Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERBANDINGAN PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI LAUT PERAHU TAKSI DAN KAPAL FERRI (Studi Kasus : BITUNG-LEMBEH) Ticoalu, Angelica Adriana; Lefrandt, Lucia I. R.; Kumaat, Meike
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi laut memiliki peran yang sangat penting bagi negara kepulauan untuk menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya, Kota Bitung adalah salah satu kota yang mempunyai transportasi laut yaitu kapal ferri dan perahu taksi untuk menghubungkan Kota Bitung dan Pulau Lembeh. Transportasi yang efektif, aman dan nyaman merupakan alasan responden untuk memilih moda transportasi yang akan digunakan dalam mencapai tempat tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik penumpang menggunakan kapal ferri dan perahu taksi, variabel apa saja yang dapat mempengaruhi pemilihan moda antara kapal ferri dan perahu taksi dan probabilitas terpilihnya kapal ferri dan perahu taksi, sehingga penelitian ini dapat bermanfaat bagi penyedia jasa dan pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk menangani permasalahan transportasi laut.Pemilihan moda merupakan model penting didalam perencanaan transportasi laut angkutan umum. Hal ini dikarenakan kunci dari angkutan umum dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas system pergerakan dalam suatu system transportasi laut. Faktor-faktor yang mempengaruhi seorang dalam memilih suatu moda transportasi yaitu karakteristik pelaku perjalanan, karakteristik perjalanan, dan karakteristik system transportasi.Survei dilakukan terhadap 300 responden dengan memberikan kuesioner yang berisi karakteristik perjalanan dengan menggunakan metode stated preference sebagai metode pendekatan untuk mensurvei suatu preferensi, lalu diolah dengan analisa regresi berganda untuk mendapatkan hubungan kuantitatif antara sekumpulan atribut dan responden hingga mendapatkan utilitas dan probabilitas dengan melakukan permodelan logit binomial.Hasil penelitian yang didapat yaitu karakteristik berdasarkan tujuan melakukan perjalanan adalah 58% untuk pariwisata dan 17% untuk dinas, untuk pendidikan responden didominasi oleh tamatan SMA sebesar 44% dan S1 26%, didapat juga karakteristik berdasarkan pendapatan yang belum berpenghasilan adalah sebesar 42%. Sehingga didapat faktor perbandingan melalui karakteristik adalah banyak yang memilih kapal ferri sebagai moda transportasi paling aman nyaman dan efektif, sebesar 80% tetapi moda yang paling sering digunakan adalah perahu taksi sebesar 66%. Yang berpengaruh besar dalam pemilihan moda adalah waktu tunggu sehingga banyak responden menggunakan perahu taksi dari pada kapal ferri yang waktu tunggunya cenderung lama. melalui model analisa regresi linier R2 yang didapatkan adalah 0,69520684. Kata Kunci:Pemilihan Moda, kapal ferri, perahu taksi, logit binomial.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN BANDAR UDARA DOMINE EDUARD OSOK DI SORONG, PAPUA BARAT Sasauw, Janitra Idden; Lefrandt, Lucia I. R.; Pandey, Sisca V.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Sorong adalah salah satu dari 11 Daerah tingkat II di Provinsi Papua Barat. Kota Sorong merupakan 1 dari 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia. Kota Sorong juga sangat strategis sebagai jalur perdangangan di Indonesia Timur. Letak Bandar Udara Domine Eduard Osok Sangat Strategis karena berada pusat Kota Sorong. Pada saat ini Bandar Udara Domine Eduard Osok masih melayani pesawat A320 dan B737-900 ER. Untuk mengantisipasi peningkatan pengguna jasa transportasi, bandara ini perlu dikembangkan dengan pesawat yang lebih besar yaitu A321-200. Perencanaan pengembangan suatu lapangan terbang harus memperkirakan arus lalu lintas dimasa yang akan datang dengan menggunakan analisa regresi. Penyusunan Tugas Akhir ini menggunakan metode survey dan research. Perencanaan ini menggunakan data sekunder dan data peramalan selama 15 tahun kedepan dengan menggunakan 3 metode, yaitu trend linier, logaritma dan eksponensial dengan menganalisa data lima tahun pergerakan pesawat, jumlah penumpang, bagasi dan cargo. Dari hasil analisa regresi dapat diramalkan arus lalu lintas dimasa yang akan datang sehingga pengembangan bandar udara dianggap perlu dilakukan atau tidak. Data-data sekunder yang diperoleh dari bandara seperti data klimatologi, data frekwensi pesawat, data penumpang, data bagasi, digunakan sebagai acuan merencanakan pengembangan bandar udara.Untuk pengembangan Bandar Udara Domine Eduard Osok yang akan direncanakan adalah Apron, Terminal penumpang, Gudang, Area parkir, Marking landasan, dan Perlampuan.  Hasil perhitungan yang mengacu pada standar International Civil Aviation Organitation (ICAO) dengan pesawat rencana Airbus 321-200, diperoleh luas apron 55.650 m2. Luas total gedung terminal 226.738 m2 (sudah termasuk dengan fasilitas pendukung), luas gudang 2.533,3589 m2, dan luas area parkir 37.265,8 m2. Kata Kunci: Kota Sorong, Pengembangan Bandar Udara, Airbus 321 – 200
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN TRANSPORTASI LAUT DENGAN PENGGUNA JASA PADA PELABUHAN MANADO (STUDI KASUS: MANADO - TAHUNA) Letunaung, Jufrianto; Timboeleng, James A.; Lefrandt, Lucia I. R.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 1 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini pelayanan kapal seperti KM. Mercy Teratai, KM. Holly Merry, dan KM. Barcelona I adalah moda transportasi kapal laut yang melayani rute Manado – Tahuna yang paling banyak dipilih oleh penumpang. Tentunya terdapat karakteristik yang berbeda baik dari segi pelayanan kapal maupun penumpang itu sendiri. Probabilitas terpilihnya suatu moda antara kapal tersebut sangat bergantung pada pelayanan kapal itu sendiri, waktu tunggu, biaya, dan faktor keamanan kenyamanan. Dalam penelitian ini, penulis hendak mencari faktor-faktor pilihan penumpang terhadap ketiga kapal ini. Metode penyebaran kuisioner dan wawancara kepada penumpang di kawasan pelabuhan Manado, dapat mengetahui permasalahan yang mempengaruhi penumpang dalam memilih transportasi laut.Hasil penelitian terhadap 327 responden adalah karakteristik penumpang menunjukkan bahwa laki-laki sebesar 57% dan perempuan 43%, 50% responden memiliki usia <35 tahun, dan 62% responden menunjukan status bekerja, 65% responden berpenghasilan diatas Rp.2.500.000. Hasil yang kedua dengan Metode Analysis Herarki Proses (AHP) yaitu Prioritas pertama dalam kriteria Tangible (sesuatu yang dilihat dan dialami penumpang), didapat penilaian sebesar 60%. Sub kriteria Melayanai Dengan Sikap Sopan dan Santun didapat penilaian sebesar 74.31%. Maka yang menjadi prioritas dalam pemilihan kapal laut adalah KM. Barcelona I dengan penilaian 60.33%, dipilih berdasarkan kriteria pelayanan. Saran yang pertama dari responden kepada pihak kapal KM. Mercy Teratai dan KM. Holly Merry yaitu dapat melakukan penyesuaian harga tiket seperti yang dilakukan KM. Barcelona 1. Saran yang kedua dari responden kepada pihak kapal KM. Barcelona 1 yaitu dapat memperhatikan kriteria Tangible yaitu keadaan dan kebersihan kapal agar selalu bersih, wangi, dan tertib agar penumpang kapal merasa nyaman, melengkapi fasilitas AC, kriteria Reliability (Kehandalan) yaitu waktu keberangkatan yang tidak sesuai denagan prakteknya, karena hanya mendapatkan Penilaian CUKUP dengan nilai rat-rata 50% . Kata kunci: Tingkat Pelayanan Transportasi Laut, Analisiy Hirarki Proses (AHP)
KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: JALAN SAM RATULANGI, WINANGUN) Otay, Yosua Andre; Lefrandt, Lucia I. R.; Pandey, Sisca V.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki luas wilayah sebesar 157,26 km2 serta jumlah penduduknya kurang lebih 527.007 jiwa, mamiliki berbagai permasalahan lalu lintas yang sangat kompleks sehingga menejemen lalu lintas serta pengaturan geometrik jalan perlu dilakukan demi kelancaran sistem transportasi yang ada di Manado dan permasalahan simpang menjadi salah satu hal yang perlu menjadi perhatian khusus. Pada simpang Jalan Sam Ratulangi dan Jalan Harapan kelurahan Winangun 1 kecamatan Malalayang kota Manado adalah simpang lengan tiga tak bersinyal. Simpang tersebut merupakan kawasan komersil yang sering terjadi kemacetan yang di sebabkan oleh berbagai faktor. Dari hasil penelitian yang dilakukan selama 6 hari (senin-sabtu) dan berpedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, volume lalu lintas tertingggi mencpai 379 smp/jam, derajat kejenuhan (Degree Saturation/DS) sebesar 1,048, dengan tundaan rata-rata 27 det/smp serta peluang antrian dengan rentang nilai 44,275% - 88,011 %. Hal ini mengindikasikan simpang tersebut sudah sangat jenuh (over saturated). Oleh karena itu simpang di winangun ini sudah seharusnya dilakukan pelebaran jalan serta membuat trotoar yang memadai untuk pejalan kaki agar tidak berjalan di badan jalan, sehingga diharapkan tidak terjadi gangguan hambatan samping yang mengganggu kinerja simpang. Kata Kunci: Simpang tak bersinyal, Derajat kejenuhan, Tundaan, Peluang Antrian
ANALISIS HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA JALAN PERKOTAAN ( STUDI KASUS: DEPAN BAHU MALL MANADO) Manongko, Jeremy; Lefrandt, Lucia I. R.; Kumaat, Meike
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado saat ini berkembang pesat, salah satunya dalam bidang perekonomian. Perkembangan ekonomi ini mengakibatkan tumbuhnya areal komersil seperti jasa, perdagangan dan perkantoran di beberapa bagian kota manado, antara lain di sepanjang jalan Wolter Monginsidi atau juga depan bahu mall. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya pertumbuhan arus lalu lintas sehingga menyebabkan kemacetan. Kemacetan ini juga disebabkan oleh keluar masuk kendaraan, pejalan kaki, juga pengendara yang berhenti sembarangan dan parkir sembarangan. Faktor-faktor ini merupakan klasifikasi dari nilai hambatan samping, dimana hal ini menjadi topik penelitian.Pengambilan data primer dilakukan secara langsung di lokasi penelitian yaitu, data geometrik, volume kendaraan, kecepatan kendaraan, hambatan samping. Data sekunder yang dibutuhkan, seperti; peta lokasi dan data jumlah penduduk, didapatkan dari instansi terkait. Analisis data menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997).Dari hasil analisis diperoleh; kapasitas sebesar 2349.9 smp/jam .Volume jam puncak berkisar 1753.2 smp/jam hingga 2285.1 smp/jam, kecepatan kendaraan terendah berkisar dari 4,978 km/jam hingga 8,133 km/jam. Pada penelitian ini juga diperoleh kecepatan arus bebas sebesar 40,78 km/jam. Tundaan terjadi selama 31,78 detik dengan jarak tinjauan sepanjang 50 meter. Tundaan yang terjadi dengan nilai V/C ratio dikategorikan dalam tingkat pelayanan E dengan nilai rasio sebesar 0,90 < 0,99 < 1 yang artinya arus tidak stabil, kecepatan rendah dan berbeda-beda, dan volume mendekati kapasitas.. 3. Dari hasil Analisa hambatan samping nilai frekuensi berbobot selama 4 hari berada di angka terendah yaitu 536/jam di hari minggu sampai angka yang tertinggi yaitu 747.1/jam di hari sabtu dan bisa ditentukan kelas hambatan sampingnya yaitu tinggi.. Dari hasil analisa regresi hambatan samping terhadap kecepatan kendaraan diperoleh persamaan dengan nilai R2 maksimum pada hari Minggu, 9 Februari 2020 yaitu R2 = 0, 728. Dengan nilai signifikansi F 0,000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa salah satu penyebab kemacetan dan penurunan kinerja jalan Wolter Monginsidi di akibatkan oleh pengaruh hambatan samping. Kata Kunci: Hambatan Samping, Kapasitas Jalan, Kecepatan Kendaraan, Tundaan
Analisa Pemilihan Moda Transportasi Di Tondano Aprilia, Pratiwi; Lefrandt, Lucia I. R.; Pandey, Sisca V.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan sarana yang sangat diperlukan dari waktu ke waktu dimana transportasi dapat membawa seseorang atau suatu barang menuju ke tempat yang dituju. Semakin berkembangnya zaman maka semakin banyak moda transportasi yang bermunculan, salah satu contohnya yaitu di Tondano yang merupakan Ibukota dari Kabupaten Minahasa. Pada awalnya di Tondano hanya memiliki bendi sebagai sarana transportasi untuk bepergian ke suatu tempat, tapi pada saat ini Tondano memiliki banyak jenis atau moda transportasi yang dapat digunakan seperti transportasi online, ojek konvensional,dll. Ini membuktikan bahwa pesatnya perkembangan zaman berpengaruh terhadap munculnya berbagai macam moda transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dalam memilih moda transportasi di Tondano dan menentukan faktor–faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi di Tondano. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner melalui google form dan dibagikan secara langsung, kepada 150 responden menggunakan skala likert dan pengolahan data dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) melalui aplikasi AMOS dan SPSS. Berdasarkan hasil kuesioner diperoleh karakteristik responden yang menunjukkan bahwa lebih banyak responden didominasi oleh perempuan, responden lebih banyak ada pada kelompok usia 18 – 35 tahun, responden lebih banyak didominasi oleh pelajar/mahasiswa/i, responden lebih banyak yang belum berpenghasilan, responden lebih banyak memiliki motor dan umumnya 65% responden sudah pernah menggunakan moda transportasi yang ada di Tondano. Berdasarkan hasil uji Structural Equation Modeling (SEM) diperoleh faktor – faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan moda transportasi yang ada di Tondano yaitu biaya perjalanan, jarak tempuh dan kemudahan mendapat moda. Dimana nilai CR biaya perjalanan terhadap kondisi kendaraan sebesar 4,654 , nilai CR jarak tempuh terhadap kemudahan mendapat moda sebesar 5,286 dan nilai CR kemudahan mendapat moda terhadap transportasi online sebesar 4,654 , ojek konvensional sebesar 4,654 , kendaraan pribadi sebesar 4,122 dan bendi sebesar 3,846.Kata kunci – Pemilihan Moda, Structural Equation Modeling (SEM), AMOS
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA JALAN (STUDI KASUS: JL. LEMBONG, KOTA MANADO) Militya Christi Nangaro; Lucia I. R. Lefrandt; James A. Timboeleng
Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : Jurusan Sipil, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan menjadi prasarana transportasi darat yang sangat penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, sehingga dapat memberikan akses yang mudah bagi masyarakat baik mobilitas maupun ke tata guna lahan. Pertambahan penduduk mengakibatkan adanya peningkatan terhadap penggunaan transportasi darat, sehingga kapasitas dan kinerja jalan pada jalan berkurang. Pada kondisi ini kemacetan pun terjadi, salah satu faktor penyebabnya adalah aktivitas pada sisi jalan atau hambatan samping Analisa pengaruh hambatan samping terhadap kinerja jalan perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan lalu lintas. Dalam menganalisa data ini terbagi menjadi dua bagian yaitu volume, kecepatan dan kecepatan arus bebas menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Sedangkan analisis kapasitas untuk derajat kejenuhan diperoleh melalui model linear Greenshield, model logaritmik Greenberg, dan exponential Underwood sebagai tinjauan tingkat pelayanan jalan. Pengaruh hambatan samping dianalisis menggunakan regresi liniear berganda serta tundaan dengan bantuan Microsoft Excel. Kemudian analisis melalui simulasi dari software Simulation Of Urban Mobility (SUMO).Model terpilih untuk mendapatkan nilai kapasitas model liniear Greenshield dilihat dari nilai koefisien determinasi (R2) tertinggi yaitu pada hari Kamis, 5 November 2020 sebesar 0,7701 sehingga didapat nilai kapasitas sebesar 426,624 smp/jam dan volume pada jam puncak sebesar 494,4 smp/jam sehingga nilai derajat kejenuhan sebesar 1,159 dengan tingkat pelayanan jalan LOS F, dan tundaan sebesar 58,951 detik. Hambatan samping mempengaruhi kinerja jalan sebesar 74,8967% terhadap kecepatan. Kemudian, analisis dengan simulasi melalui software SUMO dilakukan pelebaran jalan menjadi 3 lajur sehingga saat hambatan samping rendah nilai kecepatan sebesar 13,414 km/jam dan hambatan samping tinggi nilai kecepatan sebesar 8,42 km/jam..Kata kunci: Hambatan Samping, Kinerja Jalan, Greenshield, Greenberg, Underwood, Level Of Service (LOS), Simulation Of Urban Mobility (SUMO)
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Di Kabupaten Minahasa Utara Gabriel R. O. Sumampouw; Lucia I. R. Lefrandt; Semuel Y. R. Rompis
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan bagian penting dari kehidupan manusia, transportasi memiliki peranan yaitu menghubungkan dari suatu tempat ke tempat lain. Salah satu aspek penting dalam transportasi adalah pemilihan moda. Terdapat beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan masyarakat pengguna moda transportasi dalam menentukan moda yang akan digunakan, yaitu diantaranya biaya, waktu tempuh, dan tingkat kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dalam memilih moda transportasi di Minahasa Utara dan faktor–faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi. Manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai bahan pertimbangan untuk pihak-pihak yang berkepentingan dalam menangani kebijakan transportasi di Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada masyarakat secara online (melalui google form), dengan jumlah 200 responden. Selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) melalui aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dan Analysis of Moment Structure (AMOS). Hasil dari penelitian ini diperoleh karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebesar 62%, lebih banyak dari kelompok usia 18 – 35 tahun sebesar 49%, dengan berstatus pelajar/mahasiswa/i sebesar 30%, dengan pendidikan terakhir yaitu SMA/SMK sebesar 57%, dan responden lebih banyak yang belum berpenghasilan sebesar 40%. Berdasarkan kepemilikan kendaraan mayoritas responden memiliki mobil sebesar 40%, dan 82% responden sudah pernah menggunakan semua moda transportasi yang ada di Kabupaten Minahasa Utara. Hasil uji Structural Equation Modeling (SEM) diperoleh faktor – faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan moda transportasi yang ada di Kabupaten Minahasa Utara yaitu Waktu Tempuh (WT), Kondisi Kendaraan (KK), dan Tingkat Kenyamanan (TK). Kata kunci – pemilihan moda, Structural Equation Modelling (SEM), Analysis of Moment Structure (AMOS)
Pengaruh Angkutan Online Terhadap Pemilihan Moda Transportasi Publik Di Kota Manado (Studi Kasus: Trayek Sumompo-Pusat Kota) Jeremi Matulende; Lucia I. R. Lefrandt; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan moda adalah suatu proses memisahkan perjalanan orang untuk memahami hubungan antara moda dengan suatu faktor yang mempengaruhi pemilihan moda lainnya. Saat ini di kota Manado pada daerah trayek Sumompo-Pusat Kota masyarakat dapat memilih moda transportasi angkutan umum, baik angkutan kota (mikrolet) maupun angkutan online (taksi online). Belakangan ini pengguna angkutan kota (mikrolet) mulai beralih ke angkutan online (taksi online) karena memperoleh banyak kelebihan berupa, dapat menentukan tempat penjemputan dan pengantaran, adanya fasilitas udara segar Air Conditioner (AC) dan pelayanan yang sangat baik. Tujuannya adalah untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dalam memilih moda transportasi publik pada trayek Sumompo-Pusat Kota dan untuk mendapatkan dan menjelaskan probabilitas pemilihan moda transportasi publik antara angkutan kota (mikrolet) dan angkutan online (taksi online) pada trayek Sumompo-Pusat Kota. Manfaatnya yaitu memberikan gambaran tentang kondisi yang nyata dari tingkat penggunaan angkutan kota (mikrolet) di kota Manado, khususnya pada daerah trayek Sumompo-Pusat Kota. Survei dilakukan dengan membagikan kuesioner yang berisi karakteristik pelaku perjalanan dan karakteristik pemilihan moda melalui google form kepada 200 responden menggunakan skala likert. Pengolahan data menggunakan analisis regresi linear berganda melalui aplikasi SPSS, untuk mendapatkan hubungan kuantitatif antara sekumpulan variabel dan responden. Grafik pemilihan moda pervariabel menggunakan logit binomial selisih dan model pemilihan moda menggunakan logit binomial. Hasil yang diperoleh berdasarkan karakteristik pelaku perjalanan adalah responden pernah menggunakan kedua moda sebanyak 96% dan dari kedua moda lebih sering digunakan angkutan kota (mikrolet) sebanyak 55%. Jenis kelamin berimbang laki-laki sebesar 50% dan perempuan sebesar 50%, berusia 18-35 tahun sebanyak 57%, memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 62%, berstatus pelajar/mahasiswa sebanyak 33%, dan belum berpenghasilan sebanyak 36%. Tidak memiliki kendaraan mobil sebanyak 85%, tidak memiliki kendaraan sepeda motor sebanyak 50%, intensitas penggunaan kedua moda tidak tentu sebanyak 54% dan menggunakan kedua moda dengan alasan pertimbangan harga (murah) sebanyak 52%. Berdasarkan hasil analisis probabilitas pemilihan moda didapat probabilitas pelaku perjalanan memilih moda transportasi angkutan online (taksi online) 88,6% lebih banyak dibandingkan dengan angkutan kota (mikrolet) 11,4%. Berdasarkan analisa terhadap grafik hubungan antara masing-masing variabel terhadap besarnya prosentase pelaku perjalanan dalam memilih moda didapat variabel yang paling berpengaruh terhadap pemilihan moda angkutan online (taksi online) adalah waktu tempuh, keamanan dan kenyamanan. Kata kunci – pemilihan moda, skala Likert, logit binomial selisih, logit binomial
TERMINAL BANDAR UDARA Di BOLAANG MONGONDOW, Arsitektur Biomorfik Edo R. Mandias; Julianus A. R. Sondakh; Lucia I. R. Lefrandt
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i1.39063

Abstract

Terminal penumpang bandar udara adalah bangunan yang berfungsi sebagai penyedia fasilitas dan jasa transportasi penerbangan bagi penumpang. Tujuannya agar dimana Terminal  Bandar Udara yang dirancang bisa memiliki peranan yang cukup penting bagi peningkatan pendapatan suatu daerah.Juga sebagai unsur penunjang bagi sektor lain seperti pariwisara melalui jasa transportasinya.Juga memiliki dalam sektor pariwisata, bandara memiliki fungsi sebagai pintu masuk bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sasaran dari perancangan Membuat suatu rancangan dengan berbagai fasilitas untuk kebutuhan kelengkapan Terminal bandar udara di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Dimana fasilitasnya meliputi landasan pacu, terminal penumpang, area parkir, dan lain-lain. Perancangan Terminal Bandar Udara Bolaang Mongondow menggunakan pendekatan arsitektur biomorfik. Arsitektur Biomorfik berarti bangunan itu dapat mengikuti dan menampung tuntutan kegiatan yang senantiasa berkembang , bangunan tersebut senantiasa dapat melayani perubahan perwadahan kegiatan , dan adanya kemungkinan penambahan ataupun perubahan pada bangunan tanpa mengganggu bangunan yang ada dengan jalan perencanaan yang matang. Jadi pengaplikasikan arsitektur biomorfik pada Perancangan Bandar Udara Bolaang Mongondow seperti menggunakan pemikiran akan pentingnya berorientasi ke alam beserta lingkungannya. Biomorfik berpegang pada pendirian bahwa alam sendiri adalah konstruksi yang ideal dalam arsitektur. Penyaluran gaya yang terjadi tergantung dari bentuk dan prinsip kerja makhluk-makhluk alam, menjadi analogi dasar perencanaan. Analogi arsitektur biomorfik diartikan bahwa arsitektur sebagai makhluk hidup atau arsitektur itu hidup. Jika arsitektur itu hidup maka arsitektur mengalami metabolisme yaitu tumbuh dan berkembang.Kata kunci: Terminal Bandar Udara, Arsitektur Biomorfik, Bolaang Mongondow