Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KAJIAN EFEKTIFITAS PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZOSS) DI KOTA TOMOHON (STUDI KASUS: SD NEGERI 2 TOMOHON DAN SD LENTERA HARAPAN TOMOHON) Wie, Nanditho Richfidel Natanael; Lefrandt, Lucia I. R.; Pandey, Sisca V.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon merupakan kota dengan jumlah sekolah yang cukup banyak. Beberapa sekolah berlokasi di pinggir jalan utama, dimana kendaraan-kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi yang sangat membahayakan bagi anak-anak sekolah yang akan menyeberang jalan saat pergi maupun saat pulang sekolah. Anak-anak seringkali tidak berhati-hati dan bersikap spontan, sehingga berpotensi menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Evaluasi penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) perlu dilakukan, agar perilaku penyeberang jalan dan perilaku pengantar dapat diketahui, apakah sudah berperilaku selamat atau belum selamat. Kemudian dapat kita tarik kesimpulan apakah Zona Selamat Sekolah tersebut sudah efektif dalam penerapannya atau belum. SD Negeri 2 Tomohon dan SD Lentera Harapan Tomohon berlokasi di pinggir jalan utama sehingga dipilih menjadi lokasi penelitian karena di depan kedua sekolah ini terdapat Zona Selamat Sekolah (ZoSS) yang perlu untuk dievaluasi. Kedua Zona Selamat Sekolah ini akan dievaluasi berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 3236/AJ.403/DRDJ/2006. Penelitian dilakukan 3 hari di masing-masing lokasi, dan dilakukan secara langsung meliputi, data kelengkapan fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS), data perilaku penyeberang dan data perilaku pengantar. Data kecepatan dan data volume diambil berdasarkan acuan pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) yang selanjutnya akan diolah untuk memperoleh tingkat pelayanan ruas jalan yang diteliti.Dari penelitian ini, data perilaku penyeberang dan pengantar dikedua lokasi penelitian dapat dinyatakan “belum selamat” dengan Zhitung > Ztabel. Berdasarkan hasil analisa tingkat pelayanan untuk ruas Jl. Sam Ratulangi (SD Negeri 2 Tomohon), diperoleh kapasitas 2376 smp/jam, volume jam puncak berkisar antara 274 smp/jam – 588 smp/jam dengan tingkat pelayanan tingkat pelayanan B pada jam puncak. Sedangkan untuk ruas Jl. Makmur (SD Lentera Harapan Tomohon), diperoleh kapasitas 2440 smp/jam, volume jam puncak berkisar antara 604 smp/jam – 831 smp/jam dengan tingkat pelayanan C pada jam puncak. Oleh karena itu perlu adanya perhatian dari pihak sekolah untuk mendidik para murid mengenai keselamatan dalam menyeberang jalan, dan untuk pihak pemerintah khususnya dinas perhubungan kota Tomohon agar mensosialisasikan maksud dan tujuan penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) bagi para pengguna jalan lainnya agar tercipta kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan. Kata kunci: Zona Selamat Sekolah, Kecepatan, Kapasitas, Tingkat Pelayanan Jalan
EVALUASI PENERAPAN AREA TRAFFIC CONTROL SYSTEM (ATCS) PADA SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus: Persimpangan Teling) Mamentu, Samuel S.; Lefrandt, Lucia I. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan merupakan tempat terjadinya konflik antara kendaraan dengan kendaraan lain maupun dengan pejalan kaki. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dan optimasi kinerja persimpangan adalah dengan menggunakan Area Traffic Control System (ATCS). Persimpangan di Kota Manado yang telah dipasang perangkat ATCS dan masih beroperasi yakni persimpangan Teling. Perlu dievaluasi dampak penerapan ATCS pada kinerja simpang bersinyal.Data volume arus lalu lintas diambil selama 3 hari yaitu hari Senin, Rabu, dan Sabtu pada tanggal 13 Agustus, 15 Agustus, dan 18 Agustus 2018 dari jam 07.00 - 19.00 WITA. Penelitian ini bertujuan menganalisa kinerja simpang pada kondisi eksisting serta melakukan evaluasi penerapan ATCS pada kinerja simpang bersinyal. Metode yang digunakan untuk menganalisa kinerja simpang adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Dari hasil penelitian menunjukkan jam sibuk persimpangan terjadi pada jam 15.00 - 16.00 ditandai dengan derajat kejenuhan (DS) pada pendekat Teling = 0,85, pendekat Toar = 0,73, pendekat Diponegoro = 1,07 dan pendekat Tikala = 1,19. Rata-rata nilai DS persimpangan = 0,96. Nilai DS pada pendekat Tikala dan pendekat Diponegoro telah melebihi 1, yang menandakan kapasitas pendekat sudah tidak mampu melayani arus lalu lintas dengan optimal. Nilai tundaan untuk pendekat Teling = 59,22 det/smp, untuk pendekat Toar = 70,3 det/smp, untuk pendekat Diponegoro = 257,67 det/smp, dan untuk pendekat Tikala = 491,27 dengan tundaan rata-rata persimpangan = 97,1 det/smp sehingga didapat tingkat pelayanan kelas F (LOS F). Dari hasil evaluasi perhitungan kinerja simpang, dapat dilihat bahwa penerapan ATCS belum memberikan dampak pada peningkatan kinerja simpang bersinyal. Dengan melakukan perubahan waktu siklus c = 177 det, terjadi peningkatan kinerja persimpangan dilihat dari rata-rata nilai DS persimpangan = 0,90. Terjadi penurunan pada tundaan rata-rata persimpangan yang tadinya 97,1 det/smp turun menjadi 56,4 det/smp. Dengan waktu siklus alternatif terjadi perbaikan tingkat pelayanan persimpangan dari LOS F menjadi LOS E. Kata kunci: ATCS, derajat kejenuhan, panjang antrian, tundaan, level of service
PENATAAN KAWASAN ZERO POINT KOTA MANADO BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) Lagonda, Louis Christian; Lefrandt, Lucia I. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transporatasi di kota Manado berkembang seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kesempatan kerja, dan naiknya pendapatan masyarakat. Permasalahan yang tengah dihadapi kota Manado salah satunya adalah kemacetan lalu lintas. Kemacetan muncul dipengaruhi oleh gaya hidup warga kota itu sendiri. Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini perencanaan kota, khususnya kawasan Zero Point sangat pesat, seiring dengan berdirinya beberapa pusat perkantoran, perbankan dan perhotelan. Selain itu terdapat juga pusat perdagangan tertua dimanado yaitu pasar 45. Konsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan suatu pendekatan rekayasa ruang yang terfokus pengembangannya di sekitar titik transit. Ruang yang dikembangkan nantinya memiliki ciri yakni densitas yang tinggi, diversitas yang beragam serta desain kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan 3 metode analisis, yakni : spatial query untuk mengukur tingkat kesesuaian kawasan Zero Point terhadap kriteria TOD, analisis Delphi untuk mengetahui karakteristik kawasan zero point Manado berdasarkan kriteria-kriteria TOD, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengukur tingkat kesesuaian kawasan Zero Point terhadap kriteria TOD serta mengetahui prioritas dari variabel TOD terhadap eksisting kawasan TOD.Setelah dilakukan Analisis dengan 3 Metode diatas, dapat diketahui hasil analisis AHP ke 3 indikator peneleitian, yaitu Kepadatan Penggunaan Lahan (Density), Penggunaan Lahan Campuran (Diversity) dan Ramah Terhadap Pejalan Kaki (Design). Indikator design (Ramah Terhadap Pejalan Kaki) mendapatkan nilai prioritas pertama. Artinya, Indikator design merupakan salah satu indikator yang paling penting dalam penataan kawasan berbasis TOD di kawasan Zero Point. Untuk hasil dari analisis variabel Design terdapat 4 variabel yang di proses yaitu : prioritas pertama adalah variabel Stasiun Transit dengan persentase kepentingan 50,2%, kedua yaitu variabel fasilitas disable dengan persentase kepentingan 22,5%, ketiga yaitu variabel peneduh dan tempat beteduh dengan persentase kepentingan 19,4%, dan yang terakhir yaitu variabel  ketersediaan jalur sepeda dengan persentase kepentingan 7,9%. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa pembangunan Stasiun Transit menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan untuk memenuhi kriteria sebagai kawasan berbasis TOD khususnya kawasan Zero Point Manado.  Kata kunci : Transit Oriented Deveopment, Zero Point Manado
Analisa Kebutuhan Fasilitas Penyeberangan Jalan Depan IT Center, Kota Manado Wowor, David Christian; Lefrandt, Lucia I. R.; Pandey, Sisca V.
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IT Center adalah salah satu pusat perbelanjaan yang besar di Kota Manado. Keberadaan kawasan perbelanjaan tentunya mengakibatkan meningkatnya pergerakan manusia menuju kawasan ini. Keadaaan ini juga tentunya akan menimbulkan konflik antara pejalan kaki dengan arus lalu lintas yang ada. Dengan adanya permasalahan mengenai pengaplikasian fasilitas pejalan kaki guna mengetahui kebutuhan jalur pejalan kaki sehingga perlu menganalisa kebutuhan fasilitas penyeberangan jalan di depan IT Center. Analisa kebutuhan fasilitas penyeberangan jalan diperlukan, untuk melihat apakah fasilitas penyeberangan tersebut masih bisa mengimbangi banyaknya pejalan kaki yang menggunakannya dan kendaraan yang melintasi ruas Jalan Pierre Tendean khususnya di depan. Penelitian ini dilaksanakan diawali dengan pengukuran kondisi eksisting fasilitas tersebut dan ruas jalan yang ada. Selanjutnya dilakukan survey selama 3 hari pada pukul 07.00 WITA - 21.00 WITA. Data yang dikumpulkan berupa volume MC, LV, HV, UM dan juga pejalan kaki yang menggunakan fasilitas penyeberangan Zebra Cross. Data tersebut diolah menggunakan rumus empiris PV2. Lalu diperoleh fasilitas penyeberangan sebidang yang dapat digunakan di ruas jalan tersebut. Dalam hasil perhitungan kriteria dalam memilih fasilitas penyeberangan sebidang didasarkan pada rumus empiris PV2 dan juga pemilihan jenis penyeberangan sebidang diperoleh fasilitas penyeberangan Zebra Cross di depan IT Center sudah harus ditingkatkan menjadi Pelican dengan pelindung.
KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN PIERE TENDEAN MANADO PADA KONDISI ARUS LALU LINTAS SATU ARAH Lefrandt, Lucia I. R.
TEKNO Vol 10, No 57 (2012): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan ilmu rekayasa lalu lintas yang telah dipahami untuk mempelajari suatu perilaku arus lalu lintas terdapat tiga variabel utama yang sangat menentukan yaitu Volume (flow), Kecepatan (Speed), serta Kepadatan (density) dan secara teoritis terdapat hubungan yang mendasar antara ketiga variabel tersebut. Dari Hubungan karakteristik tersebut dapat diketahui arus lalu lintas maksimum atau dengan kata lain Kapasitas dari Ruas Jalan. Jalan Sam Ratulangi merupakan jalan arteri primer di kota Manado yang memiliki volume kendaraan yang cukup tinggi, hampir di setiap hari. Dimana ruas jalan ini tidak pernah sepi dari kendaraan yang setiap harinya beroperasi. Untuk Menganalisa hubungan karaktersiti lalu lintas dengan menggunakan persamaan - persamaan Model Linier Greenshields.dan Model Logaritmik Greenberg. Secara umum,data yang diperoleh dari hasil survey dilapangan diolah, berdasarkan model matematis yang digunakan. Dari hasil penelitiandidapatkan Model persamaan untuk Hubungan Kecepatan dan Kepadatan Hubungan Kecepatan dan Kepadatan S = 107,29940 – 17,66799 Ln D, Hubungan Volume dan Kepadatan V = 107,29940 D - 17,66799 D. Ln D, Hubungan Volume dan Kecepatan V = 434,02181.S.e-0.05660.S. Pada Kondisi Satu Arah Kapasitas ruas Jalan Sam Ratulangi didapatkan sebesar 2821 smp/jam dengan Kelas Tingkat Pelayanan secara Keseluruhan LOS E.Kata kunci : hubungan, kapasitas, tingkat pelayanan
KARAKTERISTIK PENGEMUDI DALAM PEMILIHAN RUTE BILA ADANYA PEMBERLAKUAN ELECTRONIC ROAD PRICING (ERP) PADA RUAS JALAN SAM RATULANGI Worang, Gerry C. D. A.; Rompis, Semuel Y. R.; Lefrandt, Lucia I. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado berkembang dengan pesat di tandai dengan meningkatnya pertumbuhan industri, perdagangan, bisnis, pertokoan, dan pemukiman, sehingga aktivitas perjalanan menjadi tinggi dan menimbulkan kemacetan yang tinggi pula, akibat ketidakmampuan jalan untuk menampung volume kendaraan yang melewati ruas-ruas jalan tersebut setiap hari. Pemerintah telah melakukan upaya-upaya untuk mengatasi kemacetan ini, namun belum berjalan efisien. Oleh karena itu bisa diterapkan Sistem Jalan Berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) pada ruas Jalan Sam Ratulangi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dalam pemilihan rute. Penelitian ini menggunakan metode Stated Preference, kemudian diolah dengan analisa statistik binomial logit. Survei ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 200 responden berisi karakteristik pelaku perjalanan, meliputi kondisi sosio-ekonomi, dengan atribut selisih biaya perjalanan, selisih Volume Capacity Ratio (VCR), selisih kecepatan dan selisih waktu tempuh perjalanan antara Jalan Sam Ratulangi dan Jalan 17 Agustus di Kota Manado. Hasil penelitian dikumpulkan dan kemudian dilakukan analisa regresi linear dan pemodelan dilakukan dengan menggunakan model binomial logit sehingga didapat variabel-variabel memiliki hubungan yang kuat dalam pemilihan rute. Akan terjadi perpindahan pemilihan rute, apabila selisih biaya perjalanan dari kedua rute tersebut > Rp. 4.000, kemudian jika selisih VCR Jl. Sam Ratulangi = 0,15 maka probabilitas pemilihan rute akan seimbang, dan apabila bila selisih VCR > 0,15 maka responden akan cenderung memilih Jl. 17 Agustus, pelaku perjalanan akan memilih rute Jl. Sam Ratulangi bila selisih kecepatan > 2 km/jam, Akan terjadi perpindahan rute dari Jl. Sam Ratulangi ke Jl 17 Austus apabila selisih waktu tempuh > -5 menit. Persamaan  utilitas diperoleh: Y =  0,838445 + 0,000188  + 0,051353  + 0,022483  + 0,336948 Hasil dari regresi yang diperoleh telah memenuhi syarat, sehingga seluruh variabel bebas bersama–sama berpengaruh terhadap variabel terikat. Kata kunci: Binomial Logit, Electronic Road Pricing, Pemilihan Rute, Stated Preference
URBAN WALKABILITY DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: KEC. MAPANGET) Wowor, Vita Debora; Kumurur, Veronica A.; Lefrandt, Lucia I. R.
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota yang pesat perlu diimbangi dengan penyediaan fasilitas pejalan kaki dalam mendukung terwujudnya kota yang nyaman (Livable City) dan ramah bagi pejalan kaki (Walkable). Berdasarkan pengamatan di beberapa kecamatan yang ada di Kota Manado nampak bahwa fasilitas pedestrian yang ada sudah banyak yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini jelas akan berpengaruh pada kenyamanan pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pejalan kaki di Kota Manado, khususnya Kecamatan Mapanget berdasarkan teori urban walkability. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara tersturktur, selanjutnya data diolah menggunakan Metode Likert. Parameter walkability yang digunakan terdiri dari enam paramenter, yakni: ketersediaan jalur pejalan kaki, konflik jalur pejalan kaki dengan moda transportasi lainnya, keamanan dari kejahatan, perilaku pengendara kendaraan bermotor, amenities (kelengkapan pendukung), dan kendala/hambatan. Untuk menguji adanya korelasi dan konsistensi daripada parameter tersebut digunakan uji statistik validitas dan realibilitas dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan pejalan kaki di Kecamatan Mapanget berdasarkan teori urban walkability dapat dikatakan masih tergolong nyaman. Hal ini berdasarkan hasil uji validitas dan realibilitas terhadap parameter yang digunakan, ternyata memiliki korelasi signifikan, serta dinyatakan konsisten atau reliabel untuk pengukuran walkability.Kata Kunci : Urban Walkability, Walkable, Pedestrian, Kecamatan Mapanget
ANALISA TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA DITINJAU DARI TINGKAT BAKU MUTU KEBISINGAN YANG DIIZINKAN Balirante, Meylinda; Lefrandt, Lucia I. R.; Kumaat, Meike
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ditimbulkan pada bidang transportasi bukan hanya masalah kemacetan tetapi juga masalah lingkungan seperti polusi suara atau kebisingan. Kebisingan dari jalan raya berasal dari kendaraan berat (HV), kendaraan ringan (LV) dan sepeda motor (MC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan yang terjadi pada ruas Jalan Sam Ratulangi 6 dimana diruas jalan tersebut terdapat Sekolah Menengah Atas Rex Mundi, dengan pengambilan data langsung di lapangan berupa data kebisingan serta beberapa variabel lalu lintas lainnya seperti volume dan kecepatan kendaraan.Dalam penelitian ini data di analisis dengan menggunakan rumus hitung leq serta dengan perhitungan menggunakan metode CoRTN (Calculation of Road Traffic Noise). Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan selama 9 jam dari pukul 06.00 WITA sampai dengan pukul 15.00 WITA. Hasil tingkat kebisingan yang diperoleh dengan menggunakan alat Sound Level Meter nilai leq yang diperoleh paling tinggi sebesar 81.89 dB(A) pada hari Rabu 11 September 2019 pukul 13.00-14.00 WITA. Tingkat kebisingan dengan Metode CoRTN yang paling tinggi sebesar 66.39 dB(A) pada hari Selasa 10 September 2019 pukul 14.00-15.00 WITA. Dengan nilai kebisingan tersebut hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas Jalan Sam Ratulangi 6 telah melebihi batas standar kebisingan yang diizinkan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.48 tahun 1996 tentang baku mutu kebisingan yaitu hanya 55 dB(A) untuk kawasan persekolahan. Dari hasil penelitian ini perlu diadakan upaya pengendalian tingkat kebisingan dengan melakukan penanaman tanaman-tanaman kecil diantara pohon-pohon besar di pinggir jalan. Kata Kunci: Kebisingan, Lalu lintas, Jalan Raya, CoRTN, SLM.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) QUADCOPTER DALAM PEMETAAN DIGITAL (FOTOGRAMETRI) MENGGUNAKAN KERANGKA GROUND CONTROL POINT (GCP) Prayogo, I Putu Harianja; Manoppo, Fabian J.; Lefrandt, Lucia I. R.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan suatu strategi atau cara untuk pemetaan dengan skala besar dengan waktu yang lebih cepat dan efisien dan tentunya kita dapat menghemat waktu dibandingkan dengan menggunakan metode survey konvensional. Ground Control Point (GCP) dibuat untuk meningkatkan akurasi/koreksi geometri dari hasil potret udara drone. Pengamatan titik GCP ini menggunakan GPS Geodetik dengan ketelitian sub millimeter. Pemasangan dan Pengukuran GCP telah diatur standarnya dalam dokumen SNI 19-6724-2002 serta Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial No 6 tahun 2018 tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar.Penelitian ini bersifat studi lapangan dengan data–data yang dilakukan pada kawasan Universitas Sam Ratulangi Kota Manado. Pengambilan data lapangan menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Drone untuk foto udara dan GPS Geodetik. Drone diperlukan untuk pengambilan objek kawasan, sedangkan pengukuran Ground Control Point (GCP) menggunakan metode Real-Time Kinematic (RTK).Hasil penelitian yang dilakukan di Kampus Universitas Sam Ratulangi menghasilkan resolusi spasial yakni 4.4 Cm/Pixel. Dari uji akurasi koordinat planimetris hasil pemetaan foto udara didapatkan nilai CE90 sebesar 0,05 m dan nilai LE90 sebesar 0.12 yang berarti bahwa uji akurasi horizontal ketelitian peta memenuhi untuk skala 1:1000 yaitu masuk kedalam orde kelas 1 dengan ketelitian maksimum sebesar 0,3 meter. Report root mean square error (RMSe) untuk ketelitian hasil pengukuran menggunakan unmanned aerial vehicle (UAV) drone menggunakan titik kontrol tanah (GCP) mendapatkan nilai error horizontal sebesar 0.05 m dan vertikal 0.12 m, sedangkan error hasil pengukuran menggunakan unmanned aerial vehicle (UAV) drone tanpa titik kontrol tanah (GCP) mendapatkan nilai error horizontal sebesar 2.54 m dan vertikal 0.78 m. Survey pemetaan menggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) jauh lebih cepat dan efisien berbeda dengan metode konvensional. Disamping menghemat waktu dan biaya, luas Unviersitas Sam Ratulangi yaitu 35 Ha dapat diselesaikan dengan waktu ± 3 Jam dibandingkan dengan pengukuran yang dilakukan menggunakan metode konvensional dengan memakan waktu + 2 Hari.Kata kunci: Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Ground Control Point (GCP)
KAJIAN TARIF ANGKUTAN UMUM PENUMPANG DI PULAU SIAU Rumokoy, Ave; Lefrandt, Lucia I. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan umum adalah salah satu moda trasportasi yang menghubungkan suatu tempat ke tempat lain. Angkutan umum yang ada di Kabupaten Kepulauan SITARO (Siau Tagulandang Biaro) khususnya di Pulau Siau mempunyai tingkat pelayanan yang belum sesuai. Penentuan besaran tarif angkutan umum penumpang yang beroperasi dipengaruhi oleh jumlah penumpang dan jarak tempuh masing–masing trayek.Penelitian ini akan mengkaji dengan menggunakan Metode DLLAJ No 22 tahun 2009, apakah tarif yang telah dikeluarkan oleh Surat Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro No 31 Tahun 2014 tidak merugikan pengguna maupun pemilik angkutan umum. Tarif metode DLLAJ menjadi dasar dari penelitian yang dikaji untuk dibandingkan dengan tarif yang berlaku menurut Surat Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro No 31 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif yang didapat kurang dari hasil tarif DLLAJ dianggap berada di posisi merugi sedangkan tarif yang lebih dari metode DLLAJ berada di posisi untung. Kata kunci: Tarif, Angkutan Umum, Jarak tempuh, Biaya Operasi Kendaraan.