Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Motif Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Kepuasan Konsumen (Studi pada Followers @pluffyschoice) Cassandra Willianti; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 3, No 1 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i1.6205

Abstract

Media sosial banyak diakses oleh generasi muda. Media sosial yang paling sering digunakan adalah Instagram. Instagram bukan hanya sarana berbagi foto dan video, tetapi juga dapat menjadi peluang berbisnis. Penelitian ini ingin mengetahui apakah ada pengaruh antara motif penggunaan media sosial Instagram terhadap kepuasan konsumen. Peneliti memakai teori uses and gratification di media sosial. Peneliti menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pengikut akun online shop Instagram @Pluffyschoice dan menggunakan metode kuantitatif. Dalam mengolah data, peneliti menggunakan program SPSS ver.19. Hasilnya terdapat pengaruhmotif penggunaan media sosial Instagram terhadap kepuasan konsumen bersifat sedang dan sebesar 28%. Apabila motif penggunaan media sosial Instagram meningkat maka kepuasan konsumen juga akan meningkat
Strategi Digital Public Relations Pegiat Podcast dalam Membangun Brand Engagement (Studi Kasus dalam Podcast Duo Budjang) Bella Chitra; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 3, No 2 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i2.6413

Abstract

This research studies about the digital public relations strategy of podcast enthusiasts in developing their brand engagement. The researcher used concepts of digital public relations and brand engagement in explaining the analysis. The scope of digital public relations concepts cover online or website publicity, social media, and online communities. Meanwhile, the concept of brand engagement can be seen in active interactions with followers or listeners. This research is a qualitative research using the case study methodology. The case studies used the Duo Budjang podcast. This study finds that the promotion on social media is more effective and efficient than on websites, especially on Instagram because the majority of the users are millennials. The promotion will be successful if the selection of media channels is tailored according to the target audience and consistent in its management. In developing the engagement, podcast enthusiasts pay attention to and make active interactions on both online and offline. One success story of the engagement is the existence an online or virtual community established by the loyal listeners of the podcasts. The community also helps in promoting the podcasts. Penelitian ini mengangkat tentang strategi digital public relations pegiat podcast dalam membangun brand engagement. Konsep yang digunakan yaitu digital public relations dan brand engagement. Konsep digital public relations seperti publisitas online atau website, media sosial, dan komunitas online. Sedangkan konsep brand engagement dapat dilihat pada interaksi yang aktif terhadap followers atau pendengarnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode studi kasus. Studi kasus dilakukan terhadap podcast Duo Budjang. Hasil penelitian ini adalah promosi di media sosial lebih efektif dan efisien daripada di website, khususnya di Instagram karena mayoritas pengguna adalah generasi milenial. Promosi akan berhasil jika pemilihan saluran media sesuai target audience dan konsisten dalam pengelolaannya. Dalam membangun engagement, pegiat podcast memperhatikan dan membuat interaksi yang aktif baik di dalam jaringan (daring) maupun di luar jaringan (luring). Salah satu contoh keberhasilan dari engagement yang dibangun adalah adanya komunitas online atau virtual yang merupakan pendengar setia podcast. Komunitas juga membantu dalam mempromosikan podcast.
Pengaruh Terpaan Iklan di Media Sosial Youtube terhadap Persepsi Konsumen (Studi terhadap Pelanggan Iklan Tiket.com di Youtube) Rachel Febrida; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 4, No 1 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i1.6471

Abstract

Advertising becomes a very important promotional instrument, especially for companies that promote goods and services to the public. One form of advertising that the companies do is advertising exposure. Exposure can be interpreted as activity of hearing, seeing, and reading messages from the media or having an experience and attention to messages that happen to individuals or groups. Advertising exposure on youtube can build  consumer's perception. Perception is the process where consument choose, organize, and asume information to create a picture of life. This research wants to find out whether there is an influence of advertising exposure on social media especially Youtube on consumer’s perception. This research uses a survey method by distributing online questionnaires to 100 respondents. This research conducts research on Tiket.com customers who watch advertisements on Youtube. The results of this research is the effect of advertising exposure on social media Youtube on consumer’s perception. The advertisement has an influence on consumer perception by 34%, the remaining 66% is influenced by variables not examined in this research. Iklan telah menjadi salah satu promosi yang penting, terutama untuk perusahaan yang mempromosikan barang atau jasa kepada masyarakat luas. Salah satu yang dapat dilakukan perusahaan dengan cara menggunakan terpaan iklan. Terpaan dapat diartikan sebagai kegiatan mendengar, melihat, dan membaca pesan-pesan media ataupun mempunyai pengalaman dan perhatian terhadap pesan tersebut yang dapat terjadi pada individu atau kelompok. Iklan yang muncul bertubi-tubi pada Youtube menimbulkan munculnya persepsi pada konsumen. Persepsi adalah proses dimana individu memilih, mengorganisasi, dan mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran tentang kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan iklan di media sosial Youtube terhadap persepsi iklan. Metode survei adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner online kepada 100 sampel responden.  Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terpaan iklan di media sosial Youtube terhadap persepsi konsumen. Terpaan iklan memiliki pengaruh terhadap persepsi konsumen sebesar 34%, sisanya 66% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengaruh Pesan Persuasif Media Sosial LINE Terhadap Brand Resonance (Survei Pelanggan Starbucks Tangerang) Andini Putri Apriani; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3582

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh pesan persuasif media sosial Line terhadap brand resonance terhadap pelanggan Starbucks Tangerang. Konsep yang digunakan pada penelitian ini adalah pesan persuasif dan brand resonance. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik survei eksplanatif asosiatif sebagai dasar penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dimana pengambilan sampel memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi unsur sampel. Penelitian ini menggunakan 117  responden sebagai sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dari pesan persuasif media sosial terhadap brand resonance. Hasil uji determinasi menunjukkan 77.8% variabel pesan persuasif dapat memberikan pengaruh terhadap variabel brand resonance, sedangkan sisanya 22.2% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain.
Pengaruh Brand Image E-Commerce Terhadap Minat Beli Konsumen (Survei Pada Pelanggan Tokopedia) Valensia Alvionita Wijaya; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3740

Abstract

Majunya perkembangan teknologi juga diikuti dengan majunya media online. Kini media online tidak hanya digunakan untuk mencari informasi saja, melainkan merupakan suatu lapak bisnis (e-commerce). Salah satu e-commerce yang dikenali oleh masyarakat yaitu Tokopedia. Penelitian dengan judul “Pengaruh Brand Image E-commerce Tokopedia terhadap Minat Beli Konsumen”, memiliki rumusan masalah apakah terdapat Pengaruh Brand Image e-commerce Tokopedia terhadap Minat Beli Konsumen. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh brand image e-commerce Tokopedia terhadap Minat Beli Konsumen. Konsep yang digunakan pada penelitian ini adalah konsep brand image dan juga konsep minat beli. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Dari penelitian diperoleh hasil regresi linear yaitu Y=1,827 + 0,754X dan tingkat signifikasi 0,000 yang berarti menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara brand image e-commerce Tokopedia terhadap minat beli konsumen. Pengaruh brand image e-commerce Tokopedia Terhadap Minat Beli Konsumen dikatakan sangat kuat, dibuktikan oleh uji koefisien korelasi sebesar 0,836
Kelayakan Berita dalam Proses Gatekeeping di Lembaga Penyiaran Publik TVRI Jakarta (Studi Kasus Program Soft News “Semangat Pagi Indonesia” pada 22 Mei 2019) Nelson Nelson; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6212

Abstract

Media menjadi acuan masyarakat sebagai pengetahuan akan dunia di sekitar mereka. Masyarakat “haus” akan informasi sehingga menjadikan kecepatan update sebagai prioritas utama media massa saat ini. Namun, kualitas berita seringkali tidak menjadi perhatian. Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Jakarta menjadi acuan untuk menyebarkan berita yang akurat dan faktual. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana kelayakan berita dalam proses gatekeeping di LPP TVRI Jakarta. Peneliti menggunakan teori gatekeeping, unsur layak berita dalam stasiun televisi milik pemerintah. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan redaksi mengenai proses gatekeeping dalam menentukan kelayakan berita. Studi kasus dilakukan pada program “Semangat Pagi Indonesia” edisi 22 Mei 2019. Pada saat itu, terjadi kerusuhan pendemo di asrama BRIMOB, yang menolak hasil keputusan KPU yang memenangkan pasangan calon nomor urut satu yaitu Joko Widodo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan di LPP TVRI Jakarta sudah sesuai dengan teori gatekeeping. Namun masih ada kekurangan dalam kelayakan berita di LPP TVRI Jakarta. Kekurangannya dalam aspek keseimbangan berita. Pada saat memberitakan aksi demonstrasi tersebut, TVRI tidak obyektif karena hanya mengambil opini dari satu sudut pandang yakni pemerintah.
Budaya Populer Dalam Pembuatan Video Klip (Studi Kasus Pada Video Klip ‘Merakit’ Oleh Yura Yunita) Jenny Ratna Sari; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6444

Abstract

Popular culture is dominated by the production and consumption of material goods whose creation is driven with the motive of profit.Video clips are also used to gain profit or profit for their creators.The study raised how popular culture is in the making of video clips.This research is a qualitative study with case study methods. The researcher conducted a case study of the video clip titled "Assemble" created by Yura Yunita.Data collection techniques are conducted with interviews to artists and creative teams.The result of this research is now that culture is no longer racing on the culture of existing and repeated standards.Visually, the video clip no longer has to be full-color but it can combine two identical colors that are black and white.Popular culture develops over time by adjusting the culture that was originally born and combined with things that don't usually happen.The cultural industry is directed by the need to realise value in the market.The advantage Motif determines the nature of various forms of culture. Video clips can now be combined with popular culture one of them is to use the disability as a model, combining traditional elements.The goal is to achieve a new target market in this case with disabilities.  Budaya populer didominasi oleh produksi dan konsumsi barang material yang penciptaannya didorong dengan motif laba. Video klip juga digunakan untuk mendapatkan keuntungan atau laba bagi penciptanya. Penelitian ini mengangkat bagaimana budaya populer dalam pembuatan video klip. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti melakukan studi kasus terhadap video klip berjudul “Merakit” yang diciptakan oleh Yura Yunita. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap artis dan tim kreatif. Hasil dari penelitian ini adalah kini budaya tidak lagi berpacu pada budaya standar yang ada dan berulang. Secara visual, video klip tidak lagi harus penuh warna melainkan bisa memadukan dua warna identik yaitu hitam dan putih. Budaya populer berkembang seiring waktu dengan menyesuaikan budaya yang awalnya sudah lahir dan dipadukan dengan hal yang biasanya tidak terjadi. Industri budaya diarahkan oleh kebutuhan untuk menyadari nilai di pasaran. Motif keuntungan menentukan sifat berbagai bentuk budaya. Video klip kini dapat dipadukan dengan budaya populer salah satunya adalah dengan menggunakan penyandang disabilitas sebagai model, memadukan unsur-unsur tradisional. Tujuannya untuk mencapai target pasar baru dalam hal ini penyandang disabilitas.
Tindakan Bullying dalam Komunikasi Antarpribadi Semasa SMA dan Dampaknya pada Nilai Public Speaking dan IPK Jesica Sharon Agatha; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 4, No 2 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i2.8116

Abstract

The act of bullying is one of the dark sides of interpersonal communication. The act of bullying is experienced by many teenagers when hanging out with friends or in life in the family. A person's academic ability in high school tends to be influenced by the conditions of the surrounding environment. As for those who want to be involved in the world of modern communication, the ability of public speaking is an important part of it. This study wants to find out how much frequency the types of bullying experienced by students during high school (SMA), and how these types of bullying have an impact on academic ability and public speaking. The research method used is mixed (Mix Method) to find out how much frequency the type of bullying is towards the victim, and how the type of bullying has an impact on the academic ability and public speaking of the victim. In this study, the respondents selected by the researchers had certain criteria, one of which was the second-semester students of the Faculty of Communication Sciences at Tarumanagara University. Therefore, the measurement of the respondent's academic ability uses a GPA. Based on the results of the study indicate that the act of bullying has a different impact on the victims. Not a few who experienced a decrease in academic ability and public speaking. The highest frequency of bullying is verbal bullying in the form of physical insults.Tindakan bullyingmerupakan salah satu sisi gelap dalam komunikasi antarpribadi. Tindakan bullyingbanyak dialami para remaja ketika bergaul dengan teman-teman atau dalam kehidupan di keluarga. Kemampuan akademis seseorang pada masa SMA cenderung dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar. Hal ini menjadi persoalan ketika bullying yang dialami pada saat SMA membawa dampak bagi kemampuan siswa terutama ketika memasuki jenjang perguruan tinggi. Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan public speaking selama perkuliahan. Penilaian juga beralih menjadi sistem Indeks Prestasi Kumulatif. Penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar frekuensi jenis bullying yang dialami mahasiswa semasa Sekolah Menengah Atas (SMA), dan bagaimana jenis bullying tersebut berdampak pada nilai public speaking dan IPK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui seberapa besar frekuensi jenis bullyingpada siswa semasa SMA. Sementara metode kualitatif digunakan untuk menjawab bagaimana jenis bullyingtersebut berdampak pada kemampuan publicspeakingdan nilai IPK mahasiswa.Responden yang dipilih adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara semester dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan bullyingmemiliki dampak yang berbeda-beda bagi korbannya. Tidak sedikit yang mengalami penurunan dalam nilai public speaking dan IPK. Frekuensi tindakan bullyingdialami mahasiswa semasa SMA adalah bullyingverbal berupa hinaan fisik.
Komunikasi Interpersonal Dosen dan Mahasiswa Skripsi dalam Membangun Motivasi melalui Media Pesan Instan Felisitas Aurelia Virginia Dalentang; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15492

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused the learning process to be carried out online, including thesis guidance. There is a change in interpersonal communication between lecturers and students, which previously took place face-to-face, turned into communication through instant messaging media, which affected the motivation of thesis students. This study aims to determine the process of interpersonal communication between lecturers and thesis students through instant messaging media in building motivation. The theory used in this research is the theory of communication, interpersonal communication, motivation, and instant messaging. The researcher uses the case study method, on interpersonal communication between lecturers and thesis students at Tarumanagara University, in West Jakarta. This research shows that interpersonal communication which is done online through message media, cannot build motivation, because through instant messaging media lecturers and thesis students cannot capture verbal and nonverbal reactions directly. Instant messages as a communication medium make it easier for lecturers and students to interact in real-time, but cause delays in students and can cause misunderstandings due to differences in message meaning.Pandemi Covid-19 menyebabkan proses pembelajaran dilakukan secara daring, tidak terkecuali bimbingan skripsi. Adanya perubahan komunikasi interpersonal antara dosen dan mahasiswa, yang sebelumnya berlangsung secara tatap muka, berubah menjadi komunikasi melalui media pesan instan, yang berpengaruh kepada motivasi mahasiswa skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal antara dosen dan mahasiswa skripsi melalui media pesan instan dalam membangun motivasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, komunikasi interpersonal, motivasi, dan pesan instan. Peneliti menggunakan metode studi kasus, pada komunikasi interpersonal dosen dan mahasiswa skripsi di Universitas Tarumanagara, di Jakarta Barat. Penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan secara daring melalui media pesan, tidak dapat membangun motivasi, karena melalui media pesan instan dosen dan mahasiswa skripsi tidak dapat menangkap reaksi verbal dan nonverbal secara langsung. Pesan instan sebagai media komunikasi memudahkan dosen dan mahasiswa berinteraksi secara real-time, tetapi menyebabkan sifat menunda pada mahasiswa dan dapat menyebabkan kesalahpahaman akibat adanya perbedaan pemaknaan pesan.
Self-Disclosure dalam Komunikasi Antarpribadi pada Pasangan Suami Istri Beda Agama Elysabath Martin; Riris Loisa; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2430

Abstract

Pernikahan beda agama bukanlah hal yang baru di Indonesia. Namun fenomena ini masih menjadi isu kontroversial setiap kali diperbincangkan. Pernikahan beda agama merupakan salah satu bentuk hubungan antarpribadi yang kompleks, baik sebelum dan sesudah pernikahan terjadi, khususnya dalam hal penyingkapan diri (self disclosure). Maksud dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana self-disclosure yang dilakukan oleh pasangan suami-istri beda agama dengan pasangannya. Penelitian ini didasari teori komunikasi antarpribadi, self-disclosure dan Jendela Johari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pernikahan beda agama, komunikasi pada pasangan suami-istri beda agama tetap terbuka satu sama lain. Hal ini menandakan terjadinya keterbukaan pada open self mengenai hal-hal umum yang memang sudah seharusnya diketahui oleh diri sendiri dan pasangan. Perbedaan agama dalam hubungan rumah tangga menyebabkan komunikasi sedikit terhambat karena tidak ingin menimbulkan konflik. Ini memperlihatkan bahwa terjadi hidden self pada komunikasi pasangan suami-istri beda agama terkait keinginan orang tua yang menginginkan anaknya dapat menganut agama yang sama. Kendati demikian, pasangan suami-istri beda agama cenderung memiliki rasa toleransi yang lebih tinggi terhadap perbedaan.