Claim Missing Document
Check
Articles

Marketing Public Relations di Instagram Happy Go Lucky House Alethea Salsabila Muntazzahra; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6463

Abstract

Abstract. The use of Instagram to do digital marketing has been widely used by various companies to promote their merchandise. To do digital marketing, the role of a Marketing Public Relations person who understands business competition is needed. Marketing Public Relations takes advantage of the current situation by using social media which can later take advantage of the features on social media. Happy Go Lucky House uses Instagram as one of the Public Relations Marketing processes. The purpose of this study is to determine the activities, roles, and techniques used on Instagram as a Marketing Public Relations process. In this study, researchers used the theory of new media theory, promotion mix theory, and PESO model. Researchers use qualitative methods with a case study approach, namely that they want to explore information in depth, especially the use of Instagram as a Marketing Public Relations process. Data collection techniques carried out in this study used interviews, observations, written sources and documentation. Key informants In testing the validity of the data here researchers use source triangulation and source triangulation. The subject of the research or key informant in this study is the internal party of Happy Go Lucky, namely the Marketing Team and the content creator team, while the supporting speakers are followers of Happy Go Lucky's Instagram and brand owners who collaborate with Happy Go Lucky. The results of this study show that there are activities carried out by utilizing the features available as promotional media, then the role of Instagram, namely to make Happy Go Lucky more known and there are certain techniques in the use of Instagram, namely to increase engagement and also bind consumers. Abstrak. Pemanfaatan Instagram untuk melakukan pemasaran secara digital sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan untuk mempromosikan barang dagangannya. Untuk melakukan pemasaran secara digital dibutuhkannya peran seorang Marketing Public Relations yang mengerti tentang persaingan bisnis. Marketing Public Relations memanfaatkan situasi seperti sekarang ini dengan cara menggunakan media sosial yang nantinya bisa memanfaatkan fitur-fitur di sosial media tersebut. Happy Go Lucky House memanfaatkan Instagram sebagai salah satu proses Marketing Public Relations. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas, Peran, dan Teknik-teknik yang digunakan di Instagram sebagai proses Marketing Public Relations. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori teori new media, teori promotion mix, dan model PESO. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yaitu itu ingin menggali informasi secara mendalam khususnya pemanfaatan di Instagram sebagai proses Marketing Public Relations. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, Sumber tertulis dan Dokumentasi. Key informan Dalam menguji keabsahan data disini peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi narasumber. Subjek Penelitian/Key informan dalam penelitian ini ialah pihak internal Happy Go Lucky yaitu Tim Marketing dan tim content creator, sedangkan untuk narasumber pendukung yaitu followers dari Instagram Happy Go Lucky dan pemilik brand yang bekerjasama dengan Happy Go Lucky. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya aktivitas yang dilakukan dengan cara memanfaatkan fitur yang tersedia sebagai media promosi lalu adanya peran Instagram yakni untuk membuat Happy Go Lucky menjadi lebih dikenal dan terakhit adanya Teknik-teknik tertentu dalam pemanfaatan Instagram ini yaitu untuk menaikkan engagement juga mengikat konsumen.
Fitur Mention Confess Pada Kalangan Fans NCT Elvira Sabila Habibullah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5411

Abstract

Abstract. Twitter is a popular social media among K-Pop fans. In the period July 2020-June 2021 there were 7.5 billion tweets about K-Pop. The interest in K-Pop music makes fans want the latest information about their idols. Therefore, they form a fanbase (fandom base) which is used to obtain information and interact. Fandom bases generally use admins to share the latest information, but in this study information was uploaded automaticly using the mention confess feature which allows fans to become communicators and communicants. The purpose of this study is to determine the use of the mention confess feature carried out by followers on @nctzenbase accounts. The theory used is Computer Mediated Communication. This research paradigm uses constructivism with a quality method and a case study approach. The subjects of this study are owners, admins and followers of @nctzenbase accounts. Data collection techniques use interviews, observations, and documentation. The data analysis technique uses data analysis according to John W. Creswell. Test the validity of the data using source triangulation and engineering triangulation. The results showed that the use of the mention confess bot feature was put to good use by followers to share information and interact. This is shown by finding 12 categories of messages including Voting, Streaming and Comeback, Schedule, Update and Hype, Content and Projects, Reminders, Sharing, Trading, Buying and Selling, games, entertainment, and making friends. Abstrak. Twitter merupakan media sosial yang populer di kalangan penggemar musik K-Pop. Pada periode Juli 2020-Juni 2021 terdapat 7,5 milyar tweet tentang K-Pop. Adanya ketertarikan terhadap musik K-Pop membuat penggemar menginginkan informasi terbaru mengenai idola mereka. Maka dari itu mereka membentuk fanbase (fandom base) yang dimanfaatkan untuk memperoleh informasi dan berinteraksi. Fandom base umumnya menggunakan admin untuk berbagi informasi terbaru, namun pada penelitian ini informasi diunggah secara otomatis menggunakan fitur mention confess yang memungkinkan penggemar menjadi komunikator dan komunikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan fitur mention confess yang dilakukan oleh followers pada akun @nctzenbase. Teori yang digunakan adalah Computer Mediated Communication. Paradigma penelitian ini menggunakan konstruktivisme dengan metode kualitataif dan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah owner, admin dan followers akun @nctzenbase. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis data menurut John W. Creswell. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan fitur bot mention confess dimanfaatkan dengan baik oleh followers untuk berbagi informasi dan berinteraksi. Hal ini ditunjukkan dengan ditemukan 12 kategori pesan diantaranya Voting, Streaming dan Comeback, Schedule, Update dan Hype, Konten dan Project, Reminder, Sharing Trading, Jual Beli, games, hiburan, dan mencari teman.
Strategi Konten Produk Kalaborasi Melalui Instagram Koni Maifa Hamida; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5446

Abstract

Abstract. The development of the times makes communication technology and the flow of information grow rapidly. Rapid technological changes not only affect the flow of information, but also on the increasing flow of industries, one of which is the beauty industry. The use of Instagram social media can be used as digital marketing communication. One of the local cosmetic and skincare brands that uses social media as the main medium for their digital marketing communications is Mad for Makeup. Social media with all its advantages can help in the marketing communication process. One of the social media that is widely used for marketing communication activities is Instagram. This study discusses the use of Instagram as a marketing communication medium carried out by Mad for Makeup on its collaboration product, "Mad met BT21", using Content Marketing theory/concept and from this research Annisa Purnama and Vanessa S. Therik from the Mad for Makeup team. and followers/consumers of the Mad for Makeup Instagram account. The research method used in this study is a qualitative method with a case study approach. In addition, this study also uses interview techniques with resource persons and observations. This study resulted in a digital marketing communication strategy through the use of social media for the "Mad met BT21" product. There is a content strategy that is a form of marketing activity that produces educative, creative, informative, and interactive content that has a “Joy” or happiness campaign foundation that is inspired by the background story of each BT21 character that is poured into a product and content. Through the planning process of brainstorming, ideation, planning, and execution. With the aim of optimizing, maintaining brand awareness, customer relations. Instagram social media also helps the process of marketing activities to be more effective with the advantages of features on Instagram social media with its rapid spread and reach widely. This is in line with the selection of a collaboration partner, namely BT21, which has markets spread throughout the world. Abstrak. Perkembangan zaman membuat teknologi komunikasi dan arus informasi berkembang dengan pesat. Perubahan teknologi yang pesat tidak hanya berpengaruh pada arus informasi saja tetapi pada arus industri yang semakin hari semakin meningkat, salah satunya industri kecantikan. Pemanfaatan media sosial Instagram dapat dijadikan sebagai komunikasi pemasaran digital. Salah satu brand kosmetik dan skincare lokal yang menggunakan media sosial sebagai media utama untuk melakukan komunikasi pemasaran digitalnya adalah Mad for Makeup. Media sosial dengan segala kelebihannya dapat membantu dalam proses komunikasi pemasaran. Salah satu media sosial yang banyak dimanfaatkan untuk aktivitas komunikasi pemasaran adalah Instagram. Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Mad for Makeup pada produk kolaborasinya yaitu “Mad met BT21”, dengan menggunakan teori/konsep Content Marketing serta subjek dari penelitian ini yaitu Annisa Purnama dan Vanessa S. Therik dari tim Mad for Makeup dan followers/konsumen dari akun Instagram Mad for Makeup. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teknik wawancara dengan nara sumber dan observasi. Penelitian ini menghasilkan adanya strategi komunikasi pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial terhadap produk “Mad met BT21”. Adanya strategi konten yang menjadi bentuk kegiatan pemasaran yang menghasilkan konten edukatif, kreatif, informatif, dan interaktif yang memiliki landasan campaign “Joy” atau kebahagiaan yang terinspirasi dari latar belakang cerita dari setiap karakter BT21 yang ditungakan kedalam sebuah produk dan konten. Melalui proses perencanaan brainstorming, ideation, planning, dan execution. Dengan tujuan mengoptimalisasi, memelihara brand awareness, hubungan pelanggan.Media sosial Instagram juga membantu proses kegiatan pemasaran menjadi lebih efektif dengan keunggulan fitur-fitur yang ada di media sosial Instagram dengan penyebaranya yang cepat dan mengjangkau secara luas. Hal itu sejalan dengan pemilihan partner kolaborasi yaitu BT21 yang memiliki pasar yang tersebar diseluruh dunia.
Pengaruh Instagram ADS Selama Pandemi Covid-19 Raihan Adliansyah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5723

Abstract

Abstract. During the COVID-19 pandemic which began to haunt Indonesia in 2020, all business entrepreneurs in Indonesia, especially in Bandung, began to outsmart how they survived during this pandemic, they began to explore the online world in order to maintain their business, especially for coffee shop entrepreneurs, by the implementation of new policies such as Large-Scale Social Restrictions (PSBB) and Adaptation of New Habits (AKB) that make coffee shop entrepreneurs do everything to keep their business strong. This study aims to find out how much influence Instagram Ads have on Sales Level at Café Lalune Bandung either partially or simultaneously. The purpose of this study is to describe promotional activities using social media Instagram. The research method used is verification with a total sample of 100 respondents. Data collection techniques used were observation, interviews and distributing questionnaires. The data analysis method used is simple linear regression analysis, regression correlation, hypothesis testing and coefficient of determination. The results of this study were then analyzed using the theory that has been used as a reference by researchers. The results of this study showed that Awareness, Trial and Reinforcement had an effect of 89.1% on sales levels at Café Lalune Bandung simultaneously. Then partially the influence of Awareness has an effect of 39.9% on sales levels at Café lalune Bandung. In partial terms, the influence of the Trial affected 5.2% on the Sales Rate at Café Lalune Bandung. In partial terms, reinforcement's influence has an effect of 44.0% on sales levels at Café Lalune Bandung. Abstrak. Pada masa pandemi covid 19 yang mulai menghantui Indonesia pada tahun 2020 ini membuat seluruh pengusaha bisnis di Indonesia khususnya di bandung mulai mengakali bagaimana cara mereka bertahan di dalam masa pandemic ini , mereka mulai merambah dunia online demi mempertahankan bisnisnya khususnya bagi para pengusaha coffe shop , dengan diadakananya kebijakan kebijakan baru seperti Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang membuat para pengusaha Coffee shop melakukan segala hal demi membuat usaha mereka tetap kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Instagram Ads terhadap Tingkat Penjualan di Café Lalune Bandung baik secara parsial maupun simultan. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kegiatan promosi dengan menggunakan media sosial instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah Secara verifikatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan menyebar kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana , korelasi regresi, uji hipotesis dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan teori yang telah dijadikan sebagai rujukan oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Awareness, Trial dan Reinforcement berpengaruh sebesar 89.1% terhadap Tingkat Penjualan di Café Lalune Bandung secara simultan. Kemudian secara parsial besarnya pengaruh Awareness berpengaruh sebesar 39.9% terhadap Tingkat Penjualan di Café lalune Bandung. Secara parsial besarnya pengaruh Trial berpengaruh sebesar 5.2% terhadap Tingkat Penjualan di Café Lalune Bandung. secara parsial besarnya pengaruh Reinforcement berpengaruh sebesar 44.0% terhadap Tingkat Penjualan di Café Lalune Bandung.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram Puffy_Id sebagai Sarana Promosi Septya Ramadhani; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5874

Abstract

Abstract. Social media is one of the platforms that are often used in marketing products. Social media is used to facilitate communication and buying and selling transactions between sellers and buyers. One of the social media used to market products is Instagram. Besides that, what is more important in marketing products is the use of media in promoting from each seller. Now fashion is seen from time to time through social media such as Instagram. Instagram users can share photos and videos and can even see the story of someone they want to see. Instagram @puffy_id is a fashion store originating from Bandung, in an Instagram upload that attracted several consumers who made the promotion a success. This study uses a qualitative approach with the case study method. The data collection techniques to be used are Observation, Interview, and Documentation. The results of this study indicate that the @puffy_id Instagram account in utilizing Instagram as a means of promotion has been going well. Promotions are carried out in the form of content, photos and videos by utilizing the features available on Instagram. The selection of Instagram social media in promoting its brand through influencers in order to make more consumers, by mentioning the Instagram account @puffy_id. Factors inhibiting the existence of a budget for influencers. Abstrak. Media sosial merupakan salah satu platform yang sering digunakan dalam memasarkan produk. Media sosial digunakan untuk mempermudah komunikasi dan transaksi jual beli antara penjual dan pembeli. Salah satu media sosial yang digunakan untuk memasarkan produk yaitu Instagram. Disamping itu yang lebih penting dalam memasarkan produk dengan pemanfaatan media dalam berpromosi dari setiap penjual. Sekarang fashion dilihat dari perkembangan masa ke masa melewati media sosial seperti Instagram. Pengguna instagram dapat membagikan foto dan video bahkan bisa melihat story seseorang yang ingin dia lihat. Instagram @puffy_id merupakan store fashion yang berasal dari Bandung, dalam ungguhan instagram yang menarik beberapa konsumen yang membuat promosinya terbilang sukses. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan metode Studi Kasus. Adapun teknik Pengumpulan Data yang akan digunakan yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akun Instagram @puffy_id dalam memanfaatkan Instagram sebagai sarana promosi telah berjalan dengan baik. Promosi yang dilakukan berupa konten, foto dan video dengan memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia pada Instagram. Pemilihan media sosial Instagram dalam mempromosikan brandnya melalui influencer agar membuat bertambahnya konsumen, dengan cara memberi mention pada akun Instagram @puffy_id. Faktor-faktor penghambat adanya anggaran untuk para influencer.
Penggunaan Konten Jumat Berkah di Instagram Muhamad Adam Febriyana; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6409

Abstract

Abstract. Business competition between competitors is entering a new era, where a business modifies the way of promotion through content that provides a stimulus to its customers. Regarding this research, PSstore uses Instagram social media in carrying out its promotional activities in a different way from its competitors, namely sharing blessings and happiness through jumat berkah content on Instagram @pstore_bandung. This study aims to find out how the content planning process, barriers to implementing promotional strategies, distribution processes, and reasons for using Instagram social media. This study uses a qualitative method with a case study approach, constructivism paradigm and data collection techniques, namely observation, interviews and documentation. In addition, the researcher used the validity test by using triangulation of sources, techniques, and time. Then this study uses the theory of The Circular Model of SoMe as a reference and to strengthen the research. The result of this research is that the Bandung PSstore in the planning has the intent and purpose of the content concept which is considered according to the two factors, namely the moment and the availability of the product which is the basis for creating content. Then the content distribution is a form of management of three users on one Instagram social media account. This management is useful for maximizing responsiveness and response speed in the form of content publications and replies that become consumer responses. There are also obstacles to the implementation of the blessing jumat berkah which is used as a promotional strategy by Pstore Bandung. These obstacles are influenced by external constraints, namely weather and community conditions, internal constraints, namely product availability, and communication media constraints, namely media/application limitations. The reason PSstore Bandung uses Friday's content to increase sales promotions. In this use there is reciprocity or feedback that can be obtained, namely a positive response from the views and assessments of the community and an increase in product sales from buying behavior by consumers Abstrak. Persaingan bisnis antar kompetitor memasuki era baru, dimana sebuah bisnis memodifikasi cara promosi melalui konten yang memberikan stimulus pada pelanggannya. Terkait penelitian ini, PStore menggunakan media sosial Instagram dalam melakukan kegiatan promosinya melalui cara yang berbeda dengan kompertitornya, yaitu berbagi keberkahan dan kebahagiaan melalui konten jumat berkah di Instagram @pstore_bandung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan konten, hambatan pelaksanaan strategi promosi, proses distribusi, dan alasan menggunakan media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, paradigma konstruktivisme dan teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain itu, peneliti menggunakan uji keabsahan dengan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Kemudian penelitian ini menggunakan teori The Circular Model of SoMe sebagai rujukan serta untuk memperkuat penelitian. Hasil dari penelitian ini yaitu PStore Bandung dalam perencanaan tersebut terdapat maksud dan tujuan dari konsep konten yang dipertimbangkan sesuai kedua faktor yaitu moment dan ketersediaan produk yang menjadi dasar pembuatan konten. Kemudian distribusi konten tedapat bentuk pengelolaan dari tiga pengguna terhadap satu akun media sosial Instagram. Pengelolaan ini berguna untuk memaksimalkan ketanggapan dan kecepatan respon berupa publikasi konten maupun balasan yang menjadi respon konsumen. Terdapat juga hambatan pelaksanaan konten jumat berkah yang dijadikan strategi promosi oleh PStore Bandung. hambatan tersebut dipengaruhi oleh kendala eksternal yaitu cuaca dan kondisi masyarakat, kendala internal yaitu ketersediaan produk, dan kendala media komunikasi yaitu keterbatasan media/aplikasi. Alasan PStore Bandung menggunakan konten jumat berkah dalam meningkatkan promosi penjualan. Pada penggunaan tersebut terdapat timbal balik atau feedback yang di dapat yaitu respon postif dari pandangan dan penilaian masyarakat dan peningkatan penjualan produk dari prilaku pembelian oleh konsumen.
Faktor Pendukung Komunikasi Pemasaran Digital Word Of Mouth (WOM) pada Bisnis Beverage Avio Muhammad Kawakibi; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7767

Abstract

Abstract. Digital Word Of Mouth is a type of marketing activity that in general can provide information and opinions on a product or service to people through digital media such as social media. Where social media currently plays an important role in the business sector, especially the world of coffee. For example, Kopi Keliling Matisti Beverage, which is one of the contemporary coffee businesses in the city of Bandung, was originally present because the owner liked bicycles and coffee. The marketing communication strategy used at first was organic word of mouth but over time it has now changed to digital word of mouth. This study focuses on knowing how digital word of mouth marketing communication strategies work on Matisti Beverrage mobile coffee. This research uses a type of qualitative research with a case study approach and this research uses word of mouth marketing theory. The purpose of this study is to find out how digital word of mouth marketing communication strategies work on Matisti Beverrage mobile coffee. Based on the results of this study, it can be concluded that Matisti Beverage uses a digital word of mouth marketing communication strategy with the help of a product and price marketing mix on Instagram social media where this has a big impact because using this strategy on Instagram, Matisti Beverage's engagement has increased and is assisted by coffee reviewers. using Instagram features such as tagging, mentioning, re-posting, and sharing content. Matisti Beverage using this marketing strategy on Instagram is considered successful because it is an inexpensive strategy, and gets a wide and effective audience for business people. Abstrak. Digital Word Of Mouth adalah suatu jenis akivitas pemasaran yang secara umum dapat memberikan informasi dan pendapat terhadap suatu produk barang ataupun jasa kepada orang - orang melalui media digital seperti media sosial. Dimana media sosial saat ini sangat berperan penting di sektor bisnis khususnya dunia kopi. Seperti misalnya kopi Keliling Matisti Beverage yang merupakan salah satu bisnis kopi kekinian di kota Bandung yang hadir pada awalnya karena sang owner menyukai sepeda dan kopi. Strategi komunikas pemasaran yang digunakan pada awalnya adalah organic word of mouth namun seiring berjalanya waktu kini berubah menjadi digital word of mouth. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran digital word of mouth pada kopi keliling Matisti Beverrage. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan penelitian ini menggunakan teori pemasaran word of mouth. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran digital word of mouth pada kopi keliling Matisti Beverrage. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Matisti Beverage menggunakan strategi komunikasi pemasaran digital word of mouth dengan bantuan bauran pemasaran product and price di media sosial Instagram dimana hal tersebut berdampak besar dikarenakan semenjak menggunakan strategi tersebut di Instagram engagement Matisti Beverage meningkat dan dibantu oleh para coffee reviewer menggunakan fitur Instagram seperti tagging, mention, re-posting dan share content. Matisti Beverage menggunakan strategi pemasaran tersebut di Instagram dinilai berhasil karena salah satu strategi yang murah, mendapatkan khalayak yang luas dan efektif untuk pembisnis.
Pemanfaatan Instagram PT. Panasonic Gobel Indonesia Syifa Reimita; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7796

Abstract

Abstract. This research entitled Utilization of Instagram PT. Panasonic Gobel Indonesia. (Case Study as Promotion of the Nanoe X Technology Program for Air Conditioning Products on Instagram @idpanasonic). PT. Panasonic Gobel Indonesia is a company engaged in technology. PT. Panasonic Gobel Indonesia is located in Jakarta. The main attraction of PT. Panasonic Gobel Indonesia is due to one of its promotional strategies through the Nanoe X program which is effective against the corona virus. This is considered to be an attraction as a promotional strategy because it is very adapted to the current situation in the midst of the Covid-19 pandemic. The purpose of this research is to find out how to use Instagram in the promotion strategy carried out by PT. Panasonic Gobel Indonesia (@idpanasonic). The method used in this study is a qualitative research method with a case study approach which aims to examine and analyze the promotion strategy carried out by PT. Panasonic Gobel Indonesia. The theory used in this study uses marketing mix theory. The data obtained in this study were through interviews and observations with the Corporate Communication Supervisor of PT. Panasonic Gobel Indonesia as the main informant was supplemented by a complementary informant from one of the consumers who used the "Nanoe X Effective Against Viruses" program. The results of this study show that the use of Instagram social media carried out by Marketing Management and Corporate Communications of PT.Panasonic Gobel Indonesia in promoting the "Nanoe X Technology Effective Against Viruses" program, the company experienced many benefits. By utilizing social media, companies can easily achieve their goals in implementing the program's promotion strategy. Abstrak. Penelitian ini berjudul Pemanfaatan Instagram PT. Panasonic Gobel Indonesia. (Studi Kasus Sebagai Promosi Program Teknologi Nanoe X Produk Air Conditioning Pada Instagram @idpanasonic). PT. Panasonic Gobel Indonesia ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. PT. Panasonic Gobel Indonesia ini berlokasikan di Jakarta. Yang menjadi daya tarik dari PT. Panasonic Gobel Indonesia ini yaitu karena pada salah satu strategi promosinya melalui program Nanoe X yang efektif melawan virus corona. Hal ini dianggap menjadi daya tarik sebagai strategi promosi karena sangat menyesuaikan dengan keadaan sekarang di tengah-tengah pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana pemanfaatan Instagram dalam strategi promosi yang dilakukan oleh PT. Panasonic Gobel Indonesia (@idpanasonic). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mencermati dan menganalisis menegenai strategi promosi yang dilakukan oleh PT. Panasonic Gobel Indonesia. Teori yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teori bauran pemasaran. Data yang di peroleh penelitian ini adalah melalui wawancara dan observasi kepada Corporate Communication Supervisor PT. Panasonic Gobel Indonesia sebagai informan utamanya di lengkapi dengan informan pelengkap yaitu dari salah satu konsumen yang menggunakan program "Nanoe X Efektif Melawan Virus". Hasil dari penelitian ini memunjukan bahwa pemanfaatan media sosial Instagram yang dilakukan oleh Manajemen Marteking dan Corporate Communicatiom PT.Panasonic Gobel Indonesia dalam mempromosikan program “Teknologi Nanoe X Efektif Melawan Virus” perusahaan mengalami benyak keuntungan. Dengan pemanfaatan media sosial ini perusahan dapat dengan mudah mecapai tujuan dalam melakukan strategi promosi program tersbut.
Visibility dan Credibility Arief Muhammad Sebagai Brand Ambassador Baso Aci Akang Panji Sakti Dzulfikar; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8037

Abstract

Abstract. The use of brand ambassadors is carried out by companies to provide persuasive messages to consumers to influence them to use and buy the products or services offered. The purpose of this study was to determine the relationship given by Arief Muhammad as the brand ambassador of Baso Aci Akang with the elements in the VisCAP model theory, namely visibility (popularity), credibility (expertise), attraction (attraction), and power (strength). Purchase intention is studied using a hierarchy of effect model with several stages, namely the cognitive area, the affective area, and the behavior area. The paradigm that will be used in this study is the positivism paradigm and will use a quantitative approach. The population of the research is Arief Muhammad's followers who have liked, shared, and commented on the advertisements broadcast by Arief Muhammad regarding Baso Aci Abang and 98 people will be taken as samples. The results showed that Arief Muhammad's visibility as a brand ambassador had a significant relationship to purchase intention, Arief Muhammad's credibility as a brand ambassador had a significant relationship to purchase intention. Abstrak. Penggunaan brand ambassador yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan pesan persuasif kepada konsumen dengan tujuan untuk mempengaruhi agar menggunakan dan membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan yang diberikan Arief Muhammad sebagai brand ambassador Baso Aci Akang dengan unsur-unsur pada teori model VisCAP yaitu visibility (kepopuleran), credibility (keahlian), attraction (daya tarik), dan power (kekuatan). Minat beli dikaji dengan menggunakan hierarchy of effect model dengan beberapa tahapan yaitu cognitive area, affective area , dan behavior area. Paradigma yang akan digunakan dalam penelitian ini ialah paradigma positivisme, dan akan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian merupakan followers dari Arief Muhammad yang telah melakukan likes, share, dan comment pada iklan yang telah disiarkan Arief Muhammad berkenaan dengan Baso Aci Akang dan Sampel akan diambil sebanyak 98 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visibility Arief Muhammad sebagai brand ambassador terdapat hubungan yang cukup berarti terhadap minat beli, credibility Arief Muhammad sebagai brand ambassador terdapat hubungan yang cukup berarti terhadap minat beli.
Pemilihan Influencer Foodvloger di Tiktok pada Produk Simply Seoul: Studi Kasus: Pada Produk Simply Seoul Akmal Fadhlurrohman; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8209

Abstract

ABSTARCT. This research was conducted to answer the question of how social media marketing strategies through TikTok influencers can enhance product popularity and reach a wider target market. This research utilized the marketing mix theory by Kotler and Armstrong (2016:47) as the foundation for designing marketing strategies through TikTok influencers. The research employed a qualitative approach with a case study method. The study involved four informants, consisting of one owner and three consumers. Data collection was conducted through interviews. The findings of the research indicate that the use of TikTok influencers can enhance product popularity and reach a wider target market. In this case study, the utilization of TikTok influencers has helped Simply Seoul build product image and increase sales. Additionally. The conclusion of this research is that the use of TikTok influencers can be an effective marketing strategy for specific products. This research contributes to the development of knowledge regarding social media marketing strategies through TikTok influencers and can serve as a reference for companies in designing effective marketing strategies. ABSTRAK. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana strategi pemasaran media sosial melalui influencer Tiktok dapat meningkatkan popularitas produk dan mencapai target pasar yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan teori bauran pemasaran oleh Kotler dan Armstrong (2016:47) sebagai dasar dalam merancang strategi pemasaran melalui influencer Tiktok. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Jumlah informan pada penelitian ini berjumlah 4 orang, terdiri dari 1 owner dan 3 konsumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan influencer Tiktok dapat meningkatkan popularitas produk dan mencapai target pasar yang lebih luas. Dalam studi kasus ini, penggunaan influencer Tiktok membantu Simply Seoul dalam membangun citra produk dan meningkatkan penjualan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan influencer Tiktok dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk produk tertentu. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pengetahuan tentang strategi pemasaran media sosial melalui influencer Tiktok dan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang efektif.