Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA DAN MODIFIKASI UNSUR PADUAN KARET PENGGANTI SEAL PENGEREMAN PADA KENDARAAN TRUK BEDFORD Sudiyono Sudiyono; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.45 KB)

Abstract

Truk Bedford adalah salah satu jenis kendaraan satuan bantuan tempur. Pada saat ini kondisi pengereman khususnya di bagian tidak memproduksi (dihentikan oleh pabriknya di inggris pada tahun 1999) permasalahan di atas dilakukan penelitian karet berjenis NBR 80-NR 20, NBR modifikasi, karet modifikasi NBR 80 56,9Shore A, Kekuatan Tarik 89,58 kg/cm 6,97 % Hasil nilai ini sebanding dengan untuk dilaksanakan uji coba.
PENGARUH CATALYTIC CONVERTER ALUMUNIUM TIPE SARANG LEBAH TERHADAP EMISI GAS BUANG MOTOR DIESEL Bambang Hariyanto; Abdul Wahab; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor diesel merupakan jenis motor pembakaran dalam yang dimana bahan bakar menyala akibat tekanan kompresi yang tinggi didalam silinder. Perbandingan campuran udara dengan bahan bakar, waktu penginjeksian bahan bakar, dan jumlah oksigen yang terkandung dalam udara kering disekitar, merupakan aspek operasional yang mempengaruhi kerja motor diesel tersebut tuajuan penelitian ini untuk mempelajari karakteristis motor diesel ( Torsi, daya dan emisi gas buang ) penelitian dilakukan dengan uji ekperimental pada mesin diesel, dengan menambahkan catalytic converter pada bagian kenalpot mesin disel tersebut, pada putaran 1500, 2000 dan 3000 rpm. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perubahan torsi dan daya akibat penggunaan catalytic converter pada mesin diesel, torsi awal jika di rata”kan tiap rpm adalah 136,04 Nm torsi setelah menggunakan catalytic converter 136,04. Sedangkan pengurangan kadar kepekatan asap (opacity smoke) sebelum menggunakan catalytic converter 11,08% setelah menggunakan catalytic converter 6,77% (jika di ambil rata-ratanya tiap rpm). pengaruh catalytic converter pada kandungan zat CO, sebelum menggunakan catalytic converter 8,53% setelah menggunakan catalytic converter menjadi 7,7% (diambil dari rata-rata tiap rpm). Pada kandungan zat CO2 sebelum menggunakan catalytic converter 10,8% setelah menggunakan catalytic converter menjadi 10,2% jika di ambil rata-rata tiap rpmnya. Pada kandungan zat O2 sebelum menggunakan catalytic converter 6,63% setelah mennggunakan catalytic converter menjadi 6,8% di ambil dari rata-rata tiap rpm, bisa di simpulkan pemasangan catalytic converter pada mesin diesel tidak menggangu kinerja atau performa mesin diesel tersebut, malahan cukup berpengaruh dalam mengurangi kandungan zat-zat racun yang di hasilkan oleh mesin diesel tersebut. Keywords: Diesel Engine, catalytic converter, emisi gas buang
PERBANDINGAN JENIS ELEKTRODA RB-26 DAN RD-260 TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA BAJA KARBON SEDANG ST 42 DENGAN VARIASI KETEBALAN Nasoikhul Ibad; Priyagung Hartono; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan adalah penyambungan dua buah logam baik dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa tambahan bahan. Dari beberapa jenis las ada salah satu jenis yaitu las SMAW yang sering di gunakan pada kegiatan pengelasan. Tujuan di adakan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan elektroda pada pengelasan SMAW dengan menggunakan Baja sedang ST 42 dengan menggunakan Variasi elektroda dan ketebalan bahan. Metode yang di pakai dalam penelitian ini adalah dengan pengujian Tarik yang di lakukan di Lab Teknik Mesin POLINEMA, dari hasil data yang di peroleh dan setelah proses pengolahan data di peroleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang siknifikan pada variasi ketebalan, dan pada variasi penggunaan elektroda RB-26 dan RD-260 tidak ada pengaruh yang siknifikan serta hasil yang terahir adalah terdapat pengaruh yang siknifikan pada kombinasi penggunaan kedua variasi tersebut.Kata kunci: Uji Tarik, Pengelasan, Elektroda RB-26 dan Elektroda RD-260, ST 42, variasi ketebalan, Anova, Uji F dan Uji t.
IMPLEMENTASI METODE PDCA SEVEN STEP UNTUK MENEKAN FREKUENSI GANGGUAN MISSALIGNMENT PADA MESIN COOLER TUBAN-2 DI PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK Hari Surijanto; Margianto Margianto; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.58 KB)

Abstract

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk., adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang industri persemenan. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk., saat ini merupakan market leader yang menguasai sekitar 45% market share, dari total pasar semen di Indonesia. Persaingan dalam industri semen di Indonesia semakin kompetitif, maka perlu bagi para pelaku usaha dalam industri ini (semen) untuk selalu melakukan berbagai inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi bagi perusahaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi downtime peralatan/mesin. Cooler merupakan salah satu alat utama (critical machine) yang mempunyai downtime cukup tinggi. Dalam menganalisa faktor dominan yang menyebabkan downtime mesin Cooler ini, penulis menggunakan metode PDCA seven step. Hasil evaluasi yang membandingkan downtime sebelum dan sesudah perbaikan membuktikan bahwa proses pemecahan masalah berhasil dan memberi dampak frekuensi downtime menurun dari 9 (Sembilan) kali menjadi 1 (satu) kali, durasi downtime dari 181.66 Jam menjadi 91.36 Jam, Loss Production karena downtime Cooler berkurang dari Rp.181.328.830.000,00 menjadi Rp.8.982.430.000,00, serta total saving cost sebesar Rp.39.063.667.426,13. Proses pengolahan data dalam pemecahan masalah dengan metode PDCA seven step akan lebih mudah dilakukan dengan adanya dukungan beberapa alat dari QC seven tools dan brainstorming. Dalam penelitian ini disarankan agar sebaiknya perusahaan menerapkan metode PDCA seven step sebagai salah satu metode inovasi dalam upaya peningkatan efektivitas performance peralatan, serta melakukan penerapan metode PDCA seven step pada peralatan yang lain, agar timbul keselarasan dalam upaya mencapai produktivitas perusahaan. Dan melakukan penerapan PDCA secara terus-menerus (continuous improvement) bagi pengembangan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. di masa mendatang.
Analisis Perbandingan Kekasaran Permukaan Pada Proses Turning Muhammad Anshori; Priyagung Hartono; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 11, No 01 (2018): Jurnal Teknk Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu karakteristik geometris yang ideal dari suatu komponen adalah permukaan yang halus. Untuk mendapatkan produk berkualitas maka harus dilakukan proses pemesinan yang baik. Kekasaran permukaan adalah salah satu akibat yang disebabkan oleh kondisi pemotongan dari proses pemesinan. Beberapa parameter yang berpengaruh terhadap kekasaran permukaan proses bubut seperti: jenis material dan kecepatan benda kerja. Dengan tujuan mengetahui kekasaran permukaan proses bubut, dilakukan pengujian dengan material ST. 42 dan ST. 60 dalam menghasilkan suatu produk. Pengujian dilakukan untuk menganalisa pengaruh jenis material dan kecepatan benda kerja, dengan parameter pemesinan yang ditentukan dan konstan, diantaranya kecepatan benda kerja, gerak makan, kedalaman potong. Pengujian tersebut dilakukan berulang kali, bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh jenis material dan kecepatan benda kerja secara teoritis dan empiris. Dengan menggunakan Surftest 301 untuk mendapatkan data kekasaran permukaan hasil proses pembubutan. Dari hasil penelitian, nilai kekasaran terendah adalah 4,26 terdapat pada  jenis material ST. 42 dengan kecepatan 224 rpm. Ditinjau dari perhitungan teori analysis of variance two way  dengan interaksi maka didapatkan hasil Fhitung = 11,7826 > Ftabel = 5,32 maka dapat disimpulkan bahwa jenis material dan kecepatan berinteraksi dalam menentukan kekasaran permukaan. Jadi perlakuan terhadap jenis material memberikan pengaruh yang berbeda terhadap nilai kekasaran permukaan dengan kecepatan benda kerja yang berbeda. Kata kunci: kekasaran permukaan, material, putaran.
Alat Pengering Kerupuk untuk Meningkatkan Usaha Kecil Industri Rumah Tangga di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Unung Lesmanah; M. Jasa Afroni; Abdul Wafi
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2021.v5i2.2191

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mencarikan solusi bagi permasalahan mitra yang mengalami kesulitan untuk mengeringkan kerupuk puli dalam kondisi cuaca mendung / hujan. Oven pengering yang dirancang oleh team pelaksana kegiatan dapat membantu proses pengeringan dalam kondisi sinar matahari yang yang kurang mendukung pengeringan yang optimal. Dengan menggunakan oven pengering, produktivitas kerupuk puli selama cuaca mendung atau hujan meningkat sekitar 200 % dibandingkan dengan produksi kerupuk tanpa menggunakan oven. Oven hasil rancangan ini menggunakan bahan bakar gas dengan teknologi yang cukup sederhana sehingga mudah dioperasikan oleh mitra.Kerupuk; Oven pengering; Produktivitas
IbM Pemanfaatan Limbah Ternak Kelompok Tani Kedung Sumber Kab. Bojonegoro Eko Noerhayati; Unung Lesmanah
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.892 KB) | DOI: 10.33474/jipemas.v1i2.1520

Abstract

Desa Kedung Sumber merupakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Desa ini terkenal dengan hasil pertanian padi, lombok dan bawang merah. Kondisi tanahnya sedikit berkapur namun cukup subur untuk ditanami padi. Petani disini menggunakan sapi sebagai tenaga bantu dalam mengolah sawah dan sebagian sengaja diternakkan untuk dibudidayakan. Selama ini kotoran ternak di manfaatkan sebagai pupuk organik dengan cara dibiarkan di tempat terbuka namun beratap. Hal ini kurang efektif karena menimbulkan bau tak sedap dan pemanasan global.Tujuan kegiatan adalah untuk mengurangi kondisi pembuangan kotoran ternak sapi yang kurang sehat dan kurang menjaga lingkungan maka perlu dibuat alat yang dapat menangkap gas metan dari kotoran ternak dan memanfaatkannya sebagai energi alternatif berupa panas. Rencana kegiatan adalah membangun instalasi biogas sebagai penangkap gas metan yang dihasilkan kotoran sapi dan memberikan pengetahuan tentang biogas serta pupuk organik ke patani mitra di kab Bojonegoro. Tujuan khusus kegiatan IbM adalah : Meningkatkan kemandirian kelompok tani peternak sapi masyarakat desa Kedung Sumber melalui pengembangan pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas ; meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok peternak sapi dalam mengelola kotoran ternak menjadi pupuk organik.Target khusus yang ingin dicapai : terbangunnya instalasi biogas, terlaksananya pelatihan biogas danpupuk cair, tersedianya kompor biogas, terlaksananya pedampingan pemanfaatan biogas.Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah : Menerapkan teknologi tepat guna berupa instalasi biogas sebagai penangkap gas metan kotoran sapi ; melakukan pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan, pengembangan dan perawatan instalasi biogas ; melakukan pelatihan pemanfaatan pupuk cair dari kotoran sapi
Optimasi Kinerja Sensor Value untuk Meminimalisir Kelembapan Udara Sebagai Pengganti Sinar Matahari Sugiono sugiono; Unung Lesmanah; Arief Budi Laksono
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je.v6i1.580

Abstract

Optimization of sensor value work on air humidity to generate renewable energy so that a Sensor Value is needed as a substitute for sunlight in the rainy season. In previous studies, there are several problems such as low sunlight in the resulting rainy season and the operation requires a long time, so one solution to overcome the above problems requires a Value sensor at a temperature of 800 C. In this research, there are two main objectives, namely increasing the efficiency of the system and simplifying the operation method. Increasing efficiency is done with several alternatives, namely minimizing the humidity of the surrounding air so that it can improve the sensor's work, while simplifying the operation is done by adding a value sensor module to adjust the heat focus. In the first stage of mechanization of value rays in the piping system, the second is testing of the sensor to the humidity of the surrounding air. This research will focus on the function of each component such as the heating room temperature sensor, while the main target is to generate heat in the rainy season
Eksperimen Sistem Aliran Fluida untuk Pengembangan Media Pembelajaran Margianto Margianto; Unung Lesmanah
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 4 No. 2 (2020): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang berkaitan dengan aliran fluida, terutama air, yang mengalir pada instalasi tertentu untuk mengukur kerugian tekanan yang terjadi, penutupan katup valve dilakukan setiap kelipatan 0,5 putaran dari 0,5 putaran hingga 3 putaran. Instalasi ini menggunakan pipa PVC, yang terdiri dari belokan panjang, sambungan pembesaran, sambungan pengecilan, belokan pendek, dan elbow serta mitre. Setiap pengukuran dilakukan 3 kali pengamatan dan diambil nilai rata-ratanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kerugian tekanan sangat dipengaruhi oleh penutupan katup valve , Kerugian tekanan yang terjadi pada belokan panjang sebesar 0,01967 sampai dengan 0,025 dan pada sambungan pembesaran mempunyai nilai 0,21867 sampai dengan 0,29533 serta pada sambungan pengecilan mempunyai nilai kerugian tekanan sebesar 0,302 sampai dengan 0,35333 ,Semakin bertambah putaran katup valve, semakin besar kecepatan dan semakin besar pula kerugian tekanan yang terjadi Kata kunci: Kerugian Tekanan, Instalasi pipa PVC
Pemanfaatan Angin di Gedung UNISMA Sebagai Energi Alternatif Pengerak Wind Turbine Type Savonius Pada Pengembangan Media Pembelajaran Unung Lesmanah; Sugiono Sugiono
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 4 No. 2 (2020): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan angin sebagai sumber tenaga energi alternatif telah banyak digunakan di berbagai belahan dunia pada saat ini, namun di Indonesia hal ini belum banyak dimanfaatkan, padahal dengan contour geologis di Indonesia yang bergunung dan bukit ini akan banyak menimbulkan angin. Dengan Vertical Axis Wind Turbine, yaitu type Savonius, angin dikonversi menjadi energi listrik. Cara kerja dari Vertical Axis Wind Turbine mengkonversi energi angin menjadi energi listrik adalah ketika angin berhembus turbin angin dipasang pada arah aliran angin sehingga angin menabrak sudu - sudu turbin tersebut sehingga turbin angin berputar, kemudian putaran dari turbin angin diteruskan ke generator untuk diubah menjadi energi listrik. Pada penelitian ini difokuskan angin yang berhembus di lantai 7 Gedung Unisma, dengan harapan penambah wawasan ke mahasiswa bagaimana turbin angin merupakan suatu alat yang mampu mengubah energi angin menjadi energi mekanik dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik melalui generator. Hasi penelitian ini, sebuah turbin angin sebagai media pembelajaran dan data yang diperoleh dari hasil pengamatan kecepatan angin 3 m/s, 4,2 m/s dan 5,1 m/s yang menghasilkan daya angin 5,103 Watt, 14,003 Watt, 25,07 Watt. Daya turbin yang dihasilkan 1,79 Watt, 4,901 Watt, 8,775 Watt, sedangkan daya listrik yang diperoleh 1,2888 Watt, 3,5288 Watt dan 6,3184 Watt. Kata kunci: Turbin Angin Type Savonius, Angin
Co-Authors Abdul Wafi Abdul Wafi, Abdul Abdul Wahab Abdurrahman Baihaqy Adnan Abdul Kholik Afian Nur Agus Tri Al-Hadist, Vidia Anshori, Mohammad Arief Budi Laksono Artono Rahardjo Artono Raharjo Aulia Febryan Aunur Rofiq Azizah, Kholidatul Bambang Hariyanto Bayu Priambodo Beni Miftahul Khoir Dharmawan, Yawan Fauzy Diki Candra Prastiyo Eko Marsyahyo Eko Noerhayati Ela Mufarrokhah Fadila Ficky Ali Murfiqin Fitra Ainur Rosyid Habibul Halim Harada Purwanto Hardianti, Winda Hari Surijanto Hari, Mat Hayat Hayat Ilham Dwi Prastio Irawan Irawan Irawan Irawan Irisianur Indahsari Khalim, M. Nur Khumaira, Sabikah Zaura Kristianto, Dwi Kurnia Wahyudi kurniawan, randy Laila, Maria Ulfa Nur Linia, Khofifah Putri Lutfi M. Nur Khalim M.Rizqi Al Fajar Margianto Margianto Misbahudin Misbahudin Moch. Habib Zain Moh Shadeki Roiyan Moh. Hidayatur Rohman Mohammad Jasa Afroni Muhammad Aditya Yanuar Muhammad Al Rizki Muhammad Rafli Nabilah Ilmi Hakimah Nasoikhul Ibad Norma Iswati Trie Wulandari Nur Robbi Nurul Humaidah Prastio, Ilham Dwi Prastiyo, Diki Candra Prima Vitasari Priyagung Hartono Purwanto, Harada Putra, Mega Ari Rafli, Muhammad Rizki, Muhammad Al Rohman, Moh. Hidayatur Rosyid, Fitra Ainur Salman Alfarisi Sofia Datun Hikmah Solihin, Moh Sudiyono Sudiyono Sugiono Sugiono Sugiono Sugiono Sugiono Sugiono Supriyono Supriyono Sutikno, Hadi Syahrul, Mochammad Syukri, Shofan Tri, Agus Wahfuddin Nur Arif Yanuar, Muhammad Aditya Yawan Fauzy Dharmawan Yazirin, Cepi Zain, Moch. Habib Zerlinda, Fidela Clarissa