Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The Relationship Between Load Lifting Positions and Low Back Pain (LBP) Complaints Based on The Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) Among Porters at Kalimas Port Manado V. Damanik, Jelita; E.W. Moningka, Maya; Lintong, Fransiska; F. Rumampuk, Jimmy; R. Danes, Vennetia
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 1 (2024): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i1.325

Abstract

Introduction: Porters often face the risk of musculoskeletal injuries, including Low Back Pain (LBP), due to non-ergonomic working postures while lifting loads. LBP is a condition with an increasing prevalence, reaching 619 million cases in 2020 and projected to rise to 834 million by 2025. In Indonesia, the prevalence of joint disorders is recorded at 7.3%, while in North Sulawesi, the prevalence of musculoskeletal disorders reached 24.7% in 2018, with a significant increase in LBP cases in 2019. Objective: This study aims to analyze the relationship between load-lifting positions and LBP complaints using the Ovako Work Posture Analysis System (OWAS). Methods: This research is an analytical study with a cross-sectional design involving 40 porters at Kalimas Port, Manado. Data were collected through observation, the Nordic Body Map questionnaire, and work posture assessments using OWAS. Data analysis was conducted using the Spearman correlation test. Results and Discussion: Most workers exhibited non-ergonomic work postures, such as bending their backs (100%) and lifting loads heavier than 20 kg (10%). A total of 72.5% of workers reported varying intensities of LBP complaints. Statistical analysis revealed a significant relationship between load-lifting positions and LBP complaints (p<0.001) with a strong correlation (r=0.550). Conclusion: Non-ergonomic load-lifting positions are significantly associated with LBP complaints among porters at Kalimas Port, Manado. Ergonomic improvements are necessary to reduce the risk of injurie
The Effect of Body Mass Index (BMI) And Age On Range Of Motion (ROM) of Articulatio Talocruralis in the Elderly in Wioi Village, Regency. Southeast Minahasa Rumampuk, Jimmy Franky; Siada, Gracela Marchtica; Lintong, Fransiska; Danes, Vennetia Ryckerens; Moningka, Maya Esther Wullur; Pangemanan, Damayanti
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/hij.v2i1.14

Abstract

Background: The ROM value of a joint indicates the flexibility of that joint. An increase in BMI value is one of the factors that can cause ROM values to decrease and will affect muscle and joint strength. Several studies have linked increased BMI with decreased ROM where obese populations have limited ROM compared to non-obese populations. Objective: This study aims to determine the relationship between body mass index (BMI) and range of motion (ROM) of articulatio talocruralis in the elderly in Wioi Village, Regency. Southeast Minahasa. Methods: This study is an analytic observational study with a cross sectional approach. The instruments used in this study were digital scales and stature meters to measure BMI, and goniometers to measure ROM. The research sample was selected using simple random sampling technique. Data were tested using binary logistic regression analysis method. Results: Of the 51 respondents studied, binary logistic regression analysis showed an effect of BMI on Dorsiflexion (p = 0.023, β = -0.197) and Plantarflexion (p = 0.014, β = -0.254), but no effect of age on Dorsiflexion (p = 0.635, β = -0.022) and Plantarflexion (p = 0.173, β = -0.069). Conclusion: Body mass index (BMI) affects the range of motion (ROM) of articulatio talocruralis, but age does not affect the range of motion (ROM) of articulatio talocruralis in the elderly in Wioi Village, Regency. Southeast Minahasa.
Pengaruh Cold Water Immersion Terhadap Tingkat Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) Pasca-Latihan Sepak Bola pada Siswa SMA Negeri 3 Manado Koapaha, Brigitha Dinda; Lintong, Fransiska; Danes, Vennetia R.; Rumampuk, Jimmy F.; Moningka, Maya E.W.
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i12.32577

Abstract

Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) merupakan keluhan nyeri otot yang muncul 24–72 jam setelah aktivitas fisik intens, khususnya pada latihan sepak bola yang melibatkan kontraksi eksentrik dan beban fisik tinggi. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), banyak atlet muda menjalani latihan intens tanpa pengetahuan memadai mengenai pemulihan, sehingga rentan mengalami nyeri otot berkepanjangan. Kondisi ini menunjukkan perlunya metode pemulihan yang efektif, salah satunya Cold Water Immersion (CWI). Mengetahui pengaruh CWI terhadap tingkat DOMS pasca latihan sepak bola pada siswa SMA Negeri 3 Manado. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pre-test and post-test with control group. Sebanyak 22 responden laki-laki usia 14–18 tahun dipilih melalui teknik total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol (n=11) dan kelompok intervensi dengan CWI (n=11). Tingkat nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan McGill Pain Questionnaire (MPQ) pada tiga waktu pengukuran: pre-test, 24 jam pasca-latihan, dan 48 jam pasca-latihan. Data dianalisis secara deskriptif, diuji normalitas menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji homogenitas menggunakan Mauchly's Test of Sphericity, serta dianalisis menggunakan Friedman Test sebagai uji non-parametrik. Dilakukan pemeriksaan tingkat DOMS menggunakan VAS dan MPQ sebagai instrumen penelitian, yang dilihat dari hasil analisis data Friedman Test dengan nilai signifikansi < 0,001 (<0,05).  Terdapat pengaruh yang signifikan dari intervensi CWI terhadap tingkat DOMS pasca latihan sepak bola pada siswa SMA Negeri 3 Manado.
Hubungan Q-Angle Lutut Terhadap Keseimbangan Statis Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tahun 2024 Universitas Sam Ratulangi Dengan Indeks Massa Tubuh Overweight Hasiholan, Rudolf G.; Rumampuk, Jimmy F.; Lintong, Fransiska
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3747

Abstract

Kelebihan berat badan (overweight) dapat memengaruhi sistem muskuloskeletal, terutama ekstremitas bawah, dan berpotensi mengubah sudut Quadriceps angle (Q-Angle) serta menurunkan kemampuan keseimbangan statis tubuh. q-angle yang meningkat dapat menyebabkan ketidakseimbangan distribusi beban pada lutut, sehingga beresiko menimbulkan gangguan keseimbangan statis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Q-Angle Lutut terhadap Keseimbangan Statis pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dengan Indeks Massa Tubuh Overweight. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunnakan teknik purposive sampling dengan total 40 sampel. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelomok IMT normal  dan IMT overweight. Pengukuran q-angle dilakukan menggunakan goniometer dan pengukuran keseimbangan statis menggunakan metode Standing Stork Test. Analisis data menggunakan software SPSS versi 31 meliputi Uji Independen T-Test, Mann-Whitney, dan Uji korelasi menggunakan Korelasi Pearson. Adanya perbedaan signifikan antara rerata Q-Angle lutut kanan dan kiri pada kelompok IMT Normal dan Overweight (p<0,001). Adanya perbedaan signifikan antara rerata keseimbangan statis kiri dan kanan pada kelompok IMT Normal dan Overweight (p<0,001). Uji korelasi pearson pada kelompok IMT Overweight menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara Q-Angle dan Keseimbangan Statis (r = -0,648 kanan; r = -0,611 kiri; p<0,005). Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara q-angle lutut dan keseimbangan statis pada mahasiswa dengan IMT Overweight. Hubungan negatif ini menandakan semakin besar sudut Q-Angle, maka semakin rendah kemampuan keseimbangan statis pada mahasiswa fakultas kedokteran tahun 2024 Universitas Sam Ratulangi.
Hubungan Energi Kinetik dan Potensial dalam Gerakan Lay Up pada Pemain Bola Basket DBL Manado Independent School Warouw, Jovando T.; Moningka, Maya E.W.; Danes, Vennetia R.; Lintong, Fransiska; Rumampuk, Jimmy F.
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3786

Abstract

Teknik lay up melibatkan lari, lompatan, dan pelepasan bola ke ring, membutuhkan koordinasi biomekanika yang optimal untuk mencapai akurasi dan efesiensi gerak. Aspek pada teknik lay up dari sudut pandang fisika diantaranya energi kinetik & energi potensial, yang bergantung pada kemampuan fisik atlet. Pada saat atlet berlari energi kinetik yang berperan pada saat berakselerasi menuju ring, dan energi potensial pada saat mencapai ketinggian optimal untuk mencetak poin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up pemain bola basket tim DBL Manado Independent School. Metode yang digunakan observasional analisis korelasi, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up atlet basket. Penelitian ini hanya mengobservasi dan menganalisis hubungan dari kedua energi tersebut yang akan direkam dan dianalisis menggunakan Kinovea untuk menentukan energi kinetik dan energi potensial pada 3 fase yang berbeda. Data yang diperoleh kemudian diuji menggunakan uji pearson. Terdapat hubungan antar energi kinetik dan energi potensial yang ditandakan dengan r = 0,524 dan ?  < 0,05. Terdapat hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up yang ditandakan dengan penurunan energi kinetik dan peningkatan energi potensial sampai ke titik puncak
Pengaruh Serial Bodyweight Squat Terhadap Tinggi Lompatan Vertikal Pada Mahasiswa Laki-Laki Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Gerung, Alverdo Waraney Nathanael; Lintong, Fransiska; Rumampuk, Jimmy Franky
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3838

Abstract

Vertical jump is one of the important physical abilities that reflects the explosive power of the lower leg muscles, so it is often used to assess functional performance and explosive movement capacity. This ability is influenced by muscle strength and movement coordination. Bodyweight squats are a simple, easy-to-do exercise that has the potential to increase muscle strength and explosive ability without requiring additional equipment, making it relevant for students who generally have varied and limited physical activity. The purpose of this study was to determine the effect of serial bodyweight squats on vertical jump height in male students at the Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University. A quasi-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted to compare the results before and after the intervention, which were then analyzed using the Wilcoxon nonparametric test. Measurements of vertical jump height before and after a 4-week intervention on 44 subjects showed an increase in vertical jump height with a significance value of 0.000 (p<0.05). There is an effect of serial bodyweight squat training on vertical jump height in students.
Analisis Penurunan Torsi Fleksi Siku Sebagai Indikator Fatigue Selama Serial Dumbbell Bicep Curl Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Karel, Aurelio H.; Danes, Vennetia R.; Lintong, Fransiska; Moningka, Maya E.W.; Rumampuk, Jimmy F.
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7284

Abstract

Kemampuan otot untuk menghasilkan gaya akan menurun akibat kontraksi berulang, yang dikenal dengan istilah muscle fatigue. Penurunan ini dapat diukur secara objektif dengan pengukuran torsi, yang secara biomekanik menunjukkan efektivitas gaya otot terhadap sumbu rotasi sendi. Torsi fleksi siku, yang dihasilkan oleh kontraksi otot Biceps brachii, menjadi indikator penting dalam menilai performa otot ekstremitas atas. Namun, penggunaan alat pengukur torsi berbasis elektromiografi (EMG) atau alat isokinetik sering dianggap mahal dan kurang praktis untuk penelitian berskala mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan biomekanika berbasis analisis sudut eksternal dengan software Kinovea untuk menghitung torsi fleksi siku selama gerakan dumbbell bicep curl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat penurunan torsi fleksi siku yang signifikan sebagai indikator muscle fatigue selama serangkaian gerakan dumbbell bicep curl pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain within-subject repeated measures yang melibatkan 20 mahasiswa laki-laki berusia 18-25 tahun. Gerakan tiga set dumbbell bicep curl direkam dan dianalisis menggunakan Kinovea untuk menentukan sudut torsi fleksi siku, kemudian dihitung torsi secara manual. Data antar set diuji dengan Repeated Measures Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan torsi fleksi siku yang signifikan antar set (p < 0,001), dengan uji post-hoc Bonferroni menunjukkan semua perbandingan set bermakna. RPE juga meningkat seiring bertambahnya set. Torsi fleksi siku menurun secara signifikan selama serial dumbbell bicep curl, sehingga dapat digunakan sebagai indikator objektif muscle fatigue.
Hubungan Postur Tubuh Saat Bekerja dengan Nyeri Otot Postural Berdasarkan Penilaian Nordic Musculosceletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada Pegawai Administrasi di Universitas Sam Ratulangi Manalu, Raina A. R.; Danes, Vennetia R.; Moningka, Maya E.W.; Lintong, Fransiska; Rumampuk, Jimmy F.
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3020

Abstract

Latar Belakang : Gangguan musculoskeletal merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh pegawai kantoran, terutama akibat dari postur tubuh yang kurang ergonomis selama bekerja dalam durasi yang panjang. Tujuan : Mengetahui hubungan antara postur tubuh saat bekerja dan nyeri otot postural berdasarkan penilaian Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada pegawai administrasi Universitas Sam Ratulangi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 97 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penilaian postur tubuh dilakukan dengan metode RULA melalui analisis foto posisi kerja, sedangkan keluhan nyeri otot dinilai menggunakan NMQ dan VAS. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori risiko sedang berdasarkan penilaian RULA. Terdapat hubungan bermakna antara postur tubuh saat bekerja dengan keluhan nyeri pada beberapat bagian tubuh, yaitu leher atas (p<0,001), leher bawah (p<0,001), bahu kiri (p=0,005), bahu kanan (p<0,001), dan lengan kanan atas (p=0,002). Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan  antara postur tubuh saat bekerja dengan nyeri otot postural berdasarkan penilaian Nordic Musculosceletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada pegawai administrasi Universitas Sam Ratulangi.