tells the story of a woman named Rara (played by Jessica Mila) who is born different from her younger sister, Rara has a thick body, brown skin and curly hair, very different from her younger sister who has a slim body, white skin and straight hair. Getting condescending gaze and also satirical treatment in the office environment has become daily food for Rara. Rara's concern for the body changed when she was demanded to change her appearance by the boss of the company where she worked so that she could be promoted. The results of this study indicate that the actions of body shaming are carried out either intentionally or unintentionally.Penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan memberikan gambaran mengenai representasi body shaming yang terdapat dalam film ‘Imperfect’ disutradarai oleh Ernest Prakasa. Pendekatan yang digunakan peneliti adalah kualitatif interpretatif. Penulis menggunakan Analisis Semiotika Roland Barthes dengan pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos sebagai metode penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Film ‘Imperfect’ menceritakan tentang seorang perempuan bernama Rarayang terlahir berbeda dengan adik perempuannya. Rara memiliki tubuh berisi, kulit sawo matang dan rambut keriting sangat berbeda dengan adiknya yang memiliki tubuh langsing, kulit putih dan rambut lurus. Mendapatkan tatapan yang merendahkan dan juga perlakuan yang menyindir di lingkungan kantor sudah menjadi makanan sehari-hari untuk Rara. Kepedulian Rara terhadap tubuh berubah ketika dirinya dituntut untuk mengubah penampilan oleh bos perusahaan tempat ia bekerja agar dapat naik jabatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tentang perbuatan body shaming yang dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja.
Representasi Keselamatan dalam Iklan Gojek “It’s Okay to be Lebay” (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce)
Carissa Honouris;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v6i1.15502
The study aims to find out how the representation of safety contained in Gojek's "It's Okay To Be Lebay" advertisement is. The research method used by the researcher is a qualitative approach with observation as a data collection method. The researcher conducted an analysis of signs related to safety values using the semiotic theory of Charles Sanders Pierce's model which focuses on three main elements, namely signs, objects and interpretations. Based on the results of the study, the researcher stated that the representation of safety contained in the Gojek advertisement "It's Okay To Be Lebay" through scenes, behavior, properties, clothes, sung lyrics and text in the video clip reflects the meaning of efforts to protect self from the risk of spreading the Covid 19 virus. and the risk of road accidents that can endanger lives. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana representasi keselamatan yang terkandung dalam iklan Gojek “It’s Okay To Be Lebay”. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan observasi sebagai metode pengumpulan data. Peneliti melakukan analisis tanda yang berhubungan dengan nilai keselamatan menggunakan teori semiotika model Charles Sanders Pierce yang berfokus pada tiga elemen utama yaitu tanda, objek dan interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengemukakan bahwa representasi keselamatan terkandung dalam iklan Gojek “It’s Okay To Be Lebay” melalui adegan, perilaku, properti, pakaian, lirik yang dinyanyikan dan teks yang ada pada video klip mencerminkan makna upaya menjaga diri dari resiko penyebaran virus Covid 19 dan resiko kecelakaan di jalan yang dapat membahayakan nyawa.
Komunikasi antara Jasa Kurir Sepeda dengan Pelanggan (Studi Kasus Kurir Kamiantar Jakarta)
Cayandi Susanto;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i2.6457
Bicycle courier for now is developing faster than bicycle courier services using motorcycles or cars, because for the use of bicycle transportation is fairly unique and fast in its delivery. The way to order and call a bicycle courier is also faster and it's very easy to just wait from the company to convey if there is an order and immediately accepted by the bicycle courier. The communication process between the bicycle courier service and its customers runs smoothly even though there are 2 customers namely the sender and recipient of the goods or packages. Interpersonal communication is considered very effective to change the behavior of others, if there are similarities about the meaning discussed. The special mark on interpersonal communication lies in the direct reverse flow. The backflow has an easy catch for communicators both verbally in the form of words and non-verbal in the form of body language such as nodding, smiling, frowning and so forth. During the interpersonal communication process it is very important the interaction of sharing information and feelings between individuals and individuals or between individuals so that feedback occurs and does not cause misunderstanding in communication Interpersonal communication plays an important role in communication activities between bicycle courier services with its customers. The aim of the writer to conduct this research is to find out the beginning or the initial stage of communication between the bicycle courier service and 2 customers, namely the sender and recipient of goods and to find out what obstacles / disturbances are when our Jakarta delivery couriers communicate with customers. Kurir sepeda untuk saat ini berkembang begitu cepat daripada jasa kurir sepeda yang menggunakan motor atau mobil, dikarenakan untuk penggunaan transportasi sepeda ini terbilang sangatlah unik dan cepat dalam pengirimannya. Cara memesan dan memanggil kurir sepeda pun lebih cepat juga dan mudah sekali tinggal menunggu dari perusahaan itu menyampaikan kalau ada pesanan dan langsung diterima oleh kurir sepeda tersebut. Proses komunikasi antara jasa kurir sepeda dengan pelanggannya berjalan dengan lancar walaupun pelanggan ada 2 yaitu pengirim dan penerima barang atau paket tersebut. Komunikasi antar pribadi dinilai sangat efektif untuk merubah perilaku orang lain, bila terdapat persamaan mengenai makna yang dibincangkan. Tanda khusus yang ada di komunikasi antar pribadi ini terletak pada arus balik langsung. Arus balik tersebut memiliki daya tangkap yang mudah untuk komunikator baik secara verbal dalam bentuk kata maupun non-verbal dalam bentuk bahasa tubuh seperti anggukan, senyuman, mengernyitkan dahi dan lain sebagainya. Selama proses komunikasi antar pribadi berlangsung sangat penting terjadinya interaksi berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau individu dengan antar individu supaya terjadi umpan balik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi Komunikasi antar pribadi berperan penting dalam kegiatan komunikasi antara jasa kurir sepeda dengan pelanggannya. Tujuan penulis melakukan penelitian ini yaitu dikarenakan untuk Untuk mengetahui permulaan atau tahap awal berjalannya komunikasi antara jasa kurir sepeda dengan 2 pelanggan yaitu pengirim dan penerima barang dan untuk mengetahui hambatan/gangguan apa saja saat kurir Kamiantar Jakarta berkomunikasi dengan pelanggan.
Proses Komunikasi Organisasi di dalam Biro Iklan di Ada Indonesia dan Ada Singapura
Claudia Harlim;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i2.6491
This research is studying the process of organization communication in an advertising agency at ADA Indonesia and ADA Singapore. This research is done using a qualitative descriptive approach with ethnography method. The data that has been used was prim and secondary data. Prim’s data was one that contains interviews with the resource of information. Hence secondary data was one that contains data that resource from books and other resources. The Theories that have been used were Organizational theory, Organizational Culture theory, Climate of Organization, and Organization Communication. To gather the data, interviews, observation, bibliography study and online searching technique was used. The outcome from this research shows that the communication process that was used now is right and comfortable to apply on company’s daily organizational life. It also shows that even though the company is organizational, it didn’t imply any seniority concept or cultures that could corrupt the communication flow that has been functioning up until now on the company. Penelitian ini membahas mengenai proses komunikasi organisasi di dalam biro iklan di ADA Indonesia dan ADA Singapura. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode penelitian etnografi. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil wawancara penulis dengan para narasumber, sedangkan data sekunder berupa data yang diperoleh dari buku dan sumber lain. Teori yang digunakan terdiri dari organisasi, budaya organisasi, iklim organisasi, dan komunikasi organisasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, studi kepustakaan dan penelusuran data online. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi yang berjalan sekarang dinilai tepat dan nyaman untuk dijalankan. Bahwa walaupun perusahaan bersifat organisasional tetapi tidak memiliki kesenioritasan maupun budaya yang dapat mengacaukan komunikasi di dalam organisasi perusahaan tersebut.
Analisis Interaksi Simbolik Lesbian Dalam Lagu “Girls Like Girls” Oleh Hayley Kiyoko
Erica Alfred;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v1i2.2000
Penelitian ini membahas analisis interaksi simbolik pasangan lesbian dari lagu yang berjudul “Girls Like Girls” oleh Hayley Kiyoko. Peneliti ingin mengetahui pesan dan makna pengungkapan diri melalui media musik, yang ingin disampaikan penulis sekaligus penyanyi lagu tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik, dan teori eksistensi. Dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, data diperoleh dengan metode analisis wacana kritis Van Dijk, dan wawancara terhadap dua narasumber ahli psikologi. Penulis mengumpulkan data berupa artikel-artikel yang terkait dengan lagu “Girls Like Girls”, menganalisis lirik lagu untuk mencari pesan dan makna dari lagu tersebut, serta mengumpulkan bukti mengenai sikap dan perilaku seorang lesbian. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa lirik lagu dapat menjadi sebuah media untuk menyampaikan pesan atau opini seorang individu atau kelompok. Dengan menggunakan unsur seni dan pemilihan kata yang tepat, pesan dan makna dapat disampaikan dengan baik.
Gaya Hidup dan Kreativitas (Studi Deskriptif Kualitatif pada Anton Ismael)
Calvin Calvin;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i1.6200
Gaya hidup seseorang memiliki dampak yang sangat besar bagi individu itu sendiri. Kreativitas merupakan sebuah pola pikir yang sangat sarat akan sebuah siasat. Gaya hidup kreatif merupakan sebuah pola perilaku seseorang dimana individu tersebut melakukan kegiatan sehari-harinya dengan hal-hal yang kreatif sehingga menjadikan individu tersebut sebagai manusia kreatif. Anton Ismael merupakan orang kreatif yang berprofesi sebagai fotografer. Anton Ismael memiliki gaya hidup yang dilakukannya setiap hari. Penelitian ini dilakukan untuk membahas gaya hidup Anton Ismael sehingga menjadikan dia manusia kreatif pada bidangnya yaitu fotografer. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian ini adalah Anton Ismael, sedangkan objek pada penelitian ini adalah gaya hidup dan kreativitas. Data yang dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup Anton Ismael membantu pembentukan dan pengembangan proses kreativitas dirinya yang berprofesi sebagai fotografer. Gaya hidup Anton Ismael seperti berteman dengan semua orang, selalu mengembangkan jaringan, terus belajar, elaborasi diri, itulah hal-hal yang sangat mendorong kemampuan kreativitas Anton Ismael sehingga menjadikan dia manusia kreatif seperti sekarang.
Analisis Karakteristik Iklan Dimas Djay (Budaya Indonesia: Humor dan Kolosal)
Michael Limantara;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v2i2.3922
Periklanan pada dasarnya adalah bagian dari kehidupan industri modern. Di zaman modern ini persaingan antar brand semakin sengit dikarenakan ekspansi, munculnya banyak brand baru dan dihadapkan dengan konsumen yang semakin spesifik, selektif, dan fanatik. Iklan di suatu negara merupakan identitas yang merepresentasikan karakter orang-orang di negara tersebut. Tetapi di zaman modern ini, perhatian masyarakat semakin singkat. Hal ini menjadi tantangan bagi pengiklan untuk membuat iklan yang menarik perhatian masyarakat. Salah satu pengiklan yang sukses membuat iklan yang menarik adalah Dimas Djayadiningrat. Dimas Djay adalah sutradara iklan, karya iklanya Indoeskrim versi “Kisah Legenda Nusantara” dan iklan Ramayana versi “Ramayana Ramadhan” sukses menarik perhatian publik dan menjadi viral. Penulis tertarik untuk mengenal lebih jauh sosok Dimas Djay dan karakteristik iklan-iklan hasil produksinya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Dalam melakukan penelitian ini penulis menemukan karakteristik iklan Dimas Djay melalui observasi, dan wawancara. Dari hasil penelitian penulis mengenai karakteristik iklan Dimas Djay ditemukan tiga karakter diantaranya budaya Indonesia, humor, dan kolosal. Ketiga karakter iklan Dimas Djay ini sesuai dengan karakter Indonesia karena Djay membuat iklan mengikuti keinginan pasar, berasal dari selera orang Indonesia itu sendiri.
Menguak Makna Manusia dan Spiritualitas (Studi Analisis Semiotika Pada Karya Seni Instalasi “Antara” oleh Monica Hapsari)
Ricky Suryanto;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v5i2.10406
This research examines the meaning of human beings and spirituality contained in the artwork of Antara by Monica Hapsari. The theories used in this research are human theory, spirituality, visual communication and semiotics. This study uses a qualitative descriptive approach with Charles Sanders Peirce's semiotic analysis technique consisting of signs, objects, and interpretations. The method used in this research is analytical method using Charles Sanders Peirce's semiotic triangle. In this study, it was found that Antara's artwork carries a message conveyed by the artist in the form of installation art about the meaning of humans and spirituality. The use of visual signs makes this work of art considered valid as a medium of visual communication because it becomes a forum for the artist to carry out communication activities with the audience.Penelitian ini membahas makna manusia dan spiritualitas yang terdapat dalam karya seni Antara oleh Monica Hapsari. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori manusia, spiritualitas, komunikasi visual dan semiotika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik analisis semiotika Charles Sanders Peirce yang terdiri dari tanda, objek, dan interpretasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis menggunakan segitiga semiotika Charles Sanders Peirce. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa karya seni Antara membawa sebuah pesan yang disampaikan oleh senimannya dalam bentuk karya seni instalasi mengenai makna tentang manusia dan spiritualitas. Penggunaan tanda-tanda visual menjadikan karya seni ini dianggap sahi sebagai media komunikasi visual karena menjadi wadah bagi senimannya untuk melakukan aktivitas komunikasi terhadap khalayak.
Analisis Gaya Bahasa Sarkasme Lagu “Suci Maksimal” oleh Musisi Jason Ranti
Andar Dittya Harsa;
Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v4i2.8133
In Indonesia, there are many individual and group musicians who make music as a media for criticism of social or political aspects that are happening in the community. Like Iwan Fals, Slank, the Greenhouse Effect, Jason Ranti and others. This study aims to determine the meaning of the song "Suci Maximum" to the reader. This study uses a qualitative method. In this study using the heremeneutika technique. This research is about the analysis of the style of the sarcasm of the song Suci Maksimal of the band Jason Ranti. The thing to be discussed is the meaning of the language style of the song "Suci Maksimal" by Jason Ranti's band, which he wants to convey to the listeners. Theories used in this study are sarcasm, hermeneutics, song as mass communication and construction. This research uses descriptive qualitative research methods. The results of the study were obtained from online sources about the song "Suci Maximum" and related to Jason Ranti as the writer.Di Indonesia banyak musisi perorangan maupun kelompok yang menjadikan musik sebagai media kritik terhadap aspek sosial ataupun politik yang sedang terjadi di masyarakat. Seperti Iwan Fals, Slank, Efek Rumah Kaca, Jason Ranti dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna lirik lagu “Suci Maksimal” kepada pembaca. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan teknik heremeneutika. Penelitian ini tentang analisis gaya bahasa sarkasme lagu Suci Maksimal band Jason Ranti. Hal yang ingin dibahas yaitu, makna gaya bahasa lirik lagu “Suci Maksimal” band Jason Ranti yang ingin disampaikan kepada pendengar. Teori yang di pakai dalam penelitian ini, yaitu sarkasme, hermeneutika, lagu sebagai komunikasi massa dan konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian diperoleh dari sumber online mengenai lagu “Suci Maksimal” dan berhubungan dengan Jason Ranti selaku penulis.