Claim Missing Document
Check
Articles

Pesan dan Media Kegiatan Kampanye #onedayonetrashbag dalam Menginspirasi Kesadaran Lingkungan Masyarakat Salsabila Rizqiya Fitriani; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8335

Abstract

Abstract. Pandawaragroup is a content creator engaged in the field of environmental cleanliness creating the #Onedayonetrashbag campaign which aims to foster community Environmental Awareness with this campaign Pandawaragroup while introducing to the public that the #Onedayonetrashbag campaign is really an activity that cares about the environment. which aims to foster community Environmental Awareness in an effort to protect the environment by disposing of waste in its place and being responsible. In addition, with this campaign Pandawaragroup also introduces to the public that the #Onedayonetrashbag campaign is truly an environmentally friendly activity. Based on this statement, the problem identification in this research is as follows: How does pandawaragroup's #onedayonetrashbag campaign inspire environmental awareness in the community?Researchers used the Determination coefficient analysis method using a quantitative approach. The population selected in this study were people who participated in the #onedayonetrashbag campaign activities, totaling 80 respondents. With sampling techniques using total sampling. The data collection techniques used in this study were questionnaires, interviews and literature studies. The results of the study showed that there was an influence of the message from the #onedayonetrashbag Pandawaragroup campaign activities in inspiring public environmental awareness. This is in line with the statement that exposure from a media is able to have a deep impact on its audience. The existence of persuasive messages that have been presented in such a way can trigger changes in behavior, attitudes, views and perceptions. Abstrak. Pandawaragroup merupakan Konten kreator yang bergerak di bidang kebersihan lingkungan membuat kampanye #Onedayonetrashbag yang bertujuan untuk menumbuhkan Kesadaran Lingkungan masyarakat dengan adanya kampanye ini Pandawaragroup sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa kampanye #Onedayonetrashbag ini benar-benar kegiatan yang peduli lingkungan. yang bertujuan untuk menumbuhkan Kesadaran Lingkungan masyarakat dalam usaha menjaga lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan bertanggung jawab. Selain itu, dengan adanya kampanye ini Pandawaragroup sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa kampanye #Onedayonetrashbag ini benar-benar kegiatan yang peduli lingkungan. Berdasarkan pernyataan tersebut maka rumusan masalah dan penelitian ini sebagai berikut: “Bagaimana pengaruh kampanye #onedayonetrashbag pandawaragroup dalam menginsipirasi kesadaran lingkungan terhadap masyarakat? Peneliti menggunakan Metode Analisis koefisien Determinasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Masyarat yang mengikuti kegiatan kampanye #onedayonetrashbag yang berjumlah 80 responden. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari penelitian terlihat bahwa terdapat pengaruh pesan dari kegiatan kampanye #onedayonetrasbag Pandawaragroup dalam menginspirasi kesadaran lingkungan masyarakat. Hal ini selaras dengan pernyataan bahwa terpaan dari suatu media mampu memberikan dampak yang dalam bagi penontonnya. Adanya pesan- pesan yang bersifat persuasif yang terlah disajikan sedemikian rupa dapat memicu terjadinya perubahan perilaku, sikap, pandangan maupun persepsi.
Trust And Long Term-Term Relationship dengan Brand Awareness pada Fashion Brand Rassel Nuno Alghifari; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8730

Abstract

Abstract. Social media marketing is extensively conducted by many brands today to enhance brand awareness. This study aims to measure brand awarene on the Instagram platform, with a focus on the @faith.industries account in the fashion industry. Observed aspects are trust and long-term relationship. The research sample consists of 100 respondents who are followers of the account. A quantitative approach with a correlational design is employed in this study. The results of data analysis using t-test and Adjusted R Square coefficient of determination indicate a significantly strong relationship between social media marketing implemented by @faith.industries and brand awareness. These findings are further supported by interview results demonstrating high levels of brand awareness among the respondents. This research provides valuable insights into the strong connection between social media marketing and brand awareness. It confirms that aspects such as trust and long-term relationship play vital roles in building brand awareness on Instagram. The study has practical implications for marketing practitioners to enhance the effectiveness of their social media marketing strategies in building brand awareness. Utilizing high-quality content, fostering strong follower relationships, actively engaging followers, and integrating multiple marketing platforms are key factors for successful brand awareness expansion. Overall, this research contributes to a better understanding of the importance of social media marketing in building brand awareness on Instagram, particularly for the @faith.industries account in the fashion industry. Abstrak. Social media marketing gencar dilakukan oleh banyak brand saat ini untuk meningkatkan brand awareness. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur brand awareness di platform Instagram, dengan fokus pada akun @faith.industries di industri fashion. Aspek yang diamati adalah trust and long-term relationship. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden yang merupakan follower akun tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Hasil analisis data menggunakan uji-T dan koefisien determinasi Adjuster R Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara social media marketing yang diterapkan oleh @faith.industries dan brand awareness. Temuan ini juga didukung oleh hasil wawancara yang menunjukkan tingkat brand awareness yang tinggi pada responden.
Sentimen Fans K-Pop terhadap Kohesivitas Kelompok Shifwa Naifa Nurfadhilah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8862

Abstract

Abstract. K-Pop as a music genre currently a trend is favored by young generation in various countries including Indonesia. The phenomenon of K-Pop fans who have solidarity forms various groups based on the idol of the K-Pop group they like. Seventeen is one of the popular K-Pop boy groups and has fans called Carat. The importance of a cohesive group will make its members close to each other and create cohesiveness so that the group will survive. The strong cohesiveness character seen in this community by routinely holding activities and also intense communication in group chats makes this K-Pop fan community look solid even though it is a new community. The purpose of this study is to determine the effect of the unity of feelings (sentiment) of members on group cohesiveness in the Caratdeul Bandung Community. The theory used is the theory of activity interaction sentiment by Homans. This research uses quantitative methods with simple linear regression analysis. Data collection techniques by distributing questionnaires. The sample of this study is Caratdeul Bandung members in WhatsApp chat group . The results of this study indicate that unity of member feelings (sentiment) affect on cohesiveness in Caratdeul Bandung Community. Each member joins based on their love for Seventeen which makes them want to fangirl-ing with other fans. This sentiment aspect is also the basis for each member in starting interactions and participating in various activities that can be a space for fun with other members. Abstrak. K-Pop sebagai genre musik saat ini sudah menjadi tren, banyak disukai oleh kalangan muda di berbagai negara termasuk Indonesia. Fenomena penggemar K-Pop yang memiliki solidaritas membentuk beragam kelompok berdasarkan idola grup K-Pop yang disukai. Seventeen adalah salah satu boygroup K-Pop populer dan mempunyai penggemar yang disebut Carat. Pentingnya kelompok yang kohesif akan membuat anggotanya dekat satu sama lain dan menciptakan kekompakan sehingga kelompok akan bertahan. Karakter kohesivitas yang kuat terlihat pada komunitas ini dengan rutin mengadakan kegiatan dan juga intensnya komunikasi di grup chat membuat komunitas penggemar K-Pop ini terlihat kompak padahal termasuk komunitas baru. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kesatuan perasaan (sentimen) anggota terhadap kohesivitas kelompok pada Komunitas Caratdeul Bandung. Teori yang dipakai ialah teori activity interaction sentiment oleh Homans. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner. Sampel dari penelitian ini yaitu anggota Caratdeul Bandung yang tergabung di grup chat WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan kesatuan perasaan anggota (sentimen) berpengaruh terhadap kohesivitas kelompok pada Komunitas Caratdeul Bandung. Setiap anggota bergabung dengan berlandaskan rasa suka akan grup Seventeen yang membuat mereka ingin fangirl-ing bersama fans lain. Aspek sentimen ini juga menjadi landasan setiap anggota dalam memulai interaksi dan mengikuti berbagai kegiatan yang bisa menjadi ruang untuk bersenang-senang dengan anggota yang lain.
Aktivitas Remaja dalam Memakmurkan Masjid Hasna Nurmila; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13399

Abstract

Abstract. In the context of organizational communication, "output" refers to the results or output of the communication process which can be in the form of decisions, actions, or information that is produced and influences the organization. For example, communication between the chairman and members of a mosque youth organization can produce output in the form of decisions that can influence the running of the organization, such as changes to create prosperity for the mosque. The Daarul Muhajir mosque youth organization produces outputs such as forming and managing an Islamic event program in the mosque environment so that it can attract the attention of the surrounding environment as a means of education and spiritual development. The aim of the mosque youth organization is to mobilize the community and youth in the environment to be better, especially in the religious sector. The research method of this study uses a descriptive approach by collecting qualitative data in the form of interviews, documentation and observation. The teenage population of the Daarul Muhajir mosque is 20 people. Sampling used purposive sampling technique. The results of this research show that the output of the Daarul Muhajir mosque youth organization is in the form of Islamic events which are able to encourage the creation of mosque prosperity in the environment. Abstrak. Pada konteks komunikasi “output” mengacu pada hasil atau keluaran dari proses komunikasi yang dapat berupa keputusan, tindakan, atau informasi yang dihasilkan dan mempengaruhi organisasi. Misalnya, komunikasi antar ketua dan anggota organisasi remaja masjid dapat menghasilkan output berupa keputusan yang dapat mempengaruhi jalannya organisasi, seperti perubahan agar terciptanya kemakmuran masjid. Organisasi remaja masjid Daarul Muhajir ini mengeluarkan output seperti membentuk dan mengelola program event Islami di lingkungan masjid agar dapat menarik perhatian lingkungan sekitar sebagai sarana edukasi dan pengembangan spiritual. Tujuan dari organisasi remaja masjid yaitu sebagai penggerak masyarakat dan remaja di lingkungan tersebut supaya lebih baik khususnya di bidang keagamaan. Metode penelitian dari penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengambilan data kualitatif berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Populasi remaja masjid Daarul Muhajir berjumlah 20 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa output dari organisasi remaja masjid Daarul Muhajir berupa event-event Islami yang mampu mendorong agar terciptanya kemakmuran masjid di lingkungan tersebut
Poster Film sebagai Konsep Konten Kreatif Media Dakwah Desi El Pania Pionita; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13410

Abstract

Abstract. Media da'wah is a medium that is widely used by da'wah content creators in presenting religious messages in a creative and interesting way. In the era of rapid technological development, da'wah content continues to follow progress through various media platforms, one of which is Instagram social media. The issues that are the focus of this study include an in-depth analysis of the background of the selection of the film poster concept as an element in the da'wah study content on Instagram @percikaniman which has unique visual characteristics. The purpose of this study is to find out and describe the Strategy for Creating Creative Content on Social Media as a Da'wah Media on Instagram @Percikaniman. The theory of da'wah on social media and the theory of visual content are used as a reference for research. In this study, researchers use a constructive paradigm with a qualitative approach using a case study method to determine the perspective of informants related to their social scope in creating da'wah study content @Percikaniman. This study collects data through interviews, observations and documentation. The results of this study indicate that the use of the film poster concept was chosen based on trend research as a strategy to reach the audience in da'wah studies. Abstrak. Media dakwah menjadi sarana yang sangat dimanfaatkan oleh para conten creator dakwah dalam menyajikan pesan-pesan keagamaan dengan cara yang kreatif dan menarik. Di era perkembangan teknologi yang pesat, konten dakwah terus mengikuti kemajuan melalui berbagai platform media salah satunya media sosial Instagram. Isu yang menjadi fokus penelitian ini mencangkup analisis mendalam terhadap latar belakang pemilihan konsep poster film sebagai unsur dalam konten kajian dakwah di Instagram @percikaniman yang memiliki kekhasan visual yang unik. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai Strategi Pembuatan Konten Kreatif pada Media Sosial sebagai Media Dakwah pada Instagram @Percikaniman. Teori dakwah di media sosial dan teori konten visual digunakan sebagai acuan penelitian. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan paradigma konstruktif dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus untuk mengetahui perspektif informan terkait lingkup sosial mereka dalam pembuatan konten kajian dakwah @Percikaniman. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Penggunaan konsep poster film dipilih berdasarkan riset tren sebagai strategi untuk mencapai audiens dalam kajian dakwah.
Menarik Perhatian Pelanggan dengan Live TikTok Aghnia Fakhirah Fauziyah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14354

Abstract

Abstract. Tiktok Live is widely used by entrepreneurs in promotions and sales. TikTok Live can influence prospective customers to buy products that are sold. With the presence of live TikTok, customers can easily find information about the products they are selling. The aim of this research is to find out how TikTok live with customer loyalty. This research uses a quantitative approach with correlational study methods. This research theory uses the AISAS theory (Attention, Interest, Search, Action, Share). The population in this study is TikTok @Screamous_store account followers of 1,748,000 as of December 6, 2023, with samples taken as many as 100 samples based on incidental sampling techniques.This research uses data collection techniques by distributing questionnaires (angket). The results of this research are that H0 is rejected and H1 is accepted, which means there is a strong relationship between live TikTok @screamous_store and customer loyalty. The results of this research also show that the existence of live TikTok can help Screamous maintain customer loyalty. Abstrak. Live TikTok banyak digunakan para pelaku usaha dalam melakukan promosi dan penjualan. Live TikTok dapat memengaruhi calon pelanggan untuk membeli produk yang dijual. Dengan adanya live TikTok, pelanggan dapat dengan mudah mencari informasi tentang produk yang dijual. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubugan live TikTok dengan loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi korelasional. Teori penelitian ini menggunakan teori AISAS (Attention , Interest , Search, Action, Share). Populasi dalam penelitian ini adalah followers akun TikTok @Screamous_store sebanyak 1.748.000 per tanggal 6 Desember 2023 dengan sampel yang diambil sebanyak 100 sampel berdasarkan pada teknik sampling insidental. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner (angket). Hasil dari penelitian ini adalah H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat hubungan kuat antara live TikTok @screamous_store dengan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa adanya live TikTok dapat membantu Screamous dalam mempertahankan loyalitas pelanggan.
Mengulik Masalah Self Disclosure Gen-Z pada Fitur Instagram Close Friend Gerry Ramadhan Suwarno; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14735

Abstract

Abstract. Nowadays everyone knows social media. Social media has become a marketing medium for various types of business actors. These media cannot be avoided, so the internet has encouraged people's culture to use online media, this is very important for people's entertainment through complete information in every online network. Every element of society knows the name Instagram, especially the current generation Z. The aim of this research is to find out self-disclosure among users of the close friend feature on Instagram and to find out what causes self-disclosure to occur among users of this feature. The research method used is qualitative with a phenomenological study approach, with data collection techniques of interviews, documentation and literature study. The results of the research show the motivation of users in expressing their motivation in uploading close friends on their personal accounts to express every sadness and joy. The selection of close friend list users is quite diverse, some choose by adjusting the content to be uploaded, there are those who hide stories so as not to it is necessary to re-curate the close friend feature, and there are also things that have been previously determined and do not need to be changed again. The type of content uploaded includes quotes to encourage a sense of enthusiasm in oneself, as well as sharing content about life that is positive content to show his joy, and negative content to share entertainment for himself Abstrak. Pada saat ini semua orang mengenal media sosial. Media-media tersebut tidak dapat dihindarkan, sehingga internet telah mendorong budaya masyarakat untuk menggunakan media online, hal ini sangat penting bagi hiburan masyarakat melalui informasi yang sudah lengkap di dalam setiap jejaring online. Setiap elemen masyarakat mengenal namanya Instagram khususnya generasi Z saat ini. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui self disclosure pada pengguna fitur close friend di Instagram dan untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan terjadinya self disclosure pada penggunaan fitur ini. Metode penelitian yang digunakan menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan motivasi pengguna dalam mengungkapkan motivasi dalam mengunggah close friend di akun pribadinya untuk mengekspresikan setiap kesedihan dan juga kegembiraan, Pemilihan pengguna list close friend cukup beragam, ada yang memilih dengan menyesuaikan konten yang akan diunggah, ada yang melakukan hide story agar tidak perlu untuk mengkurasi ulang di dalam fitur close friend, dan ada juga yang sudah ditetapkan sebelumnya serta tidak perlu di rubah kembali dan Jenis konten yang diunggah meliputi quotes untuk mendorong rasa semangat dalam dirinya, adapun membagihkan konten mengenai kehidupan yang bersifat positif untuk menunjukan rasa kegembiraannya, dan adapun konten yang bersifat negatif untuk membagikan sebuah hiburan untuk dirinya.
Repositioning Warung Sindangsari Dewangga Bintang Ramadhan; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11458

Abstract

Abstract. Warung Sindangsari is a rice shop, then Warung Sindangsari was repositioned in 2021 to become a Coffee Shop, of course it is not easy to build an existence in society. Warung Sindangsari uses social media Instagram as its promotional medium with the account name @Warung,Sindangsari. There are obstacles such as innovation in the content created by Warung Sindangsari, but these obstacles can be overcome by conducting an evaluation. The use of Instagram as a promotional medium is very flexible, the content created so far has never been commented on by its followers. This research uses a qualitative method with a case approach, then this research uses a constructivism paradigm. Data sources were obtained through interviews with 3 (three) sources conducted via WhatsApp and face to face, then observations in the form of participant observation, and documentation in the field. This research uses Positioning Theory according to (Kotler & Keller, 2006, 262). The promotional planning carried out is targeting and creating promotional content at Warung Sindangsari. In the repositioning process, Warung Sindangsari still maintains its name, namely Sindangsari, which was already known to the public when it became a rice stall. In carrying out its promotion, Warung Sindangsari collaborates with the coffee shop review community and the people who come also participate in creating Warung Sindangsari content. Warung Sindang Sari uses 2 (two) social media, namely Instagram as a promotional media and TikTok as a supporting media. Abstrak. Warung Sindangsari merupakan sebuah warung nasi kemudian Warung Sindangsari melakukan repositioning di tahun 2021 menjadi Coffee Shop, tentunya tidak mudah untuk membangun eksistensi di masyarakat. Warung Sindangsari memanfaatkan Social Media Instagram sebagai media promosinya dengan nama akun @Warung,Sindangsari. Terdapat kendala seperti inovasi dari konten yang dibuat oleh Warung Sindangsari, namun kendala tersebut bisa diatasi dengan melakukan evaluasi. Penggunaan Instagram sebagai media promosi sangat fleksibel, dengan konten yang sudah dibuat sampai saat ini belum pernah di komentari oleh followersnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kasus, kemudian penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme. Sumber data yang diperoleh melalui Wawancara kepada 3 (tiga) narasumber yang dilakukan melalui WhatsApp dan secara langsung, lalu observasi berupa observasi partisipan, dan dokumentasi di lapangan. Penelitian menggunakan Teori Positioning menurut (Kotler&Keller, 2006, 262).Perencanaan promosi yang sudah dilakukan yaitu targeting, dan membuat konten promo-promo yang ada di Warung Sindangsari. Proses repositioning nya yaitu Warung Sindangsari tetap mempertahankan nama mereka yaitu Sindangsari yang sudah dikenali oleh masyarakat ketika menjadi warung nasi. Dalam melakukan promosi nya Warung Sindangsari melakukan kerjasama dengan komunitas review coffee shop dan masyarakat yang datang pun ikut membuat konten Warung Sindangsari. Warung Sindang sari menggunakan 2 (dua) Social Media yaitu Instagram sebagai media promosi dan TikTok sebagai media pendukung.
Peristiwa Komunikasi Budaya Alone Together di Kalangan Remaja Kota Bandung Monica Putri Damayanti; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.12364

Abstract

Abstract. The Alone Together culture depicts the phenomenon where individuals constantly feel digitally connected, but at the same time, feel isolated and lonely in the real world. This research aims to identify the communication events that contribute to the formation of this culture. Some identified communication events include the phenomenon of "phubbing" where individuals pay more attention to their phones than engaging in direct interpersonal interactions, and the social comparison and FOMO triggered by social media. The convenience of digital communication also leads to a lack of face-to-face interactions, while the design and addictive nature of digital platforms reinforce the intentional disregard for offline interactions. Understanding these communication events is important in creating a healthier and more sustainable environment for individuals in society. Abstrak. Budaya Alone Together merupakan fenomena di mana individu merasa terhubung secara digital, namun merasa terisolasi dan kesepian di dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peristiwa komunikasi yang mempengaruhi terbentuknya budaya ini. Beberapa peristiwa komunikasi yang diidentifikasi meliputi fenomena "phubbing" di mana individu lebih memperhatikan ponselnya daripada interaksi dengan orang lain secara langsung, serta perbandingan sosial dan FOMO yang terpicu oleh media sosial. Kemudahan komunikasi digital juga menyebabkan kurangnya interaksi tatap muka, sementara desain dan sifat adiktif platform digital memperkuat perasaan disengaja dari interaksi dunia nyata. Memahami peristiwa komunikasi tersebut penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi individu dalam masyarakat.
Komunikasi Pendidikan melalui Transaksi Nilai Keagamaan Islam pada Program Pembiasaan Pagi di SMA Khansa Sajidah Dean; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13026

Abstract

Abstract. Among the number of high school level schools in West Java Province, there are many private and public high schools that try to attract students by combining general and religious education, such as Islamic Integrated High Schools. This has the aim that students (students) after completing their education level, will have plus values ​​that can be applie. Based on the descriptions that have been submitted, the author is interested in conducting deeper research which is written in the form of a thesis using a qualitative approach, with the title: Communication of Education on Insternalization of Islamic Religious Values Through “The Morning Formation” Pragram at Senior high school. The aim of this research is to find out: transformation, internalization and transinternalization in the internalization of Islamic religious values ​​through the “morning habituation” program at Senior high school. This research uses a quantitative method, because in conducting in-depth interviews, the questions are indicators of theories regarding the stages in the internalization process which are taken from opinions/theories. The theory used in this research is the internalization process which consists of value transformation, value transactions, and transinternationalization. The subjects were research by school principals, teachers who were directly involved in internalization activities, students and parents. Data collection techniques through interviews, observation and documentation studies. Abstrak. Di antara jumlah sekolah setingkat SMA di Propinsi Jawa Barat, banyak SMA swasta dan negeri yang berupaya menarik minat peserta didik (siswa) dengan menggabungkan pendidikan umum dan agama, seperti SMA Terpadu Islam. Hal ini memiliki tujuan bahwa peserta didik (siswa) setelah nanti menyelesaikan jenjang pendidikan, akan memiliki nilai plus yang dapat diterapkan dalam kehidupan sosial dan juga tahap pendidikan lanjutan. Berdasarkan uraian-uraian yang telah disampaikan, maka penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian lebih dalam yang tuangkan dalam bentuk skripsi melalui pendekatan kualitatif, dengan judul: Komunikasi Pendidikan melalui Internalisasi Nilai-nilai Keagamaan Islam Melalui Program “Pembiasaan Pagi” di SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: transformasi, internalisasi, dan transinternalisasi dalam Internalisasi nilai-nilai keagamaan Islam melalui program “Pembiasaan Pagi” di SMA. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, dikarenakan dalam melakukan wawancara mendalam, pertanyaan-pertanyaan merupakan indikator dari teori mengenai tahap-tahap dalam proses internalisasi yang diambil dari pendapat / teori. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses internalisasi yang terdiri dari transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternaisasi. Subyek / informasi penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, Guru yang terlibat langsung dalam kegiatan internalisasi, Murid, dan orangtua murid. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.