Adian Rindang
Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KARAKTERISTIK KERTAS BERBAHAN BAKU AMPAS TEBU DAN SAMPAH KERTAS (Characteristics of Paper From Sugar Cane Biomass and Waste Paper) Adita Vitaloka; Ainun Rohanah; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.517 KB)

Abstract

ABSTRACT Medan produce many sugarcane biomass everyday. To reduce environment contamination caused by sugarcane biomass, a countermeasures is needed, one of them is making recycle paper from sugarcane biomass and waste paper. The research was aimed to find the characteristics of paper based on sugarcane biomass and waste paper use with difference NaOH concentration. The research used randomized block design with sugarcane biomass concentration (0%, 50%, and 100%). Parameters measured were grammage, tensile and tearing strength. The resulting paper can be categorized as an art paper and the optimum condition to achieve best quality paper prepared from concentration of 100% pulp with grammage of 0,1456 g/m2, tensile strength of  0,1641 Mpa, and tear strength of  4,6888 N/mm. Keywords : sugarcane biomass, waste paper, pulp composition, paper. ABSTRAK Kota Medan menghasilkan banyak limbah ampas tebu setiap harinya. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan oleh ampas tebu tersebut maka dibutuhkan usaha untuk menanggulanginya, salah satunya dengan pembuatan kertas daur ulang dengan bahan baku ampas tebu dan sampah kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kertas yang dibuat dari pulp ampas tebu dan pulp sampah kertas.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yaitu komposisi ampas tebu (0%, 50% dan 100%).Parameter yang diamati gramatur, kekuatan tarik dan ketahanan sobek.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH tidak berpengaruh nyata. Kertas yang  dihasilkan dapat dikatagorikan sebagai kertas seni dengan hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi kertas 100% (200 gr sampah kertas) dengan gramatur sebesar 0,1456 g/m2, kekuatan tarik sebesar 0,1641Mpa dan nilai ketahanan sobek sebesar 4,6888 N/mm.   Kata kunci : ampas tebu, sampah kertas, komposisi pulp, kertas
UJI BERBAGAI KOMODITAS PERTANIAN MENGGUNAKAN ALAT PENGIRIS KENTANG MEKANIS TIPE SPIRAL (Various Agricultural Commodities Test Using Mechanically Spiral Potato Slicer) Desmon Putra Sianturi; Ainun Rohanah; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.928 KB)

Abstract

ABSTRACT Post-harvest processing is useful to increase the production of agricultural produce into products which have a higher economic value compare to before processing. This study was aimed to calculate the effective capacity of the tool, uncut the material, the material that left in the appliance, and organoleptic value of chips produced by mechanical spiral slicer from some agricultural commodities, namely potatoes, cassava, yams and taro. Parameter observed were the effective capacity of the tool, the uncut material, the material that was left in the device, and organoleptic test. The results showed that the four commodities, had no significant  effect on the effective capacity of the tools and tools and organoleptic values ( crispness and aroma) but the four commodities had significant effect on the material cut, the left material and value of organoleptic taste. Key words: potato, cassava, yams, taro. ABSTRAK   Pengolahan pasca panen berguna untuk meningkatkan produksi pengolahan hasil pertanian menjadi produk  olahan yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kapasitas efektif alat, bahan yang tidak teriris, bahan yang tertinggal di dalam alat, dan nilai organoleptik keripik yang di  hasilkan alat pengiris spiral mekanis pada beberapa komoditas pertanian yaitu kentang, singkong , ubi rambat dan talas. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, bahan yang tidak teriris, bahan yang tertinggal di dalam alat, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukan bahwa keempat bahan memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap kapasitas efektif alat dan nilai organoleptik  kerenyahan dan organoleptik aroma namun  Perlakuan keempat bahan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bahan yang tidak teriris, bahan yang tertinggal di alat dan nilai organoleptik rasa.   Kata kunci : kentang, singkong, ubi rambat, talas.
UJI KOMPOSISI BAHAN BAKU TERASI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENCETAK TERASI (Shrimp Paste Composition Test Using Shrimp Paste Molder) Suwandi Suwandi; Ainun Rohanah; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.059 KB)

Abstract

ABSTRACT Shrimp paste is one kind of fermented fish or shrimp that only have salting treatment and then left for several days in order to allow fermentation process happened. This research was purposed to test the composition of shrimp paste using shrimp paste molder and the shrimp paste quality produced. Parameters observed were percentage of remained material inside equipment, acid insoluble ash content, protein content, number of E.coli, water content, and organoleptic tests. The results showed that the combination of shrimp paste raw material had significant effect on percentage of remained material inside equipment, acid insoluble ash content, water content, and organoleptics test but had no significant effect on protein content and number of E.coli. Salt ratio had significant effect on percentage of remained material inside equipment, acid insoluble ash content, water content, and organoleptics test but had no significant effect on protein content and number of E.coli. Key words: shrimp paste, composition, shrimp, fish, salt. ABSTRAK   Terasi adalah salah satu produk hasil fermentasi ikan atau udang yang hanya mengalami perlakuan penggaraman, kemudian dibiarkan beberapa hari agar terjadi proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji komposisi bahan baku terasi dengan menggunakan alat pencetak terasi dan kualitas terasi yang dihasilkan. Parameter yang diamati adalah persentase bahan tertinggal dalam alat, kadar abu tak larut dalam asam, kadar protein, jumlah bakteri E.coli, kadar air, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan baku terasi berpengaruh nyata terhadap persentase bahan tertinggal dalam alat, kadar abu tidak larut dalam asam, kadar air, dan uji organoleptik namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein dan kadar bakteri E. coli. Kadar garam berpengaruh nyata terhadap persentase bahan tertinggal dalam alat, kadar abu tidak larut dalam asam, kadar air, dan uji organoleptik namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein dan kadar bakteri E. coli.   Kata kunci: terasi, komposisi, udang, ikan, garam.
RANCANG BANGUN MATA PISAU PADA ALAT PEMBUAT SARI KEDELAI (Test of Blades on The Soymilk Maker (Glycine Max) Mhd Fadil; Saipul Bahri Daulay; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.938 KB)

Abstract

ABSTRACT Soybean is a shrubs crop that grow upright. In the form of soy protein, it can be used as an industrial material that is processed into foods, such as: milk, MSG, pastries, candies and edible meat industry. Crusher knife is one of the main components in the soymilk maker, which plays as crusher that crush soybeans into perfect soymilk. This research  was aimed to design, test, analyze and compare the effectiveness between  two types of crusher knives with blades of different shapes to be applied on soymilk maker. The parameters observed were the effective capacity of the tool, yield, economic analysis, cost of digestion of soy beans, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR). The results showed the capacity of the equipment are 6.14 kg/h, the yield obtained in making the soymilk using a non serrated knife was 64.4%, while using a serrated knife was 61.84%, cost of manufacture of soymilk was Rp. 1903.18/kg in the  year 1, Rp. 1813.04/kg in year 2, Rp. 1783.02/kg in year 3, Rp. 1724.18/kg in year 4, and Rp. 1722.72/kg in year 5, break even point it was 31.860 kg/year, Net present value of this equipment with an interest rate of 8% was Rp. 189.285.7881,7 and its internal rate of return was 47%, then the equipment was worth to used. Keywords: blade, soymilk maker. ABSTRAK Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue-kue, permen dan daging nabati. Pisau penghancur merupakan salah satu komponen utama pada alat pembuat sari kedelai, dimana pisau penghancur berperan sabagai penghancur kedelai sehingga menjadi sari kedelai yang sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, menguji, menganalisis serta membandingkan tingkat efektivitas antara dua jenis pisau penghancur dengan bentuk mata pisau yang berbeda terhadap penggunaannya pada alat pembuat sari kedelai. Parameter yang diamati adalah Kapasitas efektif alat, Rendemen, Analisis ekonomi, Biaya pelumatan biji kedelai, Break Even Point (Perhitungan Titik Impas), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan kapasitas alat  6,14 kg/jam, Rendemen yang didapat pada alat pembuat sari kacang kedelai dengan menggunakan pisau tidak bergerigi adalah sebesar 64,4%, sedangkan menggunakan pisau bergerigi adalah 61,84%, biaya pembuatan sari kedelai sebesar Rp. 1.903,18/kg pada tahun pertama, Rp. 1.813,04/kg pada tahun ke-2, Rp. 1.783,02/kg pada tahun ke-3, Rp. 1.724,18/kg pada tahun ke-4, dan Rp. 1.722,72/kg tahun ke-5, break even point apabila telah menghasilkan sari kedelai dengan memproses kedelai sebanyak 31.860 kg/tahun, Net present value alat ini dengan suku bunga 8% adalah Rp. 189.285.7881,7 dan Internal rate of return pada alat ini adalah sebesar 47%, berarti alat ini layak untuk diusahakan. Kata kunci : mata pisau, alat pembuat sari kedelai.
PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL BERBAHAN DASAR SABUT KELAPA (Cocos nucifera L.) (Manufacture Of Particle Board Made from Coconut Fiber) Lisbeth Dameriahni Sijabat; Ainun Rohanah; Adian Rindang; Rudi Hartono
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.149 KB)

Abstract

ABSTRACT. Coconut fiber is waste which has high cellulose that can be used as a raw material for particle board. This study was aimed to determine the effect of concentration of isocyanate adhesive to the physical and mechanical properties of particle board as well as to determine the optimal level of adhesive in the manufacture of particle board from coconut  fiber (Cocos nucifera L.).  The particle board was  made with a dimension of  1 cm x 25 cm x 25 cm, with density of  0,7g/cm3. Variant in this study was isocyanates 5, 7, dan 9%. Parameters measured were density, moisture content,  swelling thickness, DSA, Modulus of Rupture and Modulus of Elasticity of the  particle board. The results will determine with SNI 03-2105-2006 standard. The results showed that the value of physical properties of particle board made from coconut fiber is density, moisture content,and swelling thickness during 2 hours   were comply with the SNI 03-2105-2006, while on swelling thickness  during 24 hours only the 9% isocyanates comply with the standard. In the case of mechanical properties of the  particle board,  only modulus of rupture  comply with  the standard and  the value of modulus of elasticity not comply the SNI 03-2105-2006 standard. Optimal levels in this adhesive study was 9%  isocyanates content. Keywords : Coconut fiber, Isocyanates Adhesives, Particle Board ABSTRAK   Sabut kelapa merupakan limbah  yang memiliki unsur selulose yang tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan baku papan partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar perekat isosianat terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel serta untuk mengetahui kadar perekat optimal dalam pembuatan papan partikel berbahan dasar sabut kelapa.  Bahan baku yang digunakan adalah sabut kelapa dan perekat isosianat. Papan partikel  dibuat dengan ukuran 1 cm x 25 cm x 25 cm, dengan target kerapatan 0,7 g/cm3. Variasi dalam penelitian ini adalah kadar perekat isosianat 5, 7, dan 9%. Parameter yang diamati adalah kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, daya serap air, modulus patah dan modulus lentur papan partikel. Data yang diperoleh akan dibandingkan dengan standar SNI 03-2105-2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  sifat fisis papan partikel berbahan dasar sabut kelapa yaitu kerapatan, kadar air dan pengembangan tebal 2 jam telah memenuhi standar SNI 03-2105-2006, sedangkan pengembangan tebal  24 jam, hanya kadar perekat isosianat 9% yang memenuhi standar.  Hasil pengujian sifat mekanis, hanya nilai MOR yang memenuhi standar, sedangkan nilai MOE tidak ada yang memenuhi standar. Kadar perekat yang optimal dalam penelitian ini adalah kadar perekat 9%   Kata Kunci : Sabut Kelapa, Perekat Isosianat, Papan Partikel
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI LIMBAH KULIT PISANG RAJA (Musa textilia) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS FISIK AIR (Preparation of Activated Carbon From Plantain Skin Waste to Improve The Physical Quality of Water) Doni Pandapotan Simangunsong; Ainun Rohanah; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.742 KB)

Abstract

ABSTRACT Activated carbon is a material that has a high carbon content that can be made from organic and inorganic materials, in condition the materials have a porous structure. The research aims to determine the characteristic of moisture content, ash content and the volatile matter of activated carbon from Musa textilia as well as to improve physical quality of the water. The results of research indicated that moisture content, ash content and volatile matter of activated carbon from Musa textilia were 3.8%, 4.8% and 95.46% respectively. The application of activated carbon in water indicated that colour of the water was 82 TCU, total dissolved solid was 306.7 mg/L, and the water had charcoal smell. The produced water does not reach the water quality standard, while the temperature of the water after application of activated carbon was 27oC and water turbidity was 10 NTU and was in compliance with water quality standard. Key words: activated carbon, plantain skin waste, physical quality of water ABSTRAK   Arang aktif merupakan material yang memiliki kadar karbon tinggi yang dapat dibuat dari bahan organik maupun anorganik, dengan syarat bahan tersebut mempunyai struktur pori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kadar air, kadar abu dan bagian yang hilang pada arang aktif kulit pisang raja (Musa textilia) serta untuk meningkatkan kualitas fisik air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif kulit pisang raja (Musa textilia) menghasilkan kadar air, kadar abu dan bagian yang hilang sebesar 3,8%, 4,8% dan 95,46%. Hasil pengaplikasian arang aktif pada air menghasilkan  warna air sebesar 82 TCU, zat padat terlarut sebesar 306,7 mg/L, serta air berubah menjadi berbau arang. Hasil tersebut belum memenuhi standar mutu air bersih, sementara suhu air adalah 27oC serta nilai kekeruhan air sebesar 10 NTU dan sudah sesuai dengan standar mutu air bersih.   Kata kunci: Arang aktif, limbah kulit pisang raja, kualitas fisik air
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA PERTANIAN PALAWIJA (Decision Support System to Determine Horticultural Farm Feasibility) Edo Yohansen Dalimunthe; Lukman Adlin Harahap; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.874 KB)

Abstract

ABSTRACT When running farm business, farmers often do not know whether their farm will gain profit or not and how much the estimation of the profit that can be gained. Things like that happened because they are not doing business investation analysis previously or in this case farm business analysis to find out their farm feasibility. These things often are not done because farmers do not know how to do farm feasibility analysis or if they knew, it would take much time to do it manually. Decision Support System to Determine Palawija Farm Feasibility was made so the farmers can do farm business feasibility analysis easily and quickly. Decision Support System to Determine Palawija Farm Feasibilitywas made in android smartphone application. The farm analysis consisted of Break Even Point (BEP), Return Cost Ratio (R/C), Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR). Keywords: Business Feasibility Analysis, Decision Support System, Farm ABSTRAK Ketika melakukan usaha tani, petani sering kali tidak mengetahui apakah usaha tani yang dilakukannya akan menghasilkan keuntungan atau tidak dan berapa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh. Hal ini dikarenakan petani tidak lebih dahulu melakukan analisis investasi bisnis atau dalam hal ini analisis usaha tani untuk mengetahui kelayakan usaha taninya. Sering kali hal ini tidak dilakukan karena petani tidak mengetahui cara melakukan analisis kelayakan usaha tani tersebut atau jika petani tersebut mengetahui analisis kelayakan usaha tani, maka akan memakan waktu lama jika dilakukan penghitungan manual. Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Usaha Budidaya Pertanian Palawija dibuat agar petani dapat melakukan analisis kelayakan usaha taninya secara mudah dan cepat. Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Kelayakan Usaha Budidaya Pertanian Palawija dibuat dalam bentuk aplikasi smartphone android. Adapun analisis usaha tani yang dilakukan adalah Break Even Point (BEP), Return Cost Ratio (R/C), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR).   Kata kunci: Analisis Kelayakan Usaha, Sistem Pendukung Keputusan, Usaha Tani
RANCANG BANGUN ALAT PEMISAH LIDI KELAPA SAWIT (Design and Construction of Mid Rib Palm Separator) Martin Surya Marpaung; Achwil Putra Munir; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.638 KB)

Abstract

ABSTRACT Palm tree is a plantation comodity that is profitable if produced in large scale. At stem of plam tree there are palm leaf rib that can be used to make paper and asbestos. This research was aimed to design, construction and examine of palm leaf rib separator. This research was conducted by literature study and observations of palm leaf rib separator. The result showed that the effective capacity was 1,118 kg/hour. Percentage of defect at palm leaf rib separator was 11,41%. Main  cost  in the first year was Rp  1.647,114/kg , Rp 1.662,244/kg fo the second year, Rp 1.678,486/kg for the third year and Rp 1695,962/kg for the fourth year. BEP in the palm leaf rib separator was 929,649 kg for the first year, 979,406 kg for the second year, 1032,89 kg for the third year and 1090,404 kg for the fourth year. NPV at 7,5% was Rp 2.386.247,2536/year and NPV trial at 9,5% was Rp 2.825.981,977/year. Keyword : Effective Capacity, Mid Rib Palm Separator, Palm Steam ABSTRAK   Kelapa sawit merupakan komoditi perkebunan yang menguntungkan apabila diproduksi dalam skala besar. Pada pelepah kelapa sawit terdapat tulang anak daun (leaflet) atau bisa disebut dengan lidi yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan kertas dan asbes. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, membuat dan menguji alat pemisah lidi kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur dan melakukan pengamatan pada alat pemisah lidi kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas efektif alat sebesar 1,118 kg/jam. Persentase kerusakan hasil pada alat pemisah lidi kelapa sawit sebesar 11,41%. Biaya pokok operasional  alat  pemisah  lidi  kelapa sawit sebesar, Rp 1.647,114/kg  untuk  tahun pertama, Rp 1.662,244/kg untuk tahun kedua,       Rp 1.678,486/kg untuk tahun ketiga dan Rp 1695,962/kg untuk tahun keempat. BEP pada alat pemisah lidi kelapa  sawit  sebesar  929,649 kg pada  tahun  pertama, 979,406 kgpada tahun kedua, 1032,89 kg pada tahun ketiga dan 1090,404 kg pada tahun keempat. NVP alat pemisah lidi  kelapa sawit  pada 7,5% sebesar Rp 2.386.247,2536/tahun dan NVP dengan suku bunga coba-coba 9,5% sebesar Rp 2.825.981,977/tahun.   Kata kunci : alat pemisah lidi, pelepah kelapa sawit, kapasitas efektif.
UJI PENGARUH KONDISI BAHAN DAN LAMA WAKTU PENYULINGAN PADA ALAT PENYULING TIPE UAP DAN AIR TERHADAP RENDEMEN MINYAK ATSIRI TANAMAN KENCUR (Kaempfaria Galanga, L) (Study of The Effect of Material Conditions and Distillation Time (using Essential Oil Steam Dea Annisa Putri; Saipul Bahri Daulay; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.368 KB)

Abstract

ABSTRACT   Kaempfaria Galanga, L is one of the medicinal plant and has been widely recognized in Indonesia. This plant also one of the essential oil resources which is being developed because of its high economic value. This research was aimed to know the effect of dried material condition and distillation time on the yield of the oil. The Kaempfaria Galanga oil was isolated by steam and water distillation. Treatments in this research were dried material condition by 3 level (18, 20 and 22 hours), and distillation time by 3 level (3, 4 and 5 hours). This experiment used three repetitions using factorial complete random design. Based on this research, it was summarized that the best yield was 0,28% with condition of 20 hours drying and 3 hours distillation. The colour of Kaempfaria Galanga oil was yellow-red and solubility in alcohol 90% was (1 : 1 –      1 : 2,5). Keywords : Kaempfaria Galanga, Essential oil, Yield. ABSTRAK   Kencur merupakan salah satu jenis tanaman obat dan merupakan tanaman yang sudah dikenal luas di Indonesia. Tanaman ini juga merupakan salah satu jenis tanaman penghasil minyak atsiri yang sedang diusahakan untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi kering bahan dan lama penyulingan terhadap rendemen minyak yang dihasilkan. Isolasi minyak kencur dilakukan dengan metode penyulingan uap dan air. Perlakuan dalam penelitian ini adalah kondisi kering bahan dengan 3 taraf (18, 20 dan 22 jam) dan lama penyulingan dengan 3 taraf (3, 4 dan 5 jam). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan tiga kali ulangan. Dari hasil penelitian diperoleh rendemen minyak terbaik dari kombinasi perlakuan kondisi bahan pengeringan 20 jam dan lama penyulingan 3 jam dengan rendemen 0,28%. Warna minyak kencur adalah kuning-merah dan kelarutan dalam alkohol 90% 1 : 1.   Kata Kunci : Kaempfaria Galanga, L., Minyak Atsiri, Rendemen.
UJI KOMPOSISI BAHAN BAKU TERASIPADA ALAT PENUMBUK MEKANIS (Shrimp Paste Composition Test in Mechanical Pestle) Siti Khadijah; Ainun Rohana; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.515 KB)

Abstract

ABSTRACT Shrimp paste is a kind of flavoring distinctive smell of food , fermented shrimp or fish with salt or a mixture of both , with or without other additives are permitted .The composition of the raw material paste is the main thing that needs to be considered in making paste. This research was purposed to test  the water content, organoleptic (color, tast, aroma) and the number of bacteria E.coli paste produced mechanical pestle.This study uses a completely randomized design (CRD) non factorial consisting of one factors: the composition of the raw material paste with 3 repetitions, that is A1 = 1 kg shrimp + 100 g of salt + 250 mL of water, A2 = 1 shrimp + kg 100 g of salt + 500 mL of water, A3 = 1 kg shrimp + 100 grams of salt + 750 mL of water. The parameters observed water content, organoleptic (color, taste, aroma) and the number of E. coli bacteria The results showed the percentage of water content ranged from 15.10 to 20.22 %; organoleptic value of color ranges from 2.67 to 4.2; organoleptic taste value ranging from 2.8 to 4.2; aroma organoleptic values ​​ranged from 2.7 to 4.06; and there are no E. coli cells in the resulting paste.  Keywords : Paste, Composition, Shrimp,Water.  ABSTRAK   Terasi adalah suatu jenis bahan penyedap makanan yang berbau khas, hasil fermentasi udang atau ikan atau campuran keduanya dengan garam, dengan atau tanpa bahan tambahan lain yang diijinkan. Komposisi bahan baku terasi merupakan hal utama yang perlu diperhatikan dalam pembuatan terasi. Penelitian ini untuk menguji kadar air, organoleptik (warna, rasa, aroma) dan jumlah bakteri E.coli terasi yang dihasilkan alat penumbuk mekanis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 1 faktor yaitu komposisi bahan baku terasi dengan 3 kali ulangan, yaitu A1= 1 kgudang+100 g garam+250 mL air, A2= 1 kg udang+100 ggaram+500 mL air, A3= 1 kg udang+100 g garam+750 mL air. Parameter yang diamati meliputi kadar air, organoleptik (warna, rasa, aroma) dan jumlah bakteri E.coli. Hasil penelitian menunjukkan persentase kadar air berkisar 15,10-20,22%; nilai organoleptik warna berkisar2,67-4,2; nilai organoleptik rasa berkisar  2,8-4,2; nilai organoleptik aroma berkisar 2,7-4,06; dan tidak terdapat bakteri E.coli pada terasi yang dihasilkan. Kata kunci: Terasi, Komposisi, Udang, Air.