Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Semiotika Makna Optimisme pada Video Klip Super-M “We-Do” Kimberly Surjanto; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15518

Abstract

Video clips are communication media that have meaning. To reveal a meaning, it is necessary to analyze using semiotic method. There are various types of semiotic methods, one of which is John Fiske's semiotic method. Using this method, the researcher wants to know the meaning of optimism described in the Super-M video clip with the title "We-Do". This video clip was released during a pandemic with the aim of improving the quality of life both physically and psychologically. Video clips of published works of art are able to convey a message to the audience. Psychologically, works of art can have an emotional impact and can even change a person's mindset. The pandemic conditions are not easy, resulting in various problems, one of which is mental health problems. By using semiotic analysis, it is expected to find pictures of the meaning of optimism in the video clip. From the results of this study, found several signs that indicate the meaning of optimism. The meaning of optimism contained in the video clip "We-Do" leads to positive thinking and moving forward to face all challenges. Passion in facing everything and focus on one goal to move forward. Video klip merupakan media komunikasi yang memiliki makna. Untuk menguak suatu makna maka dibutuhkan analisis menggunakan metode semiotika. Metode semiotika sendiri memiliki berbagai jenis, salah satunya adalah metode semiotika John Fiske. Menggunakan metode ini, peneliti ingin mengtahui makna optimisme yang digambarkan dalam video klip Super-M dengan judul “We-Do”. Video klip ini dirilis pada kondisi pandemi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup baik secara fisik maupun psikis.Video klip hasil karya seni yang dipublikasikan mampu membawa pesan bagi kahalyak. Secara psikologis, karya seni mampu memberikan dampak secara emosional bahkan dapat mengubah pola pikir seseorang. Kondisi pandemi yang tidak mudah, mengakibatkan berbagai masalah, salah satunya adalah masalah kesehatan mental. Dengan menggunakan analisis semiotika, diharapkan dapat menemukan gambaran-gambaran makna optimisme pada video klip tersebut. Dari hasil penelitian ini, ditemukan beberapa tanda yang menunjukkan makna optimisme. Makna optimisme yang terkandung dalam video klip “We-Do” mengarah pada berpikir positif dan terus maju menghadapi segala tantagan. Semangat dalam menghadapi segala hal dan fokus pada satu tujuan untuk maju.
Ideologi dan Komunikasi Bob Sick Terkait Tato di Sekujur Tubuhnya Melalui Profesi Ricky Sanjaya; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6136

Abstract

Sejak jaman dahulu tato merupakan sebuah bentuk kepercayaan, doa dan simbol. Namun, seiring berjalannya waktu, tato di Indonesia membentuk stigma dan pandangan masyarakat menjadi negatif. Namun, seorang tokoh revolusioner tato atau Presiden Tato, Bob Sick, berhasil mencapai keberhasilannya dalam berkarya dengan hasil seni lukisan kontemporer. Penulis memakai teori identitas diri, kreativitas, konsep seni, komunikasi, ideologi, dan stigma sosial. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap narasumber Ajenk&Munir, Sebastian Lesmana mengenai sejarah karir Bob Sick dan juga komunikasi ideologi Bob Sick melalui tato di sekujur tubuhnya. Penulis menggunakan metode studi kasus. Atas dasar ideologi dari komunikasi Bob Sick melalui tato di sekujur tubuhnya, membuktikan bahwa tato bukanlah stigma negatif, akan tetapi tato merupakan seni dan dapat membuat seseorang lebih ekspresif atau percaya diri.
Representasi Kritik Sosial dalam Film Parasite (Analisis Semiotika Roland Barthes) Vanessa Salim; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10387

Abstract

Social criticism is considered as a form of deep communication that aims or controls a social system. Parasite is a film that represents sharp social inequalities and contains social criticism about social problems that occur in South Korea. This study uses various theories, namely mass communication theory, film, semiotics, representation and social criticism. By using a descriptive qualitative approach with Roland Barthes' semiotic analysis technique which consists of denotation, connotation and myth, this study aims to determine the representation of social criticism in the film Parasite. The method used in this research is semiotic analysis method. In this study, it was found that the message conveyed by the director as a communicator in the film Parasite regarding social problems was packaged with a dark comedy genre film that included some social criticism in it. Social criticisms depicted in this film include criticism of poverty which is depicted through living and living with unemployment, criticism of crimes committed by lower-class families by falsifying documents, and uneven urban planning.Kritik sosial dianggap sebagai bentuk komunikasi mendalam yang bertujuan atau mengendalikan suatu sistem sosial. Parasitemerupakan sebuah film yang merepresentasikan kesenjangan sosial yang tajam dan mengandung kritik sosial mengenai masalah sosial yang terjadi di Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan berbagai teori yaitu teori komunikasi massa, film, semiotika, representasi dan kritik sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes yang terdiri dari denotasi, konotasi dan mitos penelitian ini memiliki tujuan untuk memiliki tujuan untuk mengetahui representasi kritik sosial dalam film Parasite. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pesan yang disampaikan oleh sutradara sebagai komunikator dalam film Parasite mengenai masalah sosial, dikemas dengan film bergenre komedi gelap yang menyelipkan beberapa kritik sosial didalamnya. Kritik sosial yang digambarkan pada film ini antara lain kritik terhadap kemiskinan yang digambarkan melalui tempat tinggal dan hidup dengan pengangguran, kritik terhadap kejahatan yang dilakukan oleh keluarga kelas bawah dengan memalsukan dokumen, dan pembangunan tata kota yang tidak merata.
Representasi Konsep Diri Remaja Perempuan Pembaca Buku “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat” dari Mark Manson Canesya Adzani; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8090

Abstract

Adolescence is a time of self-identification and self-development. The view of oneself that had developed in childhood strengthened in adolescence. This is in line with increasing age and life experience based on the facts experienced. All that makes teenagers can judge themselves good, and also vice versa, less good. Teenagers tend to look at the social media profiles of other teenagers and make comparisons with themselves. This comparison will unconsciously form an ideal self-concept whose standards are getting higher and further away from the self-concept possessed by adolescents today. Teenagers who get negative feedback from social media will find it difficult to accept themselves. There is always an assumption that other people around him will look negatively towards him. The question in this study is "What is the representation of the self-concept of young women readers of the book The Subtle Art of Not Giving a F*ck?". The results based on this study explain that self-concept in adolescent girls after reading The Subtle Art of Not Giving a F*ckis represented as a person who needs to direct himself towards self-help and self-love by realizing how good or bad the situation is owned and how obliged to behave against the situation. The representation of self-help and self-love in the self-concept of the reader is depicted using trying not to think about the affairs of others and focus more on oneself, controlling oneself, accepting and trying to solve cases of life in a cruel global world, and knowing what important are priorities.Usia remaja merupakan tahap pengembangan diri. Pengetahuan tentang diri sendiri yang telah berkembang pada masa anak-anak makin menguat pada masa remaja. Hal ini berbarengan dengan bertambahnya usia dan pengalaman atas dasar kehidupan yang dialami. Semua itu menciptakan remaja yang mampu menilai dirinya sendiri baik, dan juga sebaliknya, kurang baik. Remaja cenderung akan melihat profil remaja lain dan melakukan perbandingan menggunakan dirinya. Perbandingan ini secara tidak sadar akan membangun konsep diri ideal yang standarnya semakin tinggi dan semakin jauh menurut konsep diri yang dimiliki oleh remaja saat ini. Remaja yang mendapatkan reaksi negatif akan sulit mendapat dirinya sendiri. Muncul anggapan bahwa orang lain disekitarnya akan memandang negatif terhadap dirinya. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana representasi konsep diri remaja perempuan pembaca buku perbaikan diri “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat”? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri pada remaja perempuan setelah membaca buku “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat” direpresentasikan menjadi suatu pribadi yang perlu mengarahkan dirinya menuju self-help dan self-lovedengan mengetahui seberapa baik atau tidak baik keadaan yang dimiliki dan bagaimana wajib bersikap terhadap keadaan tersebut. Representasi self-help danself-lovepada konsep diri pembacanya digambarkan dengan berusaha untuk tidak memikirkan urusan orang lain dan lebih fokus pada diri sendiri, mengontrol diri, menerima dan berusaha memecahkan kasus hidup di dunia yang kejam, dan mengetahui apa yang penting sebagai prioritas.
Analisis Makna Desain Tulisan “Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaksa” pada Brand Kaos @Yajugaya Ribka Valentina; Gregorius Genep Sukendro; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tafsiran dari desain tulisan yang dibuat dan apa yang melatarbelakangi desain tulisan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi kasus dan metode penafsiran seacara hermeneutika. Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dari wawancara dan studi kepustakaan. Data dianalisa dengan metode deskriptif analisis. Landasan teori yang digunakan adalah teori komunikasi, teori hermeneutika, dan teori kritis. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa makna yang tersirat di salah satu desain tulisan brand kaos @YAJUGAYA adalah segala bentuk kepercayaan terhadap apapun tidak bisa dipaksakan kepada siapapun.
MENGEMBANGKAN USAHA MAKANAN RINGAN TRADISIONAL KEMBANG GOYANG MELALUI REDESAIN KEMASAN Lydiawati Soelaiman; Anastasia Cinthya Gani; Gregorius Genep Sukendro
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.285 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.17647

Abstract

Nowadays, some typical traditional snacks have been hard to find in the market and not even served during Hari Raya. One of the MSMEs in Jambi, Dapur Mama Fafi, trying to preserve the typical food of Jambi such as Kembang Goyang with a more contemporary taste. The market response to this product is quite evident even during the pandemic. The problem faced by MSME partners is the absence of a logo for brand identity. Moreover, product packaging in the form of transparent plastic causes fragility, especially during delivery. For this reason, the purpose of this activity is to help MSMEs design packaging more attractive and safe for long-distance delivery. The method of implementing this activity is to conduct interviews with business owners to find out the problems faced, create a logo, and also design packaging following with the expectations of business owners. The results obtained from this activity are the logo as a brand identity as well as a stronger and safer packaging in maintaining the durability and quality of the products. Hope this activity can increase brand awareness of snack products sold by MSME Dapur Mama Fafi.Pada saat ini, beberapa kudapan tradisional khas suatu daerah sudah sulit ditemui di pasaran bahkan sudah tidak disajikan pada saat Hari Raya.Salah satu UMKM di Jambi yaitu Dapur Mama Fafi mencoba untuk melestarikan makanan khas daerah Jambi yang salah satunya adalah kue tradisional Kembang Goyang dengan rasa yang lebih kekinian. Respon pasar terhadap produk ini cukup baik terbukti dengan jumlah pemesanan yang cenderung stabil meskipun di masa pandemi. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra UMKM adalah belum adanya logo untuk identitas merek dan kemasan produk yang berupa plastik transparan menyebabkan mudah rapuhnya produknya terlebih jika dikirimkan ke luar kota. Untuk itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu UMKM berinovasi dengan melakukan desain kemasan produk yang lebih menarik dan aman untuk pengiriman jarak jauh. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan melakukan wawancara kepada pemilik usaha untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan penjualan produknya. Berdasarkan hasil wawancara maka tim abdimas memutuskan untuk membuatkan logo dan desain kemasan sesuai dengan harapan dari pemilik usaha. Luaran dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa logo sebagai identitas merek serta kemasan yang lebih kuat dan aman dalam menjaga ketahanan dan kualitas dari kembang goyang. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan brand awareness dari produk kudapan yang dijual oleh UMKM Dapur Mama Fafi. 
Kreativitas Iklan Indomie di Televisi dari Masa ke Masa (Tahun 1980-2000an) Margaret Margaret; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15538

Abstract

Advertising creativity is advertising that is original, there is creative thinking and innovation. The purpose of this study is to find out the beginning of Indomie advertising on television in terms of creativity from the first time the advertisement was made until now and find out how the implementation of Indomie product advertising by PT.Indofood. This study raises the issue of Indomie's advertising creativity, Indomie is an instant noodle product that has existed since 1980. The theory and research concepts used are advertising, advertising appeal, television media in mass communication, products, brands, and also creativity. This study use qualitative research with case study method. Data collection uses interviews with Raditya Cahya Buana as Quality Control Noodle and Television Advertising at PT. Indofood Semarang, document studies and literature studies. The conclusion of the research on Indomie advertising creativity is to display Indomie advertisements on television in an attractive way and present new Indomie products. Indonesian advertisements must be more flexible in determining the style of advertising so that consumers are interested in viewing and advertising acts as a medium of communication between producers and consumers, as an attractive product promotion media. Kreativitas iklan adalah iklan yang bersifat originalitas, terdapat pemikiran yang kreatif dan juga inovasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui awal iklan Indomie di televisi dari segi kreativitasnya dari pertama kali dibuat iklan sampai sekarang dan mengetahui bagaimana pelaksanaan periklanan produk Indomie yang dilakukan PT.INDOFOOD.  Penelitian ini mengangkat tentang persoalan kreativitas iklan Indomie, Indomie adalah produk mie instant sudah ada sejak tahun 1980. Teori dan konsep penelitian yang digunakan adalah iklan, daya tarik iklan, media televisi dalam komunikasi massa, produk, merek (brand), dan juga kreativitas. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, analisis wacana, dan fenomologi. Penggumpulan data menggunakan wawancara dengan Raditya Cahya Buana sebagai Quality Control Noodle di PT.Indofood Semarang, studi dokumen dan studi literatur. Kesimpulan dari penelitian kreativitas iklan Indomie adalah dengan menampilkan iklan Indomie di televisi dengan menarik dan menghadirkan produk-produk Indomie yang baru.
Musik Rap Sebagai Budaya Hip-Hop di Mata Generasi Milenial (Studi Kasus Pelaku dan Penikmat Kolektif Dreamfilled) Hansen Djulianto; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 1 No. 2 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i2.15573

Abstract

Music is an art that organizes a collection of tones into a sound that has a very close meaning in life. Hip hop is a lifestyle commonly known as culture, Rap music is a genre of Hip hop music that has been circulating since the 70s. Hip hop is a dynamic mix consisting of MCing/Rapping, DJing, Graffiti, Breakdancing, still attached to the current era of the millennial generation. Dreamfilled is one of the rap music collectives dominated by millennials who have a real movement in Hip hop in making songs or following culture, this can be correlated with subculture and fashion theories, there are also supporting theories used namely perception, lifestyle, music and culture. The author uses a qualitative method and selects 5 informants, including 3 rappers from the collective The Dreamfilled, 1 male rap music lover and 1 female rap music lover. The conclusion of this research is that the millennial generation and rap music lovers in the Dreamfilled collective continue to follow the subculture and fashion of Hip hop which is still being developed today and becomes a lifestyle.Musik merupakan suatu seni yang mengorganisasikan kumpulan nada nada menjadi suatu bunyi yang mempunyai arti sangat dekat dalam kehidupan. Hip hop merupakan gaya hidup yang biasa disebut dengan kultur, musik Rap merupakan salah satu genre musik Hip hop yang sudah beredar semenjak tahun 70an. Hip hop merupakan perpaduan dinamis yang terdiri dari MCing/Rapping, DJing, Graffiti, Breakdancing, masih melekat hingga era generasi milenial saat ini. Dreamfilled merupakan salah satu kolektif musik rap yang didominasi oleh generasi milenial yang memiliki gerakan nyata dalam Hip hop dalam membuat karya lagu maupun mengikuti kultur, ini dapat dikorelasikan dengan teori subkultur dan fashion, ada juga teori pendukung yang dipakai yakni persepsi, gaya hidup, musik dan budaya. Penulis menggunakan metode kualitatif dan memilih lima informan yang antara lain rapper dari kolektif The Dreamfilled, penikmat musik rap laki laki dan perempuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah generasi milenial pelaku dan penikmat musik rap di kolektif Dreamfilled ini tetap mengikuti subkultur dan fashion dari Hip hop yang masih terus dikembangkan hingga saat ini dan menjadi gaya hidup.
Perubahan Strategi Periklanan Nasional di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Pada Ozzigeno Studio Digital Agency Jakarta) William Muliawan; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 1 No. 4 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i4.15965

Abstract

Currently as we know from the early years of 2020 until now the world is being hit by a major crisis due to the Covid-19 pandemic which has made changes and adjustments in people's daily activities. This led to an adjustment of advertising strategy in dealing with these problems. The purpose of this research is to find out what changes in advertising strategies are used by Ozzigeno Studio Digital Agency during the Covid-19 pandemic. This study analyzes the strategy used by Ozzigeno Studio Digital Agency using the marketing communication mix. This research is a qualitative research using case study analysis method with data collection techniques such as interviews, observation, and documentation. The subjects of this research are strategic planner and Social Media Assistant, and Content Creator from Ozzigeno Studio Digital Agency. The object of this research is the advertising strategy applied by Ozzigeno during the Covid-19 pandemic. Based on the results of this study, it shows that in this Covid-19 pandemic situation, Ozzigeno Studio Digital Agency managed to make adaptations that resulted in better work than before the Covid-19 pandemic began. What has been done by Ozzigeno Studio Digital Agency is a very successful action and is driven by a situation that requires more digital content to reach its audience so that advertising activities can continue and sales run well and according to expectations.   Saat ini seperti yang kita ketahui  dari tahun awal tahun 2020 sampai saat ini dunia sedang dilanda krisis besar karena adanya pandemi Covid-19 yang membuat adanya perubahan dan penyesuaian dalam aktifitas masyarakat sehari – hari. Hal ini menyebabkan adanya penyesuaian strategi periklanan dalam menghadapi masalah tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan strategi periklanan seperti apa yang digunakan Ozzigeno Studio Digital Agency selama masa pandemi Covid-19 ini berlangsung. Penelitian ini menganalisis strategi yang digunakan oleh Ozzigeno Studio Digital Agency menggunakan bauran komunikasi pemasaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus yang teknik pengumpulan data yang seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah strategic planner dan Social Media Assistant, dan Content Creator dari Ozzigeno Studio Digital Agency. Objek dari penelitian ini adalah strategi periklanan yang diaplikasikan oleh Ozzigeno di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 ini Ozzigeno Studio Digital Agency melakukan adaptasi yang menghasilkan pekerjaan yang lebih baik dibanding sebelum masa pandemi Covid-19 dimulai. Apa yang dilakukan oleh Ozzigeno Studio Digital Agency termasuk tindakan yang sangat berhasil dan didorong dengan keadaan yang memerlukan konten digital lebih banyak guna untuk menyentuh audiensnya agar kegiatan periklanan tetap bisa berjalan dan penjualanpun berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan.
Strategi Komunikasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta dalam Melakukan Fundraising Virya Pratama; Gregorius Genep Sukendro
Kiwari Vol. 1 No. 4 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i4.16280

Abstract

In money politics, it is quite common, therefore you need to prepare sufficient funds. To get a better loan, you can use one of the methods, namely fundraising. To achieve the success of fundraising, a communication strategy is needed, the other components of course need the mass media as a channel for disseminating the information. This study discusses the communication strategy used by the Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta in fundraising. The theory underlying this research is the theory of communication strategy proposed by Middleton, Onong, Tatham, Seyitoglu and Yuzbasioglu; mass media theory by Adler & Rodman. The approach used is descriptive qualitative with case study method. The resource person for this research was the head of the PSI Jakarta DPW to obtain primary and secondary data through interviews and documentation. The data obtained through the process of processing, analyzing, presenting, and checking the validity of the data. The results of this study indicate that the Indonesian Solidarity Party uses a variety of six strategies, three communication concepts and three types of mass media to achieve the success of fundraising.   Di dalam politik uang adalah hal yang cukup lumrah oleh karena itu anda perlu mempersiapkan dana yang cukup. Untuk mendapatkan pinjaman yang lebih baik anda dapat memanfaatkan salah satu metode yaitu fundraising. Untuk mencapai keberhasilan dari fundraising dibutuhkan strategi komunikasi, komponen lainnya tentunya dibutuhkan media massa sebagai saluran untuk menyebarkan informasi tersebut. Penelitian ini membahas strategi komunikasi yang digunakan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta dalam melakukan fundraising. Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori strategi komunikasi yang dikemukakan oleh Middleton, Onong, Tatham, Seyitoglu dan Yuzbasioglu; teori media massa oleh Adler & Rodman. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Narasumber yang diambil untuk penelitian ini adalah ketua DPW PSI Jakarta untuk mendapatkan data primer dan data sekunder melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui proses pengolahan, analisis, penyajian, serta pemeriksaan keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Partai Solidaritas Indonesia menggunakan berbagai enam macam strategi, tiga konsep komunikasi dan tiga jenis media massa untuk mencapai keberhasilan dari fundraising.