Lukman Adlin Harahap
Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENDUGAAN KEBUTUHAN RICE MILLING UNIT (RMU) STUDI KASUS DI KOTA PEMATANG SIANTAR (Decision Support System Of Rice Milling Unit (RMU) Estimation Needs Case Study in Pematangsiantar City) Albert Trimitra Siahaan; Lukman Adlin Harahap; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.424 KB)

Abstract

ABSTRACT The role of food commodity particularly rice in Indonesia was enormous since years ago, as rice is a basic foodstuff for the majority of Indonesian. Food needs of rice is never reduced, but increased from year to year, in accordance to population growth. The importance of this report was to estimate rice production by using Monte Carlo method, so rice milling unit needs can be predicted in the future. The result showed that the availability of rice milling unit was unable to meet the rice milling rate in Pematangsiantar City, therefore a number of rice milling unit should be added. Keywords: Rice, Monte Carlo, Rice Milling Unit ABSTRAK   Sejak zaman dahulu peranan komoditi pangan di Indonesia khususnya beras sangatlah besar, sebab beras merupakan bahan pangan pokok bagi sebagian penduduk Indonesia. Kebutuhan bahan pangan akan beras tidak akan berkurang, melainkan akan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Pentingnya penelitian ini dilakukan untuk menduga produksi padi dengan menggunakan metode Monte Carlo sehingga dapat dilakukan pendugaan kebutuhan rice milling unit untuk waktu yang akan datang. Dari hasil yang diperoleh, ketersediaan mesin penggiling padi tidak dapat memenuhi penggilingan padi di Kota Pematangsiantar, sehingga perlu diadakan pengadaan sejumlah mesin penggiling.   Kata Kunci: Padi, Monte Carlo, Rice Milling Unit
UJI BERBAGAI DIAMETER PULI PADA ALAT PEMBUAT SARI KEDELAI (Pulley Diameter Test of Soybean Extractor) Muhammad Yusuf; Saipul Bahri Daulay; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.616 KB)

Abstract

ABSTRACT There have been many soybean extractor in the market, that have been developed by home industry or university studentThe capacity of soy bean extractor can be improved by testing their parts. This research was about testing pulley diameter of soybean extractor to improve its capacity. This research had been conducted by  using  factorial randomized block design with  pulley diameters of 3, 4 and 5 inches. The observed parameter in this research was effective capacity of equipment, yield and percentage of materials left in appliance. The results showed that pulley diameter had highly significant effect on parcentage of process capacity and yield and had no effect on percentage of materials left in appliance. From this research it, can be concluded that the best pulley diameters was 3 inches. Keywords: soybean extractor, soybean extract, pulley diameter test. ABSTRAK   Alat pembuat sari kedelai telah banyak dipasaran, baik itu yang dikembangkan oleh  rumah industri atau yang dikembangkan oleh mahasiswa. Kapasitas alat pembuat sari kedelai dapat ditingkatkan dengan melakukan pengujian pada beberapa bagian alat. Penelitian ini adalah pengujian berbagai diameter puli pada alat pembuat sari kedelai yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas alat tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model rancangan acak lengkap non faktorial dengan faktor diameter  puli 3, 4 dan 5 inci. Pada  penelitian ini, parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, rendemen dan persentase bahan tertinggal di alat. Hasil penelitian menunjukan bahwa diameter puli pada alat pembuat sari kedelai memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kapasitas efektif alat dan rendemen dan memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap persentase bahan tertinggal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan hasil terbaik adalah dengan menggunakan puli berdiameter 3 inci.   Kata kunci: alat pembuat sari kedelai, sari kedelai, uji diameter puli.
KARAKTERISTIK KERTAS BERBAHAN BAKU KULIT DURIAN DAN SAMPAH KERTAS PERKANTORAN (Characteristics of Paper From Durian Rind and Office Waste Paper) Liztia Dwitami Adriani; Ainun Rohanah; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.298 KB)

Abstract

ABSTRACT Medan producess a lot of waste of durian rind every day. To reduce environmental pollution by the durian rind it takes an effort to overcome them; one of them is by manufacturing recycled paper from durian rind and office waste paper. This research was aimed to study the characteristics of paper made from the durian rind pulp and waste paper pulp. This research used a non factorial completely randomized design with durian rind composition of (0%, 25%, 50%, 75% and 100%). Parameters observed were grammage, tensile strength, tear resistance, production cost, break-even point and net present value. The results showed that the composition of the durian rind gave highly significant effect on the grammage, tensile strength and tear resistance of the paper. The resulting paper can be categorized as an art paper with the best results obtained from the durian rind of 100% (200 g durian rind). The results showed that the cost to produce one sheet of paper was Rp 13.352,12, the break even point was 50,64sheets of paper/year, and the net present value was  Rp 15.644.386,4/year. Keywords: durian rind, paper waste, pulp compsition, paper. ABSTRAK   Kota Medan menghasilkan banyak limbah kulit durian setiap harinya. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan oleh kulit durian tersebut maka dibutuhkan usaha untuk menanggulanginya, salah satunya dengan pembuatan kertas daur ulang dengan bahan baku limbah kulit durian dan sampah kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kertas yang dibuat dari pulp kulit durian dan pulp sampah kertas.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial yaitu komposisi kulit durian (0%, 25%, 50%, 75% dan 100%). Parameter yang diamati adalah gramatur, kekuatan tarik, ketahanan sobek, biaya produksi, break event point dan net present value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kulit durian memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap gramatur, kekuatan tarik dan ketahanan sobek kertas.Kertas yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai kertas seni dengan hasil terbaik diperoleh pada komposisi kulit durian 100% (200 g kulit durian). Hasil penelitian menunjukkan biaya untuk menghasilkan 1 lembar kertas adalah sebesar  Rp 13.352,12, nilai break even point sebesar 50,64 lembar kertas/tahun, dan nilai net present value sebesar Rp 15.644.386,4/tahun.   Kata kunci: kulit durian, sampah kertas, komposisi pulp, kertas.
PENENTUAN NILAI EVAPOTRANSPIRASI DAN KOEFISIEN TANAMAN BEBERAPA VARIETAS PADI UNGGUL DI RUMAH KACA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (Determination of Value of Evapotranspiration And Plant Coefficient of Some Rice of Varieties In the Faculty Indi Sajiwo; Sumono Sumono; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.017 KB)

Abstract

ABSTRACT The water requirement of rice crop include saturation, percolation, flooding and evapotranspiration. The amount ofevapotranspiration can be determined based on the value of potensial evaporation and the rice crop coefficient values for each period of growth. This study was aimed to assess the value of evapotranspiration and crop coefficient of Situ Bagendit, Ciherang and Makongga Varieties In Green house of Faculty of Agriculture, University of North Sumatra.The results showed that the value of the evapotranspiration of rice plants at Situ Bagendit, Ciherang and Makongga varieties were the vegetative phase of 1,68 mm/day, 1,68 mm/day and 1,69 mm/day respectively, at the reproductive phase were 1,83 mm/day, 1,72 mm/day and 1,76 mm/day respectively and the phase of ripening were 1,71 mm/day, 1,69 mm/day and 1,70 mm/day respectively. The plant coefficient ofSitu Bagendit, Ciherang and Makongga varieties at the vegetative phase were 1,20 mm/day,1,20 mm/day and 1,21 mm/day respectively, at the reproductive phase were 1,14 mm/day, 1,07 mm/day and 1,08 mm/day respectively and at the phase of ripening were 1,05 mm/day, 1,03 mm/day and 1,05 mm/day respectively. Ciherang variety had a value of grain production higher compared to Situ Bagendit and Makongga. The productivity ofrice of Situ Bagendit was 102,81 gram, Ciherang was 124,16 gram and Makongga was 94,48 gram respectively. Keywords: Evapotranspiration, Plant coefficient, Rice, High Yield Variety, greenhouse. ABSTRAK Kebutuhan air areal tanaman padi meliputi penjenuhan, perkolasi, penggenangan dan evapotranspirasi. Besarnya nilai evapotranspirasi dapat ditentukan berdasarkan nilai evaporasi potensial dan nilai koefisien tanaman padi untuk setiap periode pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Evapotranspirasi dan Nilai Koefisien Tanaman Padi Situ Bagendit, Ciherang dan Makongga Di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan besar nilai Evapotranspirasi tanaman padi pada varietas Situ Bagendit, Ciherang dan Makongga yaitu pada fase vegetatif 1,68 mm/hari, 1,68 mm/hari dan 1,69 mm/hari, fase reproduktif 1,83 mm/hari, 1,72 mm/hari dan 1,76 mm/hari, fase pemasakan 1,71 mm/hari, 1,69 mm/hari dan 1,70 mm/hari. Nilai koefisien tanaman padi pada varietas Situ Bagendit, Ciherang dan Makongga yaitu pada fase vegetatif 1,20 mm/hari, 1,20 mm/hari dan 1,21 mm/hari, fase reproduktif 1,14 mm/hari, 1,07 mm/hari dan 1,08 mm/hari, fase pemasakan 1,05 mm/hari, 1,03 mm/hari dan 1,05 mm/hari. Varietas Ciherang memiliki nilai produksi bulir padi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Situ Bagendit dan Makongga. Produktivitas bulir padi untuk varietas Situ Bagendit 102,81 g, varietas Ciherang 125,16 g dan varietas Makongga 94,48 g. Kata kunci : Evapotranspirasi, Koefisien Tanaman, Tanaman Padi, Varietas Unggul,  Rumah Kaca.
UJI SUHU UAP PADA ALAT PENYULING MINYAK ATSIRI CENGKEH TIPE UAP LANGSUNG (Temperature Test on Clove Oil Distillator Direct Steam Type) Luthfan Minhal; Lukman Adlin Harahap; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.211 KB)

Abstract

ABSTRACT In the clove oil distillation equipment direct steam type, distillation temperature setting must be set properly. The temperature determines the quality of clove oil. This study was testing various temperature levels on clove oil distillation equipment direct steam type on the moisture content, free fatty acids and yield of the clove oil produced. This research was conducted at the Laboratory of Agricultural Engineering and Food Chemistry Analysis Laboratory, Faculty of Agriculture in November 2015 until completion using a non-factorial completely randomized design usualytemperature of 950C, 1000C and 1050C. Parameters measured were moisture content, free fatty acids and yield. The results showed that the highest water content was in the U1 (15.72%) and the lowest water content we in the U3 (11.23%). The highest level of free fatty acid we in the U1 (5.83%) and the lowes free fatty acid we in the, us (5.60%) the highest yield value we in the U3 (0.54%) and the  lowest yield we in the U1 (0.40%). Keywords: Clove, distillation temperature, clove oil. ABSTRAK Pada alat penyuling minyak atsiri cengkeh tipe uap langsung, pengaturan suhu penyulingan perlu diperhatikan. Suhu tersebut menentukan kualitas hasil minyak cengkeh. Penelitian ini adalah pengujian berbagai tingkat suhu pada alat penyuling minyak atsiri cengkeh tipe uap langsung terhadap kadar air, asam lemak bebas dan rendemen minyak cengkeh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Keteknikan Pertanian dan di Laboratorium Analisa Kimia Bahan Pangan Fakultas Pertanian pada bulan November 2015 sampai selesai dengan menggunakan model rancangan acak lengkap non  factorial yaitu pada taraf pengujian pada suhu 950C, 1000C dan 1050C. Parameter yang diamati adalah kadar air, asam lemak bebas dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan U1 yaitu 15,72% dan kadar air terendah pada perlakuan suhu U3 yaitu  11,23%. Kadar asam lemak bebas tertinggi terdapat pada suhu U1 yaitu 5,83% dan asam lemak bebas terendah terdapat pada perlakuan suhu U2 yaitu 5,60% Nilai rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan suhu U3 yaitu 0,54% dan nilai rendemen terendah terdapat pada perlakuan suhu U1 yaitu 0,40%.   Kata kunci: Cengkeh, suhu penyulingan, minyak cengkeh.
UJI BERBAGAI TINGKAT KECEPATAN PUTARAN TERHADAP KUALITAS HASIL PADA ALAT PENGERING KELAPA (DESICCATED COCONUT) (Testing The Speed Of Pulley Of Desiccated Coconut Dried In Desiccated Coconut Dryer) Yoga Purnama Noor; Lukman Adlin Harahap; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.2 KB)

Abstract

ABSTRACT Drying of grated coconut is a food processing technology that can produce healthy food without much changing it’s original nature liketaste, aroma, color and nutrient of the food. This research was aimed to test the speed of pulley ofDesiccated Coconut Dried in Desiccated Coconut Dryer Therefore, a research had been conducted at Agricultural Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture USU in january 2015 using a non factorial completely randomized design with three threatmentsie: D1 = 2 inch (70 RPM), D2 = 4 inch ( 35 RPM ), D3 = 6 inch (23,3 RPM).Parameters observed were moisture content, yield and organoleptic tests.the different of  RPM had significant effect on water content and yield, and had no effect on color, aroma and overall acceptance. The best  RPM was D1 = 2 inch (70 RPM). Keywords : Desiccated Coconut, Rotation speed and Desiccated Coconut Dryer ABSTRAK Pengeringan kelapa parut merupakan sebuah teknologi pengolahan bahan pangan yang dapat menghasilkan makanan sehat tanpa banyak mengubah bentuk aslinya seperti rasa, aroma, warna dan nutrisi bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh berbagai kecepatan pulley terhadap kualiatas hasil pada alat pengeringan kelapa parut.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU pada Januari 2015 menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan tiga perlakuan     D1 = 2 inchi ( 70 RPM ) , D2 = 4 inchi ( 35 RPM ) , D3 = 6 inchi ( 23,3 RPM ). Parameter yang diamati adalah kadar air, rendemen dan uji organoleptik. Perbedaan kecepatan putaran memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan rendemen serta memberikan pengaruh tidak nyata terhadap uji organoleptik warna, aroma, dan penerimaan keseluruhan.Kecepatan putaran terbaik adalah D1 = 2 inchi ( 70 RPM ) . Kata kunci : Kelapa parut,Kecepatan Putaran,Alat Pengering Kelapa Parut.
UJI JARAK ANTAR PUNCAK ULIR KEMPA PADA ALAT PENCETAK TERASI (Screw Press Thread Pitch Test of Shrimp Paste Molder) Mitra Junetris Tarigan; Ainun Rohanah; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.223 KB)

Abstract

ABSTRACT Shrimp paste molder must be able to support shrimp paste’s home industry so that the industry can achieve the optimal production. This research was aimed to examine the effect of thread pitch on the shrimp paste molder performance. This research was conducted in October and December 2015 in the Laboratory of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan, using non factorial randomized block design with three levels, i.e. 4 cm, 5 cm, 6 cm. The parameters observed were effective capacity, yield, density of product and basic cost of production. Based on this research, it was summarized that thread pitch had significant effect on the effective capacity and yield,  and had no significant effect on density of product. The best treatment was L3 (6 cm) which had  effective capacity of 93.61kg/h, yield 76.86%, density of product was 0.581g/cm3 and the basic cost of production for the first to the fifth year were Rp.122.71/kg, Rp.123.02/kg, Rp.123.36/kg, Rp.123.72/kg, Rp.124.11/kg respectively. Keywords: shrimp paste, molder, thread pitch, performan ABSTRAK   Alat pencetak terasi harus mampu mendukung industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang terasi agar produksi dapat optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jarak antar puncak ulir kempa terhadap kinerja alat pencetak terasi. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan Oktober hingga November 2015 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Metode penelitian menggunakan model rancangan acak lengkap non faktorial dengan taraf pengujian jarak puncak 4 cm, 5 cm, 6 cm. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, persentase berat bahan tercetak, kerapatan massa hasil tercetak, dan biaya pokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan antar puncak ulir kempa memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kapasitas efektif alat dan persentase berat bahan tercetak serta memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap kerapatan massa hasil tercetak. Perlakuan terbaik untuk seluruh parameter yang diamati dari penelitian ini adalah taraf L3 (jarak puncak 6 cm) menghasilkan 93.61kg/jam, nilai persentase berat bahan tercetak 76.86%, kerapatan massa hasil tercetak 0.581g/cm3 dan biaya pokok tahun pertama hingga kelima berturut Rp.122.71/kg, Rp.123.02/kg, Rp.123.36/kg, Rp.123.72/kg, Rp.124.11/kg. Kata Kunci: terasi, alat pencetak, jarak puncak ulir, kinerja
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS PINANG TUA (Design and Construction of Ripe Areca Nut Peeler) Imade Silaban; Achwil Putra Munir; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.073 KB)

Abstract

ABSTRACT Manual peeling of ripe areca nut risky, slow and must be focus. Ripe areca nut is used to hardeningteeth. This research was aimed to design, construction and examine ripe areca nut peeler. This research was conducted in February until March 2016 in the Laboratory of Agriculture Engineering, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra by literature study and observations of areca nut peeler.The results showed that the effective capacity was 153,5713 kg/hour. Undone peeled percentage was 11,4%. Main cost in the first year was Rp. 196,60/kg, Rp. 196,80/kg for the second year, Rp. 197,02/kg for the third year, Rp. 197,25/kg for the fourth year and Rp. 197,50/kg for the fifth year. BEP in the areca nut peeler was 146,06 kg for the first year, 153,57 kg for the second year, 161,59 kg for the third year, 170,16 kg for the fourth year and 179,31 kg for the fifth year. NPV at 6,75% was Rp. 14.868.550.820,4/year and NPV trial at 8% was Rp. 14.380.121.216,25/year. Keyword : areca nut peeler, ripe areca nut, effective capacity. ABSTRAK   Pengupasan pinang tua secara tradisional memiliki banyak resiko kecelakaan kerja, lambat dan harus benar-benar fokus. Biji pinang tua berguna untuk menguatkan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, membuat dan menguji alat pengupas pinang tua dengan menggunakan pinang tua sebagai bahan bakunya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2016 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dengan metode studi literatur dan melakukan pengamatan pada alat pengupas pinang tua.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas efektif alat sebesar 153,5713 kg/jam. Persentase pinang tua yang tidak terkupas sempurna sebesar 11,4 %. Biaya pokok operasional alat pengupas pinang tua sebesar Rp. 196,60/kg untuk tahun pertama, Rp. 196,80/kg untuk tahun kedua, Rp. 197,02/kg untuk tahun ketiga, Rp. 197,25/kg untuk tahun keempat dan Rp. 197,50/kg untuk tahun kelima. BEP pada alat pengupas pinang tua sebesar 146,06 kg pada tahun pertama, 153,57 kg pada tahun kedua, 161,59 kg pada tahun ketiga, 170,16 kg pada tahun keempat dan 179,31 kg pada tahun kelima. NPV alat pengupas pinang tua pada 6,75% sebesar Rp. 14.868.550.820,4/tahun dan NPV dengan suku bunga coba-coba 8% sebesar Rp. 14.380.121.216,25/tahun.   Kata kunci : alat pengupas pinang tua, pinang tua, kapasitas efektif.
MODIFIKASI ALAT PENCETAK BRIKET ARANG DENGAN SISTEM PRESS HIDROLIK MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH TEH (Modification of Charcoal Briquette Cast Using Hydraulic Press System From Tea Waste) Michael Samuel; Lukman Adlin Harahap; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.096 KB)

Abstract

ABSTRACT Briquette is one of the alternative energy from biomass which is used as a simple and inexpensive energy source. Biomass used in this research is tea waste. The aim of this research was to modify the charcoal briquette cast to increase the effective capacity and quality of the briquette. Testing was conducted using a non-factorial completely randomized design with parameters of effective capacity, calorific value, firmness press, economic analysis, break even point, net present value and internal rate of return. The results of this research showed that the modification of the charcoal briquette cast using hydraulic press system had highly significant effect on effective capacity, calorific value, and firmness press. The best effective capacity in this research was 5,985 kg tool/hour. The best calorific value in this research was 6677,9583 cal/g that met Japanese, British and Indonesian standards. The best firmness press in this research was 10,56 kg/cm2that met the Indonesian standards. Main cost was Rp. 6.004,52/kg for the fifth year. Break even point was 1.291,38 kg/year for the fifth year. Net present value was Rp. 41.422.753,34. Internal rate of return was 38,83%, which mean that this equipment  was worthy to used. Keywords : modification, molding equipment, charcoal briquette, biomass, tea waste. ABSTRAK   Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang berasal dari biomassa yang digunakan sebagai sumber energi sederhana dan murah.Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah teh.Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi alat pencetak briket arang agar dapat diperoleh peningkatan kapasitas efektif alat dan peningkatan kualitas mutu briket yang dihasilkan.Pengujian yang dilakukan adalah dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan parameter kapasitas efektif alat, nilai kalor, keteguhan tekan, analisis ekonomi, break even point, net present value dan internal rate of return. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi alat pencetak briket arang dengan sistem press hidrolik ini memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kapasitas efektif alat, nilai kalor dan keteguhan tekan. Kapasitas alat terbaik diperoleh pada penelitian ini sebesar 5,985 kg/jam. Nilai Kalor terbaik sebesar 6677,9583 kal/gr yang memenuhi standar briket buatan Jepang, Inggris dan Indonesia. Keteguhan Tekan terbaik dalam penelitian ini yaitu sebesar 10,56 kg/cm2yang memenuhi standar briket buatan Indonesia.  Biaya pokok pada tahun ke-5 sebesar Rp. 6.004,52/kg. Break even point pada tahun ke-5 sebesar 1.291,38 kg/tahun. Net present value diperoleh sebesar Rp. 41.422.753,34. Internal rate of return diperoleh sebesar 38,83%, artinya alat ini layak untuk diusahakan.   Kata kunci: Modifikasi, Alat Pencetak,  Briket Arang, Biomassa, limbah teh
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA PERTANIAN HORTIKULTURA (Decision Support System to Determine Horticultural Farm Feasibility) Kerub Henpra Gokniel; Lukman Adlin Harahap; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.549 KB)

Abstract

ABSTRACT When running farm business, farmers often do not know whether their farm will gain profit or not and how much the estimation of the profit that can be gained. Things like that happened because they are not doing business investation analysis previously or in this case farm business analysis to find out their farm feasibility. These things often are not done because farmers do not know how to do farm feasibility analysis or if they knew, it would take much time to do it manually. Decision Support System to Determine Horticultural Farm Feasibility was made so the farmers can do farm business feasibility analysis easily and quickly. Decision Support System to Determine Horticultural Farm Feasibility was made in android smartphone application. The farm analysis consisted of Break Even Point (BEP), Return Cost Ratio (R/C), Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR). Keywords: decision support system, business feasibility analysis, farm ABSTRAK   Ketika melakukan usaha tani, petani sering kali tidak mengetahui apakah usaha tani yang dilakukannya akan menghasilkan keuntungan atau tidak dan berapa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh. Hal ini dikarenakan petani tidak lebih dahulu melakukan analisis investasi bisnis atau dalam hal ini analisis usaha tani untuk mengetahui kelayakan usaha taninya. Sering kali hal ini tidak dilakukan karena petani tidak mengetahui cara melakukan analisis kelayakan usaha tani tersebut atau jika petani tersebut mengetahui analisis kelayakan usaha tani, maka akan memakan waktu lama jika dilakukan penghitungan manual. Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Usaha Budidaya Pertanian Hortikultura dibuat agar petani dapat melakukan analisis kelayakan usaha taninya secara mudah dan cepat. Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Usaha Budidaya Pertanian Hortikultura dibuat dalam bentuk aplikasi smartphone android. Adapun analisis usaha tani yang dilakukan adalah Break Even Point (BEP), Return Cost Ratio (R/C), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR).   Kata kunci: sistem pendukung keputusan, analisis kelayakan usaha, usaha tani
Co-Authors Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Achwil Putra Munir Adian Rindang Agri Dayanti Sipayung Agus Roy Butar-Butar Ahmad Rifai Siregar Ainun Rohana Ainun Rohana Ainun Rohana Ainun Rohanah Albert Trimitra Siahaan Aldilla Pratiwi Tanjung Alex Candra Pardede Alvario Kesturi Annisa Fatin Amran Ari Budiarto Bancin Arta Naomi Cristiana Simanjuntak Asri Bernitzky Saragi Asrita Yohana Siallagan Damanik, Annisa Purnamasari Dara Dhayanara Detyara Imani Devi Yundri Barus Doli Garesya Agian Domen Sitohang Dwi Ayu Febrina Edi Susanto Edo Yohansen Dalimunthe Fahmil Ikhsan Hidayat Friani Parsaulian Gunawan Sinaga Hamjah Dalimunthe Handyman M. Waruwu Hasimi Rafsanjani H. Hisyam Pahlevi Ido Bonar Sinaga Imade Silaban Indah Purnama Harahap Indi Sajiwo Ivan Yolessa Butar-Butar Johanes Mikael Simanulang Karsadi Warman Karten Malau Kerub Henpra Gokniel Lasnita Manurung Liztia Dwitami Adriani Luthfan Minhal Mardohar Aritonang Maria Evatri Tampubolon Michael Samuel Mitra Junetris Tarigan Muhammad Fajar Arfani Muhammad Imam Al Hakim Muhammad Yusuf Mustafa Parlindungan Nazif Ichwan Netty Sinaga Noviyana Tanjung Octo Fandi Sinaga Olan Samuel K. Sinaga Putri Candra Ayu Reni Rhys Rian Hidayat Lubis Rinal Arnando Rizki Aminullah Lubis Saipul Bahri Daulay Sariani Sariani Sarip Muda Siregar Shella Kairunisa Stephanus K. Suci Hasti Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggabean Sulastri Panggaben Sumono Sumono Sumono Sumono Sumono Sumono Suryadi Suryadi Swastika Nusantari Syahnan Riady Nasution T.Anwar Faiz Tantry Meilany Siregar Tarida Lestari Lumbangaol Tri Ayu Purnamasari Willian Putra Marbun Wilson Lapiga Ginting Yoga Purnama Noor Zulhakki Zulhakki