Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Arsitektur Ekologi Dengan Pendekatan Lingkungan dan Origami Pada Perancangan Gamat Bay Glamping: Bahasa Indonesia I Nyoman Andy Armawan; Ida Bagus Gede Parama Putra; I Ketut Sugihantara
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 1 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.1.6970.64-71

Abstract

Di era saat ini, pariwisata menjadi sesuatu yang sangat krusial dalam pengembangan perekonomian Bali. Berkaca dari pandemi yang berlangsung selama beberapa tahun belakangan ini, pariwisata Bali mengalami dampak yang sangat signifikan. Saat ini, pariwisata Bali perlahan mulai bangkit dan sebagai masyarakat Bali kita sepatutnya untuk ikut berperan dan mendukung dalam pembangunan kembali khususnya dalam sektor pariwisata. Sejatinya, pariwisata merupakan identitas dari Pulau Bali dengan daya tariknya tersendiri. Salah satu akomodasi yang dapat mendongkrak pariwisata Bali, yaitu Beach Glamping. Perencanaan dan Perancangan Gamat Bay Glamping di Nusa Penida, Klungkung menggunakan konsep Envi-Human Connection. Faktor alam dapat memberikan poin lebih kepada Nusa Penida karena sesungguhnya Nusa Penida telah memiliki daya tarik tersendiri yang bahkan tidak dimiliki daerah lainnya, yaitu keindahan alamnya. Berkaitan dengan wisata tentunya tidak pernah bisa lepas dengan wisatawan. Dalam mewujudkan konsep yang diangkat, yaitu Envi-Human Connection, maka apa pun tema perancangan dari Perencanaan dan Perancangan Gamat Bay Glamping di Nusa Penida, Klungkung, yaitu Ecological Architecture dengan pendekatan lingkungan dan origami.
Perencanaan Dan Perancangan Day Care Center Di Kota Negara-Jembrana Bali Annastashya Ramadhani; Gde Bagus Andhika Wicaksana; I Ketut Sugihantara
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 1 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.1.7002.78-87

Abstract

Day Care is an institution for child care that can help the role of parents in caring for children at certain times when their parents are busy or don't have much time to care for their children. Generally, Day Care is not only a daycare center but also includes games and lessons that are appropriate for the child's age. Playing and learning activities that are applied to children are the right stimulation for children in stimulating the mind to utilize the social and emotional aspects of children towards the surrounding environment. Some experts also state the importance of educating children from toddlers and the advantages of Day Care lie in cleanliness, facilities, quality and quantity of caregivers and the health of the surrounding environment.
Wellness Sanctuary Sebagai Alternatif Penyembuhan Masyarakat Urban di Kabupaten Badung: Bahasa Indonesia Arya Duta Harjono; I Ketut Sugihantara; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 1 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.1.7033.134-141

Abstract

Throughout human history living alongside nature and culture, humans have sought peace and a greater understanding of the emotional feelings of life. Humans sometimes forget how the well-being of physical and spiritual life is always related. The reality that occurs in current conditions is that humans live in a society that does not guarantee a healthy environment. This aspect is part of the balance of human health, namely Wellness. In order to maintain the balance of these conditions, humans must be able to adapt in maintaining the physical and mental conditions of humans to their environment. Today, needs in urban areas such as Badung Regency are full of activities that can cause physical and mental fatigue. There needs to be a safe room that can provide good care for the community so they can find a way out in dealing with problems like this. It is hoped that the Wellness Sanctuary building in Badung Regency can become a safe space for clients who want to get peace and comfort. Assisting clients in solving emotional and psychological problems by finding the roots of the problems experienced by sharing stories through experiences and overcoming these mental problems.
Pengembangan Fasilitas Penunjang Wisata Yeh Hoo di Tabanan, Bali I Kadek Merta Wijaya; I Ketut Sugihantara; I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi alam di kawasan Yeh Hoo sangat mendukung wisata meditasi dan yoga karena lingkungan yang masih alami (lingkungan alam air terjun Yeh Hoo dan lahan pertanian). Namun potensi tersebut belum didukung oleh infrastruktur akomodasi wisata, wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Yeh Hoo hanya dapat melihat atau menyaksikan saujana pertanian dan akses menuju air terjun Yeh Hoo yang cukup sulit dalam akses jangkauan. Diperlukan akomodasi wisata dalam menunjang kegiatan healing (yoga dan meditasi). Permasalahan yang ditemukan pada objek wisata Yeh Hoo adalah (1) belum terdapat pembagian zonasi fasilitas utama dan penunjang kegiatan wisata; (2) akses berupa pedestrian belum direncanakan secara relevan terhadap pengguna dan belum adanya rest area pada titik-titik tertentu; (3) belum direncanakan jogging track yang menghubungkan antara satu fasilitas dengan fasilitas yang lainnya; (4) tempat parkir yang belum memenuhi kebutuhan kapasitas pengunjung; (5) belum adanya information area dan ticketing sebagai informasi awal wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Yeh Hoo; (6) fasilitas penunjang berupa café sebagai rest area pengunjung belum tersedia dengan memadai; (7) fasilitas penginapan bagi wisatawan yang akan menghabiskan waktu lebih dari satu hari; dan (8) belum terdapat fasilitas yoga dan meditasi yang feasible. Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan masterplan pengembangan Objek Wisata Yeh Hoo dalam bentuk fasilitas wisata penunjang. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah kualitatif yang menakankan pada aspek kualitas rancangan berdasarkan pada langkah-langkah sebagai berikut yaitu pemetaan permasalahan dan potensi, metode konsepsual, motode induksi, dan melakukan kegiatan Focus Group Disscussion (FGD)