Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN PANEN DI KEBUN TANJUNG KASAU (Studi Kasus : Desa Perkebunan Tanjung Kasau, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara) Aditya Mulia Sembiring; Hasman Hasyim; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK Aditya Mulia Sembiring (130304003) dengan judul skripsi Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Panen Kebun Tanjung Kasau. Studi kasus: Desa Perkebunan Tanjung Kasau, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara yang dibimbing oleh bapak Dr. Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si sebagai ketua komisi pembimbing dan ibu Siti Khadijah H.N., SP., M.Si sebagai anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisis pengaruh karakteristik karyawan terhadap kompensasi finansial yang diterima karyawan (2) untuk mengetahui pengaruh peraturan kerja karyawan terhadap produktivitas kerja karyawan (3) untuk mengetahui pengaruh kompensasi finansial karyawan terhadaap kinerja karyawan (4) untuk mengetahui pengaruh kompensasi non finansial karyawan terhadap kinerja karyawan. Metode penelitian yang digunakan dalam penentuan daerah penelitian secara purvosive (sengaja). Metode penentuan jumlah sampel digunakan metode slovin diperoleh sebanyak 64 sampel karyawan. Untuk pengambilan sampel digunakan metode Sample Random Sampling. Sampel adalah karyawan panen. Metode analisis data yang digunakan dalam penilitian ini adalah Metode Regresi Linear Berganda dan Metode Skoring dengan menggunakan Skala Likert. Hasil Penelitian menunjukan bahwa, (1) variabel umur, pendidikan, masa kerja, pendapatan dan jumlah tanggungan berpengaruh dan signifikan terhadap kompensasi finansial, (2) peraturan kerja di Kebun Tanjung Kasau berpengaruh terhadap produktivitas karyawan, (3) kompensasi finansial Kebun Tanjung Kasau berpengaruh terhadap kinerja karyawan, (4) kompensasi non finansial di Kebun Tanjung Kasau berpengaruh terhadap kinerja karyawan.   Kata Kunci: Kinerja, karyawan panen, Kompensasi finansial, Kompensasi non finansial
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN MENURUT POLA PENDAPATAN DAN PENGELUARAN NELAYAN (Studi Kasus : Desa Jago-jago, Kec. Badiri, Kab. Tapanuli Tengah) Syaripah Wulandari; Hasman Hasyim; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Syaripah Wulandari (130304005) dengan judul skripsi Analisis Tingkat Kesejahteraan Nelayan Menurut Pola Pendapatan dan Pengeluaran Nelayan di Desa Jago-jago Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah. Dibimbing oleh Bapak Dr.Ir. Hasman Hasyim, M.Si dan Ibu Emalisa, SP, M.Si. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola pendapatan rumah tangga nelayan, untuk mengetahui pola pengeluaran rumah tangga nelayan, menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi (umur, pendidikan, lamanya melaut, jumlah tanggungan, dan modal) terhadap total pendapatan nelayan, menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi (umur, pendidikan, lamanya melaut, jumlah tanggungan, dan modal) terhadap total pengeluaran nelayan, serta tingkat kesejahteraan nelayan di Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif untuk mengetahui pola pendapatan dan pola pengeluaran nelayan, metode analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristik sosial ekonomi terhadap total pendapatan dan total pengeluaran nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan di daerah penelitian tergolong dalam tingkat kesejahteraan sedang, pola pendapatan nelayan lebih besar dari kegiatan perikanan daripada non perikanan, konsumsi rumah tangga nelayan lebih dominan pada konsumsi pangan.   Kata Kunci : Nelayan, tingkat kesejahteraan, pola konsumsi
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) (Studi Kasus: Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai) Tio Bella Audina Sitorus; Hasman Hasyim; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tio Bella Audina Sitorus (130304009) dengan judul skripsi Strategi Pengembangan Budidaya Udang Vanname (Litopenaeus vannamei). Studi Kasus Desa Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si., selaku ketua komisi pembimbing dan Siti Khadijah N, S.P, M.Si., selaku anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan budidaya udang vanname dan menganalisis strategi pengembangan budidaya udang vanname di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, SWOT dan korelasi sederhana Pearson. Responden untuk petani yang melakukan budidaya udang vanname dengan menggunakan metode sensus yaitu sebanyak 3 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 11 (sebelas) faktor-faktor internal dalam pengembangan budidaya udang vanname di Desa Bogak Besar, (2) terdapat 9 (sembilan) faktor-faktor eksternal dalam pengembangan budidaya udang vanname di Desa Bogak Besar, (3) strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah pada kuadran I yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy), (4) terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik sosial ekonomi petani biaya produksi terhadap pendapatan petani budidaya udang vanname sedangkan antara karakteristik sosial ekonomi petani umur, pendidikan, jumlah tanggungan, lamanya berusahatani dan luas tambak tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap pendapatan petani budidaya udang vanname, (5) petani sampel mengalami hambatan dalam budidaya udang vanname dan dapat diatasi secara swadaya oleh petani udang vanname tambak. Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Analisis SWOT, Karakteristik Sosial Ekonomi, Pendapatan
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN ASPARAGUS (Studi Kasus: Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo) David Koko Naibaho; Hasman Hasyim; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK David Koko Naibaho (130304145) dengan judul penelitian “Analisis Usahatani dan Pemasaran Asparagus”. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. H. Hasman Hasyim, M. Si sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Bapak Dr. Satia Negara Lubis, M. Ec sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengelolaan usahatani asparagus, untuk mengetahui besar biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani asparagus, untuk mengetahui kelayakan finansial usahatani asparagus dan untuk mengetahui  saluran pemasaran asparagus di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, tabulasi sederhana dan analisis kelayakan. Responden untuk petani yang melakukan usahatani asparagus dengan menggunakan metode sensus yaitu sebanyak 15 petani. Hasil penelitian diperoleh pengelolaan usahatani asparagus di daerah penelitian layak diusahakan dengan rata-rata nilai R/C adalah 2,56. Terdapat 2 saluran pemasaran asparagus di daerah penelitian yaitu Saluran I adalah petani, pedagang pengumpul, konsumen. Saluran II adalah petani, pedangan pengumpul, pedagang pengecer, konsumen. Kedua saluran pemasaran asparagus sudah efisien karena nilai E >1 yaitu 1,58 dan 2,64. Kata Kunci: Asparagus, Usahatani, Pendapatan, Analisis Finansial, Pemasaran
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN SALAK (Studi Kasus: UD. Salacca, Parsalakan, Desa Aek Nabara, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan) Tika Agustina Mora; Satia Negara Lubis; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tika Agustina Mora: Analisis Nilai Tambah Pengolahan Salak (Studi Kasus: UD. Salacca, Parsalakan, Desa Aek Nabara, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan), dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec. dan Bapak Dr. Ir. Hasman Hasyim, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan kecap salak, madu salak, sari salak narara (merah), dan kopi salak, untuk menganalisis besar nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan buah salak menjadi kecap salak, madu salak, sari salak narara (merah), dan kopi salak, dan untuk menganalisis perbandingan nilai tambah kecap salak dan kopi salak, madu salakdan kopi salak, dengan sari salak narara (merah) dan kopi salak. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode perhitungan nilai tambah Hayami. Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan daerah penelitian yaitu secara purposive atau secara sengaja memilih UD. Salacca. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwaproduk kopi salak mempunyai nilai tambahlebih besar dibandingkan dengan produk kecap salak, madu salak dan sari salak narara (merah). Produk kecap salak dan kopi salak merupakan produk olahan dengan nilai tambah lebih besar dibandingkan dengan produk olahan madu salak dan kopi salak maupun sari salak narara (merah) dan kopi salak.   Kata Kunci: Salak, Nilai Tambah, Pengolahan Salak
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK KAMBING (Studi Kasus : Desa Pegajahan Kecamatan Pegejahan Kabupaten Serdang Bedagai) Albert Ifolala Zebua; Hasman Hasyim; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 1 (2017): Volume 8. No. 1 Juli 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ALBERT IFOLALA ZEBUA (130304167/AGRIBISINIS) dengan judul Analisis Kelayakan Usaha Ternak Kambing (Studi Kasus : Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai). Peneliti dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. M. Jufri, M.Si sebagai anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan modal usaha ternak kambing sebanyak 10 ekor di daerah penelitian, mengetahui berapa besar penerimaan produksi dari usaha ternak kambing sebanyak 10 ekor, untuk mengetahui berapa besar pendapatan usaha ternak kambing sebanyak 10 ekor, menganalisis kelayakan usaha ternak kambing sebanyak 10 ekor dan mengetahui pengaruh karakteristik sosial ekonomi terhadap pendapatan usaha ternak kambing. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus kelayakan yaitu R/C , BEP, ,ROI dan metode analisis linear berganda alat bantu SPSS 16. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan sampel dengan teori Bailey dengan jumlah sampel 30 peternak. Penelitian ini dilakukan bulan Juni tahun 2017. Hasil penelian menunjukkan bahwa  ketersediaan modal dengan rincian dari segi jumlah dan waktu cukup tersedia ketika dibutuhkan. Penerimaan rata-rata peternak kambing untuk 10 ekor kambing adalah Rp 13.852.000 Pendapatan rata-rata peternak kambing untuk 10 ekor kambing adalah  Rp 1.867.000. Usaha ternak kambing layak dilakukan karena indikator-indikator kelayakan sudah terpenuhi. Dengan rincian nilai R/C ratio 1,16 ,BEP harga telur Rp 1.198.400 dan ROI 21 %. Karakteristik Sosial Ekonomi Peternak secara parsial menunjukkan bahwa koefisien variabel bebas umur dan pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat pendapatan usaha ternak, sedangkan variabel jumlah tanggungan, lama berusaha ternak dan luas kandang secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel terikat pendapatan usaha ternak. Kata Kunci : Kelayakan, Karakteristik Sosial Ekonomi, Peternak Kambing
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN PETANI DALAM MELAKUKAN USAHATANI SAYURAN HIDROPONIK DI KOTA MEDAN Dwi Utari Sianturi; Diana Chalil; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK Dwi Utari Sianturi (130304131) dengan judul skripsi Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keputusan Petani dalam Melakukan Usahatani Sayuran Hidroponik di Kota Medan. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Ir. Diana Chalil, M.Si., Ph. D., selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Dr. Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si., selaku anggota komisi pembimbing. Di Kota Medan permintaan sayuran hidroponik semakin meningkat, namun jumlah produsennya masih sangat terbatas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan petani dalam mengusahakan usahatani sayuran hidroponik di Kota Medan. Data diperoleh dari 14 petani sayuran hidroponik dan 16 petani sayuran non hidroponik yang dipilih dengan menggunakan metode snowball. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan analisis kontingensi melalui uji Chi. Square. Hasil penelitian menunujukkan bahwa fakor-faktor yang berhubungan dengan keputusan petani dalam melakukan usahatani sayuran hidroponik di daerah penelitian adalah pendidikan, tingkat kosmopolitan, luas lahan, dan pendapatan. Sedangkan faktor seperti umur, lama usahatani dan jumlah tanggungan tidak mempengaruhi keputusan petani. Kata Kunci: sayuran hidroponik, keputusan, analisis kontingensi.
PENGARUH USAHATANI UBI KAYU (Manihot Utilisima L.) TERHADAP PENDAPATAN PETANI Fanny Sitompul; Hasman Hasyim; Iskandarini Iskandarini
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 7, No 6 (2017): Volume 7. No. 6 Juni 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian menganalisis pengaruh karateristik sosial ekonomi (luaslahan, umur, tingkat pendidikan, lamanya berusahatani, jumlah tanggungan dan jenis ubi) terhadap pendapatan. Menganalisis pengaruh biaya input produksi (biaya bibit, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya tenaga kerja dan biaya penyusutan alat) terhadap pendapatan. Untuk mengetahui masalah yang dihadapi petani ubi kayu dalam melakukan usahatani. Untuk mengetahui upaya petani ubi kayu dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan November Tahun 2016.Metode Penelitian dalam menentukan lokasi penelitian secara Purposive. Pengambilan sampel menggunakan metode Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 45 petani ubi kayu. Metode analisis yang digunakan adalah metode OLS (Ordinary Least Square) analisis regresi linear berganda dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan dari keseluruhan variabel bebas karateristik sosial ekonomi (luaslahan, umur, pendidikan, lamanya berusahatani, jumlah tanggungan dan jenis ubi) berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan. Secara parsial variabel luas lahan dan jenis bibit berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan. Sedangkan variabel bebas biaya input produksi (biaya bibit, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya tenaga kerja dan biaya penyusutan alat) secara serempak tidak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan. Secara serempak variabel biaya penyusutan alat berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan. Sedangkan variabel biaya bibit, biaya pupuk, biaya pestisida dan biaya tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan.Masalah yang dihadapi petani ubi kayu adalah hasil produksi ubi kayu hampir seluruh sampel petani banyak yang hilang, sehingga keamanan di dalam usahatani kurang kondusif. Rata-rata pendapatan petani usahatani ubi kayu rendah. Upaya-upaya petani ubi kayu dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya, antara lain: sesudah panen, hasil produksi ubi kayu para petani sebaiknya langsung disimpan di gedung agar ubi kayu tidak hilang. Dan membuat kegiatan jaga malam, agar tidak terjadi pencurian. Untuk meningkatkan pendapatan petani yang rendah, petani harus berusaha meningkatkan hasil produksi dan produktivitas setiap bulannya. Kata Kunci: Usahatani Ubi Kayu, Produksi, Biaya Produksi, Pendapatan