Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Sosialisasi Koperasi oleh Mahasiswa KKN-T dalam Upaya Penguatan Kelembagaan Ekonomi Masyarakat di Dusun Tambak Nisa, khoirun; Anjani, Revi Putri Dwi; Pahlevi, Firdha Maudiyah; Marliantari, Sulistina; Putri Asrudi, Lutfia Ardita Mayra; Alfan Biroli; Junaedi, Abdus Salam; Zainuri, Muhammad
Keris: Journal of Community Engagement Vol. 5 No. 1 (2025): KERIS: Journal of Community Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/keris.v5i1.1385

Abstract

Village Unit Cooperatives (KUDs) have an important role in supporting the rural economy, but their institutional sustainability is often hampered by a lack of community understanding and weak cooperative management. This article aims to analyse KUD socialisation activities conducted by students of Trunojoyo University Madura's Thematic Community Service Program (KKN-T) as an effort to manage and strengthen cooperative institutions. This activity involved education on cooperative principles, training on administrative management, and providing strategic assistance to village communities. The implementation methods included a participatory approach through group discussions, simulations, and ongoing monitoring. The results showed that the socialisation successfully increased the community's understanding of the role of cooperatives, improved the administrative system, and increased community participation in cooperative management. In addition, KKN-T students acted as facilitators who bridged the needs of the community with the potential of the cooperative. In conclusion, cooperative socialisation activities by KKN-T students of Trunojoyo University Madura are a strategic step in strengthening cooperative institutions at the village level. These findings can serve as the basis for developing a cooperative empowerment model based on collaboration between universities and communities.
Peran Pengurus Senior Dalam Membangun Kepatuhan Santri Dipondok Pesantren Madura Moh. Kholilurrohman, Moh. Kholilurrohman; Biroli, Alfan; Dzulkarnain, Iskandar; Sari, Yuliana Windi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran pengurus senior dalam membentuk kepatuhan santri di Pondok Pesantren Madura. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional tidak hanya mendidik santri dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam aspek kedisiplinan dan karakter. Dalam konteks ini, pengurus senior berperan penting sebagai perpanjangan tangan pengasuh pesantren dalam menjaga ketertiban serta membina santri baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap pengurus dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus senior memiliki strategi khusus dalam menanamkan nilai kepatuhan kepada santri, terutama di tengah tantangan modernisasi yang mempengaruhi perilaku santri. Strategi tersebut mencakup hegemoni yang halus namun efektif, dengan menggabungkan ceramah keagamaan, penanaman nilai tawaduk, serta penerapan sanksi yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan santri tidak semata-mata muncul dari kesadaran pribadi secara cepat, melainkan lebih banyak terbentuk melalui proses internalisasi nilai-nilai pesantren yang dikomunikasikan secara terus-menerus oleh pengurus senior. Melalui pendekatan ini, kepatuhan diterima sebagai bagian dari tradisi dan perjalanan spiritual santri, bukan sebagai beban atau tekanan, sehingga menciptakan pola kepatuhan yang bersifat sukarela dan berkelanjutan.
Desa Karya Pandhi sebagai Representasi Pandai Besi Tradisional di Paterongan Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur Sari, Yuliana Windi; Prastiwi, Merlia Indah; Effendi, Masitah; Kusumawardhana, Indra Jaya; Biroli, Alfan; Mutmainah, Mutmainah
The Sociology of Islam Vol. 8 No. 1 (2025): June
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jsi.2025.8.1.1-18

Abstract

The village of Pandhi's work is a village whose community activities are traditional blacksmith craftsmen in Paterongan Village, Galis District, Bangkalan Regency, traditional blacksmith craftsmen are a form of community economic existence based on the community's ability to process metal and iron traditionally into tools used daily such as clurit, machetes, knives. The sustainability of this blacksmith craft business still requires further development, especially with regard to institutions and skills. The research method used to determine the existence of traditional blacksmith crafts uses qualitative research methods by collecting data by conducting interviews and observations to traditional blacksmith craftsmen. Based on the results of the study, it is known that this traditional blacksmith craft is a hereditary family business, Blacksmiths also work with the concept of full-time and part-time, their social activities as blacksmiths that make them have a “workshop” in each house that is used to process iron into tools that are ready for sale. The existence of this traditional blacksmith craft is not only related to how the community can survive but how socially, economically supported by the existence of this traditional blacksmith craft. Blacksmith crafts included in the informal sector require capacity building from relevant stakeholders such as the local district government so that the characteristics of traditional blacksmith crafts are not eroded by changes and the iron and metal processing industry on a large scale.
Socialization of Probiotic Propagation for Fish Farming in Tengket Village, Arosbaya, Bangkalan Junaedi, Abdus Salam; Zainuri, Muhammad; Biroli, Alfan; Marliantari, Sulistina; Anjani, Revi Putri Dwi; Pahlevi, Firdha Maulidyah; Putri Asrudi, Lutfia Ardita Mayra; Nisa', Khoirun
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 2, No 2: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v2i2.176

Abstract

Probiotic propagation is a process to enrich the number of probiotic cells through culture. Probiotics are good microorganisms that can live in the digestive system. Fish probiotics can be beneficial for fish because they help stabilize immunity and support fish growth. Probiotics help suppress the growth of pathogenic bacteria in fish farming. This socialization was carried out in Tengket village, Arosbaya District, Bangkalan. The aim of this activity is to make it easier for cultivators to obtain fish probiotics and minimize spending money on fish probiotics. Propagation of probiotics can be done by making a carrier media (3% molasses) which is mixed with probiotics using a ratio of 1:9 (probiotics: carrier media). Probiotic propagation is said to be successful if there is a change in color and there is sediment at the bottom of the container. Probiotics have benefits for fish farming to improve water quality, improve fish health, suppress pathogenic bacteria and feed efficiency. Another advantage of fish probiotics is that they can regulate the number of bacteria in the fish's digestive tract and produce lactic acid, as well as increasing the effectiveness of enzymes and feed digestibility.
PEMASARAN JAMU MADURA SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA PADA KEGIATAN CAR FREE DAY (CFD) DI KABUPATEN PAMEKASAN bawono, priyo sandi; Nayatul Aisyah, Fitri; Biroli, Alfan; Bawono, Yudho; Afifuddin, Mohammad
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v9i2.10307

Abstract

Jamu tradisional Madura merupakan minuman herbal yang memiliki banyak manfaat kesehatan dan telah digunakan secara turun-temurun. Namun, globalisasi dan meningkatnya persaingan dari produk kesehatan modern telah menyebabkan penurunan popularitas jamu, terutama di kalangan masyarakat perkotaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan jamu tradisional Madura melalui pemasaran di acara Car Free Day (CFD) Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini melibatkan produsen jamu tradisional seperti BRB Hj. Sumiati yang aktif mempromosikan produknya di CFD. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan manfaat jamu kepada pengunjung, serta penjualan langsung di lokasi acara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup perencanaan strategi pemasaran, sosialisasi kepada masyarakat, penyuluhan manfaat jamu, dan pemasaran langsung di lokasi CFD. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan produk jamu, yang meningkat secara signifikan dibandingkan dengan hari biasa. Pemasaran jamu di CFD juga membuka peluang dialog budaya antara produsen dan konsumen, di mana masyarakat bisa lebih memahami sejarah dan manfaat dari jamu yang mereka konsumsi. Pelestarian jamu tradisional melalui kegiatan ini tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga membantu menjaga identitas budaya lokal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa CFD merupakan platform yang efektif dalam memperkenalkan produk tradisional kepada masyarakat perkotaan dan memberikan dampak positif pada ekonomi produsen jamu skala kecil.   Kata kunci: Car Free Day (CFD), Jamu Madura, Pelestarian Budaya, Pemasaran
Pelatihan Digital Marketing pada Kelompok Industri Jamu Madura Berbasis Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Pamekasan Biroli, Alfan; Afifuddin, Mohammad; Bawono, Yudho; Bawono , Priyo Sandi; Aisah , Fitri Nayatul
Santri : Journal of Student Engagement Vol. 4 No. 1 (2025): Santri : Journal of Student Engagement
Publisher : Universitas Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/santri.v4i1.1283

Abstract

The traditional herbal medicine (jamu) industry in Pamekasan, Madura, which has been passed down through generations, faces significant challenges in marketing in the digital era. Most jamu entrepreneurs still rely on conventional marketing methods, such as direct sales and word-of-mouth, which limit their market reach. Therefore, a community service program based on digital marketing training was conducted to help these entrepreneurs utilize digital technology to expand their market. The training employed a Focus Group Discussion (FGD) method and involved six jamu business owners from Pamekasan. The material covered the basics of digital marketing, strategies for using social media platforms like Instagram and Facebook, as well as marketplace optimization for platforms such as Tokopedia and Shopee. The results of the training showed an increase in participants' understanding of the importance of digital marketing in business development. However, there were still challenges, including low digital literacy, limited technological infrastructure, and complex regulatory requirements for product licensing. Overall, this training had a positive impact, helping the entrepreneurs enhance their competitiveness in broader markets. Continued mentoring and regulatory simplification are needed to ensure the success of the digital transformation of the jamu industry in Pamekasan.
Pemberdayaan Kelompok Pembudidaya King Lele Farm di Desa Tengket, Arosbaya : Metode Persiapan Sistem Bioflok Safitri, Talitha Aulia Nadifah; Junaedi, Abdus Salam; Argiandini, Devita Mega; Pratiwi, Putri Ajeng; Nexvia, Cinta Marshanda; kholiq, Mad; Ramadhani, Mohammad Rifli; Zainuri, Muhammad; Biroli, Alfan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komoditas ikan lele (Clarias sp.) menjadi salah satu ikan air tawar yang banyak di budidayakan salah satunya oleh pembudidaya King Lele Farm, Desa Tengket, Arosbaya. Budidaya ikan lele masih diterapkan secara konvensional oleh masyarakat serta memiliki permasalahan pada kualitas air dan biaya pakan yang mahal. Kegiatan pengabdian KKN-T yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen secara langsung untuk mengatasi permasalahan budidaya yang masih dilakukan secara konvenional melalui pendampingan persiapan budidaya dengan sistem bioflok. Budidaya sistem bioflok ini memiliki beberapa tahapan untuk menciptakan ekosistem kolam yang baik dengan penambahan molase dan probiotik hingga pemasangan aerator. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada Bulan September hingga Desember 2025. Budidaya sistem bioflok memiliki keunggulan dapat mengatasi permasalahan pada kualitas air dan mampu menekan biaya pakan karena munculnya pakan alami serta pembesaran ikan yang lebih cepat. Hasil dari kegiata ini mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
Strategi Menuju Swasembada Pangan Nasional Melalui Optimalisasi Produksi Perikanan di Pembudidaya King Lele Farm, Arosbaya Junaedi, Abdus Salam; Nexvia, Cinta Marshanda; Zainuri, Muhammad; Biroli, Alfan; Argiandini, Devita Mega; Nadifah Safitri , Talitha Aulia; Pratiwi, Putri Ajeng; Madkholiq, Madkholiq; Ramadhani, Mohammad Rifli
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8374

Abstract

King Lele Farm di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan menghadapi beberapa permasalahan krusial dalam budidaya lele, yaitu kualitas air kolam yang belum stabil, efisiensi pakan yang rendah, ketergantungan tinggi pada pakan komersial dengan biaya produksi besar, serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam formulasi pakan dan perbanyakan probiotik. Program pengabdian masyarakat MBKM KKNT 2025 bertujuan mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan inovasi manajemen budidaya berbasis bioflok, pelatihan perbanyakan probiotik mandiri, serta pendampingan formulasi pakan berbasis bahan lokal yang diinduksi probiotik. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan melalui tahapan survei dan pemetaan kebutuhan mitra, penguatan sarana budidaya melalui pembangunan sumur bor, sosialisasi sistem bioflok, pelatihan teknis perbanyakan probiotik, serta pendampingan manajemen pakan, pembesaran lele, dan strategi pemasaran. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan budidaya lele. Tingkat pemahaman mitra terhadap manajemen kualitas air dan sistem bioflok meningkat dari 45% menjadi 80%, sementara keterampilan dalam formulasi pakan berbasis bahan lokal dan perbanyakan probiotik meningkat dari 40% menjadi 78%. Selain itu, mitra mulai menerapkan praktik pengelolaan pakan yang lebih efisien untuk menekan biaya produksi. Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas teknis mitra serta menjadi dasar pengembangan budidaya lele yang lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan lokal.
Augmented Reality for Science Learning in the 21st Century: Systematic Literature Review Arie Wahyu Prananta; Alfan Biroli; Mohamad Afifudin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No SpecialIssue (2024): Science Education, Ecotourism, Health Science
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10iSpecialIssue.8099

Abstract

The Era of Revolution 4.0 is marked by the internet and digital technology development. Era of Revolution 4.0 is believed to affect changes in science learning which can train thinking skills of the 21st century. 21st Century Learning emphasizes learning for students on internal skills using Media, Information, and Technology; Thinking, and innovation skills. Augmented Reality is a technological innovation that is currently developing and is being used in science learning by several researchers to train 21st-century skills. The research aims to examine Augmented Reality for Science Learning in abd 21: Systematic Literature Review. The review was conducted based on state-of-the-art methods using the preferred reporting items for reviews and meta-analyses (PRISMA) guidelines. The results of this research explain the focus of 21st Century learning; Augmented Reality has several advantages, Utilization of Augmented Reality for 21st Century science learning. The results of this research explain that the focus of 21st Century learning is: Competency for Critical Thinking, Innovation and Creativity, Communication, and Cooperation; Augmented Reality has several advantages and disadvantages: advantages; Is more involved, Easy to use, Can be used in general in various sources, Describe simple objects, Production that doesn't consume too many lots of expenses, Simple to use; disadvantages: sensitive to changes in perspective, There are few makers, Requires a lot of memory to Utilization of Augmented Reality: Competency for Critical Thinking, Ability to think Abstractly, Ability to Think Creatively.