Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Khitan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Desa Balbar Sofifi Lestari, Tutik; Muhammad, Fatir; Alkatiri, Rosita; Ismail, Rusihan; Febriyadi, Fandy; Saudi, Wawan; Manoy, Nia Astria
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.116

Abstract

Latar belakang: Bakti sosial seperti khitan massal dan pemeriksaan dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Khitan pada anak merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan reproduksi bagi laki-laki dalam perspektif islam. Selain itu pemeriksaan kesehatan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan: Untuk mengkhitan massal anak laki-laki yang belum baliq dan mendeteksi secara dini masalah kesehatan masyarakat Desa Balbar agar upaya pencegahan dilakukan sedini mungkin. Metode: Pengabdian ini dilaksanakan dengan promosi kegiatan pengabdian kepada aparat Desa Balbar dan media sosial   bagi yang berminat mendaftar ke aparat desa. Pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan sesuai jadwal yang di tentukan. Hasil: Telah dilaksanakan khitanan massal selama 2 hari pada tanggal 15-16 September 2022 yang diikuti oleh 37 peserta, sedangkan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 15 September 2022 yang diikuti oleh 84 peserta, dengan hasil pemeriksaan ditemukan sebanyak 11 orang menederita hipertensi dan 5 orang hipotensi. Tim pengabdian masyarakat terdiri dari tenaga medis (dokter, perawat dan tenaga kesehatan) dan non medis (dosen, mahasiswa dan panitia pelaksana). Kesimpulan: Pengabdian masyarakat ini telah dilakukan khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan bagi anak laki-laki yang belum baliq dan masyarakat umum di Desa Balbar. Kata kunci: kesehatan, khitan, pemeriksaan kesehatan ____________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Social services such as mass circumcision and examinations are carried out to help people in need without spending the slightest cost. Child circumcision is an effort to improve reproductive health for men from an Islamic perspective. n addition, health checks can improve public health status. Objective: To mass circumcision of boys who have not yet reached puberty and to detect early health problems in the Balbar Village community so that prevention efforts are carried out as early as possible. Method: This service is carried out by promoting community service activities for Balbar Village officials and social media for those interested in registering with village officials. Activities will be carried out according to the specified schedule. Result: Mass circumcision was carried out for 2 days on 15-16 September 2022 which 37 participants attended, while the health check was carried out on September 15, 2022, which was attended by 84 participants, with the results of the examination found as many as 11 people suffering from hypertension and 5 people with hypotension. The community service team comprises medical personnel (doctors, nurses, and health workers) and non-medical (lecturers, students, and implementing committees). Conclusion: This community service has conducted mass circumcisions and health checks for boys who have not reached puberty and the general public in Balbar Village. Keywords: health, circumcision, health examination
Gambaran Status Gizi Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Gandasuli Novarina, Yulia Yogi; Andiani, Andiani; Lestari, Tutik
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v8i2.4477

Abstract

Masalah gizi pada anak balita masih menjadi isu serius di Indonesia, dengan prevalensi stunting, wasting (gizi buruk), underweight (kurus), dan overweight (gizi berlebih) yang masih tinggi. Semua kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara nutrisi yang masuk dan kebutuhan tubuh anak, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan kognitifnya di masa depan. Lebih lanjut, hal ini juga dapat meningkatkan risiko anak terhadap penyakit dan kematian. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran status gizi balita dengan menggunakan indikator TB/U, BB/TB dan BB/U. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang dilakukan dengan cara mengambil seluruh responden yang berada pada saat penelitian dilakukan sebanyak 220 balita yang tersebar di Posyandu Kampung Makian, Gandasuli Mawar Merah Anggrek, Panamboang Melati dan Papaloang Puncak Sibela. Dari 220 balita di 4 posyandu, ditemukan 5.9% status gizi pendek dan sangat pendek 15%, status gizi buruk 3.2% dan gizi kurang 11.8%, berisiko gizi lebih 5.5% dan 1.4%, status gizi berat badan sangat kurang 3.6%, berat badan kurang 15.9% dan risiko berat badan lebih 3.2%. Diharapkan adanya pelatihan khusus bagi petugas kesehatan dan kader posyandu terkait dengan pengukuran antropometri, pembuatan MP-ASI, dan penanganan masalah gizi.
Strategi Promosi Kesehatan oleh Warga Peduli AIDS Kelurahan Kalumpang dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Ansar, Sulasmi; Muslim, Riskal; Lestari, Tutik
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v8i2.4564

Abstract

Warga Peduli AIDS merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang melibatkan partisipasi masyarakat. Kelompok masyarakat yang tergabung dalam WPA terdiri dari berbagai komponen dalam suatu lingkungan masyarakat. Dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini, bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan yang dilakukan oleh Warga Peduli AIDS Kelurahan Kalumpang dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan adanya advokasi yang efektif antara petugas kesehatan dan Warga Peduli AIDS dalam menjalankan program pencegahan. Selain itu, terdapat dukungan sosial yang kuat dari berbagai pihak seperti tokoh agama/masyarakat, PKK, dan Warga Peduli AIDS, yang terwujud melalui kunjungan rumah untuk memberikan bantuan psikososial (berupa pakaian, uang, dan kebutuhan lainnya) guna mengurangi stigma dan isolasi yang dialami penderita. Pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian integral dari strategi ini, di mana petugas kesehatan secara rutin melibatkan tokoh agama/masyarakat dalam kegiatan penyuluhan, termasuk kunjungan ke sekolah-sekolah dan edukasi bagi remaja. Penelitian ini merekomendasikan agar kolaborasi antara petugas kesehatan, Warga Peduli AIDS, dan masyarakat terus ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
Correlation of Self-Efficacy, Action Planning, and Coping Planning to ARV Adherence in HIV Patients in Ternate, Indonesia Supriyatni, Nani; Agus Salim, Lutfi; Hargono, Arief; Sumiati, Tati; Lestari, Tutik; Andiani
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i3.12648

Abstract

Pendahuluan: Pasien HIV positif memerlukan kepatuhan terhadap terapi Antiretroviral (ARV) untuk mengendalikan penyakit yang dideritanya. Namun, di Kota Ternate, kepatuhan terhadap ARV masih rendah karena kekhawatiran terhadap efek samping, stigma, depresi, dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis hubungan antara self-efficacy, perencanaan tindakan (action planning), dan perencanaan coping (coping planning) dengan kepatuhan ARV pada pasien HIV positif di Kota Ternate, Maluku Utara. Metode: Penelitian observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional) ini menggunakan teknik stratified random sampling pada pasien HIV positif di lima pusat layanan, dengan analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Sebagian besar responden berusia 19–49 tahun (94,9%), berjenis kelamin laki-laki (69,1%), berpendidikan SMA (57,3%), bekerja sebagai wiraswasta (24,2%), dan memiliki pendapatan di bawah Rp1.000.000 per bulan (33,1%). Selain itu, self-efficacy (p=0.000; r=0.404), perencanaan tindakan (p=0.000; r=0.399), dan perencanaan coping (p=0.000; r=0.265) memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan ARV. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa self-efficacy, perencanaan tindakan, dan perencanaan coping berperan dalam meningkatkan kepatuhan ARV pada pasien HIV positif.   Introduction: HIV-positive patients require adherence to Antiretroviral therapy (ART) to control their disease. However, in Ternate City, ARV adherence remains low due to side effect fears, stigma, depression, and limited health service access. Therefore, this study analyzes the correlation between self-efficacy, action planning, and coping planning with ARV adherence in HIV-positive patients in Ternate City, North Maluku. Method: An observational, cross-sectional study used stratified random sampling of HIV-positive patients at five service centers, with data analyzed using the Spearman test. Results: Most respondents were aged 19-49 (94.9%), male (69.1%), held a high school education (57.3%), were self-employed (24.2%), and earned under 1 million rupiah per month (33.1%). Furthermore, self-efficacy (p=0.000; r=0.404), action planning (p=0.000; r=0.399), and coping planning (p=0.000; r=0.265) were significantly associated with ARV adherence. Conclusion: These findings suggest that self-efficacy, action planning, and coping planning benefit ARV adherence in HIV-positive patients.