Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Siswa SMA Selama Pembelajaran Daring Saat Pandemi Covid-19 Anastasia Br Sembiring; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10191

Abstract

The Coronavirus Disease (Covid-19) pandemic has a huge impact in every aspects of people's lives. One of the aspects is education. Currently, educational institutions are implementing online learning.  This research is about the issue of high school students' perception about online learning during the Covid-19 Pandemic. This research uses qualitative research with a case study method. The techniques used for data collection is interview. The  subjects of this research are students of SMA Santa Maria Medan based on their grade level. In this research, the researcher conduct an interview. The results showed that students of SMA Santa Maria Medan experienced difficulties during online learning. The difficulties faced is that high school students are required to independently understand the lessons that have been explained by the teacher, besides that unstable network is also considered as one of the factors that creates misunderstanding (miss communication) of the meaning received by students.  Students also find it so hard to interact with other students during online learning and students are not feeling motivated because the teacher learning system only provides material and assignments that absolutely makes students tired and bored of learning.Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) menyebabkan dampak yang begitu besar bagi seluruh aspek kehidupan masyarakat salah satunya pendidikan. Pemerintah menerapkan aturan pembelajaran jarak jauh secara dalam jaringan (daring) pada seluruh sekolah untuk mencegah penyebaran virus corona. Pembelajaran daring ini membentuk persepsi yang berbeda bagi setiap peserta didik. Persepsi adalah kemampuan otak dalam menerjemahkan stimulus atau proses untuk menerjemahkan stimulus yang masuk ke dalam alat indera manusia. Penelitian ini mengangkat persoalan mengenai persepsi siswa SMA selama pembelajaran daring saat pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Studi kasus penelitian ini dilaksanakan di SMA Santa Maria Medan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Subyek penelitian adalah siswa SMA Santa Maria Medan. Objek penelitian adalah persepsi siswa SMA selama pembelajaran daring saat pandemi Covid-19. Wawancara dilaksanakan melalui konferensi video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa SMA selama pembelajaran daring saat Pandemi Covid-19 adalah bahwa pembelajaran daring yang dilaksanakan selama pandemi tidak efektif. Siswa SMA dituntut untuk mandiri memahami pelajaran yang telah dijelaskan oleh guru. Selain itu, masalah jaringan menjadi faktor utama dalam kesalahpahaman makna yang diterima oleh siswa. Siswa juga jarang berinteraksi dengan siswa lainnya selama pembelajaran daring. Siswa merasa tidak memiliki motivasi karena sistem pembelajaran di mana guru hanya memberikan materi dan tugas yang membuat siswa jenuh.
Komunikasi Antarpribadi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang Sudah Melakukan Self - Disclosure Leo Sukarno; Roswita Oktaviani
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6410

Abstract

HIV / AIDS has become a phenomenon in the social environment of society for the last few years. Fear of stigma and discrimination from local people makes PLWHAs reluctant to reveal themselves. People with HIV who have revealed themselves must face the risk of discrimination and stigma that must be experienced in everyday life. This study aims to explain interpersonal communication among PLWHA who have done self-disclosure. The method that’s being used is a qualitative approach with case study method. The case study was conducted at ODHA Berhak Sehat Community. The data collection is done by conducting in-depth interviews with informants. Subjects in this study were people living with HIV/AIDS (PLWHA) who had opened their status for some time. In addition interviews were also conducted with specialists in sexually transmitted diseases as a research triangulator. It was found that PLWHA who have revealed status with the closest people cause a sense of trust. PLWHA do not receive discrimination, but rather supportiveness. And, an open - minded attitude from the closest person. Furthermore, the results of the study are discussed in this article. HIV/AIDS telah menjadi fenomena di lingkungan sosial masyarakat selama beberapa tahun terakhir. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) cenderung mendapat stigma dan diskriminasi dari masyarakat setempat. Hal ini membuat ODHA enggan mengungkapkan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antarpribadi ODHA yang sudah melakukan pengungkapan diri (self-disclosure). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Studi kasus dilakukan pada Komunitas ODHA Berhak Sehat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam dengan tiga ODHA yang sudah mengungkapkan status kesehatannya. Selain itu wawancara juga dilakukan kepada dokter spesialis penyakit menular seksual sebagai triangulator penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi antarpribadi ODHA yang sudah mengungkapkan status dengan orang terdekat menimbulkan rasa kepercayaan. ODHA tidak mendapat diskriminasi, melainkan sikap suportif. ODHA juga mendapati sikap terbuka dari orang terdekat.
PERUBAHAN BUDAYA TINGGI BERITA INVESTIGASI MENJADI BUDAYA POPULER Roswita Oktavianti
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2460

Abstract

The characteristics of mass media as a source of information constanly changes according to the dynamics of regulation and the development of the media industry. This change has an impact not only on entertainment programs but also on news broadcast programs. As high culture content, investigative news programs should be produced through a number of investigative stages with content and quality that is dif erent from regular news. In reality, media workers are required to work instantly according to the logic of the media industry. Investigative news has shifted from formerly being high culture to popular culture. With qualitative approach and case study method, this study aims to find out how media workers changed investigative news from high culture into popular culture. The primary data collection method in the form of interview was conducted with an informant, a media worker in one of many private television investigative programs. The study found that the culture industry on investigative news was applied not only on the content but also the human resources behind it. Investigative news is produced by journalists who mostly have no investigative competence. Investigative news is based on the quantity of news produced, quick production, budget ef iciency, market tastes, and the interests of owners and advertisers. Transformation of high culture investigative news programs to popular culture ultimately impacted the quality of investigative newsKarakteristik media massa sebagai sumber informasi terus berubah mengikuti dinamika regulasi dan perkembangan industri media. Perubahan ini berdampak tidak hanya pada program hiburan tetapi juga program siaran berita. Sebagai konten dengan budaya tinggi (high culture), program berita investigasi seharusnya diproduksi melalui sejumlah tahapan investigatif dengan konten dan kualitas yang berbeda dengan berita reguler. Pada kenyataannya, pekerja media dituntut bekerja secara instan mengikuti logika industri media. Berita investigasi berubah dari semula memiliki budaya tinggi menjadi budaya populer (popular culture). Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus maka penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pekerja media menciptakan berita investigasi dari budaya tinggi menjadi budaya populer. Teknik pengumpulan data primer berupa wawancara dilakukan kepada informan, pekerja media di salah satu program investigatif televisi swasta. Penelitian menemukan bahwa industri budaya pada berita investigasi dilakukan pada tidak hanya pada konten tetapi juga sumber daya manusia di dalamnya. Berita investigasi diproduksi oleh jurnalis yang sebagian besar tanpa kompetensi investigasi. Berita investigasi berpatokan pada besarnya kuantitas berita yang dihasilkan, durasi produksi yang singkat, efisiensi anggaran, selera pasar, serta kepentingan pemilik dan pengiklan. Perubahan program berita investigasi dari budaya tinggi ke budaya populer ini pada akhirnya berdampak pada kualitas berita investigasi.
EKOLOGI MEDIA DALAM PELIPUTAN KEBERAGAMAN JURNALIS TELEVISI KONTRIBUTOR AMBON Roswita Oktavianti; Riris Loisa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.10179.2021

Abstract

Media ecology reflects that mass media have to move dynamically to survive its life in the middle of media pressure and competition among other platforms. In the digital era, television as conventional media needs to embrace the technology by airing diversity issues in social media Youtube. This study has a question about media ecology in the reportage of diversity issues by television journalists in Ambon. This research using a mixed method approach, quantitative and qualitative, with content analysis, FGD, interview, and literature review as a technique for data collecting. Content analysis is conducted toward news diversity about Maluku which aired on the Youtube television channel. Then FGD is conducted further with television journalists in Ambon in which their news has been analyzed. Further, the interview is conducted with a broadcasting supervisor as well as a member of the journalist organization. This study finds that media ecology has been changing to new media ecology. Nevertheless, new media ecology is not fully implemented by television journalists in Ambon when reporting the diversity issues. The journalists will frame their news before report it mainly for news with the tendency to the SARA (ethnicity, religion, and race) issues. Framing is formed when journalists narrate their news before aired. It implemented due to their conflict experienced in the past. The journalists have responsibility and awareness in terms of the effect of their news. Their SARA’s news which aired in the Youtube platform could trigger conflict. The conflict has a huge impact on their personal and social life Ekologi media merefleksikan bahwa media massa harus bergerak dinamis untuk bertahan hidup di tengah tekanan dan kompetisi dengan berbagai platform. Di era digital, televisi sebagai media konvensional merangkul teknologi dengan menayangkan berita keberagaman di media sosial YouTube. Studi ini mengangkat tentang ekologi media dalam peliputan keberagaman jurnalis televisi kontributor Ambon. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian campuran, kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data analisis isi, Focus Group Discussion (FGD), wawancara, dan studi pustaka. Analisis isi dilakukan pada berita-berita keberagaman di Maluku pada saluran Youtube televisi-televisi nasional. Selanjutnya dilakukan FGD dengan jurnalis televisi kontributor Ambon di mana berita-berita yang ditayangkan telah dianalisis sebelumnya. Wawancara dilakukan dengan pengawas penyiaran dan organisasi jurnalis televisi. Studi ini menemukan bahwa ekologi media beralih menjadi ekologi media baru. Namun, ekologi media baru ini tidak sepenuhnya diikuti oleh jurnalis televisi kontributor Ambon dalam melaporkan berita keberagaman. Jurnalis televisi kontributor Ambon melakukan pembingkaian ketika melaporkan berita keberagaman, khususnya berita bernuansa SARA. Pembingkaian dilakukan lebih pada narasi atau audio berita yang disajikan. Ini dilakukan karena Provinsi Maluku pernah mengalami konflik masa lalu. Jurnalis memiliki tanggung jawab dan kesadaran tinggi bahwa sejumlah peristiwa konflik terjadi salah satunya akibat berita bernuansa SARA yang tersebar luas di Youtube. Konflik tersebut telah membawa pengaruh besar dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.
News Sources and Consideration in Making Editorial and Commercial Content in the YouTube News Channels Roswita Oktavianti; Sinta Paramita; Gregorius Genep Sukendro
Jurnal Pekommas Vol 7, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2022.2070107

Abstract

YouTube has increasingly gained popularity among news media outlets. Numerous contents have been uploaded on news media official YouTube channels either in the form of regular or commercial news. In Indonesia, two national news media outlets, Kompas.com and Tribunnews.com, which initially focused on publishing their articles on their website, have employed so-called mobile journalists who can primarily produce and edit news videos for YouTube. This study is part of our research on the content industry in a disruptive era with mass media in Indonesia as a subject. This research aims to seek editorial and commercial content sources from mobile journalists and the considerations mobile journalists should make when creating editorial and commercial content for YouTube news channels. To answer these questions, we have identified the trending topics on social media and conducted a content analysis. In addition, we observed Kompas.com and Tribunnews.com YouTube channels and conducted interviews with the news editorial staff. The findings showed that regular news, trending and viral news, unique and in-depth reporting and online events, international news, Q&A with experts based on users' comments, and hot news from other YouTube accounts are the primary news sources for mobile journalists. These are utilized for either business purposes or newsroom agendas. It also discusses what aspects the journalists must consider before producing editorial and commercial content on their YouTube news channels.
PENGENALAN MEDIA MASSA DAN PROFESI JURNALIS DI SMP KATOLIK ABDI SISWA JAKARTA BARAT Roswita Oktavianti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11382

Abstract

Communication Study Programme is one of the programmes in tertiary education that generates human resources with journalist’s competencies. A journalist who works in a press company or mass media has a role as a pillar of democracy and has a responsibility to distribute information to the public. However, this role is becoming increasingly challenging due to the rise of citizen journalism in online media and social media. Internet users can now spread information to their audiences. Therefore, the community services team of the Faculty of Communication, Universitas Tarumanagara held an event of introductory communication science, particularly in terms of a journalist as a media worker and mass media. This introduction of mass media and journalism is conducted with groups of junior high school students in Abdi Siswa Catholic Junior High School, West Jakarta, Indonesia. The team as communication academia initially conveyed about communication study and mass communication as one of the main areas. Then it expanded toward several of mass media in Indonesia, journalists or media workers, and the source of news of the journalists. Besides, the team also giving an understanding and insight about how students can contribute to delivering information toward media. This community service event aims to give the understanding of mass media and journalists as media workers, based on the perspective of practitioners and academia.  The speaker was a journalist so the experienced and information relevant to the situation. The students were given a test afterwards, and it showed that students comprehend of mass media and journalist as a profession with an average score 7,37 out of 10. The introductory of journalism practice can be effective if the speaker enriches its presentation visually, using an interactive method, and it is delivered directly by the journalist or by the former journalistABSTRAK:Program Studi Ilmu Komunikasi di perguruan tinggi menciptakan lulusan yang salah satunya memiliki kompetensi sebagai seorang jurnalis. Jurnalis atau wartawan yang bekerja pada perusahaan pers atau media massa berfungsi sebagai pilar demokrasi dan memiliki tanggung jawab sebagai penyalur informasi kepada masyarakat. Namun, tugas ini menjadi semakin menantang ketika jurnalis dihadapkan pada jurnalisme warga di media online dan media sosial yang juga mampu menyalurkan informasi kepada khalayak. Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara memberikan pengenalan tentang Ilmu Komunikasi secara umum, khususnya terkait profesi jurnalis dan media massa. Pengenalan dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Pertama Katolik Abdi Siswa I dan II, Jakarta Barat. Tim pengabdian mengenalkan Ilmu Komunikasi, lalu komunikasi massa sebagai salah satu area utama dalam komunikasi, berbagai jenis media massa, profesi jurnalis, hingga sumber-sumber berita jurnalis. Selain itu, tim pengabdian juga memberikan pemahaman tentang kontribusi siswa sekolah dalam praktik jurnalisme. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang media massa dan profesi jurnalis dari praktisi sekaligus akademisi yang pernah memiliki pengalaman sebagai jurnalis. Dari hasil tes berupa pertanyaan yang diberikan setelah kegiatan, menunjukkan bahwa siswa memahami materi tentang media massa dan profesi jurnalis dengan nilai rata-rata 7,37 dari nilai maksimal 10. Pengenalan dunia jurnalistik yang dilakukan dengan cara presentasi yang diperkaya dengan visual, interaktif, dan disampaikan oleh pembicara yang memiliki pengalaman langsung sebagai jurnalis lebih dapat diterima oleh para siswa.
PELATIHAN ETIKET KOMUNIKASI DI DUNIA KERJA PADA PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL Roswita Oktavianti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.15241

Abstract

Persons with intellectual disabilities need to be supported with particular skills before they work as a professional. Despite having limitations, persons with down syndrome can train and do simple jobs. Therefore, a community services member of the Faculty of Communication, Universitas Tarumanagara provides training about communication etiquette in professional circumstances for persons with intellectual disabilities. This event was carried out in coordination with the Center for Psychological Guidance and Consultation (Pusat Bimbingan dan Konsultasi Psikologi/PBKP) Untar dan Special Olympics Indonesia (SOIna). Both institutions have been organized several events to enhance the skills of persons with intellectual disabilities. SOIna is the only non-profit organization that has been recognized by the government and is accredited by Special Olympics International. During the Covid-19 pandemic, all events are carried out using video conferencing. After the event, all participants were given open and closed questions to find out their understanding of the material that had been given. To sum up, all of the participants are willing to work or to be an entrepreneur. Participants were also able to answer all of the questions related to the material given with the percentage of the correct answer of 99,2%. The community services event in the form of training to improve the work skills of persons with intellectual disabilities should be continued to assist them in independence and productive human resources. In addition, persons with intellectual disabilities can conceive material, interact, and answer questions given.ABSTRAK:Penyandang disabilitas intelektual perlu dibekali keterampilan sebelum memasuki dunia kerja. Meski memiliki keterbatasan, penyandang disabilitas intelektual sindrom down (down syndrom) bisa merespon pelatihan dan melakukan pekerjaan sederhana. Atas dasar itulah, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara memberikan bekal berupa etiket komunikasi di dunia profesional kepada penyandang disabilitas intelektual. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Pusat Bimbingan dan Konsultasi Psikologi (PBKP) Untar dan Special Olympics Indonesia (SOIna) yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan keterampilan anak penyandang disabilitas intelektual. SOIna adalah satu-satunya organisasi nirlaba yang telah diakui pemerintah dan mendapat akreditasi dari Special Olympics International. Dalam kondisi pandemi Covid-19, kegiatan dilakukan secara daring menggunakan sarana konferensi video. Paska kegiatan, pengabdi melakukan diskusi dan memberikan pertanyaan terbuka dan tertutup kepada peserta untuk mengetahui pemahaman terhadap materi yang sudah diberikan. Hasilnya, seluruh peserta penyandang disabilitas intelektual dalam kegiatan ini, menyatakan ingin bekerja atau membuka lapangan kerja. Peserta juga mampu menjawab soal terkait materi etiket yang sudah diberikan dengan persentase jawaban benar 99,2%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kerja penyandang disabilitas intelektual perlu terus dilakukan. Hal ini untuk menanamkan kemandirian dan menciptakan produktivitas sumber daya manusia di Indonesia. Selain itu, penyandang disabilitas intelektual juga bisa menerima materi dengan baik, berinteraksi dan menjawab pertanyaan yang diberikan
KEGIATAN LITERASI MEDIA SOSIAL DI SMP KATOLIK ABDI SISWA II JAKARTA BARAT Roswita Oktavianti; Sinta Paramita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.29 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7222

Abstract

Di era digital, makna literasi media semakin luas. Dari awalnya terkait persoalan melek huruf dan melek media, mulai bergeser pada bagaimana perilaku seseorang menggunakan media, serta apa saja konten yang diunggah dan dikonsumsi. Di Indonesia, pengguna aktif media sosial tergolong tinggi. Namun tingginya aktivitas di media sosial ini tidak sejalan dengan tingkat literasi media masyarakatnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara dilakukan dalam bentuk pembekalan literasi media sosial dengan sasaran siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan dilakukan di SMP Katolik Abdi Siswa II Jakarta Barat. Pembekalan dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang penggunaan media sosial Instagram dan Youtube sebagai medium menyebarkan konten positif. Dari hasil observasi ditemukan bahwa setelah dilakukan pendampingan secara berkelompok, para siswa mampu membuat konten positif di Instagram. Dengan metode survei juga diketahui bahwa para siswa sebagian besar mampu menggunakan media sosial secara bijak mulai dari durasi penggunaan, konten yang diunggah, akun yang diikuti, hingga cara mencari pengikut. Namun, penggunaan media sosial ini masih perlu didampingi oleh orang dewasa dan aturan ketat di sekolah.
Strategi Komunikasi Pemasaran UMKM di Bidang Makanan dan Minuman melalui Media Sosial Instagram di Tengah Pandemi Covid-19 di Indonesia Fawwaz Fawwaz; Roswita Oktavianti
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15582

Abstract

Early 2020 was the beginning of a tough year for micro, small and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia, one of which was Sushi Komura who was the subject of research in this study. Sushi Komura is a food outlet that sells Japanese specialties, namely sushi. Due to the Covid-19 that occurred, this had an impact on the sales of Sushi Komura. Marketing communications combined with marketing strategies and efforts to build positioning are carried out by many MSMEs so that sales continue to increase amid the Covid-19 conditions. To do this, of course, the company needs to identify the position of competitors who can determine the direction of the strategic position in building a positioning in the midst of business competition to attract consumer interest. Social media has an important role in building positioning activities for Sushi Komura SMEs. One of the things that need to be considered from using social media as a marketing medium and also building positioning is how the content can be of interest and liked by the audience, because if it is appropriate and appropriate, it can be an advantage for companies to attract buyers. The theory that helps this research is the theory of marketing communication strategy and positioning theory. The results of the findings of this study are that social media and also the application of cleanliness are the main keys for MSMEs to increase their selling power, besides that applying the right marketing strategy is also a determining factor for MSMEs to survive in the midst of the Covid-19 pandemic.Awal tahun 2020 lalu menjadi awal tahun yang berat bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia, salah satunya Sushi Komura yang menjadi subyek penelitian pada penelitian ini. Sushi Komura merupakan gerai makanan yang menjual makanan khas Jepang yakni sushi. Akibat Covid-19 yang terjadi, hal ini berdampak terhadap penjualan Sushi Komura. Komunikasi pemasaran yang dipadukan dengan strategi pemasaran serta usaha membangun positioning dilakukan oleh banyak UMKM agar penjualan tetap meningkat ditengah kondisi Covid-19. Untuk menjalankan hal tersebut tentunya perusahaan perlu mengidentifikasi posisi pesaing yang dapat menentukan arah strategi dalam membangun positioning ditengah persaingan usaha untuk menarik minat konsumen.  Media sosial memiliki peranan yang penting dalam kegiatan membangun positioning bagi UMKM Sushi Komura. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari penggunaan media sosial sebagai media pemasaran dan juga membangun positioning adalah bagaimana konten tersebut dapat diminati dan disukai oleh khalayak, karena apabila sudah sesuai dan tepat dapatlah menjadi keunggulan bagi perusahaan untuk menarik minat pembeli. Teori yang membantu  penelitian ini adalah teori strategi komunikasi pemasaran. Hasil dari temuan penelitian ini bahwa media sosial dan juga penerapan kebersihan menjadi kunci utama bagi UMKM untuk meningkatkan daya jual, selain itu menerapkan strategi pemasaran yang tepat juga menjadi faktor penentu bagi UMKM untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Media Sosial dan Word of Mouth dalam Menentukan Keputusan Konsumen Memilih Jasa Modifikasi Motor Billy Wirawan; Roswita Oktavianti
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15612

Abstract

The process of communication that exists in the Kevin Speed between Kevin Speed and konsumenya happens online. This study raised the issue of social media and word of mouth in the decision of consumers to choose services modifications. The researchers used two concepts in the conduct of research, namely social media and word of mouth. Word of mouth is a marketing activity that is conducted through individual to individual, either orally, in writing or using electronic communications that connect the internet based on the experiences about a product and services. The definition of consumer decision defining the decision as a choice or action of the two alternative options or more. In conducting the study, researchers used a qualitative approach with case study method workshop Kevin Speed, Jakarta Barat. The subject of this research is companies that serve the automotive services modification of the motor and the object of this research is the consumer's decision to choose the services of the modifications in the workshop Kevin Speed. In collecting the data the researcher used interview and observation techniques. The results of this research is to make the consumers know how to modify the motor that is true and also consumer help services modification motor in the conduct of marketing through word of mouth in the decision. In this study, researchers also found the results of the consumer both referenced by his friend and see social media services modification of the motor before making a decision.Proses komunikasi yang terjalin di dalam Kevin Speed antara Kevin Speed dan konsumenya terjadi secara online. Penelitian ini mengangkat persoalan mengenai media sosial dan word of mouth dalam menentukan keputusan konsumen memilih jasa modifikasi. Peneliti menggunakan dua konsep dalam melakukan penelitian, yaitu media sosial dan word of mouth. Word of mouth adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan melalui individu ke individu baik secara lisan, tertulis atau menggunakan komunikasi elektronik yang terhubung internet dengan didasari oleh pengalaman tentang suatu produk dan jasa. Definisi keputusan konsumen mendefinisikan keputusan sebagai sebuah pilihan atau tindakan dari dua pilihan alternatif atau lebih. Dalam melakukan penelitian peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus workshop Kevin Speed Jakarta Barat. Subjek penelitian ini adalah perusahaan otomotif yang melayani jasa modifikasi motor dan objek penelitian ini adalah keputusan konsumen memilih jasa modifikasi dalam workshop Kevin Speed. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini adalah membuat konsumen mengetahui cara memodifikasi motor yang benar dan konsumen juga membantu jasa modifikasi motor dalam melakukan pemasaran melalui word of mouth dalam menentukan keputusan. Dalam penelitian ini peneliti juga menemukan hasil konsumen kedua direferensikan oleh temannya dan melihat media sosial jasa modifikasi motor sebelum menentukan keputusan.