Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STUDI TENTANG KOMPETENSI SOSIAL GURU PKn DI MADRASAH ALIYAH DDI KANANG KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR Masni Masni; Muhammad Asriadi
Jurnal Media Elektrik Vol. 18 No. 1 (2020): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v18i1.5415

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Tujuannya adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana hubungan sosial antara guru PKn denga kepala Sekolah (2) Bagaimana hubungan Guru PKn dengan teman sejawat yang berada di Madrasyah Aliyah DDI Kanang (3) Bagaimana hubungan sosial Guru PKn dengan siswanya yang berada di Madrasyah Aliyah DDI Kanang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Variabel penelitian ini adalah Kompetensi sosial Guru PKn dalam pendidik. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru PKn bersertifikat pendidik maupun honorer yang berjumlah 3 orang. Sampel penelitian menggunakan Rendom Sampling yaitu seluruh guru PKn bersertifikat pendidik maupun honorer pada Madrayah Aliyah DDI Kanang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar yang berjumlah tiga orang.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Studi tentang kompetensi sosial guru PKn bersartifikat pendidik maupun honorer pada Madrasyah Aliyah DDI Kanang Kecamatan binuang Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan kompotensi sosial yang baik dalam hal menjalin interaksi sosial yang baik guru PKn dengan kepala sekolah.(2) Menjalin interaksi sosial dengan teman sejawat yang berada pada Madrasyah Aliyah DDI Kanang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar.(3)Setelah menjalin interaksi yang baik dengan kepala sekolah dan teman sejawat, maka interaksi dengan siswa pun dilakukan agar menjadi tercipta hubungan sosial pada Madrsyah Aliyah DDI Kanang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK MENJADI ECOBRICK DALAM KERANGKA PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Masni; Zose Wirawan; Rizki Trisnawaty Arwien; Asriati, Asriati; Sukri Badaruddin; Asriadi, Muhammad
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 04 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high volume of plastic waste in Indonesia highlights the urgent need for community empowerment in managing waste creatively and sustainably. This community service program aims to raise awareness and enhance local skills through ecobrick production training in collaboration with the Utit Cokonuri Waste Bank group and its integration into the Strengthening the Pancasila Student Profile Project (P5). The implementation method adopted a participatory approach consisting of four main stages: needs assessment, technical planning, ecobrick training, and ongoing mentoring. The results show significant improvements in participants’ knowledge and technical skills in processing plastic waste into functional ecobricks. A total of 50 ecobrick units were successfully produced as pilot products and utilized as simple public facilities around the waste bank area. In addition, collaboration with partner schools facilitated the integration of ecobrick practice into P5 thematic projects on Sustainable Lifestyles, enabling students to actively participate in waste reduction practices. This success not only generated technical and environmental benefits but also opened economic opportunities through recycled products with added value. The program demonstrates the importance of synergy among universities, communities, and schools to support local sustainable development while strengthening Pancasila values through contextual learning. This empowerment model is expected to be replicated in other areas facing similar challenges to broaden its positive impact. The high volume of plastic waste in Indonesia highlights the urgent need for community empowerment in managing waste creatively and sustainably. This community service program aims to raise awareness and enhance local skills through ecobrick production training in collaboration with the Utit Cokonuri Waste Bank group and its integration into the Strengthening the Pancasila Student Profile Project (P5). The implementation method adopted a participatory approach consisting of four main stages: needs assessment, technical planning, ecobrick training, and ongoing mentoring. The results show significant improvements in participants’ knowledge and technical skills in processing plastic waste into functional ecobricks. A total of 50 ecobrick units were successfully produced as pilot products and utilized as simple public facilities around the waste bank area. In addition, collaboration with partner schools facilitated the integration of ecobrick practice into P5 thematic projects on Sustainable Lifestyles, enabling students to actively participate in waste reduction practices. This success not only generated technical and environmental benefits but also opened economic opportunities through recycled products with added value. The program demonstrates the importance of synergy among universities, communities, and schools to support local sustainable development while strengthening Pancasila values through contextual learning. This empowerment model is expected to be replicated in other areas facing similar challenges to broaden its positive impact
IMPLEMENTASI PELATIHAN LITERASI DAN ETIKA DIGITAL UNTUK MENDORONG PEMANFAATAN TEKNOLOGI SECARA BIJAK DI ERA SOCIETY 5.0 Adillah KR, Realizar; Suyitno, Imam; Umar, Firman; Mustari, Mustari; Haris, Hasnawi; Masni
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan literasi dan etika digital bagi masyarakat agar mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab pada era Society 5.0. Program pelatihan dirancang untuk membantu peserta memahami risiko, peluang, serta tata cara mengelola aktivitas digital secara aman. Pelatihan dilakukan melalui asesmen awal, workshop interaktif, praktik simulatif, dan pendampingan lanjutan. Hasil awal menunjukkan bahwa sebagian peserta belum memahami keamanan akun digital, pengelolaan privasi, serta cara mengidentifikasi informasi kredibel. Kondisi tersebut dipetakan melalui pre-test yang menjadi acuan dalam pemberian materi pelatihan. Selama kegiatan berlangsung peserta mengikuti sesi pemaparan konsep literasi digital, praktik mengatur keamanan akun, serta menganalisis keaslian informasi sebelum membagikan kembali kepada orang lain. Hasil post-test memperlihatkan peningkatan pengetahuan peserta terutama dalam mengenali fitur keamanan digital, menghindari penyebaran informasi meragukan, serta menyusun unggahan berbasis etika bahasa. Pendampingan pascapelatihan membantu peserta menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam aktivitas digital harian. Program ini menggambarkan adanya perubahan perilaku digital peserta dari sekadar sebagai pengguna teknologi menjadi individu yang lebih selektif, reflektif, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di ruang digital. Pelatihan memberikan manfaat dalam penguatan literasi digital melalui pembelajaran terstruktur serta pengalaman praktik langsung sehingga peserta mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan etis.
AN ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF FAMILY LANGUAGE-BASED PARENTING PATTERNS ON THE DEVELOPMENT OF RESPONSIBILITY CHARACTER AMONG ADOLESCENTS IN THE DIGITAL ERA Muhammad Asriadi; Masni Masni; Asriati Asriati
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 1 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i1.1325

Abstract

This study aims to analyze the influence of family language-based parenting patterns on the development of responsibility character among adolescents in the digital era. A quantitative survey method was employed, involving 100 adolescent respondents residing in five regions of Makassar City: Jl. Galangan Kapal, Jl. Tinumbu, Jl. Kandea, Jl. Pampang Raya, and Jl. Abubakar Lambogo. The research instrument used was a closed-ended questionnaire measuring parental language-based parenting tendencies (democratic, authoritarian, and permissive) and adolescents' levels of responsibility character. The findings reveal that the democratic parenting pattern has the most significant impact on the development of responsibility, marked by open communication, logical explanation, and two-way dialogue. In contrast, authoritarian and permissive styles tend to be less effective in fostering adolescent responsibility. Pearson correlation tests showed a significant positive relationship between democratic language-based parenting and adolescent responsibility levels. This study emphasizes the crucial role of healthy family communication practices as a foundation for character education in adolescents, especially amidst the challenges of the digital age.
Digital Literacy and Digital Ethics Strengthening Program For Generation Z in The Information Era for High School Students Masni Masni; Asrianti Asrianti; Andika Wahyudi Gani; Muhtar Muhtar; Irwansyah Suwahyu; Muhammad Asriadi
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2025): Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i5.2533

Abstract

This community engagement program aims to enhance digital literacy and digital ethics among Generation Z, particularly high school students in grades XI and XII in Wonomulyo, in response to the complex challenges of the information era. As digital naives, Generation Z has broad access to technology but often lacks the critical and ethical skills necessary for responsible digital media use. This program was designed to provide a comprehensive understanding of how to use digital platforms wisely, safely, and ethically through participatory and experiential learning methods. The implementation included socialization sessions, interactive workshops, case simulations, group discussions, and student-led digital campaigns. The results showed a significant improvement in students’ conceptual understanding, critical thinking abilities, and ethical awareness in navigating digital content. Participants also displayed strong enthusiasm in formulating a digital code of ethics and raising collective awareness about the dangers of misinformation, cyberbullying, and negative digital footprints. With active support from school officials and facilitators, the program effectively fostered responsible digital citizenship. It is hoped that this initiative can be sustainably replicated within the school environment and further developed as part of a character education curriculum rooted in digital competence. Strengthening digital literacy and ethics is a crucial step in preparing young generations to face global challenges wisely and ethically.
Pelatihan Literasi Media Sosial Bagi Pemilih Pemula Tentang Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign Masni; Muhammad Asriadi; Asriati; Muhammad Qasash Hasyim
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 2 (Juni 2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v2i2.458

Abstract

Mitra dalam program kemitraan masyarakat ini adalah pemilih pemula pada Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Masalah yang dialami adalah 1). Kurang pahamnya masyarakat secara komprehensif tentang etika dalam bersosial media dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, 2). Kurangnya kemampuan dalam mengidentifikasi informasi yang ada di dunia maya terkait Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, 3). Kurangnya pengetahuan terkait kewajiban akan peran dalam mencegah penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang kerap terjadi dimasyarakat. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan mitra adalah melaksanakan kegiatan workshop Pelatihan Literasi Media Sosial Bagi Pemilih Pemula Tentang Hoax, Hate Speech Dan Negative Campaign Menghadapi Tahun Politik 2024 Di Desa Batetangnga, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar yang terdiri dari tiga kegiatan yakni memberikan Edukasi Dimensi dan Ruang Lingkup Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, mendemonstrasikan implementasi Peraturan Perundang-undangan terkait Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, serta Strategi Pemilih Pemula dalam Menghadapi Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign serta Perannya dalam Mencegah Penyebaran Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign Melalui Literasi Digital. Metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah ceramah, demonstrasi/ilustrasi, tanya jawab, diskusi dan pendampingan. Hasil yang diharapkan dapat dicapai adalah 1). Peserta memahami dimensi dan ruang lingkup Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, 2). Peserta mampu mendemonstrasikan implementasi Peraturan Perundang-undangan terkait Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, 3). Peserta mampu membuat strategi dalam menghadapi Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign serta mengambil peran dalam mencegah penyebaran Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign melalui Literasi Digital.