Wendri Wiratsiwi
Program Strudi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengembangan Media Flipbook Digital Interaktif pada Materi Ekosistem untuk Pembelajaran IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar Rizal Abdul Aziz; Iis Daniati Fatimah; Wendri Wiratsiwi
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74041

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas media flipbook sebagai bahan ajar materi ekosistem pada pembelajaran IPAS kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dilaksanakan di UPT SDN Gedongombo 1 pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi ahli, dan revisi produk. Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Data dikumpulkan melalui lembar validasi yang mencakup aspek isi, kebahasaan, penyajian, dan tampilan media, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase serta didukung data kualitatif dari saran para ahli. Hasil validasi menunjukkan rata-rata validitas sebesar 79,8%, dengan rincian ahli materi 88,9%, ahli media 81,8%, dan ahli bahasa 68,6%. Aspek kebahasaan dinyatakan layak setelah revisi berupa penyederhanaan kosakata ilmiah dan penyesuaian kalimat agar lebih sesuai dengan karakteristik siswa SD. Berdasarkan hasil tersebut, media flipbook dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar inovatif. Media ini membantu menyajikan materi ekosistem secara lebih jelas, interaktif, dan mudah dipahami, sehingga berpotensi meningkatkan minat dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS.
VALIDITAS ALAT PERAGA KIT IPAS BERBASIS STEM RAMAH ANAK DENGAN LARUTAN ELEKTROLIT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS V SD Lilik Puji Rahayu; Sri Cacik; Wendri Wiratsiwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas media KIT IPAS berbasis STEM ramah anak menggunakan larutan elektrolit untuk meningkatkan pemahaman konsep listrik sederhana siswa kelas V sekolah dasar. Pengembangan media dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media pembelajaran yang konkret, menarik, dan mampu membantu siswa memahami konsep listrik yang bersifat abstrak. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi sampai tahap Development. Tahapan penelitian meliputi Analysis, Design, dan Development. Data penelitian diperoleh melalui lembar validasi yang diberikan kepada tiga validator, yaitu ahli bahasa, ahli materi, dan ahli media. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase untuk mengetahui tingkat validitas media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh rata-rata validitas sebesar 97,3% dengan kategori sangat valid. Validasi ahli bahasa memperoleh 96%, ahli materi 100%, dan ahli media 96%. Berdasarkan hasil tersebut, media KIT IPAS berbasis STEM ramah anak dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Validity of Artificial Intelligence-Based Interactive Chatbot Learning Media in Elementary School Science and Social Studies (IPAS) Learning Rozik Arional Prinata; Novialita Angga Wiratama; Wendri Wiratsiwi
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 15 No. 1 (2026): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/37gpn318

Abstract

Science and Social Studies (IPAS) learning in elementary schools is still predominantly supported by conventional learning media, resulting in limited student engagement during the learning process. This study aimed to determine the validity of an Artificial Intelligence-based interactive learning media for fifth-grade IPAS learning at SD Negeri 01 Sedayulawas. The validation process involved three validators: a media expert, a subject matter expert, and an elementary school practitioner. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model. The learning media was developed through Canva and integrated with an AI-powered chatbot. Media validity was evaluated by media experts, subject matter experts, and education practitioners using a Likert-scale assessment. The results indicated that the developed media achieved a very valid category across the aspects of presentation, content, organization, and language. Therefore, the Artificial Intelligence-based interactive learning media is considered valid and suitable for use as an alternative learning resource for IPAS in elementary schools.
Identifikasi Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pembelajarn IPAS Materi Bentang Alam pada Siswa Kelas III Dilla Anjani Lavenita; Fera Dwidarti; Wendri Wiratsiwi
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i4.2898

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar, khususnya dalam pembelajaran IPAS. Namun, pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih banyak didominasi oleh metode ceramah yang berpusat pada guru sehingga siswa cenderung pasif dan kemampuan berpikir kritisnya belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis siswa kelas III pada pembelajaran IPAS materi bentang alam di UPT SD Negeri Campurejo 2 Rengel, Kabupaten Tuban. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 15 peserta didik kelas III sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pre-test, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 46. Sebanyak 53,33% siswa berada pada kategori rendah, 20% pada kategori sangat rendah, dan hanya 26,67% siswa yang berada pada kategori sedang, tanpa ada siswa yang mencapai kategori tinggi. Siswa masih mengalami kesulitan dalam menganalisis hubungan sebab-akibat, memberikan alasan logis, mengevaluasi informasi, serta mengaitkan konsep bentang alam dengan kehidupan sehari-hari. Rendahnya kemampuan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi dan kepercayaan diri belajar yang rendah, serta faktor eksternal berupa dominasi metode ceramah dan minimnya variasi media pembelajaran konkret. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran aktif, seperti pembelajaran berbasis inkuiri, diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis masalah, sebagai upaya strategis untuk mendorong siswa berpikir lebih kritis, analitis, dan bermakna dalam memahami materi bentang alam.
Validitas E-Modul Interaktif Berbasis Deep Learning pada Pembelajaran IPAS Materi Perubahan Wujud Zat Fatkur Rohman; Ifa Seftia Rakhma Widiyanti; Wendri Wiratsiwi
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 4: September 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i4.75166

Abstract

Pembelajaran IPAS materi perubahan wujud zat menuntut siswa memahami konsep abstrak yang berkaitan dengan fenomena sehari-hari. Observasi di MI Darus Sholeh menunjukkan hasil belajar siswa kelas IV pada materi tersebut masih rendah karena keterbatasan bahan ajar yang kurang interaktif dan belum mampu mendorong pemahaman mendalam. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta mengkaji kelayakan dan validitas e-modul interaktif berbasis Deep Learning yang dimaknai sebagai pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning approach) untuk pemahaman konseptual bermakna, bukan teknologi kecerdasan buatan. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap Analysis, Design, dan Development. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket validasi ahli. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi menunjukkan persentase penilaian ahli materi sebesar 84%, ahli bahasa 74%, dan ahli media 95%, dengan rata-rata keseluruhan 84% yang termasuk kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, e-modul interaktif berbasis Deep Learning dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran IPAS materi perubahan wujud zat kelas IV MI Darus Sholeh.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV-A UPT SD NEGERI RONGGOMULYO I TUBAN Alifia Karnia Saputri; Wendri Wiratsiwi; Alex Rachman Noor
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Released
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18735

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of Social Science Class IV-A UPT SD Negeri Ronggomulyo I Tuban. In the learning process, it can be seen that the learning outcomes of students in learning science are still low. This research aims to describe the improvement of learning outcomes of Social Science Class IVA UPT SD Negeri Ronggomulyo I Tuban through the application of the Problem Based Learning model. This type of research is Class Action Research (PTK) model Kemmis and Mc Taggart. The research was carried out in two cycles with the design of this research covering four stages, namely: (1) planning, (2) implementation of actions, (3) observation, and (4) reflection. The subject of the research was 28 students of class IV-A UPT SD Negeri Ronggomulyo I Tuban. The data collection instruments used were interview sheets, observation sheets, tests, and documentation. The data were analyzed in a qualitative descriptive and quantitative description. The results showed an increase in the learning outcomes of Social Science Class IV-A after the implementation of the Problem Based Learning model. In cycle I, the average score of students reached 74.82 with classical completeness of 71.42%. In cycle II, the average score increased to 88 with classical completeness of 92.85%. Based on these results, it was concluded that the application of the Problem Based Learning model was effective in improving the learning outcomes of Social Science Class IV-A UPT SD Negeri Ronggomulyo I Tuban.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MELESTARIKAN BUDAYA DAERAH SISWA KELAS V UPT SD NEGERI RONGGOMULYO 1 TUBAN Annisa Alzim Latifah; Wendri Wiratsiwi; Rochminah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Now Available
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18755

Abstract

This study was motivated by the low level of student awareness regarding the preservation of local culture during Pancasila Education subject on the topic of Preserving Local Culture in grade V of UPT SD Negeri Ronggomulyo 1 Tuban. The study aimed to demonstrate that the Problem-Based Learning (PBL) model could foster student awareness of local culture preservation. This Classroom Action Research employed the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles with 26 fifth-grade (Class V B) students as subjects. Data were collected through observation, questionnaires, tests, and documentation, and subsequently analyzed using both qualitative and quantitative descriptive methods. The results showed an increase in the average cultural awareness score from 60.0 in the pre-cycle stage to 72.3 in Cycle I and 86.0 in Cycle II, while the learning mastery rate rose from 0% to 100%. It is concluded that the PBL model is effective in enhancing awareness of local culture preservation and promoting active student participation during classroom learning.